<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741</id><updated>2011-10-13T19:43:47.103-07:00</updated><title type='text'>penulis mojokerto</title><subtitle type='html'>Bersama membangun dunia melalui kegiatan tulis menulis
Wahana memupuk kreativitas tulis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>90</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1101018085672431502</id><published>2011-10-13T19:29:00.001-07:00</published><updated>2011-10-13T19:43:47.141-07:00</updated><title type='text'>Personal Branding Guru</title><content type='html'>Salah satu aspek penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah tingkat kualitas guru. Hal ini karena dalam proses pendidikan dan pembelajaran, posisi guru sebagai fasilitator pendidikan dituntut untuk mempunyai kompetensi yang memadai. Oleh karena itulah, maka setiap guru harus secara sadar melakukan proses pencitraan diri dengan meningkatkan kualitas dirinya.&lt;br /&gt;Untuk peningkatan kualitas tersebut, maka setiap guru berkewajiban untuk mengikuti proses peningkatan, baik melalui pendidikan lanjut ataupun peningkatan melalui jalur jalur lainnya. Hal ini harus dilakukan secara bersama sama sehingga setiap guru memahami tugas dan kewajiban profesinya.Guru memang harus selalu melakukan perombakan atas kompetensinya setiap saat agar tidak ketinggalan informasi.&lt;br /&gt;Dan, Personal branding guru merupakan satu bentuk kondisi yang memang harus ada di setiap sosok guru. Semoga hal tersebut dapat terwujudkan di negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1101018085672431502?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1101018085672431502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1101018085672431502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1101018085672431502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1101018085672431502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2011/10/personal-branding-guru.html' title='Personal Branding Guru'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3734323299516505324</id><published>2011-04-04T10:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T10:27:37.308-07:00</updated><title type='text'>Orang Miskin Bukan Orang Bodoh</title><content type='html'>Masyarakat ekonomi kecil atau masyarakat miskin adalah mayoritas di negeri ini. Dengan kondisi mayoritas ini, maka seharusnya jika mereka digarap secara maksimal dan efektif, hasilnya pasti kelompok masyarakat yang efektif dan memberikan manfaat maksimal pada kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, permasalahannya adalah kesempatan mereka mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Hal ini bukan karena jumlah institusi pendidikan yang terbatas, tetapi semua terjadi karena keterbatasan kemampuan atau kesempatan karena kondisi finansial yang tidak mampu menutup kewajiban pembiayaan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya,tumbuh dan berkembang anggapan bahwa orang miskin adalah orang bodoh. Hal ini karena kurangnya kesempatan mengikuti proses pendidikan sehingga dianggap bodoh. Padahal, sesungguhnya orang-orang miskin adalah kelompok orang kreatif yang mempunyai daya survive tinggi dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bukan orang bodoh jika kesempatan mengikuti proses pendidikan terbuka luas bagi mereka. Bahkan, tanpa kesempatan mengikuti proses pendidikan saja, mereka adalah kelompok orang yang pintar, pandai, kreatif dan inovatif dalam kehidupannya. Mereka bukan orang bodoh sebab dengan kreativitas dan daya inovasi yang dimilikinya, mereka dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Bahkan, tidak sedikit orang miskin yang berhasil dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan bukti bahwa orang miskin bukan orang bodoh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3734323299516505324?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3734323299516505324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3734323299516505324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3734323299516505324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3734323299516505324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2011/04/orang-miskin-bukan-orang-bodoh.html' title='Orang Miskin Bukan Orang Bodoh'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4140058196264169251</id><published>2010-01-31T06:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T06:41:41.480-08:00</updated><title type='text'>Listrik Wafat tiga hari</title><content type='html'>Innalillahi.. telah meninggal, wafat dengan lancar PLN di wilayah Kabupaten Mojokerto, Khususnya di Kecamatan Gedeg, SElama tiga hari berturut-turut, walau tidk lama, sekitar du jam...dua jam.. tetapi asyik juga.. ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4140058196264169251?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4140058196264169251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4140058196264169251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4140058196264169251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4140058196264169251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2010/01/listrik-wafat-tiga-hari.html' title='Listrik Wafat tiga hari'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-7732436915330219470</id><published>2010-01-17T05:32:00.000-08:00</published><updated>2010-04-26T20:25:36.482-07:00</updated><title type='text'>Membangun Generasi</title><content type='html'>Pola kehidupan masyarakat tidak berbeda dengan pola main lari beranting atau lari estafet. Dimana pada poka ini, pelari pertama akan memberikan tongkat yang dibawa pada pelari kedua. Hal ini dikandung arti bahwa pelari pertama mempercayakan keberhasilan pada pelari kedua. Dengan demikian pelari pertama berharap agar pelari kedua berjuang sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilannya. Setelah itu, pelari kedua memberikan tongkat pada pelari ketiga &lt;span class="fullpost"&gt; dan seterusnya berlangsung hingga pelari terakhir berhasil memasuki garis finish dan memenangkan lomba atau tanggungjawab dan kewajibannya tersebut.&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan, rantai sambung menyambung ini pada dasarnya diwujudkan dalam bilang generasi yang saling bersambung. Ada generasi tua, generasi mda dan generasi paling muda. Generasi ini merupakan sebuah trap penghubung sehingga pada saatnya masing-masing bakal menyelesai-kan tugas dan kewajibannya. Oleh karena itulah, maka setiap generasi harus mempunyai kemampuan kompetensi yang memadai agar tidak mengalami kesulitan saat harus memengang tongkat penerus perjuangan.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kualitas diri, maka setiap generasi harus menjalani proses persiapan, pendadaran dan perjuangan yaitu belajar. Dan, untuk dapat belajar dengan baik, aka dibutuhkan orang-orang yang dapat membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi setiap hasil yang didapatkan dari proses belajar. Sosok inilah yang selanjutnya kita kenal dengan sebutan guru.&lt;br /&gt;Guru telah menjadi sosok yang diharapkan mampu memberi pen-cerahan pada generasi muda agar siap menjadi generasi penerus kehidupan berbangsa yang benar-benar sanggup menghadapi setiap permasalahan hidup.&lt;br /&gt;Guru dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya diharapkan bahkan diharuskan utuk dapat memberikan bekal yang cukup bagi anak-anak. Bekal tersebut diberikan dalam sebuah kegiatan belajar yang tersistem dan terprogram baik.&lt;br /&gt;Hal ini tidak terlepas dari asumsi bahwa guru adalah sosok yang mempunyai banyak kelebihan dan kemampuan. Dan, seringkali kita meng-hadapi kenyataan bahwa anak mempunyai tingkat kepercayaan dan kepatuh-an yang lebih tinggi kepada guru daripada yang lainnya, termasuk orangtua. Anak-anak melakukan apa yang ditugaskan oleh gurunya sesegera mungkin, tetapi seringkali mengabaikan atau suka menunda-nunda jika diperintah orangtuanya.&lt;br /&gt;Dan, memperhatikan fenomena seperti itu, maka sudah seharusnya guru mengambil tugas secara maksimal sebab pada dasarnya guru termasuk salah satu aspek pembangun generasi. Guru adalah sosok yang ikut menentukan warna dari generasi di masa mendatang.&lt;br /&gt;Kita harus menyadari bahwa eksistensi negeri ini tergantung pada bagaimana generasi penerus dipersiapkan sejak awal. Semakin baik persiap-annya, maka negeri ini akan semakin eksis. Dan, guru adalah sosok yang mendapatkan mandat untuk memberikan bekal pada anak-anak generasi mendatang.&lt;br /&gt;Dengan segala kemampuan, guru melaksanakan tugas dan kewajib-annya mempersiapkan generasi mendatang. Berbagai informasi tentang sikap, pengetahuan dan keterampilan diberikan kepada anak didik agar menjadi orang-orang yang cerdas secara emosional knowledge maupun skill.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut, guru tidak hanya mengacu pada tujuan pendidikan secara pribadi, melainkan terutama pada tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Tugas dan kewajiban guru memang tidak ringan. Mereka harus dapat melaukan perubahan pada anak didik sehingga benar-benar menjadi manusia yang siap menghadapi hidup yang semakin berat. Setiap generasi harus berhaapan dengan pola kehidupan yang berbeda kondisi dan tantangannya. Oleh karena itulah, maka guru harus dapat memberi pendidikan dan pengajaran yang benar-benar implikatif, sesuai dengan kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;Jika memperhatikan hal tersebut, maka jelas bahwa guru harus bersifat dinamis sesuai kondisi di masyarakat. Guru harus selalu belajar dan belajar sehingga apa yang diberikan kepada anak didiknya adalah hal-hal yang up to date, tidak ketinggalan jaman. Sangatlah percuma kita memberikan sesuatu yang ternyata sudah tidap dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal tersebut membuang-buang waktu tanpa hasil yang signifikan.&lt;br /&gt;Bagaimana anak dapat menghadapi tantangan hidup jika materi yang diberikan oleh guru adalah materi kadaluwarsa? Materi sudah tidak diterap-kan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya hal tersebut justru menjadikan anak didik enggan untuk belajar. Materinya jadul, jaman dulu! Apalagi jika cara mengajar guru tidak simpatik, maka anak didik semakin jauh dari hasil proses yang diharapkan.&lt;br /&gt;Tugas guru didalam pembangunan yang berkesinambungan adalah mempersiapkan anak didik sehingga mempunyai kemampuan yang signi-fikan terhadap setiap kondisi kehidupan. Guru harus membangun citra generasi yang sanggup berjuang dalam kehidupan dan bukan menjadi generasi yang tidak dapat melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;Peranan guru di dalam pembangunan terutama pada aspek pendidik-an dan pembelajaran. Pendidikan dan pembelajaran merupakan aspek pengembang pribadi, citra diri yang paling utama. Dengan pribadi prima, maka generasi muda menjadi tulang punggung negeri di masa depan. Dan, generasi dengan kualitas prima merupakan hasil dari sebuah proses pendidikan dan pembelajaran yang berhasil dijalankan oleh seorang guru.&lt;br /&gt;Sejak tingkat satuan pendidikan dasar hingga menengah, anak di-bimbing untuk mengembangkan kompetensi dirinya. Dari kondisi nol, anak didik dibimbing hingga berkompeten pada banyak aspek lainnya. Perubahan kondisi inilah yang sebenarnya merupakan hasil dari proses pendidikan dan pembelajaran. Jika dari sebuah proses pendidikan tidak terjadi perubahan kondisi, maka berarti proses tersebut telah mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Sebagai pelaksana pembangunan generasi, maka seorang guru harus dapat memulai sejak penanaman pondasi hingga membangun atas bangunan generasi tersebut. Pembuatan pondasi harus dilakukan sedemikian rupa sehingga materi yang ditanamkan adalah materi yang benar-benar mampu menopang semua materi yang nantinya diletakkan diatasnya. Pondasi penge-tahuan harus dapat menopang, menahan seluruh beban yang diletak-kan di bagian atasnya. Pondasi yang kuat akan memberikan sebuah bangun-an yang kokoh dan tidak gampang rusak oleh kejadian alam atau oleh ulah manusia.&lt;br /&gt;Pada kondisi ini, seorang guru adalah seorang arsitek yang secara langsung mengawal sejak perencanaan pembangunan bangunan generasi terbaik bagi bangsa besar ini. guru harus membuat perencanaan yang matang agar proses pendidikan dan pembelajaran yang dijalankannya benar-benar cermat dan mengacu pada tujuan pendidikan secara nasional.&lt;br /&gt;Perencanaan yang bagus dan cermat oleh seorang guru sebelum melaksanakan tugasnya mendidik dan mengajar anak didik agar didapatkan bangunan generasi yang kokoh, kuat dan mampu menjawab tantangan hidup, maka segala hal terkait dengan proses pendidikan dan pembeljaaran harus disusun dan dipertimbangkan secara cermat oleh guru atas kemungkinan dan ketidakmungkinan terlaksana serta ketercapaian program. Dengan cara seperti itu, maka dapat diketahui dukungan dan hambatan yang mungkin ada pada saat pelaksanaan program.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka setiap guru harus membuat program pendidikan dan pembelajaran yang menjadi tugas dan kewajibannya secara baik, dalam artian cermat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah program kerja atau kegiatan, khususnya dalam hal ini perencanaan pendidikan dan pembelajar-an. Seorang guru yang baik selalu menyusun dan membuat perencanaan untuk setiap kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;Pembangunan generasi itu artinya sama dengan menyusun sebuah perencanaan yang bertujuan agar kondisi generasi mendatang jauh lebih baik daripada kondisi generasi yang ada sekarang ini. Dan, aspek yang dikelola oleh guru di dalam hal ini adalah aspek pendidikan dan pembelajaran, sehingga semua perangkat yang dipakai di dalam proses pembangunan generasi haruslah peralatan yang benar-benar&lt;br /&gt;Perangkat pendidikan dan pembelajaran sangat penting di dalam proses pembangunan konsep mental dan konsep diri anak didik terhadap materi yang diberikan oleh guru. Dengan perangkat ini, maka kegiatan pendidikan dan pembelajaran dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Bagaimana sebuah kegiatan dapat dilaksanakan jika ternyata kita tidak mempunyai alat atau perangkat kegiatan?!&lt;br /&gt;Maka, agar seorang guru benar-benar dapat melaksanakan tugasnya sebagai pembangun generasi berkualitas dengan konsep diri yang terbaik, maka proses pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru harus didasarkan pada perangkat terbaik untuk kegiatan pendidikan dan pembelajaran. dengan perangkat terbaik, maka tentunya berdampak pada tingkat hasil prosesnya. Semakin berkualitas perangkat yang diterapkan atau digunakan oleh guru, maka hasil proses pendidikan dan pembelajaran memberikan hasil yang terbaik pula.&lt;br /&gt;Dan, guru yang berkualitas adalah guru yang dapat menyusun program pendidikan dan pembelajarannya secara baik dan selajutnya menerapkannya dalam proses sesuai dengan perangkat yang sudah dibuatnya tersebut. Guru yang berkualitas inilah yang selanjutnya mampu membangun generasi terbaik, generasi berkualitas di negeri ini sehingga mampu menjawab tantangan masyarakat atas kondisi hasil proses pendidik-an yang dianggap masih saja terpuruk. Anggapan ini muncul sebab jika seorang guru mampu membuat perencanaan kegiatan pendidikan dan pembelajarannya secara baik, berkualitas, tentunya mereka mempunyai kemampuan untuk menerapkannya secara maksimal dan hasilnya tentu maksimal juga!&lt;br /&gt;Sementara jika kita memperhatikan kondisi generasi muda pada saat ini, maka secara umum kita harus mengelus dada kita yang sudah tipis. Hal ini karena kondisi kehidupan generasi muda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan. Pola kehidupannya sungguh sudah jauh dari konsep dasar yang selama ini telah ditanamkan oleh nenek moyang. Pola kehidupan yang selama ini dijaga kelestariannya telah mengalami perubahan dan tidak lagi dapat menjadi harapan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Pola kehidupan sesuka hati, yaitu pola kehidupan yang lebih me-mentingkan keinginan diri sendiri tanpa mempertimbangkan atau mem-perhitungkan baik buruk berdasarkan nilai-nilai kehidupan yang selama ini telah menjadi ciri khas bangsa besar ini. Mereka hanya menuruti keinginan hati dan tidak pernah memperhatikan apalagi mengikuti segala petuah atau-pun saran dari para orangtua. Bahkan, mereka beranggapan bahwa apa yang dikatakan oleh para orangtua hanyalah omongan kosong. Ketinggalan jaman!&lt;br /&gt;Sungguh sulit menghadapi anak jaman sekarang, generasi jaman sekarang. Mereka adalah generasi tersendiri yang mempunyai pola kehidup-an berbeda dengan generasi sebelumnya. Kita mengakui bahwa setiap generasi mempunyai ciri khusus di dalam pola kehidupannya dan pola ter-sebut seringkali menyimpang dari pola kehidupan generasi sebelumnya. Oleh karena itulah, maka setiap tahun generasi selalu terjadi friksi antar generasi yang jika dihadapi dengan pola sederhana, maka hal tersebut dapat menjadi peperangan antar generasi.&lt;br /&gt;Orangtua yang dilawan oleh anak-anaknya, guru yang tidak diper-hatikan oleh anak didiknya, adalah contoh yang paling sering terjadi di setiap tahun generasi. Dan, setiap tahun generasi kuantitas dan kualitas penyim-pangan  atau perlawanan itu semakin besar. Kondisi ini membuat kaum generasi tua harus berusaha sekuat tenaga untuk mengkondisikan generasi muda menjadi generasi terbaik yang diinginkan bersama.&lt;br /&gt;Dan, sekali lagi, guru menjadi pengharapan bagi semua orang untuk dapat menjadi sosok pembangun kondisi terbaik bagi kehidupan ini. Guru dianggap mempunyai kemampuan lebih sehingga diyakini dapat melakukan pendekatan kepada generasi muda dan selanjutnya memberikan bimbingan untuk mereka agar mampu memposisikan diri sebagai generasi penerus bangsa besar ini.&lt;br /&gt;Guru memang sosok yang selalu berinteraksi dengan anak-anak, generasi muda sehingga kesempatan untuk melakukan bimbingan dan arahan hidup lebih baik sesuai dengan kondisi masyarakat dapat dilakukan secara efektif. Guru diyakini mempunyai banyak metode dan kemampuan untuk melakukan pendekatan pada generasi muda sebab guru dianggap orang istimewa bagi anak muda.&lt;br /&gt;Di sinilah tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para guru terhadap persiapan kondisi kehidupan bangsa di masa depan. Bahwa pengelolaan terpenting yang harus dilakukan adalah pengelolaan pengelola masa depan. Dan, pengelola masa depan adalah para generasi muda yang sekarang sedang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. Dan, setiap pembimbingan yang ada di lembaga - lembaga pendidikan tersebut adalah para guru.&lt;br /&gt;Dengan melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran semak-simal dan sebaik mungkin, maka hal tersebut sudah menunjukkan bahwa guru selalu berusaha untuk mempersiapkan generasi muda sebagai generasi penerus kehidupan bangsa yang besar ini. Dengan memberikan pembimbing-an kepada anak didik di kelas-kelas ataupun dalam interaksi antar personal dalam kehidupan masyarakat, maka guru telah melakukan tugas dan kewajiban membangun generasi penerus bangsa besar ini.&lt;br /&gt;Tugas membangun generasi muda yang dibebankan sebagian pada pundak guru pada kenyataannya tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat-pun para guru tidak pernah melepas-kan diri dari tugas tersebut. Setiap saat para guru memberikan bimbingan pada anak-anak, generasi muda dengan memberikan tuntunan, contoh kegiatan dan tutur sapa yang menggambarkan pola positif dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Dan, guru tidak pernah merasakan keengganan ataupun malas untuk melaksanakan tugas pembangunan generasi muda demi menciptakan pola kehidupan berbangsa dan bernegara yang positif. Pola pembimbingan yang dilakukan oleh guru adalah menciptakan kondisi positif di dalam hati masing-masing anak sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu mene-rapkan dalam kehidupannya dan terciptalah kehidupan yang benar-benar berakhlak baik.&lt;br /&gt;Di dalam pola kehidupan, guru memang bertugas dan berkewajiban untuk membangun generasi muda sehingga menjadi generasi yang siap menjadi penerus pembangunan negeri dan bangsa sehingga eksistensinya dalam pergaulan antar bangsa diperhatikan secara signifikan dan menjadi bagian terpenting dalam tata pergaulan tersebut! Tanpa peranan guru, maka pada sisi pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif tidak didapatkan anak untuk kehidupannya. Membangun generasi muda adalah membangun negara itu sendiri. Jika proses pembangunan generasi berjalan mulus dan berhasil, maka kita yakin bahwa pembangunan bangsa dan negara tidak akan mengalami kesulitan dan memang sudah terbangun secara langsung.&lt;br /&gt;Bahwa, membangun generasi adalah membangun dan bangsa dengan negara, semakin berhasil membangun generasi, berarti pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-7732436915330219470?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/7732436915330219470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=7732436915330219470' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7732436915330219470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7732436915330219470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2010/01/membangun-generasi.html' title='Membangun Generasi'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5832638894410288462</id><published>2010-01-10T22:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T22:34:36.407-08:00</updated><title type='text'>Tukang Cetak Batubata di musim Kering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/S0rGbmZkdHI/AAAAAAAAAIM/TUl4nP0xQiM/s1600-h/Foto(600).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/S0rGbmZkdHI/AAAAAAAAAIM/TUl4nP0xQiM/s200/Foto(600).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425366878587745394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batubata merupakan material penting pada saat kita hendak mendirikan bangunan, rumah ataupun gedung dan bangunan lainnya. Untuk itu, maka kita membutuhkan orang-orang yang mempunyia keahlian khusus dalam usaha cetak batubata. Mereka ini adalah orang-orang mandiri yang mencetak, membakar dan menjual batubata hasilkerja di tempatnya.&lt;br /&gt;Jika kita pikirkan, sebenarnya mereka sangat berjasa pada dunia pembangunan negeri ini, dengan peransertanya, maka setiap perkembangan kehidupan, khususnya terkait dengan bangunan dengan mudah dilakukan.&lt;br /&gt;Seperti yang sempat penulis potrait tukang cetak batubata di Pagerluyung, Gedeg, Mojokerto, Begitu ahlinya mereka membuat dan setianya pada profesi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/S0rGQAyXcZI/AAAAAAAAAIE/BH-sBphvJK0/s1600-h/Foto(599).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/S0rGQAyXcZI/AAAAAAAAAIE/BH-sBphvJK0/s200/Foto(599).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425366679512641938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5832638894410288462?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5832638894410288462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5832638894410288462' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5832638894410288462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5832638894410288462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2010/01/tukang-cetak-batubata-di-musim-kering.html' title='Tukang Cetak Batubata di musim Kering'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/S0rGbmZkdHI/AAAAAAAAAIM/TUl4nP0xQiM/s72-c/Foto(600).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1115557276251885253</id><published>2009-12-21T21:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T21:10:01.488-08:00</updated><title type='text'>Kita Sukseskan Kota Mojokerto Berbasis Pendidikan</title><content type='html'>Mojokerto berbasis pendidikan mempunyai kandungan arti bahwa setiap sisi kehidupan masyarakat di kota Mojoketro doarahkan untuk selalu berlandaskan pada proses pendidikan yang terbaik. Setiap aspek kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kota mojokerto adalah cerminan dari kelompok orang yang berpendidikan, intelektual.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu dilakukan pengkondisian lingkungan sehingga benar-benar dapat membiasakan masyarakat dalam konteks kehidupan berbasis pendidikan.&lt;br /&gt;Salahs atu hal yang semenatar ni digarap adalah JAM BELAJAR BAGI ANAK_ANAK SEKOLAH. Pemerintah Kota melalui RT-RT telah mensosialisasikan program dengan harapan semua warga mengetahuinya. Gerakan jam belajar ini diikuti dengan pemadaman TV saat menunjukkan jam belajar anak didik, Sejak jam 18.00 hingga 19.00, diharapkan semua warga mematuhi dengan memadamkan TV dan mengarahkan anak-anaknya untuk belajar.&lt;br /&gt;Semoga semua dapat terwujud!&lt;br /&gt;Bravo KOTA MOJOKERTO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1115557276251885253?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1115557276251885253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1115557276251885253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1115557276251885253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1115557276251885253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/12/kita-sukseskan-kota-mojokerto-berbasis.html' title='Kita Sukseskan Kota Mojokerto Berbasis Pendidikan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-9192137442464516189</id><published>2009-12-10T05:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T05:12:26.943-08:00</updated><title type='text'>Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan</title><content type='html'>Sungguh, para pimpinan wilayah di Kota  Mojokerto sangat perduli atas kondisi masyarakatnya dan sangat apresiatif terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Bahwa semakin lama kondisi di Kota Mojokerto, sebagaimana umumnya sebuah Kota yang terus tumbuh dan berkembang, pengaruh terhadap warga, khususnya kaum remaja, kaum mudanya sangatlah besar. Dan, jika kita tidak dapat menghadapi, menyelesaikan, tentunya generasi muda akan hancur dan selanjutnya dapat kita bayangkan, bagaimana kondisi kehidupan wilayah ini di masa depannya?&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, maka wilayah Kota Mojokerto telah mencanangkan satu program yang sangat apresiatif dan kontributif bagi dunia pendidikan. Apalagi jika kita mengingat bahwa Kota Mojokerto telah mencanangkan Progarm wajib belajar, wajib sekolah 12 (dua belas) tahun bagi warganya. Dan, untuk hal tersebut, Pemerintah Kotko-anak kota yang bersekolah di dalam wilayah kota. Dengan demikian, maka beban masyarakat untuk pembiayaan pendidikan anak-anaknya dapat dikurangi... diringankan.&lt;br /&gt;Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (KBMP) merupakan program pendukung wajib belajar, dimana amsyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan amsing-masing sebagai lingkungan yang bernuansa pendidikan, misalnya jam 18.00 sampai 19.00 adalah jam wajib belajar bagi anak sekkolah. Pada jam-jam tersebut, seluruh keluarga harus mematikan TV dan mengawasi anak-anak untuk belajar.&lt;br /&gt;Bravo Kota Mojokerto. Aku bangga dengan pemerintahmu... walau aku orang Kabupaten tetapi tempatku kerja di Kota, sekolah tempaatku mengajar di Kota sehingga sangat terbantu tugas-tugasku.. selamat dan sukses!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-9192137442464516189?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/9192137442464516189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=9192137442464516189' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/9192137442464516189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/9192137442464516189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/12/kota-mojokerto-berlingkungan-pendidikan.html' title='Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-737741845767430897</id><published>2009-11-08T19:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T19:11:25.551-08:00</updated><title type='text'>Gerak Jalan Mojokerto - Surabaya</title><content type='html'>Untuk memperingati dan meneladani jiwa patriotis para pahlawan yang berperang di medan laga 10 nopember 45, maka diadakan Gerak Jalan Mojokerto - SUrabaya pada tanggal 14 Nopember 2009, hari Sabtu......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-737741845767430897?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/737741845767430897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=737741845767430897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/737741845767430897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/737741845767430897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/11/gerak-jalan-mojokerto-surabaya.html' title='Gerak Jalan Mojokerto - Surabaya'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5605404893220335816</id><published>2009-10-15T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T05:55:00.576-07:00</updated><title type='text'>Gelombang Dunia Maya yang dahsyat!</title><content type='html'>Rasanya, baru kemarin hari aku dapat bermain-main di dunia maya ini. Dan Aku merasa sangat terlambat sebab ternyata saat aku memasuki sebuah warnet, di dalam telah ada banyak anak-anak sekolah dasar yang sudah duduk manis di depan layar monitor.&lt;br /&gt;Ada malu dan kebanggaan di dalam hatiku menyadari kondisi tersebut.&lt;br /&gt;Tetapi, sungguh sangat terkejut dan kebanggaanku menjadi rasa was-was, kawatir yang begitu besar. Anak-anak tersebut ternyata telah melakukan pelayakan dunia maya pada 'sesuatu' yang seharusnya belum boleh mereka lakukan. Dan aku semakin terenyuh saat kutegur, ternyata mereka bilang hal tersebut sudah biasa dilakukan!&lt;br /&gt;Wah...ini sudah tidak dapat ditolerir lagi!&lt;br /&gt;Jika anak-anak seusia SD sudah melihat 'hal-hal' yang seharusnya belum waktunya bagi mereka. Lantas anak bangsa ini mau dibawah kemana lagi?&lt;br /&gt;Seharusnya hal inih diantisipasi dengan memberikan pendampingan melekat oleh penjaga warnet untuk anak-anak yang masih seusia SD seperti ini sehingga mereka tidak terjebak oleh kondisi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5605404893220335816?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5605404893220335816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5605404893220335816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5605404893220335816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5605404893220335816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/10/gelombang-dunia-maya-yang-dahsyat.html' title='Gelombang Dunia Maya yang dahsyat!'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6375125516991815565</id><published>2009-10-12T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T05:20:10.885-07:00</updated><title type='text'>Tempat Sampah di Pintu masuk</title><content type='html'>Kebersihan adalah pangkal kesehatan. Setiap orang harus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya jika ingin sehat, terhindar dari berbagai penyakit.&lt;br /&gt;Tetapi ada satu hal yang menurut aku sangat kontradiksi, yaitu saat aku mau memasuki kota Mojokerto lewat jembatan Lespadangan. Aku tahu pasti Kota Mojokerto termasuk cukup bersih, pasukan kebersihan selalu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Cuman satu hal yang menurutku kurang bagus, yaitu adanya tempat sampah di pintu masuk Kota Mojokerto, yaitu di ujung selatan jembatan Lespadangan, walaupun itu adalah bak truk sampah, tetapi ketika kita lewat rasanya kurang sreg. apalagi jika kita lihat, di tempat itus ebelumnya sudha dibangun sebuah taman bunga, sederhana dan di sebelahnya, sebelah barat jembatan, ada banyak penjual bunga yang indah-indah sehingga hal tersebut mampu memberi kesan teduh, asri dan indah saat orang memasuki kota Mojokerto.&lt;br /&gt;Tetai setelah melalui pintu masuk di ujung jembatan Lespadangan, sunggu snagat kontras!&lt;br /&gt;Mengap[a diposisikan seperti itu? Mengapa pintu masuk ke kota tidak diberikan taman yang indah, apalagi pintu ini langsung menuju ke alun-alun kota... wah... wah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6375125516991815565?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6375125516991815565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6375125516991815565' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6375125516991815565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6375125516991815565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/10/tempat-sampah-di-pintu-masuk.html' title='Tempat Sampah di Pintu masuk'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8637028117751656913</id><published>2009-10-11T18:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T18:30:51.409-07:00</updated><title type='text'>Mojokerto PAgi</title><content type='html'>Sebenarnya kondisi ini bukan hal baru lagi, sudah cukup lama kondisi ini terjadi, khususnya setelah jembatan Lepadangan, yang menghubungkan daerah Kabupaten Mojokerto sebelah utara dengan KOta Mojokerto,lewat desa Terusan,walau kemudian hal tersebut diatasi juga dengan pembangunan jembatan yan langsung menembus jalan Gajah Mada di KOta MOjokerto, tetapi hal tersebut masih belum dapat mengurangi kesemrawutan di jembatan Lespadangan, khususnya saat pagi hari.&lt;br /&gt;Jika pagi hari kita melaju di jalan raya, Terusan dan sampai di Jembatan Lespadangan, maka pemandangan yang kita dapati adalah kesemrawutan yang tiada batas. KIta tahu bahwa jembatan Lespadangan hanya dipergunakan untuk kendaraan kecil, sepeda, sepeda motor dan becak dengan jalur dibagi dua, satu jalur dari arah jembatan dipasang papan pembatas.&lt;br /&gt;Tetapi yang seringkali membuat kita pusing adalah kondisi saat pagi, dimana banyak orang yang mempergunakan akses amsuk kota lewat jembatan Lespadangan ini. SEmua kendaraan memunayi tujuan masuk ke kota melalui mulut jembatan,sementara dari selatan juga banyak orang yang keluar lewat mulut jembatan tersebut. dan, dari arah timur ada jalur dari Surabaya yang juga tidak pernah sepi dari kendaraan, bahkan kendaraan besar.&lt;br /&gt;Maka yang terjadi adalah pembuntuan mulut jembatan oleh sekian banyak kendaraan yang ingin memasuki mulut jembatan. Memang ada petugas lalulintas yang berjaga di pos Lespadangan, tetapi mereka tentunay sangat repot. Apalagi untuk orang-orang yang mau masuk ke mulut jembatan dari arah barat. Seperti lazimnya, mereka harus menyisih ke sisi kanan dan hal tersebut mereka lakukan sejak dua puluh meter di barat, sehingga bertumbukkan dengan yang dari timur dan dari selatan.&lt;br /&gt;Ketidakpatuhan pemakai jalan menjadi penyebab utama kemacetan tersebut.&lt;br /&gt;Untuk itulah, maka kondisi seperti saat menjelang lebaran dan sesudah lebaran kemarin, mungkin merupakan salusi pemecahan masalah.....?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8637028117751656913?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8637028117751656913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8637028117751656913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8637028117751656913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8637028117751656913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/10/mojokerto-pagi.html' title='Mojokerto PAgi'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-590886724972895856</id><published>2009-08-18T04:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T04:54:39.515-07:00</updated><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>Tidak terasa perjalanan kita sekarang sudah mulai merabat ke saat yang paling ditunggu oleh semua orang muslim, yaitu bukan ramadhan, bulan penuh berkah yang begitu agung dan menyita banyak perhatian dan juga &lt;br /&gt;Mereka dengan penuh antusias mempersiapkan diri untuk menyambut dan merengkuh saat tersebut dengan sepenuh hati dan jiwa.&lt;br /&gt;Bulan yang penuh berkah, bulan yang mampu memberikan peningkatan keimanan yang begitu kuat sehingga mereka yang selama ini sibuk dengan urusan duniawi secara sontak tersadar dan terkonsentrasi pada kegiatan untuk masa depan kita di alam yang lain..&lt;br /&gt;Selamat datang Bulan Ramadhan... kami begitu bahagia sebab masih berkesempatan berjumpa lagi denganmu.. terima kasih TUhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-590886724972895856?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/590886724972895856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=590886724972895856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/590886724972895856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/590886724972895856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8954333462403612640</id><published>2009-08-14T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T20:49:31.101-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan harus membebaskan</title><content type='html'>Proses pendidikan dilakukan oleh manusia adalah untuk mengubah kondisi yang ada pada dirinya.Mereka berharap bahwa dengan mengikuti proses pendidikan, maka selanjutnya ada perubahan mendasar pada dirinya.Perubahan mendasar inilah yang selanjutnya diharapkan dapat menjadi pencitraan atas dirinya.&lt;br /&gt;Pencitraan merupakan aspek penting bagi eksistensi pribadi maupun kelompok orang. Dengan citra yang ada pada dirinya, maka kemungkinan posisi dalam kehidupan adalah hal yang mudah. Orang-orang dengan citra diri baik, tentunya berdampak pada mudahnya dia melakukan dan lenjalankan kehidupan.Orang-orang yang bercitra diri bagus mempunyia kecenderungan untuk mempunyai posisi yang bagus di masyarakat, setidaknya pada responsibilitas masyarakat terhadap eksistensinya.&lt;br /&gt;Proses pendidikan memang satu proses panjang yang harus dilalui oleh semua orang , bhakan sepanjang masa hidupnya.etiap saat yang dilalui adalah proses pendidkan, bahkan ketika nafas terhembus dari celah-celah bibir, pada saat itulah terjadi proses pendidikan.&lt;br /&gt;Pada dasaranya jika kita menalaah lebih mendasar, maka kita mengetahui dan menyadari bahwa proses pendidikan tidak lain adalah satu upaya untuk membebaskan diri dari kondis negatif yang ada dalam diri.Dengan mengikuti proses pendidikan, maka segala hal negatif yang melekat pada diri dapat dibersihkan, diubah menjadi positif dan baik.&lt;br /&gt;Ya... sebuah proses  pendidikan seharusnya mempunyai kemampuan membebaskan seseorang atau sekelompok orang untuk lepas dari kondisi negatif yan ada pada dirinya dan menjadi pribadi positif untuk kehidupannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8954333462403612640?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8954333462403612640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8954333462403612640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8954333462403612640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8954333462403612640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/08/pendidikan-harus-membebaskan.html' title='Pendidikan harus membebaskan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4519559240420255452</id><published>2009-08-04T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T05:30:08.251-07:00</updated><title type='text'>Mojokerto berduka</title><content type='html'>Innalilllahi Wainalillahi Rojiun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi musisi, penyanyi, seniman handal kelahiran Kota Onde-onde telah berpulang. Perjuangannya meniti dan membangkitkan serta mengembangkan permusikan dan berkesenian di negeri ini telah meninggalkan kita.&lt;br /&gt;Bertahun sudha beliau berusaha intens dan konsisten serta konsekuen dengan komitmennya terhadap permusikan dan berkesnian di negeri ini, dari jalanan hingga kemudian  meroket, memetik hasil perjuangan yang seakan tak berbatas....&lt;br /&gt;Selamat jalan Mbah Surip... kami selalu mengenangmu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4519559240420255452?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4519559240420255452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4519559240420255452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4519559240420255452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4519559240420255452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/08/mojokerto-berduka.html' title='Mojokerto berduka'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3769508862556327697</id><published>2009-07-02T22:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T22:39:08.174-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Penerimaan Siswa Baru</title><content type='html'>Hari-hari belakangan ini merupakan hari-hari yang menegangkan bagi orangtua dan anak sebab harus berjuang untuk mendapatkan sekolah baru. Ini merupakan ketegangan kedua setelah mengikuti proses Ujian nasional yang kemarin hari. Mereka harus deg-degan menghadapi ujian nasional dan selanjutnya menunggu hasil ujian.&lt;br /&gt;Dan, begitu mereka terbebas dari ketegangan menunggu hasil ujian yang menyatakan mereka lulus, maka selanjutnya perjuangan belum selesai. Mereka harus emmikirkan bagaimana kelanjutan sekolah, pendidikan mereka? Yang lulus tingakt SLTA harus berjuang mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan tinggi sedangkan yang lulus SLTP harus berjuang menepis persaingan ketat, begitu juga yang lulus SD.&lt;br /&gt;Wah... sungguh ribet urusan yang harus diselesaikan&lt;br /&gt;Dan, sekali lagi orangtua harus ebrjuang memberikan fasilitas bagi anak-anaknya agar dapat memperoleh kesempatan terbagus di sekolah terbagus, favorit...&lt;br /&gt;Inilah saat-saat menegangkan dan perlu menyediakan dana ekstra besar, sebab walaupun dikatakan sekolah gratis tetapi begitu masuk sekolah ternyata jauh lebih mahal di sekolah negeri... entah dimana kesalahannya...&lt;br /&gt;Saatnya penerimaan siswa baru memang meurpakan saat yang sangat menegangkan dan perlu antisipasi dana yang cukup agar anbak tidak tersisih dari kesempatan belajarnya...&lt;br /&gt;Apakah semua orangtua sudah siap dengan kondisi seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3769508862556327697?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3769508862556327697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3769508862556327697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3769508862556327697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3769508862556327697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/07/saatnya-penerimaan-siswa-baru.html' title='Saatnya Penerimaan Siswa Baru'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1656952006208228418</id><published>2009-07-01T17:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T17:41:27.529-07:00</updated><title type='text'>SElamat Pagi Mojokerto</title><content type='html'>Hari ini matahari bersinar begitu cerah. Langit bersih. Rasanya hidup sedemikian bergairah dan penuh semangat. Semoga selalu demikian adanya..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1656952006208228418?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1656952006208228418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1656952006208228418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1656952006208228418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1656952006208228418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/07/selamat-pagi-mojokerto.html' title='SElamat Pagi Mojokerto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-217261991173763255</id><published>2009-06-23T05:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T05:45:43.639-07:00</updated><title type='text'>-. Memupuk Kejujuran</title><content type='html'>Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja, kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Dengan berlandas pada kejujuran, maka segala kegiatan hidup dapat kita lakukan dengan nyaman dan tenang. Jika kita mengedepankan kejujuran di dalam hidup kita, maka siapapun dapat mem-berikan respon positif pada diri kita. Respon inilah yang selanjutnya menjadi nilai mata uangnya.&lt;br /&gt;Sebagai guru, maka kita mempunyai tanggungjawab dan kewajiban atas tumbuh dan berkembangnya sikap jujur dan kejujuran anak didik. Kejujuran yang tumbuh atas kesadaran tinggi terhadap kondisi kehidupan yang ada di masyarakat pada akhirnya memposisikan anak didik sebagai pribadi unggul. Kita masih ingat pepatah Jawa yang menyatakan bahwa: “Ajining diri soko lathi!” (Kehormatan diri dari lidah!)&lt;br /&gt;Lidah (Lathi) di dalam hal ini dianalogkan pada ucapan dan segala perkataan yang diucapkan oleh lidah. Bagaimana dan apa yang kita ucapkan pada dasarnya merupakan aktualisasi dari kondisi diri kita. Pada saat kita membicarakan sesuatu, pada saat itu kita mengungkapkan apa yang ada di dalam diri kita. Apa yang sedang kita rasakan, kita inginkan dan kita butuhkan kita ungkapkan secara lesan sehingga orang lain tahu. Dan, setiap orang akan menjadi saksi atas segala yang kita katakan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi inilah, maka apa yang kita katakana adalah sesuatu yang benar, sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, konsekuensi logisnya adalah pertaruhan atas nama kita. Jika ternyata pasa saatnya apa yang kita katakana tidak benar, maka orang lain akan merasa tidaka nyaman. Cukup sekali saja kita melakukan hal tersebut, maka selamanya orang tidak mempunyai kepercayaan pada kita. Sekali lacung ke tjuan, selamanya orang tidak percaya pada kita. Sekali kita bertindak tidak jujur, maka selamanya orang tidak mempercayai kata-kata kita.&lt;br /&gt;Semua orang mengetahui dan memaklumi bahwa seorang guru mempunyai tanggungjawab dan kewajiban yang kompleks di dalam upaya untuk mempersiapkan anak didik sebagai generasi penerus bangsa dan negeri ini. Dan, salah satu aspek yang harus diberikan adalah materi yang terkait dengan nilai-nilai positif dalam kehidupan. Guru harus memberikan materi tentang berbagai hal positif, misalnya sikap tanggungjawab, saling meng-hormati, dan terutama adalah bersikap jujur didalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Penanaman pola hidup positif dianggap sebagai hal yang paling men-desak pada jaman sekarang ini. Kemendesakan ini karena pola kehidupan yang terus mengalami perubahan. Dan, perubahan itu terjadi karena ke-hidupan adalah sesuatu yang dinamis. Sesuatu yang selalu mengalami perubahan sesuai dengan kondisi yang ada. Kita tidak dapat menentang segala kondisi yang terjadi di dalam kehidupan. Kita hanya dapat mengikuti-nya dengan beberapa inovasi dan improvisasi sehingga kondisi kira dapat sesuai dengan kondisi kehidupan.&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimanapun semua kondisi selalu membutuhkan sikap hidup positif sehingga kondisi tersebut tidak menjadi bumerang bagi hidup kita. Justru menjadikan kita sebagai ujung tombak kehidupan ini. kita harus mampu menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Tapi terjadi friksi berarti pada kehidupan kita. Friksi yang muncul di dalam hidup kita ter-utama karena sikap hidup yang menyimpang dari pola yang sedang ber-langsung.&lt;br /&gt;Pendidikan kejujuran merupakan aspek pendidikan dan pembelajaran yang sejak dahulu telah menjadi bidang garapan. Pada setiap tingkat pen-didikan, pembelajaran kejujuran diberikan sesuai dengan tingkat kemampu-an anak didik. Tentunya, penekanan lebih pada anak-anak yang berada di tingkat dasar sebab pendidikan dasar merupakan pondasi bagi sikap, pola hidup, pengetahuan dan keterampilan anak didik. Sementara untuk anak didik pada tingkat pendidikan menengah lebih ditekankan pada aplikasi materi pendidikan kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Untuk dapat melaksanakan program dan proses pendidikan nilai-nilai positif kehidupan, kejujuran, maka guru menerapkan berbagai teknik yang diharapkan dapat diterima anak didik dengan mudah. Hal ini sangat penting sebab metode terbaik yang dilakukan anak didik di dalam belajar adalah meniru apa yang dihadapi dan ditemui dalam kehidupan. Mereka menirukan obyek belajar dan menjadikannya sebagai bagian dirinya. Anak didik melihat, meniru dan mengambil berbagai pengetahuan, keterampilan dan tentu saja sikap orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itulah, guru dijabar-kan sebagai sosok yang digugu dan ditiru, dipercaya dan diikuti/ditiru apa yang dikatakan dan dilakukannya.&lt;br /&gt;Tugas mendidikan kejujuran adalah tugas berat yang harus dilaksana-kan oleh guru. Mendidik kejujuran merupakan kegiatan yang menuntut sebuah konsekuensi tinggi. Artinya, sebelum orang lain kita arahkan menjadi jujur, maka guru harus menerapkan pola idup penuh kejujuran pada setiap langkah hidupnya. Sangat aneh jika guru yang tidak jujur ternyata harus memberikan pelajaran tentang kejujuran kepada anak didiknya. Anak didik dapat mengetahui, apakah sang guru jujur pada saat mengajar atau tidak.&lt;br /&gt;Sebenarnya, sebelum anak didik mendapatkan proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, mereka sudah mendapatkannya di rumah, di ling-kungan keluarganya, termasuk dalam hal ini adalah materi kejujuran. Mereka dibekali dengan nilai kejujuran sebab setiap keluarga tidak menginginkan anak-anaknya melakukan sesuatu yang memalukan bagi orangtua. &lt;br /&gt;Sejak kecil anak sudah dibimbing untuk dapat bersikap positif di dalam kehidupannya agar tidak mengalami kesulitan saat harus hidup di masyarakat. Bekal kejujuran ini diberikan sebagai antisipasi orangtua ter-hadap kondisi masyarakat yang semakin sengit dan ketat persaingannya. Setidaknya bekal dari orangtua ini adalah untuk memberikan pagar atau batas-batas bagi hati dan jiwa anak terhadap berbagai hal dalam kehidupan yang sebenarnya tidak pantas atau tidak baik jika dilakukan oleh mereka.&lt;br /&gt;Dan, di sekolah guru berkewajiban untuk secara intens memberikan bantuan pada anak didik untuk memupuk, membiasakan diri dengan kondisi yang sudah tercipta dari lingkungan keluarga tersebut. Memupuk kejujuran ini tidak lain adalah untuk semakin memperkokoh kemantapan anak ter-hadap nilai-nilai yang sudah dipersiapkan oleh orangtua di lingkungan keluarganya.&lt;br /&gt;Kita harus meyakini bahwa salah satu langkah konkrit untuk dapat menghasilkan produk pendidikan dan pembelajaran terbaik adalah dengan memupuk sikap dan pola kejujuran yang ada di dalam diri anak didik sehingga mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai kelompok orang dengan tingkat intelektualitas tinggi, bukan sebagai orang kebanyakan yang bersikap hidup sembarangan.&lt;br /&gt;Sekolah sebagai institusi yang memberikan proses penguasaan nilai-nilai positif dalam kehidupan memang sudah seharusnya ikut memupuk pola kehidupan penuh kejujuran dari diri anak didik sebab sebenarnya pada hakikatnya manusia merupakan sosok yang lurus, hanya pengaruh lingkungan yang menjadikan seseorang bengkok dan tidak mengikuti tata aturan dan pola kehidupan yang ada.&lt;br /&gt;Inilah bentuk tanggungajawab dan kewajiban guru serta institusi sekolah, pendidikan sebagai penopang nilai-nilai positif dalam kehidupan. Semoga para guru masih mempunyai idealisme tinggi sehingga tugas tersebut bukan menjadi beban melainkan sebuah tugas pengabdian dengan nilai yang cukup bahkan sangat tinggi bagi kelangsungan hidup bermasya-rakat yang penuh tanggungjawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-217261991173763255?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/217261991173763255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=217261991173763255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/217261991173763255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/217261991173763255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/06/memupuk-kejujuran.html' title='-. Memupuk Kejujuran'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-713676245286971841</id><published>2009-06-12T06:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T06:42:28.448-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dewasa</title><content type='html'>Sering kali kita merasa bahwa hidup ini terlalu cepat bergulir... Kita merasa terlambat untuk menempatkan diri pada posisi yang seharusnya. Maka tidak heran jika ternyata masih banyak orang-orang yang terlalu terpaku pada amsa kecil yang membahagiakan. bahkan tidak sedikit orang yang bertahan pada pola hidup masa kecil sehingga apapun yang dilakukan adalah cerminan masa kecilnya... apalagi jika masa kecil kurang bahagia!&lt;br /&gt;Untuk hal tersebut, maka setidaknya hal utama yang harus kita mulai kerjakan adalah belajar dewasa!&lt;br /&gt;Menjadi dewasa itu ternyata sangat sulit dan berat! bagi kita seringkali enggan untuk menanggalkan kondisi nyaman yang sejak kecil membelit kita. Kita enggan untuk melepaskan masa kecil kita sehingga yang seringkali kita dapati adalah anak-anak kecil yang dibungkus dalam tubuh orang dewasa. secara fisik mereka sudah dewasa, tetapi dalam hal pola pikir tidak lebih dari balita atau anak TK... he... he... termasuk dalam hal ini orang-orang yang kita angkat dan pilih sebagai wakil di perwakilan kita.... mengapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-713676245286971841?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/713676245286971841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=713676245286971841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/713676245286971841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/713676245286971841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/06/belajar-dewasa.html' title='Belajar Dewasa'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6824283971437859453</id><published>2009-05-08T23:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T00:07:44.736-07:00</updated><title type='text'>Membesarkan Hati anak Didik</title><content type='html'>Saat menjelang Ujian adalah saat yang paling penting dan genting bagi anak didik. Mereka harus mampu melalui setiap hal semaksimal mungkin agar masa belajar tidak sia-sia karena kegagalan di akhir tahun. Saat ini juga genting sebab jika ada kesalahan, kegagalan, maka semua recana bakal ambruk dan tidak beruna lagi. Memang sih ada solusi yang 'dianggap' baik, yaitu ikut Paket, tetapi apa dengan begitu memuaskan? Kita bersekolah dengan harapan mendapatkan hasil etrbaik, tetapi jika ternyata pada akhirnya harus kalah dan rela mendapatkan surat tanda kelulusan dari program Paket? Tentunya Sangat mengecewakan jika hal tersebut terjadi.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah,maka sudah seharusnya guru dapat mengembangkan dan membesarkan hati anak didiknya sehingga siap menghadapi Ujian akhir sekolahnya. Guru harus berusaha agar anak didiknya tidak nervouse saat menghadapi dan menjalani kegiatan ujian. Guru harus dapat membombong hati anak didiknya agar yakin dapat menjalani ujain sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Anak didik memang sangat membutuhkan motivasi, dorongan moril dari orang-orang yang mereka percaya melindungi dan menyayangi mereka. Mereka sellau merasa nyaman saat orang-orang terdekat memberikanperhatian ekstra atas segala kegiatannya.&lt;br /&gt;Maka, berilah anak didik motivasi maksimal agar mereka merasa yakin dapat mengerjakan semua ujian sekolah. Tidak perlu kita memebri banuan jawaban, sebab hal tersebut justru memperosokkan anak didik kita!Biarkan mereka dengan segaa kemampuan dan kepercayaan dirinya untuk menyelesaikan tgas dan kewajibannya!&lt;br /&gt;Dan, guru dan orang tuas elanjutnya berdoa agar semua berjalan lancar!  Amin ya Rabbal allamin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6824283971437859453?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6824283971437859453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6824283971437859453' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6824283971437859453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6824283971437859453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/05/membesarkan-hati-anak-didik.html' title='Membesarkan Hati anak Didik'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1822361646516380336</id><published>2009-05-03T05:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T05:16:31.213-07:00</updated><title type='text'>Siswa SD Giliran Tegang</title><content type='html'>Ujian Sekolah Bertaraf Nasional (USBN) yang diterapkan untuk anak-anak kita yang masih di tingkat sekolah dasar merupakan satu konsep peningkatan kualitas pendidikan yang tentunya membawa dampak menyeluruh pada setiap anak didik, bahkan para pengelola institusi pendidikan di negeri ini.&lt;br /&gt;Ini menunjukkan betapa sejak SD, anak-anak sduah dikondisikan untuk dapat memahami dan menyadari posisinya sebagai subyek belajar sehingga sejak dini mereka mempersiapkan diri sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka tidak aneh jika berbagai pihak mencoba untuk meredam ketegangan yang dirasakan oleh anak-anak SD. Para guru dan kepala sekolah mencoba untuk menganulir ketegangan anak didiknya dengan berbagai cara, termasuk acara doa bersama, istighozah bersama. Anak-anak dikondisikan agar mentalnya siap menghadapi kondisi ini, walau pada kenyataannya hasil try out yang diselenggarakan masih belum dapat memberikan hasil maksimal, masih kurang. hassil try out yang diselenggarakan oleh tingkat I, hasilnya masih jauh dari pengharapan. oleh karena itulah, maka tidak aneh jika kemudian pada guru kelimpungan, ketakutan anak didiknya 'tidak mampu ' mengerjakan soal-soal ujian dan akhirnya gagal.&lt;br /&gt;walau sebenarnya hal tersebut bukan alasan sebab SD termasuk dari jaringan konsep atau program wajib belajar, sehingga untuk amannyaa, mungkin tidak ada yang gagal..... semoga aja....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1822361646516380336?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1822361646516380336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1822361646516380336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1822361646516380336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1822361646516380336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/05/siswa-sd-giliran-tegang.html' title='Siswa SD Giliran Tegang'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8870182329457861963</id><published>2009-05-02T02:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T02:28:06.384-07:00</updated><title type='text'>Peringatan HARDIKNAS</title><content type='html'>Hari Pendidikan nasional di negeri ini selalu dijadikan sebagai momen penting untuk mengingatkan bahwa kita harus selalu meningkatkan kualitas proses dan hasil proses pendidikan.&lt;br /&gt;Pada peringatan tahun ini, Upacara dilaksanakan dengan sederhana di halaman kantor wali kota dengan dihadiri oleh barisan guru, siswa, aparat militer, dan undangan.&lt;br /&gt;Upacara dipimpin oleh Bapak Wakil walikota dan berlangsung dengan khikmat.&lt;br /&gt;Setidaknya, dengan upacara peringatan ini mneunjukkan bahwa kita mesti terus memberikan perhatian kepada dunia pendidikan di negeri ini. Dunia pendidikan harus diberikan suntikan kegiatan yang benar-benar kontributif untuk pengembangan dan peningkatan kualitas proses dan hasil prosesnya. Bagaimanapun dunia pendidikan tetap menjadi pengharapan semua orang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Dunia pendidikan menjadi acuan untuk melihat dan mempersiapkan masa depan bangsa dan negara ini.&lt;br /&gt;Untuk hal tersebut, maka perlu dukungan dari berbagai pihak sehingga proses berlangsung dan berjalan sesuai tujuan seharusnya. peranan orangtua,masyarakat dan pemerintah harus sinkron dan integrate sehingga kebijakan yang ada merupakan cermin kebutuhan bersama.&lt;br /&gt;Jika pendidikan tidak ditangani bersama-sama, maka sampai kapanpun pendidikan tidak mampu menjawab segala permasalahan yang tumbuh dan timbul.dan, selamanya dunia pendidikan akan terpuruk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8870182329457861963?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8870182329457861963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8870182329457861963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8870182329457861963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8870182329457861963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/05/peringatan-hardiknas.html' title='Peringatan HARDIKNAS'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6220952363892630375</id><published>2009-04-18T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T05:47:13.419-07:00</updated><title type='text'>Tugas Rutin</title><content type='html'>Di setiap akhir tahun, tugas yang tidak dapat dihindarkan adalah melayani anak didik kelas tiga untuk menjalani proses ujian akhir. Pada tahun ini kegiatan pelayanan semakin berat sebab cukup banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh anak kelas tiga.&lt;br /&gt;Tetapi, yang namanya tugas dan kewajiban adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, harus dijalankan. &lt;br /&gt;Semoga semuanya berjalan lancar. Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6220952363892630375?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6220952363892630375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6220952363892630375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6220952363892630375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6220952363892630375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/04/tugas-rutin.html' title='Tugas Rutin'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1839363122213307173</id><published>2009-03-29T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T19:00:49.246-07:00</updated><title type='text'>Untuk saudaraku di Jauh sana</title><content type='html'>Lama sudah kita tak berjumpa, rasanya kerinduan ini sudah memuncak hingga keubun-ubun dan hendak memecahkan batok kepalaku.&lt;br /&gt;saudaraku tercinta, kenapa tak juga pulang? lihatlah tanah kelahiranmu sudah bungkuk menunggu kedatanganmu!&lt;br /&gt;ibu pertiwi yang dahulu kau jadikan sebagai tempat bersembunyi saat main sembunyi, sekarang tak lagi dihiasi pisang-pisang,&lt;br /&gt;pagar-pagar telah memisahkan tanah satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;tak dapat lagi kita berlari-lari bebas sepanjang jalan,&lt;br /&gt;halaman rumahpun tinggal selebar dua tiga orang jalan berpapasan&lt;br /&gt;tetapi itulah tanah kelahiranmu,&lt;br /&gt;dia tetap mengharapkan kehadiranmu&lt;br /&gt;sebagaimana laut merindukan air sungai....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1839363122213307173?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1839363122213307173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1839363122213307173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1839363122213307173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1839363122213307173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/03/untuk-saudaraku-di-jauh-sana.html' title='Untuk saudaraku di Jauh sana'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8566764170651325715</id><published>2009-01-14T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T05:42:50.701-08:00</updated><title type='text'>Saat Kejenuhan Datang Berkunjung</title><content type='html'>Entahlah,&lt;br /&gt;apakah semua orang merasakan apa yang sekarang ini sedang kurasakan&lt;br /&gt;aku sedang digelayuti kejenuhan atas segala rutinitas yang seakan membelenggu&lt;br /&gt;aku merasakan betapa setiap saat aku harus dan harus melakukan sesuatu&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa semua itu memang sudah kutargetkan&lt;br /&gt;semua yang harus kulakukan adalah segala sesuai yang memang sudah kuprogramkan&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka aku terus berusaha untuk menentang rasa jenuh tersebut!&lt;br /&gt;Setiap kali kejenuhan datang menghinggap di ranting hati dan otakku, maka aku segera ambil buku dan pena.&lt;br /&gt;Kubuka halaman-halaman buku, kutorehkan ujung pena&lt;br /&gt;kubiarkan huruf terbentuk oleh tarian indah pena oleh tanganku&lt;br /&gt;aku tidak boleh membiarkan kejenuhan merongrong kondisi yang sudah lama kuciptakan&lt;br /&gt;dengan susah payah&lt;br /&gt;Kejenuhan adalah mush besar kreativitas!&lt;br /&gt;maka,&lt;br /&gt;jangan sesekali kita terperangkap dalam kejenuhan!&lt;br /&gt;perangi kejenuhan sebab hal tersebut dekat sekali dengan kebodohan!&lt;br /&gt;kejenuhan dapat menjadi jembatan menuju pasar kebodohan yang ramai tetapi tak lagi memberikan harapan hidup yang lebih baik&lt;br /&gt;sebab pasar-asar tersebut sebentar lagi hilang dan diganti toko-toko swalayan&lt;br /&gt;yang rasanya semakin jauh dan hanya bagus bangunannya&lt;br /&gt;tetapi sama sekali tidak berteman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kejenuhan datang&lt;br /&gt;aku koyak tirai hari&lt;br /&gt;kubiarkan matahari menyeruak dan membakar semuanya&lt;br /&gt;terbakar&lt;br /&gt;hangus&lt;br /&gt;dan aku jadi sadar&lt;br /&gt;bahwa hidup harus terus berjalan&lt;br /&gt;tidak boleh terlalu terpuruk&lt;br /&gt;dalam kondisi yang mungkin&lt;br /&gt;terburuk dalam hidup kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8566764170651325715?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8566764170651325715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8566764170651325715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8566764170651325715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8566764170651325715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2009/01/saat-kejenuhan-datang-berkunjung.html' title='Saat Kejenuhan Datang Berkunjung'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4340116031412311923</id><published>2008-12-31T22:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T22:39:03.798-08:00</updated><title type='text'>HUjan Di malam tahun baru</title><content type='html'>rasanya sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun baru identik dengan hujan lebat sepanjang malam. Aku yang memang sudha tidak terbiasa keluar rumah pada malam hari, tertidur dalam dekapan selimut menahan dinginnya udara.&lt;br /&gt;Sore harinya aku masih sempat keluar rumah, setelah isya' sebab kelompok lingkungan RT menggadakan kegiatan tasyakuran melepaskan tahun 2008 dan menyambut tahun 2009.&lt;br /&gt;Rasanya tahun ini meurpakan tahun kebangkitan bagiku! Aku pasti dapat mengembangkan diri semaksimal mungkin dengan berbagai kemampuan yang kumiliki. Aku ingin kembangkan kemampuan menulisku sekuat yang kudapat sehingga banyak hal yang dapat kutuliskan sebagai rekaman kegiatan hidup dankehidupan disekitarku. terutama dunia pendidikan yang selama ini menjadi lapanganku!&lt;br /&gt;Saat sekarang aku sedang menunggu buku keduaku yang diterbitkan oleh Penerbit JP Books dari Jawa Pos. Rasanya aku tidak sabar untuk segera membaca dan membaca isi bkuku!&lt;br /&gt;Duh senangnya hati...he..narsis ya! Gak apa-apalah sesekali kita memang harus membanggakan diri kita sendiri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4340116031412311923?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4340116031412311923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4340116031412311923' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4340116031412311923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4340116031412311923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/12/hujan-di-malam-tahun-baru.html' title='HUjan Di malam tahun baru'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8110522344114071195</id><published>2008-12-13T21:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T21:06:46.204-08:00</updated><title type='text'>Selamat Untuk Bapak Wali Kota Lama yang Baru!!!</title><content type='html'>Kemarin siang, Jum’at tanggal 5 Desember 2008 Di Kantor Wilayah Kota telah dilakukan pelantikan atas atas Walikota dan Wakil Walikota terpilih hasil Pilkada yang baru lalu.&lt;br /&gt;Sosok pasangan ini sejak awal memang sudah diprediksi akan menjadi pasangan orang nomor satu dan dua di wilayah kota Mojokerto. Kiprah mereka di masyarakat sudah sedemikian melekat dan merekatnya sehingga setiap orang yang ditanyakan siapa yang cocok untuk menduduki jabatan tersebut, maka jawabannya adalah  Abdul Ghani dan Mashud Yunus.&lt;br /&gt;Abdul Ghani adalah sosok yang begitu akrab di hati masyarakatnya sebab setiap saat dia selalu siap berada di sekitar warganya. Setiap kali masyarakatnya ada kegiatan, maka dia selalau berada di tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan, jika ada warganya yang meninggal, maka dia selalu ikut melayat dan berbincang akrab. Dan, selalu menyisihkan beberapa rupiah untuk keluarga yang ditinggalkan. Abdul Ghani memang wali kota lama yang ikut perebutan posisi lagi dan mendapatkan posisi tersebut dengan gemilang.&lt;br /&gt;Sebagai seorang walikota, berbagai program dicanangkan untuk perbaikan kualitas kehidupan dan kualitas kondisi lingkungan dan warganya. Bagi masyarakat, yang paling dirasakan, khususnya terkait dengan proses pendidik-an adalah dialokasikannya program bantuan dana pendidikan untuk anak kota yang bersekolah di kota, satu anak mendapatkan bantuan dana sebesar Rp. 40.000,00 (Empat puluh ribu rupiah)&lt;br /&gt;Program ini sangat membantu bagi orangtua dan juga sekolah dimana anak-anak bersekolah. Orangtua terbantu sebab mengurangi pengeluaran dana untuk pendidikan anak-anaknya. Dana sebesar Rp. 40.000,00 sungguh merupakan program yang sangat bagus dan memberikan kesempatan seluasnya bagi masyarakat untuk berkiprah. Dan, bagi sekolah program ini sangat membantu kondisi keuangan sebab jika anak  kota banyak yang bersekolah, maka sudah jelas setiap tanggal yang ditentunya SPP mereka lunas dan hal tersebut sangat menolong untuk kestabilan dana untuk proses pendidikan.&lt;br /&gt;Dan, sang Wakil adalah seorang Ustadz yang banyak umatnya, pengelola bimbingan ibadah haji, bahkan adalah ketua dewan pendidikan di wilayah kabupaten Mojokerto. Kiprahnya memang sangat luas dan mempunyai kemampuan untuk mendampingi Abdul Ghani. Duet yang cukup representatif bagi tumbuh kembangnya sebuah kota yang teratur.&lt;br /&gt;Semoga duet ini benar-benar mumpuni sebab dengan terpilihnya kembali Abdul Ghanis sebagai walikota, maka cukup banyak pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan dan pekerjaan baru yang menunggu penanganan. Semoga dapat menyelesaikan semuanya! Selamat untuk Bapak walikota dan wakil walikota Kota Mojokerto! Selamat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8110522344114071195?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8110522344114071195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8110522344114071195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8110522344114071195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8110522344114071195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/12/selamat-untuk-bapak-wali-kota-lama-yang.html' title='Selamat Untuk Bapak Wali Kota Lama yang Baru!!!'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-2135669344528936868</id><published>2008-12-04T23:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T23:08:52.707-08:00</updated><title type='text'>Bangun dari Tidur</title><content type='html'>cukup lama aku tidak membuka dan menulis di rumah ku ini. Rasanya kangen sudha menyeruak dan membuka tengkorak kepala sehingga semua  kata berhamburan kelar dan terbang bersama angin yang mengalir bebas di sekitarku.&lt;br /&gt;Sebenarnya cukup banyak hal yang perlu dituliskan pada saat sekarang ini, tetapi waktu sepertinya terus saja mengikatku dalam dekapanya. Aku kehabisan waktu untuk sekedar mencatat apa yang harus ditulis dari sekian detik waktu yang enelusuri setiap bagian dunia.&lt;br /&gt;Rasanya aku sudah waktunya bangkit lagi, mengalahkan kungkungan waktu dan tugas serta rutinitas yang seringkali menjadikan aku terjebak pada kondisi yang penuh dengan kejenuhan.&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa diantara ribetnya tugas dan kewajiban masih ada celah yang memunghkinkan bagi kita untuk berkreasi. Pasti! &lt;br /&gt;Setidaknya, walau aku sering terlambat untuk mengunjungi rumahku ini, tetapi kegiatan tulis menulis masih terus aku lakukan di rumahku sendiri. cukup banyak tlisan yang kuhasilkan dan sudha cukup banyak yang kupublikasikan lewat media terkait. Semoga ini langkah menju yan terbaik. &lt;br /&gt;Sekarang ini aku sedang menunggu jawaban penerbit untuk 5 konsep buku yang kukirimkan pada mereka. Pasti diterbitkan! Itu doa tak terputus!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-2135669344528936868?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/2135669344528936868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=2135669344528936868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2135669344528936868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2135669344528936868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/12/bangun-dari-tidur.html' title='Bangun dari Tidur'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8531870145374881663</id><published>2008-11-10T03:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T03:36:51.535-08:00</updated><title type='text'>KOta Mojokerto Damai</title><content type='html'>Pasca pelaksanaan PIlkada untuk Jabatan Walikota Kotamadia Mojokerto sungguh snagat menggembirakan semua pihak. BUkan hanya yang menjadi pemenang pemilihan tersebut, melainkan semua pihak merasakan bahwa pelaksanaan pemilihan tersebut daat dikatakan sukses tanpa ada sesuatu hal yang menggelisahkan hati. Dan sebagaimana prediksi sebelumnya, maka di dalam pemlihan kali ini yang menjadi pemenangnya adalah calon drai wali kota lama, yaitu Abdul Gani yang secara terus terang sudah sangat populis di masyarakat dengan berbagai program yang sudah mengakar dan mengurat di hati amsyarakat dan dapat diterima sebab langsung menyentuh kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Semoga, dengan hasil seperti ini, maka pla kehidupan amsyarakat Kota Mojokerto menjaid lebih baik, khususnya di bidang penidikan yang selama ini memang sudah mendapatkan perhatian ekstra dari Bapak Abdul Gani. walaupun penulis bukan warga kota Mojokerto, tetapi ada rasa syukur atas terlaksanananya proses dengan damao\i dan nyaman serta sukses. Selamat untuk masyarakat dan pemerintah Kota MOjokerto!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8531870145374881663?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8531870145374881663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8531870145374881663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8531870145374881663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8531870145374881663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/11/kota-mojokerto-damai.html' title='KOta Mojokerto Damai'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-587696869849230049</id><published>2008-09-20T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T05:12:56.710-07:00</updated><title type='text'>PUPUKLAH PIKIRAN KREATIF DIRI</title><content type='html'>Salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan pada kita adalah kemampuan untuk berpikir dan selanjutnya dengan berpikir tersebut, maka kita dapat me-ngembangkan diri sesuai dengan kondisi yang kita inginkan. Dari hasil ciptaan Tuhan, manusia, kita memang dapat dikatakan sebagai makhluk yang sempurna sebab mampu bertindak lebih dari yang dapat dilakukan oleh makh-luk Tuhan lainnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, kita menyadari bahwa kehidupan ini sangatlah dinamis sehingga agar kita dapat mengikuti dinamisasinya, perubahan-perubahan yang terjadi, maka kita harus dapat memposisikan diri dengan sebaik-baiknya. Kita harus dapat menghadirkan diri kita seutuhnya, sehingga segala hal yang berkaitan dengan dinamisasi kehidupan tidak menjadi permasalahan yang rumit, apalagi menjadikan hidup kita terbengkalai akibat kegagalan yang kita alami. Semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini merupakan rangkaian akibat oleh karena itu kita harus dapat menghilangkan sebabnya, yaitu ketidakdamaian hidup ini. Dan, ketidakdamaian hidup bersumber pada ketidaksiapan diri dalam menghadapi setiap permasalahan yang hadir dalam kehidupan kita. Jika kita siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan, maka segala hal pasti terasa nyaman dan damai.&lt;br /&gt;Pikiran merupakan sumber energi diri kita yang terbesar dan tidak pernah ada habis-habisnya. Setiap saat kita dapat mempergunakannya untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup ini. Dengan pikiran, maka sebenarnya kita dapat melakukan segala hal tanpa batas. Hal ini disebabkan karena pikiran adalah alam terluas yang dapat dikembarai tanpa batasan. Kita dapat mengembara di dalam alam pikiran dan mendapatkan segala hal yang kita butuhkan untuk menghadapi kehidupan ini. Tentu saja dalam hal ini kita tidak dapat begitu saja mempergunakan alam pikiran tanpa melakukan inovasi-inovasi atau perlakuan-perlakuan khusus terhadap alam pikiran kita itu.&lt;br /&gt;Memang, pikiran merupakan sumber energi terbesar bagi kehidupan manusia, tetapi bukan berarti alam pikiran dapat dipergunakan begitu saja. Pikiran itu ibaratnya sama dengan sebilah pisau. Ya, sebilah pisau agar dapat dipergunakan, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah meng-asahnya setiap saat. Kita harus mengasah pisau tersebut dengan menggunakan batu asah yang sesuai sehingga benar-benar memiliki ketajaman sebagaimana yang kita inginkan. Ketajaman itulah yang sebenarnya kita harapkan dimiiliki oleh pisau sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengiris atau memotong. Kalau sebuah pisau tidak pernah diasah, maka dia bakalan tumpul, majal dan bahkan berkarat sehingga sama sekali tidak berguna untuk melakukan kegiatan hidup. Mungkin, justru menyebabkan timbulnya bahaya bagi kehidup-an kita, sebab karat yang ada dapat menyebabkan rusaknya susunan syaraf yang ada di tubuh kita ataupun rusaknya sesuatu yang diiris atau dipotong.&lt;br /&gt;Pikiran memang tidak dapat dipergunakan begitu saja sebab pada dasarnya pikiran yang kita miliki adalah pikiran lugu yang diinstall oleh Tuhan untuk hal-hal yang bersifat positif. Tuhan menciptakan kita dengan dasar per-hitungan kebaikan, yaitu memelihara kedamaian di dalam kehidupan manusia di dunia. Tuhan telah melengkapi diri kita dengan pikiran yang benar-benar dinamis dan gampang disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung. Hal ini merupakan anugerah yang tidak terkirakan bagi kita, makhluk ciptaan Tuhan. Sebab dengan pikiran inilah, maka kita menjadi berbeda dengan makh-luk Tuhan lainnya. Pikiran itu telah diinstall Tuhan sebagai seperangkat sarana bagi kita untuk menghadapi permasalahan tanpa kesulitan, jika kita mem-pergunakan pikiran kita secara proporsional, maka segala permasalahan hanya-lah sebutir debu yang gampang terhapuskan oleh hembusan angin dari mulut kita. &lt;br /&gt;Mengapa pula kita harus bersusah-susah hidup jika kita memiliki sesuatu yang sedemikian hebatnya dalam kehidupan kita. Mengapa kita tidak meman-faatkan segala fasilitas yang ada di dalam diri kita dengan sebaik-baiknya? Mengapa energi yang sangat hebat tersebut harus kita sia-siakan hanya karena kita tidak mengetahui bagaimana cara mempergunakannya?! Mengapa kita tidak sesegera mungkin mengembalikan pola hidup kita dengan lebih mem-fokuskan perhatian pada kemampuan yang ada didalam diri kita sendiri. Meng-apa kita repot-repot memperhatikan segala hal yang ada di luar diri kita semen-tara sebenarnya kita telah memiliki segalanya secara lengkap di dalam diri kita?!&lt;br /&gt;Kalau kita menginginkan kehidupan yang penuh kedamaian, maka se-harusnya kita jauh lebih percaya pada kemampuan yang kita miliki daripada kepada apa yang dimiliki oleh orang lain. Seperti pepatah mengatakan bahwa sebaik-baiknya hujan emas di negeri orang lain, maka masih lebih bagus hujan batu di negeri sendiri. Sebaik-baiknya istana milik orang lain, masih lebih baik lagi gubuk yang kita miliki. Hal ini mendidik kita untuk bersikap lebih realistis. Kita memang seharusnya menghadapi kehidupan ini dengan lebih realistis sehingga kita tidak terlalu jangget jika mengalami kegagalan dan tidak terlalu senang jika kita mendapatkan keberhasilan. Inilah hal yang sesungguhnya harus dijadikan sebagai bekal terbaik bagi kehidupan kita. &lt;br /&gt;Segala kemampuan yang diinstall Tuhan ke dalam sistem kehidupan kita sebenarnya bukan sekedar sistem yang pasif, bukan sistem searah melainkan sistem yang berlaku untuk saling terlibat dan hidup dalam koordinasi tingkat tinggi. Sistem yang berada di dalam diri kita merupakan sistem yang memberi-kan kemudahan-kemudahan kepada kita. Sistem kehidupan kita adalah sistem yang bersifat aktif, artinya selalu dan selalu melakukan perubahan dan tindakan untuk memberikan respon terhadap setiap kondisi dan memberikan perlindung-an diri dari segala hal yang bersifat menyerang diri kita. Segala yang telah kita peroleh dari kehidupan ini merupakan manifestasi dari segala kondisi yang terjadi di dalam diri kita dan berkaitan dengan kondisi di luar diri kita.&lt;br /&gt;Kondisi di dalam diri kita memang seharusnya kita persiapkan sedemi-kian rupa sehingga selalu siap menghadapi kondisi yang terjadi dalam kehidup-an ini. Salah satu langkah yang dapat kita lakukan adalah dengan memupuk sikap hidup yang penuh dengan kreativitas positif yang dapat menjadi sarana untuk mencapai kedamaian hidup. Dengan memupuk kreativitas diri, maka se-tidaknya kita selalu mempunyai solusi setiap kali menghadapi permasalahan hidup.  Kreativitas yang kita asah setiap saat menjadikan kita sebagai sosok yang selalu mampu menjawab tantangan hidup secara cepat dan tepat tanpa harus mengorbankan kondisi kehidupan duia dalam diri. Diri kita ini ibaratnya adalah sebuah sawah yang mempunyai tingkat kesuburan yang sangat tinggi tetapi berlum digarap sebagaimana mestinya. Kalau sawah tersebut dibiarkan begitu saja, maka sampai kapanpun sawah tersebut tidak dapat memberikan hasil bagi kehidupan kita, bahkan bisa jadi justru memberikan kepada kita permasalahan yang tiada kunjung berhenti. Tetapi hal tersebut tidak bakal terjadi kalau kita dengan penuh kreativitas mengelola sawah dan memupuknya dengan segenap hati kita. ya, kita memang perlu memupuk sawah kita sehingga kondisi tanah-nya tetap terjaga kesuburannya. Bagaimanapun jika tanah atau sawah terus menerus dipergunakan atau diambil hasilnya, maka suatu saat pasti bakal meng-alami kondisi yang serba tidak karuan. Komposisi zat penyusun tanah bakal mengalami perubahan yang sangat signifikan dan menyebabkan tidak mampu lagi memberikan unsur hara terbaik bagi tanaman yang kita tanam.&lt;br /&gt;Sama dengan kondisi tanah atau sawah yang setiap saat harus kita tanami, kita kelola untuk diambil hasilnya, maka pada saatnya pasti mengalami kejenuhan., maka pikiran kita juga bersifat seperti itu. Tanah dan sawah dapat mengalami tingkat kejenuhan yang sangat tinggi sehingga tidak mampu lagi memberikan zat-zat terpakai dan terbutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman yang ditanam pada tanah jenis itu-pun pada akhirnya menjadi begitu kerdil. Apalah artinya tanaman yang kerdil, artinya tidak dapat memberikan hasil yang maksimal bagi kehidupan kita? Bahkan bisa jadi tanaman yang kita biayai dengan dana cukup besar pada saat menanam akhirnya hanya memberikan kekecewaan yang sangat pada kehidupan kita sebab tanaman yang kita harap-kan justru mati di tanah yang menurut kita sangat subur. Untuk menghadapi hal atau kondisi tersebut, maka perlu adanya sikap dan pola penanaman yang sesuai dengan kondisi. Kita harus mampu menciptakan sebuah kondisi sedemikian rupa sehingga tanaman dan tanah yang kita harapkan dapat memberikan hasil semaksimal mungkin. Demikian juga dengan pola kehidupan kita yang semakin hari semakin menyesakan dada saja ini. Bagaimana-pun kita harus dapat mem-berikan langkah-langkah efektif sehingga kita dapat mempertahankan eksistensi diri kita. langkah-langkah inilah yang selanjutnya kita katakan sebagai langkah-langkah strategis atau kreativitas diri secara maksimal.&lt;br /&gt;Hidup memang tidak luput dari pola kehidupan yang penuh kreativitas sebab segala hal yang kita hadapi merupakan manisfestasi dari segala hal yang sedang kita pikirkan. Kita seringkali mengharapkan adanya suatu kondisi yang dapat menjamin pola kehidupan kita menjadi lebih baik. Keinginan ini merupa-kan upaya untuk mempertahankan diri dari segala hal yang membuat diri terancam dan sebagainya. Kita harus memupuk potensi diri kita dengan sebaik-baiknya sehingga muncul dalam bentuk kreativitas yang tidak berbatas dari diri kita.  Kita perlu memupuk segala hal yang menjadi potensi dasar kita sehingga setiap perkembangannya merupakan manifestasi dari setiap keinginan kita untuk kebahagian diri dan manusia pada umumnya. Dengan langkah-langkah seperti in, maka setidaknya kita dapat mempertahankan eksistensi kemanusiaan kita. Dengan kreativitas yang kita lakukan dalam setiap langkah kehidupan, setidaknya kita dapat melihat hal-hal yang perlu dilakukan dan yang tidak perlu dilakukan untuk mempertahankan eksistensi hidup kita. Kreativitas yang se-banyak mungkin menjadikan kita sebagai sosok-sosok yang lebih mengerti dan siap menghadapi setiap permasalahan hidup lebih cepat dan tepat dibandingkan yang lainnya. Ya, kreativitaslah yang sebenarnya menjadikan seseorang bertahan dalam eksistensinya di kehidupan ataukah terlindas dan selanjutnya sama sekali tidak berbekas dalam perjalanan hidup selanjutnya. Dengan kreativitas yang kita miliki, maka kita dapat segera mengantisipasi setiap kejadian hidup yang mung-kin menyergap perjalanan hidup kita ini. Oleh karena itulah, mari kita tingkat-kan kemauan dan kemampuan mengembangkan kreativitas diri menuju per-siapan diri menghadapi kondisi hidup yang semakin mengglobal.&lt;br /&gt;Hidup ini memerlukan berbagai cara dan langkah sehingga dapat me-nutup segala celah dan kemungkinan kegagalan dalam perjalanan kehidupan kita. Jika kita hanya mendasarkan pada kemampuan dasar yang tidak pernah kita asah atau poles sama sekali, maka setidaknya kita pasti menghadapi sebuah kondisi yang serba tidak karuan dan memberikan pada kita kemungkinan kegagalan yang lebih besar daripada keberhasilan yang diharapkan. Memang kita boleh saja mendasarkan semua kegiatan atas kemampuan dasar yang ada di dalam diri kita, tetapi kemampuan dasar tersebut dapat dikatakan sedemikian mentahnya sehingga belum siap jika harus diadu dengan keadaan didalam kehidupan ini. Kemampuan dasar yang kita miliki di setiap diri kita adalah ke-rangka yang selanjutnya harus kita bangun sehingga kokoh dan mempunyai kekuatan untuk menghadapi setiap permasalahan hidup yang terjadi. Kerangka itu belum siap jika harus dihadapkan secara langsung dengan kondisi kehi-dupan yang sebenarnya sudah jauh berpengalaman dairpada kemampuan yang ada di dalam diri kita. Oleh karena itulah, maka kerangka kemampuan tersebut harus kita upayakan agar mempunyai kemampuan lebih baik dan semakin baik setiap saatnya. Kita harus terus mengasah dan melatih kerangka tersebut dalam sebuah kegiatan yang pasti memberikan proses penguatan dan pengembangan sampai kemudian kerangka tersebut benar-benar siap menghadapi setiap kon-disi kehidupan. Dengan melatih kerangka tersebut, seperti ketika kita men-dirikan sebuah rumah, maka jika hanya kerangka saja, maka hal tersebut sama sekali tidak berguna bahkan dapat membuat kita celaka karenanya. Oleh karena itulah, maka kita menambahkan tembok dan atap sehingga mampu menjadi perlindungan bagi kita dari segala marabahaya yang timbul oleh kehi-dupan ini. Begitulah seharusnya kondisi kemampuan yang ada di dalam diri kita. Kita persiapkan segala kemungkinan yang harus kita lakukan dalam menghadapi kondisi kehidupan dengan mengembangkan potensi atau kemampuan diri sebaik mungkin sehingga hidup kita dapat damai dan bahagia. Bukankah hal itu yang selalu kita tuntut dari kehidupan ini?!&lt;br /&gt;Hidup ini memang serba tidak pasti dan memberikan setiap kemungkin-an pada kehidupan ini dengan berbagai kondisi yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sehingga tidak ter-masuk dalam golongan orang-orang yang mengalami kegagalan dalam hidup sebab tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan yang serba tidak pasti ini. Hidup adalah rahasia miliki Tuhan dan kita tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya sedang ditulis Tuhan sebagai skenario kehi-dupan ini. Kita tidak pernah mengetahui apa yang bakal terjai tetapi kita hars selalu siap menghadapi setiap kemungkinan yang bakal terjadi dalam ke-hidupan kita. Inilah yang dinamakan kehidupan sebagai sesuatu yang tidak pasti.  Kadangkala kita sudah siap menghadapi permasalahan dan siap me-nyelesaikannya secara cepat dan tepat, tetapi ternyata permaslaahan tersebut tidak menghampiri kita. Kita justru terbebas dari permasalahan tersebut secara otomatis. Tanpa susah-susah persoalan tersebut telah terselesaikan oleh kejadian lain yang mengcounternya dan itu dari alam sendiri, bukan dari kita. Inilah rahasia yang selalu terselip diantara perjalanan kehidupan kita sebagai makhluk Tuhan yang tidak mampu mengetahui sebelum mengalami secara langsung.&lt;br /&gt;Kita memang sekedar pelaku sebuah cerita panjang kehidupan dan tidak dapat lagi mengundurkan diri dari palagan kehidupan itu. Kita harus menjalani peran kita hingga pada saatnya nanti. Inilah perjanjian tidak tertulis yang telah kita teken ketika pertama kali Tuhan menghembuskan arwah kita pada sesosok janin di dalam alam kandungan ibu kita. Ketika arwah kita sudah memasuki sosok janin di dalam alam kandungan ibu, maka mulai saat tersebut kita sudah harus siap menghadapi kehidupan panjang yang begitu keras dan kejam. Kita sudah tidak dapat lagi menghindar dari segala hal yang berhubungan dengan proses kehidupan yang ada di dunia kehidupan ini. &lt;br /&gt;Tetapi, meskipun demikian, bukan berarti kita tidak memiliki hak untuk mengembangkan diri sebab dalam kenyataannya kita memiliki keluasan dalam proses menghadapi kehidupan yang kita sesuaikan dengan kondisi hdiup kita. Kita mempunyai kemampuan untuk menyiasati kehidupan untuk memposisikan kehidupan kita pada kondisi terbaik dan mampu membawa kedamaian dan kebahagiaan hakiki dalam diri kita. Kita mempuyai kemampuan untuk me-ngembangkan diri sedemikian rupa sehingga mampu menghadapi masalah kehidupan. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari segala upaya yang kita lakukan untuk menghadapi kehidupan. Kita tidak dapat hanya mengharap mukjijat turun untuk kita sehingga apa yang kita harapkan dapat terwujud begitu saja. Semua itu bukanlah hal yang terjadi pada setiap orang sebab mukjijat hanya diberikan Tuhan pada orang-orang pilihan dan memang telah Dia tentukan. Apakah kita termasuk dalam kelompok orang-orang pilihanNya?&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka sebaiknya kita benar-benar dapat mengefektif-kan segala kemampuan yang ada di dalam diri kita sedemikian rupa sehingga setiap permasalahan hidup dapat kita selesaikan secara proporsional, sesuai dengan program yang telah kita susun dan kehidupan kita tenang, nyaman, dan damai. Untuk hal tersebut kita dituntut untuk dapat menelaah setiap perma-salahan hidup lantas menciptakan solusi-solusi penanganan yang cepat dan tepat sehingga kita tidak terlalu terkungkung dalam permasalahan hidup ter-sebut. Kita harus mempunyai langkah-langkah strategis dalam menghadapi se-tiap permasalahan dan mempunyai kemampuan untuk menerapkan semua langkah-langkah tersebut dalam kehidupan nyata sehingga benar-benar efektif.&lt;br /&gt;Pikiran kita adalah sebuah alam dengan sekian banyak sumber energi yang selama ini dipercaya merupakan energi positif yang mampu mengubah dunia sekalipun. Dengan mempergunakan alam pikiran secara efektif, maka kita dapat melakukan perubahan besar-besaran terhadap kondisi kehidupan kita secara menyeluruh. Kita dapat melihat kenyataan hidup yang kita alami sekarang ini, bagaimana kita telah ditelan oleh pola pemikiran orang-orang yang benar-benar memanfaatkan alam pikirannya secara maksimal dan efektif. Kita melihat dan merasakan betapa pengaruh teknologi yang sedemikian besar sehingga setiap jengkal langkah kita selalu didasari oleh penerapan hasil pengembangan teknologi. Setiap bagian kehidupan kita tidak terlepas dari pengaruh eksistensi hasil pengembangan teknologi. Semua ini adalah hasil pengembangan alam pikiran oleh beberapa orang sedemikan maksimal dan efektifnya sehingga mampu menjadi pola kehidupan yang mengglobal bagi seluruh manusia di dunia. Tidak ada seorang-pun yang merasa enak hati jika merasa ketinggalan pengembangan teknologi. Setiap orang merasa harus selalu mengikuti perkembangan dan pengembangan teknologi kehidupan sehingga tidak dikatakan ketinggalan jaman. Hal ini merupakan sebuah fenomena yang terjadi karena kita menerapkan kekuatan alam pikiran secara maksimal dan efektif. Hal ini memungkinkan sebab alam pikiran memang merupakan dunia dengan sumber energi yang tidak ada habisnya, sampai hilangnya kehidupan.&lt;br /&gt;Kita seharusnya dapat memposisikan diri sebagaimana mereka, yaitu me-manfaatkan alam pikiran kita secara maksimal dan efektif. Setiap saat kita harus memanfaatkan alam pikiran kita sedemikian rupa sehingga selalu berada pada kondisi refresh dan up to date. Kita harus selalu menyesuaikan kondisi kehidup-an di dalam diri kita sehingga seimbang dengan kehidupan di dunia luar diri kita. Alam pikiran kita yang sebenarnya sangat potensial untuk proses pe-ngembangan dan perkembangan diri merupakan salah satu sarana yang paling tepat untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi pola kehidupan yang semakin luas wilayahnya dan mengharuskan kita untuk selalu siap menghadapinya. &lt;br /&gt;Kondisi diri yang selalu refresh dan up to date menjadikan setiap bagian diri selalu siap menghadapi kondisi terbaru yang ada didalam kehidupan. Untuk menjadikan diri selalu refresh dan up to date, maka kita secara intens harus selalu meningkatkan kemampuan diri dengan mengembangkan kreativi-tas positif menuju langkah-langkah strategis yang mengarah pada survival ke-hidupan yang nyata. Dengan peningkatan kualitas diri melalui langkah-langkah strategis dalam perkembangan dan pengembangan kemampuan diri yang ber-manifestasi pada kebuTuhan menghadapi kondisi kehidupan yang semakin tidak karuan ini. &lt;br /&gt;Bagaimanapun, kreativitas yang terasah jauh lebih baik daripada kita hanya duduk menunggu datangnya nasib baik yang terkirim dari dunia balik awan yang jelas-jelas tidak karuan dimana, negeri Antaberantah! Kita disini tidak sedang menunggu sesuatu jatuh dan memberikan kedamaian pada kehi-dupan kita.  Kedamaian itu tidak bakalan datang, jatuh langsung dari langit. Kedamaian itu adalah sesuatu yang harus kita usahakan agar kita dapat me-milikinya. Tanpa diusahakan, maka segala hal di dalam kekehidupan ini hanya-lah wacana dan tetap menjadi wacana yang tidak pernah termanifestasikan dalam bentuk kegiatan hidup yang nyata.&lt;br /&gt;Tetapi, kreativitas itupun hanyalah wacana jika ternyata hanyalah sebuah kegiatan yang monoton tanpa proses pengembangan dan perkembangan menuju perbaikan dan kebaikan untuk kehidupan ini. Kita seharusnya terus memupuk kreativitas kita dan menyesuaikannya dengan kondisi yang dibutuhkan dalam kehidupan. Jika kita tidak pernah mengembangkan kreativitas kita, bisa jadi yang kita terapkan dalam kehidupan hanyalah sesuatu yang sebenarnya sudah sangat ketinggalan jaman dan tidak sesuai untuk jaman sekarang ini.&lt;br /&gt;Marilah kita kembangkan kreativitas diri kita semaksimal mungkin sehingga kita dapat mempersiapkan diri untuk meghadapi setiap kondisi yang tercipta dalam perjalanan hidup tanpa harus bersusah payah mencari segala hal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup yang semakin sukar menjawab-nya dengan benar. Marilah kita pupuk kreativitas kita untuk segala hal terbaru yang berlaku di dalam kehidupan ini sehingga kita tergolong orang-orang yang selalu mengikuti perkembangan jaman dan tidak ketinggalan jaman. Kreativitas merupakan jawaban yang paling cepat dan tepat pada saat kita harus meng-hadapi coba kehidupan yang semakin mengglobal dan tidak pandang bulu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-587696869849230049?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/587696869849230049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=587696869849230049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/587696869849230049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/587696869849230049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/pupuklah-pikiran-kreatif-diri.html' title='PUPUKLAH PIKIRAN KREATIF DIRI'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8400266351216816417</id><published>2008-09-20T22:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T04:07:39.597-07:00</updated><title type='text'>MANFAATKAN KEKUATAN PIKIRAN</title><content type='html'>Pernahkah kita menyadari bahwa sebenarnya kekuatan terbesar yang ada di dalam diri kita berpusat pada pikiran.bahwa apapun yang kita rencanakan, lakukan, dan telah lakukan sebenarnya berpulang pada pikiran kita. Apapun yang kita lakukan tidak terlepas dari peran aktif pikiran sebagai pusat komando kegiatan hidup kita. Tidak ada seorang-pun yang bergerak, berkegiatan tanpa mempergunakan pikirannya sebagai landasan kerjanya. Pikiralah yang sesung-guhnya mengantarkan kita menjalani setiap kegiatan sehingga kita tidak meng-alami kesulitan dan selalu melakukan kegiatan secara terencana dan teratur. Adalah  sangat mustahil jika seseorang mengatakan bahwa apapun yang dilaku-kannya tanpa melalui proses pemikiran yang panjang. Setiap kegiatan me-rupakan sebuah proses yang berkelanjutan dan pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga adalah mustahil jika kemudian dikatakan dengan bangga bahwa mereka melakukan segala kegiatan begitu saja. Sedangkan untuk berbicara saja kita mempergunakan akal pikiran untuk mengelola setiap huruf, setiap kata dan setiap kalimat yang bakal dikeluarkan oleh mulut, digerakkan oleh lidah dan bibir kita. Bagaimana mungkin orang yang bertindak dalam hidupnya tanpa melalui proses pemikiran terlebih dahulu?! Itu namanya takabur! Sombong dan tidak melihat kenyataannya!&lt;br /&gt;Pikiran kita-lah yang sebenarnya menggerakkan setiap kegiatan yang kita lakukan tanpa pikiran, maka segala kegiatan kita tidak ada artinya, bahkan sama sekali tidak bakal terwujud. Selama ini sebenarnya setiap langkah kegiatan yang kita lakukan merupakan hasil dari sekian banyak proses di dalam diri kita yang memang berlangsung secara singkat atau secara perlahan tergantung pada tingkat kemampuan setiap orang dalam merespon setiap kejadian di dalam kehidupannya. Semakin cepat seseorang menanggapi setiap permasalahan hidup, maka dikatakan semakin cepat pola pikir yang dilakukan oleh dirinya, oleh otaknya.&lt;br /&gt;Kalau orang mengatakan bahwa mereka mempunyai kecepatan diatas rata-rata dalam menanggapi setiap permasalahan, mungkin hal tersebut dapat kita terima sebagai anugerah Tuhan kepada orang bersangkutan dan semestinya hal tersebut patut disyukuri oleh semua orang, khususnya yang memperoleh anugerah tersebut. Tidak semua orang mempunyai kemampuan diri di atas rata-rata sehingga selanjutnya orang mengatakan bahwa dengan kemampuan seperti itu dikelompokkan pada golongan orang jenius, yaitu orang dengan kemam-puan lebih bagus dari orang rata-rata. Orang-orang seperti inilah yang selan-jutnya dapat mengkondisikan kehidupan dunia dalam kondisi positif ataukah dalam kondisi negatif. Artinya, kelompok orang-orang inilah yang selanjutnya seringkali menjadikan kondisi kehidupan ini penuh kedamaian ataukah penuh dengan pertingkaian dan ketidakdamaian.&lt;br /&gt;Untuk menggapai kedamaian hidup seperti yang diharapkan, maka se-yogyanya setiap orang menyadari bahwa kemampuan yang ada di dalam diri-nya bertumpu pada kekuatan pikirannya dan untuk hal tersebut seharusnya mereka benar-benar dapat mengefektifkan kekuatan tersebut. Kita harus meng-akui bahwa sebenarnya segala hal yang kita hadapi di dalam kehidupan ini tidak pernah terlepas dari penerapan kekuatan pikiran dalam penyelesaiannya. Setiap saat kita dituntut untuk menyelesaikan permasalahan hidup dengan meng-efektifkan peranan pikiran ini. Apapun permasalahan yang kita hadapi, maka peraan pikiran mendominasi setiap langkah-langkah solusif yang kita lakukan dalam menyelesaikannya. Kita tidak pernah meninggalkan kekuatan pikiran. Tetapi, jika kita telaah lebih lanjut, maka setidaknya kita mengetahui bahwa kekuatan pikiran yang kita terapkan belumlah maksimal, bahkan lima puluh persen saja belum!&lt;br /&gt;Padahal kita semua mengetahui bahwa sebenarnya, apapun yang kita alami tidak terlepas dari peranan pikiran di dalam proses manifestasinya. Setiap apa yang kita alami sebenarnya bersumber dari kekuatan pikiran kita, baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif. Dalam hal ini yang selalu kita harapkan adalah yang bersifat positif sebab yang negatif hanya merugikan diri kita. Semua kejadian hidup merupakan hasil rekayasa kekuatan pikiran kita sendiri. Bukan oleh yang lainnya. Bukan oleh orang lain. Bukan oleh alam. Bukan oleh musuh atau teman kita, tetapi semuanya merupakan hasil kerja atau kekuatan pikiran kita sendiri.&lt;br /&gt;Misalnya kita dapat sampaikan disini adalah kondisi kita yang serba kesulitan. Setiap saat kita merasakan betapa hidup ini tidak bersahabat lagi dengan diri kita sehingga tidak ada ruang bagi kita untuk sedikit bersenang-senang dan sebagainya. Setiap saat kita harus menghadapi permasalahan yang tidak kunjung habis-habisnya. Sebenarnya kesulitan yang kita alami merupakan manifestasi dari kekuatan pikiran kita sendiri. Semua kesulitan yang kita alami merupakan perwujudan dari kondisi yang tercipta di dalam alam pikiran kita dan termanifestasi dalam kehidupan nyata. &lt;br /&gt;Alam pikiran kita adalah dunia kecil yang ada di dalam diri kita. Dengan adanya dunia kecil di dalam alam pikiran kita itulah, maka kita dapat menjalani kehidupan ini secara berimbang antara kondisi di dalam diri dengan kondisi di luar diri. Alam pikiran kita sebenarnya mempunyai suatu sistem pengkondisian yang sedemikian rupa sehingga jika terdapat upaya pertahanan diri jika dirasa ada sesuatu yang menyerang dan hendak memporakporandakan kondisi dunia kecil di alam pikiran kita. Sesuatu yang menyerang itu pada umumnya berasal; dari dunia di luar diri kita, yaitu dunia kehidupan kita, dimana banyak orang dengan dunia kecilnya masing-masing ingin mengkondisikan dunia dan ber-benturan serta menimbulkan friksi dengan dunia kecil kita.  Akibat benturan antar pribadi inilah, maka seringkali kita mengalami kondisi yang tidak nyaman dan berakibat tidak damainya kehidupan kita.&lt;br /&gt;Tetapi, jika kita mau berpikir dan mempergunakan alam pikiran kita secara efektif, maka setidaknya kita dapat mengelola kondisi diri kita sesuai dengan yang kita inginkan dan selanjutnya kita dapat secara gampang men-dapatkan apa yang kita angan-angankan dalam kehidupan ini. Kita seringkali mendengar orang mengatakan bahwa sebenarnya keberhasilan ataupun kegagal-an kita didalam menjalani kehidupan adalah bergantung pada diri kita sendiri. Bukan pada orang lain. Sebenarnya apa yang kita dapatkan, baik keberhasilan ataupun kegagalan hidup merupakan hasil dari segala upaya yang telah kita lakukan untuk kehidupan kita. Orang lain hanyalah aktor-aktor figuran yang bertindak sebagai pelengkap perjalanan kehidupan kita. Memang tanpa mereka kita tidak dapat bertindak sebab kita memang ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang secara teknis harus berinteraksi dengan mereka, tetapi hal tersebut bukan berarti apa yang kita dapatkan adalah bergantung pada mereka. Sama sekali tidak seperti itu. Hal ini tergantung pada kualitas diri yang kita terapkan dalam kehidupan saat itu. &lt;br /&gt;Coba kita sejenak berpikir, apa yang dapat kita peroleh jika ternyata dalam menggapai angan-angan hidup, kita hanya mengharapkan bantuan orang lain sementara diri sendiri diam tidak melakukan apa-apa? Tentunya semua itu merupakan hal yang sangat muskil, sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan hal itu menunjukkan bahwa kita tidak lebih dari sebuah patung atau arca yang mengharapkan orang memberinya makan sementara dia sama sekali tidak berbuat sesuatu agar orang mengetahui apa yang diharapkannya itu. Bahwa setiap yang kita dapatkan dalam kehidupan kita merupakan hasil dari segenap usaha yang kita lakukan sebagai konsekuensi hidup dan kehidupan kita. Maaf, jika kemudian kita dikatakan telah megalami perubahan jiwa alias tidak sehat pikiran jika ternyata kita bersikap seperti itu. Orang pasti mener-tawakan kita jika ternyata kita hanya mengharapkan sesuatu tapi tanpa me-lakukan kegiatan konkrit untuk dapat mewujudkan segala yang kita harap-kan tersebut. Kita ingin dapat mengendarai sebuah kendaraan, mobil tetapi sama sekali tidak pernah berusaha untuk belajar mengendarai mobil, tentunya hal tersebut sangat menggelikan. Bagaimana kita dapat mewujudkan keinginan jika ternyata kita tidak berusaha untuk menggapainya dengan kegiatan-kegiatan yang benar-benar relevan dengan keinginan tersebut?!&lt;br /&gt;Loh, katanya kita harus memanfaatkan alam pikiran kita secara mak-simal? Memang kita harus mempergunakan alam pikiran kita secara maksimal sehingga apa yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan yang dapat mem-buat kehidupan kita damai. Tetapi bukan berarti kita hanya duduk melipat lutut dan berharap segalanya tercipta dan terwujud dengan sendirinya karena ke-mampuan atau kekuatan alam pikiran kita. Kita tetap harus berusaha mema-nifestasikan segala keinginan alam pikiran kita dalam kegiatan-kegiatan nyata yang mampu membawa keberhasilan hidup. Kita memang harus memanfaatkan semua potensi alam pikiran kita sehingga dengan cara seperti itu, maka kita mempunyai banyak langkah-langkah positif yang tepat untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Kita harus mempercayai kekuatan alam pikiran kita dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup sebab yang mengenal secara utuh diri kita adalah diri kita sendiri. Tidak ada orang lain yang mampu mengenal diri kita sebaik kita mengenal diri kita sendiri. Apa yang kta butuhkan hanyalah diketahui dan dipahami oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain. Seberapa-pun dekatnya seseorang dengan kehidupan kita, tetapi tetap saja mereka tidak bakalan dapat menyelesaikan permasalahan hidup kita sebaik kita menyelesaikannya sendiri. Orang yang membantu kita dalam proses penyelesaian masalah hanyalah menyelesaikan kulitnya saja, tidak sampai pada daging dan isinya. Kitalah yang mampu menyelesaikan semua masalah hidup kita secara tuntas hingga ke akar-akarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, agar kedamaian melingkupi kehidupan kita, maka kita harus memanfaatkan kekuatan alam pikiran kita sedemikian rupa sehingga dapat mengkontribusi dan mengakomodasi setiap kondisi secara cepat dan tepat. Kita harus secara intens mempergunakan setiap bagian alam pikiran kita untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Hal ini agar pikiran kita terbiasa dalam menghadapi setiap masalah hidup dan terasah sehingga selalu tajam dan berkemampuan untuk menghadapi kehidupan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8400266351216816417?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8400266351216816417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8400266351216816417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8400266351216816417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8400266351216816417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/manfaatkan-kekuatan-pikiran.html' title='MANFAATKAN KEKUATAN PIKIRAN'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3985236928434424229</id><published>2008-09-20T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T20:05:58.713-07:00</updated><title type='text'>SADARI KEMAMPUAN DASAR DI DALAM DIRI</title><content type='html'>Setiap dari kita sebenarnya telah diberkahi Tuhan dengan kemampuan dasar yang tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. Ini merupakan rahmat, anugerah yang tiada terkira untuk kita. Anugerah inilah yang selanjut-nya menjadikan kita berbeda dengan makhluk Tuhan yang lainnya. Memang, kita diberi Tuhan anugerah yang sungguh berbeda dibanding dengan kemam-puan yang Tuhan berikan pada makhluk yang lainnya. Misalnya, kita diberi kemampuan untuk makan sebagaimana makhluk Tuhan lainnya juga diberi, tetapi kemampuan kita lebih baik dibanding dengan makhluk yang lainya sebab kita mempunyai tata aturan yang sedemikian rupa sehingga kita lebih ter-hormat. Tata cara kita makan tentunya sebagai bukti bahwa kita lebih baik.&lt;br /&gt;Siapapun orangnya, pasti mendapatkan anugerah dari Tuhan untuk di-jadikan sebagai bekal menghadapi kehidupan ini. Anugerah itulah yang seterusnya harus disadari sehingga benar-benar dapat diterapkan dalam kehi-dupan kita. Kita hanya dapat hidup jika kita menerapkan segala anugerah yang diberikan Tuhan secara proporsional dan sesuai dengan tingkat kebuTuhan kita. Jika kita menerapkan anugerah itu secara berlebihan, artinya melebihi kemam-puan yang sebenarnya tentunya hal tersebut menjadikan kita melakukan sesuatu secara mamaksakan diri. Kita melakukan diluar kemampuan, itu namanya memaksakan diri. Lantas siapakah yang dapat bertahan dengan melakukan ke-giatan diluar batas kemampuan dirinya?! Oleh karena itulah, maka kita se-tidaknya selalu mengingat dan mengenal kemampuan atau potensi yang ada di dalam diri kita sehingga kita dapat melakukan setiap kegiatan hidup secara proporsional. Bagaimanapun Tuhan tidak suka pada orang-orang yang suka berlebihan dalam hidupnya. Bukankah ‘ cukup’ lebih baik dari pada berlebihan?!&lt;br /&gt;Memang, anugerah itu diberikan dalam bentuk kerangka dasar yang selanjutnya agar dapat diterapkan memerlukan proses, yang kadangkala membutuhkan waktu yang pendek, tetapi kadangkala membutuhkan waktu yang sedemikian panjangnya. Dari pengalaman hidup, banyak orang yang dalam proses hidupnya belum juga menemukan jalan untuk menemukan anugerah tersebut, tetapi tidak sedikit mereka yang telah menemukan anugerah tersebut dan hidup dari anugerah itu. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk dapat menggapai segala kebuTuhan dirinya dengan mempergunakan segala kemampuan diri sebaik-baiknya. Tetapi, ternyata mereka seringkali terlena oleh kenyataan sehingga yang terjadi justru terjungkalnya mereka dalam kondisi yang tidak bersahabat dan memposisikan diri mereka pada kondisi terpuruk dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Untuk menggapai kedamaian hidup, kita memang harus berusaha agar memiliki kemampuan yang memadai. Kita tidak dapat berupaya tanpa adanya kemampuan yang dapat dijadikan alat untuk mencapainya. Katakanlah, kita ingin bepergian dengan kendaraan, tetapi kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengendarai kendaraan tersebut. Sarana sudah ada, tinggal berangkat, tetapi kita tidak mempunyai kemampuan untuk hal tersebut. Tentunya kondisi tersebut sangat tidak mendukung dan justru menjadikan segala program ter-kendala dan akhirnya mengalami kegagalan yang sangat menyakitkan hati. Seharusnya, agar kita dapat hidup secara damai dan mampu menggapai ke-bahagiaan yang hakiki, maka harusnya ada keseimbangan antara kemampuan yang ada di luar diri kita dengan kemampuan yang ada di dalam diri kita ini. Kita mempunyai kesempatan untuk melakukan sebuah kegiatan, maka se-tidaknya di dalam diri kita harusnya mempunyai kemampuan untuk melaku-kan kegiatan tersebut. Kita mempunyai kesempatan dan kita mampu mengambil kesempatan tersebut sebagai sebuah manifestasi kebuTuhan yang ada. &lt;br /&gt;Oleh karena itulah, kita perlu mengusahakan agar kemampuan yang tersimpan di dalam diri kita dapat muncul dan dapat menjadi pendukung utama dari pekerjaan atau program yang kita canangkan. Dan, untuk menampilkan kemampuan yang terpendam di dalam diri ini, maka kita perlu melakukan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan positif, salah satunya adalah melatih diri untuk menguasai kemampuan dasar yang ada di dalam diri kita. kita latih diri kita sehingga kemampuan yang terpendam di dalam diri dapat muncul dan menjadi kemampuan nyata yang dapat menjawab tantangan hidup.&lt;br /&gt;Ada sementara orang bilang bahwa untuk dapat menyadari kemampuan dasar yang ada di dalam diri, maka kita perlu mensupport diri kita sedemikian rupa sehingga timbul kepercayaan diri terhadap kemampuan diri tersebut. Aku harus bisa/dapat! Aku pasti dapat melakukan pekerjaan ini. Ini merupakan kalimat-kalimat positif yang dipercaya dapat mengangkat kesadaran atas ke-mampuan diri. Support yang kita tanamkan di dalam diri dan hati kita harus mampu membangkitkan semangat juang yang tidak terkira jika kita meng-inginkan kehidupan kita menjadi lebih baik dari yang sekarang ini kita dapati. Ya, kita memang harus mensupport diri kita jika menginginkan keberhasilan dalam hidup yang serba keras dan kejam ini. Tanpa support, maka sudah pasti diri kita bakalan gampang nglungkruh dan berputus asa yang tiada alasannya.&lt;br /&gt;Memang harus ada support yang dapat menyadarkan hati kita dari kondisi-kondisi yang terlelap oleh segala aspek kehidupan. Support tersebut dapat saja dihadirkan dari dalam diri sendiri atau harus dipaksakan dari orang lain, misalnya isteri, suami atau orang-orang terdekat lainnya. Dengan adanya support tersebut, maka setidaknya di dalam diri kita timbul kepercayaan yang sedemikian kuat untuk dapat melakukan tugas dan kewajiban hidup dengan baik dan sukses. Sering kali kita memang mengalami suatu kondisi dimana antara keinginan dan pelaksanaan sungguh sangat jauh berbeda. Kalau kita sempat membaca sebuah puisi yang ditulis oleh penyair kondang negeri ini, Rendra, maka setidaknya kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu itu memang perlu perwujudan. Ditulis oleh Rendra bahwa perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. Perjuangan itu adalah manifestasi dari segala angan-angan dan teori-teori yang kita ucapkan sebagai keinginan tak bertepi yang harus dicapai dalam kehidupan panjang kita. Dengan melaksanakannya dalam kegiatan konkrit, maka setidaknya kita dapat mengetahui bahwa setiap kata-kata yang kita ucapkan sebenarnya me-rupakan butir-butir peluru yang melesat dan membentur setiap penghalang langkah. Butir-butir peluru itulah samangat hidup kita. Bersamanya kita selalu mencoba untuk menantang hidup dengan berbagai konsekuensi yang harus dihadapi tanpa pernah merasa takut sedikitpun.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan upaya menghadirkan kepercayaan dan kesadraan atas potensi atau kemampuan yang ada di dalam diri ini, maka setidaknya kita perlu menyadari bahwa seringkali kesadaran tersebut hadir setelah kita menghadapi permasalahan hidup atau mendapatkan support dari orang-orang yang dekat dengan kita. tetapi dalam hal ini kita tidak dapat secara terus menerus meng-harapkan hadirnya kesadaran akibat adanya permasalahan hidup ataupun mendapatkan support dari orang lain, seakrab apapun dia. Sebab kadangkala permasalahan datang tetapi segera dapat diatasi atau kadang saking sulit dan beratnya permasalahan malah menjadikan kita berputus asa yang berkepanjang-an. Hak ini-pun perlu disadari bahwa sebenarnya setiap orang terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga tidak mungkin jika terus menerus harus memperhatikan kita semata. Mereka juga harus menyelesaikan urusan hidup yang membelit langkah hidup mereka.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka satu hal yang harus kita terapkan agar kehidupan kita sadar atas kemampuan yang kita miliki, yaitu selalu introspeksi terhadap segala hal yang berlaku dan terjadi di dalam kehidupan ini. Kita harus selalu mengevaluasi segala hal yang berkaitan dengan eksistensi kita sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini untk mengoreksi segala hal yang telah kita lakukan dan belum kita lakukan untuk mempertahankan eksistensi kita di dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Dengan eveluasi diri yang kita lakukan setidaknya kita dapat mengetahui apa yang telah menjadi kendala dan apa pula yang dapat dijadikan sebagai pendorong untuk lebih bergiat dalam menghadapi kehidupan. Berdasarkan evaluasi itu pula, maka kita dapat mengetahui hal-hal terbaik yang telah kita lakukan sehingga dapat dijadikan sebagai indikasi kemampuan diri. Dengan memperhatikan hal-hal positif yang dapat meningkatkan kualitas diri, maka setidaknya kita menyadari bahwa ada nilai positif pada diri kita yang men-jadikan diri kita mampu menghadapi tantangan hidup.&lt;br /&gt;Hidup memang membutuhkan kemampuan-kemampuan khusus sehing-ga permasalahan yang timbul sebagai konsekuensi hidup dapat tertangani dengan sebaik-baiknya. Kita harus menyadari kemampuan yang kita miliki se-hingga dengan kemampuan tersebut, maka kita dapat menyelesaikan setiap permasalahan hidup ini. Kita harus yakin bahwa kita mempunyai kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan yang kita hadapi. Kita mampu menyelesaikan dengan potensi yang ada di dalam diri kita.&lt;br /&gt;Ya, kita harus menyadari bahwa sebenarnya kita pasti mampu meng-hadapi setiap permasalahan yang ada di dalam kehidupan kita. Kemampuan yang ada di dalam diri kita sedemikian rupa besarnya sehingga tidak ada yang mampu menghalangi kita untuk terus berkiprah sebaik-baiknya. Yakinlah, bahwa jika kita menyadari kemampuan dasar yang ada di dalam diri kita, maka kedamaian pasti selalu dipihak kita. Hal ini karena kita pasti merasa yakin dapat mengerjakan setiap pekerjaan dan menghadapi setiap permasalahan yang men-jadi tugas dan kewajiban hidup kita. Pasti! Bagaimanapun tantangan hidup yang terbentang di hadapan kita hanyalah secuil cobaan yang begitu hancur setiap kali kita mulai menanganinya.&lt;br /&gt;Sebenarnya kemampuan yang kita miliki tidak berbeda jauh dengan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain, bahkan mungkin saja jauh lebih besar dari yang dimiliki oleh orang lain. Keyakinan ini harus kita pegang teguh dalam hati kita dan menjadikannya sebagai tenaga pendorong, energi pendorong ter-besar dari dalam diri kita, inert energy yang mampu menggugah setiap kesadaran diri atas kemampuan yang dimiliki diri. Kita perlu mengingat kenyataan bahwa keyakinan yang kita miliki merupakan separuh dari keberhasilan yang kita angankan. Dengan memiliki keyakinan atas segala kemampuan untuk me-nyelesaikan setiap permasalahan hidup, maka setidaknya kita telah memenang-kan separuh dari perjuangan hidup. Ibaratnya kita berkeinginan untuk pergi ke luar kota, maka kita sudah mempunyai kemampuan untuk pergi. Kita tinggal berangkat saja. Segala hal sudah kita miliki dan tidak perlu bersusah-susah pikiran sebab tidak ada yang menghalangi kita untuk segera berangkat ke tempat tujuan kita.&lt;br /&gt;Begitulah yang kita alami jika kita menyadari bahwa di dalam diri kita terdapat sebuah energi yang sangat besar untuk dapat menjadi pendukung utama dalam upaya pencapaian tujuan kehidupan yang sudah kita programkan. Dengan energi yang kita miliki di dalam diri kita, maka setidaknya keyakinan bakal timbul dan semakin mendorong kita untuk terus berusaha menggapai segala hal yang kita inginkan. Rasanya segala sesuatu akan terasa sedemikian mudah jika kita memilki kemampuan untuk mengerjakannya. Bukankah kita seringkali mendengar orang berkata bahwa dengan kepercayaan dan keyakinan serta tekad yang bulat untuk melakukan sesuatu, maka itu berarti kita telah menempuh separuh perjalanan untuk menggapai keinginan hidup ini. Oleh karena itulah, kenapa kita tidak segera saja menyadari kenyataan bahwa sebenarnya kita memiliki sebuah energi yang sedemikian besar yang selama ini telah kita tidurkan saja dan tidak pernah membantu kita dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup ini.&lt;br /&gt;Di dalam diri kita memang terdapat berbagai macam energi. Orang bilang bahwa di dalam diri kita terdapat dua macam energi, yaitu energi positif dan energi negatif. Energi positif selalu mendorong kita untuk menyelesaikan setiap pekerjaan secara baik dan sesuai dengan program yang telah dibuat. Energi ini selalu memberi support sedemikian besarnya kepada diri kita sehingga setiap permasalahan yang hadir selalu dapat terselesaikan sesuai dengan proporsinya. Bahwa diri ternyata mampu menyelesaikan setiap permasalahan tanpa harus mengharapkan bantuan dari orang lain. Jika kita mau berusaha untuk menye-lesaikan setiap permasalahaan berdasarkan kemampuan yang kita miliki, maka sebenarnya setiap permasalahan tersebut selalu ada jalan keluarnya. Sementara energi negative bersifat sebagai oposisi bagi kehidupan positif kita.  Enegri ini selalu merongrong kepercayaan atau keyakinan yang ada di dalam diri kita se-hingga setiap kali energi ini datang, maka kegagalan selalu menjadi hasil akhir-nya. Energi negatiflah yang selama ini telah menjadi musuh terbesar bagi kehidupan kita. Dia adalah musuh dalam selimut. Dia ada dida am diri kita, tetapi kita tidak dapat menghilangkannya sebab da merupakan kauslik dari kondisi positif yang ada di dalam drii kita, penyeimbang kondisi. Begitulah adanya. Oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana cara kita meng-hadapi kondisi tersebut dan memanfaatkannya sebesar-besanya untuk keber-hasilan hidup kita.&lt;br /&gt;Untuk menggapai kedamaian hidup kita memang harus menyadari kemampuan yang kita miliki d dalam diri kita sendiri. Inilah yang seringkali dikatakan sebagai potensi diri. Ya, potensi diri yang ada di dalam diri kita harus kita kenal dan sadari secara baik sehingga setiap kali kita menghadapi permasalahan hidup, maka secara cepat dan tepat dapat mengambil keputusan penyelesaian secara baik tanpa harus berbelit-belit atau berpanjang-panjang waktu yang hanya akan membuat semua permasalahan semakin runyam dan rumit. Kesadaran atas potensi yang ada di dalam diri merupakan hal terutama yang harus dimiliki oleh semua orang jika menginginkan dirinya dapat men-jalani kegiatan hidup secara maksimal dan efektif. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kemampuan yang terrsimpan di dalam diri merupakan sum-ber energi terbesar yang ada di alam kehidupan kita. kekuatan dari kemampuan dalam diri melebih kekuatan apapun. Ketika kita mengalami sesuatu dan ber-keyakinan dengan kemampuan yang kita miliki, maka segala masalah tersebut ternyata dapat kita atasi dengan baik. Kekuatan kemampuan di dalam diri kita memang telah menjadi semacam simpanan energi yang setiap saat dapat kita pergunakan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang mendera kehidup-an kita. dalam hal ini satu hal yang harus kita lakukan, yaitu meyakini bahwa kita mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang menghadang kehidupan kita. Ya, kita harus yakin bahwa kita mampu menyelesaikan setiap permasalah-an yang hadir dalam kehidupan kita. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki oleh alam.&lt;br /&gt;Banyak orang yang berhasil dalam hidupnya setelah dia menyadari bahwa di dalam dirinya ada sesuatu yang sedemikian besar peranannya untuk menyokong keberhasilannya tetapi sama sekali tidak diaktifkan. Banyak orang yang sibuk dengan berbagai macam urusan untuk menggapai keberhasilan diri tetapi mengabaikan faktor intern yang ada di dalam dirinya. Mereka mengabai-kan kemampuan atau potensi yang ada di dalam dirinya sehingga seringkali yang terjadi justru segala terbengkalai tidak terurus dan kegagalan merupakan harga mati untuk hasil kegiatannya. Mereka nampak begitu antusias menyelesai-kan pekerjaan, tanggungjawab hidupnya tetapi melupakan energi yang sebenar-nya ada di dalam dirinya sendiri. Mereka lebih mempercayai segala hal yang ada diluar dirinya dengan mempergunakannya sebagai sarana untuk memperjuang-kan segala angan-angan dirinya, tetapi kemudian sama sekali tidak mampu membangkitkan dan mempergunakan kemampuan yang sebenarnya tersimpan di dalam dirinya. Padahal kemampuan tersebut sudah ada sejak dia lahir ke dunia, hanya karena kurang menyadari maka kemampuan tersebut, maka kemampuan tersebut sama sekali tidak pernah diasah untuk menghadapi permasalahan hidup. Tidak aneh jika ternyata setiap orang merasa berkekurang-an, khususnya terhadap potensi atau kemampuan diri sendiri, sehingga mereka kurang mandiri dalam menghadapi kehidupan ini. Mereka lebih suka memakai tenaga orang lain dan mengabaikan kemampuan diri yang sebenarnya dapat mengerjakan semua pekerjaan yang dihadapi dalam hidup ini.&lt;br /&gt;Kita memang seringkali terlalu ambisius dan mudah terkecoh oleh keadaan yang seperti fatamorgana di siang hari yang panas. Kita seringkali dikelabui oleh fenomena alam, yang memang seringkali memberikan jebakan-jebakan dalam perjalanan hidup kita. Alam seakan-akan memberikan hal terbaik bagi kehidupan kita, tetapi sebenarnya yang diberikan kepada kita hanyalah bayangan semu yang sedemikian absurdnya. Kita melihat sesuatu sebagai se-buah kenyataan tetapi sebenarnya semua itu semu semata. Oleh karena itulah tidak jarang orang yang menderita justru ketika mereka mengikuti apa yang tergambarkan oleh alam ini. Banyak orang yang tergoda oleh keadaan yang diberikan oleh alam di luar diri kita. Mereka begitu terkesima oleh gemerlap kehidupan yang digambarkan oleh dunia luar, walau sebenarnya semua itu hanyalah gambaran semu yang justru menggelincirkan mereka pada jurang ke-sengsaraan hidup. Tetapi, memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk gampang tergoda oleh penampilan baik dari sesuatu yang benar-benar diingin-kan. Dan selanjutnya berusaha untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;Semua itu semata-mata akibat sifat ambisius yang berkembang didalam diri kita sehingga seringkali menyebabkan kita melupakan akal sehat dan lebih menekankan pada keinginan untuk sesegera mungkin mendapatkan apa yang diharapkannya. Selanjutnya hal tersebut telah menjadikan kita lupa bahwa ada sesuatu yang sehartusnya kita pertimbangkan setiap kali mengambil keputusan dalam kehidupan ini. Kita seringkali melupakan eksistensi dan peranan kemam-puan di dalam diri sendiri berkaitan dengan proses dan program menghadapi permasalahan hidup. Potensi diri yang terkadang terlalu lelap dalam diri akibat sama sekali tidak dipergunakan menjadikan orang-orang kehilangan akal dan lebih percaya pada apa yang selintasan dilihat dan ditemui langsung dalam hidupnya. Seperti ketika kita melihat sebuah film, maka setidaknya dalam pikiran kita selalu terbayang bagaimana jika apa yang terjadi di dalam film tersebut benar-benar kita alami dan kita adalah tokoh utamanya. Wah, jika sudah demikian, maka segalanya dapat ludes. Kita pasti kehilangan p[ikiran sehat dan terlalu berambisi untuk mendapatkan segala impian tetapi sama sekali tidak memperhitungkan kemampuan yang ada di dalam diri. Tentunya kalau hal ini kita lakukan, maka segala hal menjadi negatif dan memberikan hasil yang negatif pula. Oleh karena itulah kita perlu menyadari kemampuan diri dan selanjutnya mempergunakan kemampuan tersebut secara proporsional sehingga kehidupan kita benar-benar mencapai kedamaian yang hakiki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3985236928434424229?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3985236928434424229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3985236928434424229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3985236928434424229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3985236928434424229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/sadari-kemampuan-dasar-di-dalam-diri.html' title='SADARI KEMAMPUAN DASAR DI DALAM DIRI'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4399492582112146487</id><published>2008-09-20T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T04:46:55.612-07:00</updated><title type='text'>JANGAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN</title><content type='html'>Orang mengatakan bahwa jika kita menunda pekerjaan yang menjadi tanggungjawab kita, maka artinya kita sedang menumpuk penderitaan sedikit demi sedikit. Penderitaan yang kita tumpuk setiap saat tersebut pada akhirnya terakumulasi dan menghapus kedamaian yang ada di dalam hati kita. jika kita memiliki banyak pekerjaan yang tertunda, maka setidaknya pasti muncul suatu kondisi tidak tenang di dalam hati sebab harus menghadapi bom waktu yang setiap saat pasti meledak dan menghancurkan segalanya. Pekerjaan yang ter-tumpuk ataupun yang tertunda sebenarnya tidak berbeda dengan bom waktu yang terpasang dalam batasan waktu tertentu. Jika tidak segera diselesaikan atau ditangani, maka ledakannya dapat menghancurkan seluruh hasil pekerjaan yang sudah kita lakukan selama ini. Apalagi jika berhubungan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Ketika kita menunda suatu pekerjaan, berarti kita telah menciptakan sebuah gunung permasalahan yang terus bergejolak. Gejolak gunung tersebut setiap saat dapat berubah menjadi ledakan yang maha dahsyat. Ledakan yang dapat menghancurkan segala hal yang ada pada kehidupan kita. Dan, hal itu berarti kita telah kehilangan kedamaian hidup. Kita telah kehilangan kebahagia-an hidup. Bagaimana kita dapat hidup damai jika ternyata di dalam diri kita telah mucul suatu kondisi yang selalu dituntut untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam waktu, yang sudah barang tentu dibuat dalam estimasi yang lebih pendek. Waktu yang kta miliki semakin pendek dan kita tidak dapat lagi menghindar untuk menunda-nunda lagi. Jika kondisi seperti ini kita alami sementara kita adalah seorang wiraswastawan, maka sudah barang tentu hal tersebut berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses pekerjaan yang kita pertanggungjawabkan. Masyarakat kehilangan atensi.&lt;br /&gt;Jika pekerjaan yang seharusnya kita selesaikan, tetapi kita biarkan dengan alasan yang tidak penting, maka pekerjaan ini telah menunggu kita untuk di-selesaikan pada waktu mendatang. Ini adalah beban kita. Kalau kemudian ada pekerjaan lain yang pelaksanaannya kita tunda juga, maka itu berarti kita menyimpan beban lagi. Demikian seterusnya. Setiap kali kita menunda pe-kerjaan, maka pada saat itu kita sedang menumpuk penderitaan yang semakin lama semakin banyak dan berat. Penderitaan itu muncul sebab tuntutan dri setiap pekerjaan untuk segera diselesaikan, apalagi pekerjaan tersebut sudah sampai pada dead line yang sudah ditentukan. Tentunya yang terjadi pada kita adalah suatu kondisi yang serba tidak tenang dan hal tersebut berarti meng-hilangkan kedamaian hidup kita. Memang pada mulanya kita merasakan betapa enaknya kita tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai pelaku pekerjaan, tetapi jika pekerjaan yang tertunda tersebut semakin banyak tentunya bukan lagi sebuah kesenangan yang bakal kita hadapi tetapi sebuah kebingungan yang sedemikian rupa sehingga terpaksa kita harus melakukan pekerjaan tersebut secara acak dan pada akhirnya mem-pengaruhi kualitas pekerjaan yang sedang kita lakukan. Sementara kita me-ngetahui bahwa kualitas pekerjaan sangat erat hubungannya dengan sumber penghasilan kerja kita. Jika kualitas pekerjaan rendah atau katakanlah kinerja kita rendah, maka sudah pasti atasan kita atau langganan kita berpikir sepuluh kali bahkan seribu kali untuk memberikan kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan pekerjaan yang sama atau pekerjaan yang baru. Itu artinya kita telah menghitamkan nama baik kita diseluruh pandangan mata masyarakat, baik itu atasan kita maupun langganan pekerjaan kita. Apa yang bakal terjadi jika kondisi seperti itu kita alami?! Kita bakal mengalami kehancuran hidup!&lt;br /&gt;Semakin banyak pekerjaan yang kita tunda, maka semakin banyak beban yang harus kita tanggung. Semakin tidak nyaman pikiran kita sebab setiap saat selalu berpikir tentang pekerjaan yang terbengkalai akibat penundaan yang kita lakukan. Hal ini tentunya sangat menyiksa batin kita, apalagi jika pekerjaan yang kita tunda tersebut tiba-tiba diperintahkan untuk segera diselesaikan pada waktu yang singkat. Akibatnya kita bakal kelabakan dan pekerjaan yang sebenarnya menjadi tanggungjawab berubah menjadi sebuah beban. Apalagi jika kita terkena dead line, wah pokoknya semua bakalan kacau dan tidak terkontrol sehingga pekerjaanpun menjadi amburadul, tidak karuan. Kalau sebuah peker-jaan yang sebelumnya mempunyai posisi sebagai tugas dan kewajiban sebagai seorang pelaksana, maka dengan proses penundaan tersebut, maka dapat ber-ubah menjadi beban kehidupan. Apa yang bakal kita alami dan rasakan jika sebuah pekerjaan telah berubah menjadi sebuah beban kehidupan? Tentunya segalanya terasa berat dan menyiksa batin kita! Lantas, apa namanya jika se-suatu telah menyiksa batin kita?!  Adakah kedamaian dapat tercipta jika perasa-an atau kondisi hati kita tersiksa? Sebaiknya kita tidak perlu menunda-nunda pekerjaan jika menginginkan kehidupan yang penuh kedamaian.&lt;br /&gt;Akibat dari penundaan pekerjaan tidak hanya pada satu aspek saja, tetapi banyak hal yang terimbas. Pada saatnya akan terjadi reaksi nuclear, yaitu reaksi berantai yang susul menyusul dan saling membentur dan meledak. Sungguh, akibat dari penundaan pekerjaan sangat tidak nyaman bagi hati kita. Kondisi tersebut dapat menghalau kedamaian yang bersemayam di dalam hati kita. dan, jika ekdamaian hilang, maka itu artinya kita tidak bakal bahagia! Ada banyak aspek yang terpengaruh oleh kebiasaan menunda pekerjaan. Pengaruh tersebut dapat berubah kehilangan sesuatu yang kita miiki atau kita menjadi berpikir tentang cara-cara cepat menyelesaikan pekerjaan yang terbengkalai. Tentunya hal tersebut sangat menyerap energi dan membuyarkan tingkat konsentrasi yang sudah terbangun sejak awal pekerjaan dilakukan. Bahkan tidak jarang dengan menumpuknya pekerjaan akibat proses penundaan, maka muncullah sikap malas, kemalasan yang sedemikian hebatnya sehingga penyelesaian pekerjaan-pun menjadi semakin lama sebab harus menunggu kehadiran semangat bekerja-nya. Memang, penundaan yang kita lakukan terhadap pekerjaan-pekerjaan pada akhirnya menjadikan kita malas untuk mengerjakan, apalagi jika pekerjaan yang ditunda tersebut telah berhasil memaksa kita untuk melakukan tindakan-tin-dakan penyelesaian sehingga bagaimana-pun kita harus menyelesaikan semua pekerjaan yang ditunda. Sehingga hal tersebut menjadikan kita malas sebab melihat sekian banyak pekerjaan yang terbengkalai dan menghadirkan ke-engganan di hati kita. Pekerjaan tertunda yang sudah menumpuk seringkali menjadikan kita merasa tertekan dan selanjutnya hal tersebut menjadikan kita kehilangan kebebasan untuk melakukan sesuatu yang biasanya mereka abaikan, sekarang harus diperhatikan lebih seksama. Konsentrasi kerja lebih difokuskan kepada pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan pada waktunya dan sekarang menjadi semacam beban kehidupan. Lantas apa yang bakal kita alami jika ternyata kita menganggap pekerjaan sebagai beban hidup?! Semua sudah memahami hal-hal yang bakal dialami jika kita mengabaikan pekerjaan dengan menunda-nundanya.&lt;br /&gt;Menunda pekerjaan itu berarti kita berhutang. Dan, kalau kita berhutang, maka berkewajiban untuk melunasinya. Kalau hanya satu pekerjaan yang kita tunda, mungkin tidak menjadi permasalahan sebab hanya satu. Tetapi, jika pekerjaan yang kita tunda sudah cukup banyak, maka kita pasti kelimpungan karenanya. Kita serba terburu-buru. Kita selalu dikejar waktu. Kita selalu ditagih hasil pekerjaan. Dan, sebagainya. Bagaimana kita dapat hidup damai dan baha-gia jika setiap hari hati kita tidak tenang? Setiap hari pikiran dipenuhi perma-salahan pekerjaan yang belum rampung?! Apalagi jika kita bertemu dengan para pimpinan atau orang-orang yang berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan yang tertunda tersebut. Tentunya hati kita tidak bakal tenang setiap kali mendengar nama orang-orang tersebut, bahkan setiap kali kita masuk ke lingkungan pekerjaan, maka setiap kali itu pula didalam hati kita timbul semacam perasaan takut dan resah. Ya, kita bakal merasakan adanya tekanan yang sedemikian besar dan kuatnya terhadap hati dan batin kita sehingga ketenangan menghilang dari kehidupan kita.  Setiap kali kita bakal diserang oleh perasaan bersalah dan keinginan untuk segera menyelesikan beban pekerjaan sesuai dengan estimasi waktu yang disediakan atau dialokasi ulang, dan umumnya estimasi waktu ulang ini adalah estimasi limit. Kita tidak lagi mendapatkan tambahan waktu dlam penyelesaian pekerjaan melainkan sudah termasuk dalam dead line. Tak ada lagi kesempatan untuk mengulur waktu bekerja, sehingga kita terpaksa harus lembur-lembur bekerja tetapi dengan tanggungan finansial yang tidak bertambah, bahkan kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menye-lesaikan pekerjaan tersebut, misalnya karena kita harus mengajak orang lain untuk mengerjakannya dengan sistem borong kerja. Untuk borong kerja, kita harus bersepakat dengan para pekerja tersebut dengan menentukan biaya yang harus kita sediakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;Hidup ini adalah tanggungjawab, kewajiban, disamping kebuTuhan pa-ling hakiki agar eksistensi kita tetap ada. Dengan kehidupan yang kita miliki, maka eksistensi diri kita tetap ada dan diperhatikan oleh orang lain. Dan, salah satu aspek penting yang harus diperhatikan agar eksistensi kita tetap ada adalah dengan melakukan kegiatan yang menghidupi hidup. Dengan bekerja, maka kita dapat menjaga eksistensi diri kita. Sebagai sebuah konsekuensi yang menjadi tugas dan kewajiban, maka bekerja merupakan keharusan bagi setiap orang. Tentu saja pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing orang sangatlah ber-beda dan tentunya hal tersebut memberikan hasil yang berbeda pula. Mengenai hasil pekerjaan merupakan sesuatu yang bersifat relatif sebab setiap orang hasil pekerjaannya tidaklah selalu sama, walaupun jenis pekerjaan, kualitas dan kuantitas pekerjaannya sama sebab hal tersebut berkaitan dengan berbagai hal, salah satunya masa kerja dan kinerjanya. Hidup ini merupakan rangkaian tanggungjawab yang harus diterapkan dan dijalani sebagai sesuatu yang bersifat kodrati sebagai perwujudan dari kewajiban hidup. Seperti dikatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia salah satunya adalah untuk berusaha memper-tahankan kehidupannya dari kemusnahan. Manusia diciptakan Tuhan sebagai salah satu bentuk perintah untuk menjaga kondisi sebagai penyeimbang dan sekaligus memimpin kehidupan di dunia. Dalam hal ini Tuhan telah memberi-kan perintah kepada kita untuk terus berusaha agar kehidupan terjaga dan eksistensi kitapun tidak tergerus oleh perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup ini. Bagaimanapun hidup memang sangatlah dinamis sehingga setiap saat perubahan merupakan hal yang biasa dan harus dihadapi sebagai sebuah Ke-nyataan hidup. Perubahan itu harus dihadapi dan dicarikan solusinya jika per-ubahan tersebut berupa permasalahan hidup. Kedinamisan hidup inilah yang seharusnya menjadikan kita terus menerus menerapkan kreativitas dan me-ngembangkan sagala kemampuan yang kita miliki sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kita untuk kehidupan. Salah satu hal yang perlu diper-hatikan dalam hal in adalah jangan sampai kita melakukan penundaan terhadap setiap pekerjaan yang menjadi tugas dan kewajiban kita. Kita harus melaksana-kan setiap pekerjaan kita secara bertanggungjawab dan bukan sebagai sesuatu yang membebani hidup. Bekerja adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh semua orang dan bukan sesuatu yang aneh dan harus dipermasalahkan. Adalah sebuah kesalahan jika kemudian kita menganggap dan memandang pekerjaan atau bekerja itu sebagai sesuatu yang mengekang hidup sebab aktivitas tersebut merupakan sesuatu yang bersifat kodrati.&lt;br /&gt;Bekerja adalah aktivitas diri yang diarahkan untuk memberikan sesuatu pada hidup agar tetap eksis. Dengan bekerja, maka kita dapat memperoleh banyak hal yang menopang kehidupan. Kita dapatkan dana untuk menghidupi kehidupan sebab dengan dana tersebut, maka kita dapat memenuhi kebuTuhan hidup, misalnya makan, minum, tempat tinggal dan pakaian serta kelengkapan hidup lainnya. Jika kita bekerja dengan baik, maka hasil pekerjaan juga baik dan diharapkan dapat menutup segala permasalahan hidup. Bagaimana jika kita tidak bekerja?! Kita hidup memerlukan berbagai sarana dan prasarana sehingga dapat mempertahankan eksistensi kita sebagai pribadi yang eksis. Dengan be-kerja, maka kita dapat menunjukkan pada semua orang bahwa eksistensi kita terjaga dan mampu menghadapi setiap permasalahan secara baik dan benar sehingga tidak terancam oleh kondisi yang negatif. Bekerja itu sebuah aktivitas yang positif bagi kehidupan dan sebagaimana kita ketahui kita harus selalu berpikir positif untuk dapat menciptakan sebuah kondisi hidup yang terjamin. &lt;br /&gt;Kalau kita sudah menetapkan diri untuk bekerja, maka sebagai kon-sekuensinya kita harus melaksanakan semua jenis pekerjaan secara konsek dan setiap kegiatan pekerjaan harus dilakukan secara intens. Hanya dengan cara seperti itulah, maka kita dapat memberikan kontribusi yang memadai untuk memberikan hasil bagi kehidupan kita. Pekerjaan yang kita lakukan merupakan jembatan bagi kita untuk mencapai tingkat kualitas hidup yang lebih baik sehingga jika kita tidak menerapkannya atau menjalankannya secara baik, maka akibatnya kita dapat mengalami kesulitan hidup. Misalnya pada saat kita harus menunda-nunda pekerjaan, pasti kita bakal mengalami kesulitan hidup.&lt;br /&gt;Pernahkan anda berpikir, apa yang terjadi seandainya kita tidak bekerja? Apakah anda pernah membayangkan apa yang kita alami seandainya pekerjaan tidak kita miliki? Atau mungkin anda pernah dan sedang berada pada posisi tidak bekerja?  Apa yang kita rasakan saat kita kehilangan suatu pekerjaan yang selama ini telah memberikan beberapa masukan dan menjadi tulang punggung bagi keluarga kita. Bagaimana perasaan orang-orang yang selama ini menjadi tanggungan kita jika kita tiba-tiba kehilangan pekerjaan? Bagaimana tanggapan mereka? Lantas, bagaimana sikap orang-orang terhadap kondisi terbaru yang kita miliki? Dan, masih banyak lagi hal-hal yang harus kita pertimbangkan atau pikirkan jika kondisi benar-benar berubah. Dengan bekerja, maka segala kemam-puan yang kita miliki dapat kita manifestasikan sebagai kegiatan konrkit untuk menciptakan kreasi-kreasi baru dalam bidang kerja kita dan menciptakan bermacam kemungkinan untuk menciptakan lapangan atau jenis pekerjan yang baru. Sebenarnya, pada saat kita melakukan pekerjaan, pada saat itu pula pikiran kita melakukan pengembaraan dan pemikiran ulang terhadap segala hal yang telah kita lakukan dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru dan dapat menjadikanya sebagai lapangan pekerjan yang memungkinkan bagi orang lain atau diri sendiri. Mengapa demikian? Sebab, pada saat kita melakukan peker-jaan, maka pada saat tersebut pikiran kita benar--benar aktif dan terus melakukan kegiatan-kegiatan teknis di dalam otak. Kita selalu berkembang dan mengembangkan kondisi yang kadangkala merupakan kelanjutan dari yang kita kerjakan atau pengembangan-pengembangan yang benar-benar baru .&lt;br /&gt;Pastinya kita merasakan bahwa hidup sedemikian sulitnya sehingga bukan sesuatu yang aneh jika semua orang berebut mencari pekerjaan. Orang saling berebut mendapatkan pekerjaan, bahkan tidak sedikit yang menem-puhnya dengan sistem ‘tukar guling’ antara pekerjaan dengan sejumlah uang. Ini fenomena yang sejak dahullu menjadi kebiasaan dari orang-orang kita, membeli pekerjaan. Mereka tidak peduli walaupun pada awal-awal bekerja, gaji yang mereka terima tidak lain adalah uang mereka sendiri. Pekerjaan telah dijadikan sebagai dewa penyelamat kehidupan. Tanpa bekerja/pekerjaan, mereka berpikir tidak berbeda jauh dengan kematian. Tanpa bekerja adalah kematian. Lantas, mengapa kita yang sudah bekerja ternyata menyia-nyiakannya dengan cara menelantarkan/menunda-nunda pekerjaan tersebut?! Dalam hal ini kita artikan bahwa tanpa bekerja, maka pikiran kita mati, tidak mengalami pengembangan dan perkembangan yang proporsional sesuai dengan kondisi pada saat kita sedang berada. Kalau kita tidak bekerja kita membiarkan pikiran kita, energi jiwa kita terbengkalai tanpa penyaluran yang sesuai dengan kebuTuhan diri dan itu artinya sama saja dengan mati! Energi hidup yang tidak tersalurkan tidak berbeda dengan orang yang telah kehilangan jiwa dan arwahnya, mati! Seharusnya kita terus danterus mengaktifkan pikiran kita sebab energi pikiran itu ketika dipergunakan bukanlah berkurang melainkan bertambah banyak. Kita perlu menyadari bahwa ketika kita memikirkan sesuatu sebagai bentuk pe-nyaluran energi, maka selama kita berpikir tersebut ternyata banyak sekali hal yang muncul yang kadangkala sudah diluar hal yang sedang kita pikirkan setiap kali kita memikirkan sesuatu, maka disaat-saat tersebut selalu muncul hal-hal lain dan kita anggap sebagai sesuatu yang memungkinkan untuk dilakukan. Orang-orang seringkali mengatakan hal tersebut sebagai ide-ide cemerlang. Ya, ide-ide seperti itu seringkali muncul ketika kita sedang memikirkan sesuatu atau melakukan perkajaan kita. Tetapi sangat tidak ada ketika kita hanya diam tidak melakukankegiatan apa-apa. Semakin lama otak kita diamkan, maka semakin ayem energi yang ada di dalam otak kita sehingga kemampuan berpikirnya-pun mengalami kemunduran. Otak itu adalah bagian tubuh kita yang paling banyak membutuhkan dinamisasi hidup agar dapat hidup. Otak itu bagian tubuh yang menentukan hidup atau matinya seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, otak jangan dibarkan mati tanpa kegiatan hidup.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, sebaiknya kita tidak menunda-nunda pekerjaan kita sehingga hidup kita tidak berbeban. Jika setiap pekerjaan yang menjadi tang-gung jawab kita selesai sesuai dengan program yang telah kita susun, maka kita tidak lagi berhutang dan beban tersebut dapat hilang. Dengan demikian, maka kondisi hati kita dapat damai dan pada akhirnya dapat menuju pada kebahagia-an hidup. Pekerjaan yang terselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan menjadikan kita sebagai sosok yang menghargai waktu dan keper-cayaan orang lain. Penghargaan kepada waktu merupakan efektivitas diri yang paling tepat sehingga kita tidak lagi mengalami kekacauan waktu dan peng-hamburan tenaga, energi yang tidak sesuai dengan penggunaannya. Sementara kepercayaan orang lain merupakan suatu hal yang sedemikian pentingnya sebagai perwujudan bahwa eksistensi kita sebagai manusia benar-benar dianggap ada oleh orang lain dan timbul kebanggaan dalam diri karena kondisi ini. Inilah yang terpenting bagi kehidupan kita di dunia.&lt;br /&gt;Kalau kita dapat hidup secara damai dan bahagia, kenapa pula kita harus menyiksa diri dengan menunda-nunda pekerjaan? Kalau kita dapat menyele-saikan pekerjaan pada hari ini, kenapa pula harus ditunda hingga besok atau lusa?! Kenapa hal tersebut sering kita lakukan? Ada peribahasa yang me-ngatakan,” Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian; Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Ini merupakan bentuk atau perwujudan kenyataan bahwa untuk dapat mencapai kebahagiaan, kita harus bekerja keras. Bekerjalah secara baik, keras agar dapat mencapai kebahagiaan. Jangan lagi menunda- nunda pekerjaan! Lebih baik kita bersantai-santai setelah pekerjaan selesai daripada bersantai-santai tetapi beban hidup menggantung diatas kepala kita. siap menghajar butir kepala kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4399492582112146487?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4399492582112146487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4399492582112146487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4399492582112146487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4399492582112146487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/jangan-menunda-nunda-pekerjaan.html' title='JANGAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5166040124484241643</id><published>2008-09-20T22:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T20:49:30.364-07:00</updated><title type='text'>BERSIKAP DEWASA MENGHADAPI HIDUP</title><content type='html'>Bersikap dewasa? Wah, berarti dalam hal hal ini kita dianggap belum dewasa ya?! Sungguh keterlaluan! Tentunya semua orang tidak akan menerima jika diirnya dianggap belum dewasa. Hal ini jelas memberikan dampak yang kurang baik bagi kondisi kejiwaannya. Selanjutnya kondisi kejiwaan yang ku-rang baik ini memberikan dampak negatif secara keseluruhan pada kehidup-annya. Semua orang menganggap bahwa dengan kedewasaan yang dimilikinya, maka kita dapat mengembangkan diri sesuai dengan kondisi diri kita.&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan bertujuan untuk mengatakan bahwa anda belum mampu berpikir dewasa. Ini hanyalah sebuah ajakan untuk menempatkan diri sebaik-baiknya dalam koridor yang sesuai dengan apa yang terjadi di luar diri. Ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kondisi di dalam diri dengan di luar diri. Penulis berharap setelah sidang pembaca membaca wacana yang tertulis di buku ini, maka terbit sebuah kondisi hidup yang didasari oleh pola lebih baik dan terarah pada kebahagiaan hidup. Kita perlu menyadari bahwa tujuan hidup kita yang terutama adalah menggapai kebahagiaan hakiki.&lt;br /&gt;Seringkali kita sebagai orangtua membentak atau menasehati anak-anak agar dapat bersikap dewasa pada saat menghadapi persoalan hidup. Hal ini karena anak-anak memang belum mampu menentukan pilihan terbaik bagi kehidupannya, alias belum dewasa! Jika ungkapan tersebut kita arahkan kepada anak-anak bukanlah sebuah permasalahan yang besar sebab mereka memang masih membutuhkan arahan dari kita untuk lebih memfokuskan langkah ke tujuan hidupnya. mereka memang masih dalam proses mencari apa yang seharusnya dilakukan untuk dapat mewujudkan cita-cita hidupnya. Dan, justru karena itulah, maka mereka membutuhkan arahan dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Tetapi, bagaimana dengan kita yang sudah beranak pinak? Masih pantaskah kita diarahkan untuk bersikap dewasa dalam menghadapi kehidupan? Apakah kita ini belum dewasa? Apakah setiap saat kita masih harus diarahkan untuk bersikap hidup lebih dewasa, sedangkan kondisi kita dapat di-katakan sudah dewasa?!&lt;br /&gt;Kedewasaan seseorang menunjukkan pada kita bagaimana seseorang menghadapi kehidupan dengan berbagai kondisi secara bertanggungjawab serta mempunyai solusi-solusi yang tepat untuk menghadapi setiap konsekuensi kehidupan yang dihadapinya. Kita memang mengetahui bahwa sebenarnya seseorang dapat dianggap dewasa beradasarkan 3 (tiga) hal, yaitu dewasa dalam usia, dewasa dalam sosial, dan dewasa dalam susila. Kedewasaan seseorang memang sangat terkait dalam tiga hal tersebut dan agar seseorang mempunyai atau mencapai kedewasaan yang utuh, maka dia harus sampai atau mencapai tiga kondisi kedewasaan tersebut. Kalau hanya faktor usia yang sudah banyak (tua), itu bukan berarti secara langsung dapat menunjukkan bahwa seseorang itu telah mencapai kedewasaan diri atau kadang kala dilihat dari sejarah pernikahannya, jika sudah pernah mneikah berarti dianggap sudah dewasa.. Demikian juga jika ternyata seseorang telah mencapai kondisi sosial yang cukup, bahkan kaya raya, bukan berarti dia dapat dianggap telah dewasa. Serta seseorang yang telah mencapai kondisi susila yang baik, bukan berarti dia telah dewasa. Kedewasaan seseorang merupakan keuTuhan dari ketiga hal tersebut diatas. Jika salah satu dari ketiga hal tersebut belum dapat dicapai seseorang, maka dia tidak dapat dikatakan telah mencapai kedewasaan diri. Misalnya, sseorang telah mencapai usia yang cukup, di negeri ini seseorang dikatakan telah mencapai kedewasaan usia saat berusia dua puluh tahunan, tetapi ternyata faktor sosial belum mencukupi, apalagi faktor susila belum mencukupi, maka tidak dapat dikatakan telah dewasa.&lt;br /&gt;Kedewasaan usia artinya seseorang telah mencapai atau mencapai usia kalender yang sudah cukup, misalnya diatas tujuh belas tahun. Di negeri ini, jika seseorang telah mencapai usia di atas tujuh belas tahun dan atau sudah menikah, maka secara langsung sudah dianggap telah mencapai usia kedewasaan. Anak-anak yang sudah mencapai usia tujuh belas dianggap telah mempunyai ke-sadaran atau kesanggupan untuk menghadapi kehidupan secara bertanggung-jawab terhadap segala hal yang dilakukannya dalam kehidupan. Anak-anak yang sudah mencapai usia dewasa harus mempertanggungjawabkan setiap kelakukan atau perbuatan yang dilakukannya dalam kehidupan. Dalam hal ini orangtua sudah bukan lagi sebagai penanggungjawab penuh atas segala per-buatan anak didik. Dalam hal upaya mencapai kedamaian hidup yang hakiki, maka faktor kedewasaan usia sangat menentukan sehingga kehidupan anak ini jika melakukan kesalahan tidak sulit. Hal ini didasari pada kenyataan konsep bahwa anak-anak yang telah mencapai usia dewasa dianggap sudah mampu mengetahui dan membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mampu menentukan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukannya. Memang hal ini sebagai sebuah anggapan secara umum, tetapi setidaknya ketika anak mencapai usia dewasa, maka mereka harus dapat me-nanggung setiap hasil perbuatan yang telah dilakukannya tanpa harus melibatkan orangtua secara langsung. Setiap perbuatan adalah tanggungjawab pribadinya. Begitulah yang selama ini berlaku di dalam kehidupan bermasya-rakat sehingga secara umum semua elemen masyarakat menerapkannya sebagai sesuatu yang lumrah dan harus diikuti oleh semua anak oleh karena itulah, maka tidak aneh saat anak melakukan suatu perbuatan yang menyimpang dari pola kehidupan positif masyarakat, maka mereka harus menanggungnya hingga berhadapan dengan hukum yang berlaku di negeri ini. Jangankah yang sudah dewasa, sedangkan yang kecil saja, di negeri dapat masuk ke penjara atau berurusan dengan hukum jika telah melakukan kesalahan yang  melanggar pola kehidupan positif di masyarakat.anak kecil yang dalam hal ini masih berada dalam pertanggugjawaban orangtua saja dapat dipermasalahan secara hukum jika telah melakukan pelanggaran pola kehidupan positif di masyarakat, apalagi yang sudah dewasa. Begitulah yang terjadi di dalam kehidupan masya-rakat kita. Oleh karena itulah, maka agar seseorang atau secara umum kita dapat mencapai kedamaian hidup yang selanjutnya dapat membawa kita pada istana kebahagia-an hidup, maka kita harus meyakinkan diri bahwa dengan usia yang telah dewasa, maka segala tindak tanduk perbuatan kita dimasyarakat haruslah mencerminkan seseorang yang sudah dewasa. &lt;br /&gt;Sekali lagi kita perlu menyadari bahwa sebenarnya kedewasaan orang di negeri kita ini salah satu indikasinya adalah usia orang tersebut, jika usia sese-orang telah mencapai tujuh belas tahun atau sudah menikah, maka secara langsung dia sudah dianggap dewasa. Oleh karena itulah, maka dia harus berani bertanggungjawab terhadap segala hal yang diakukannya selama bergaul dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Sementara itu, kedewasaan dari segi sosial berarti bahwa seseorang dapat dikatakan sudah dewasa jika dia sudah dapat memenuhi kebuTuhan hidupnya secara mandiri, artinya dia sudah mempunyai pekerjaan yang dapat dijadikan sebagai menggantungkan hidupnya dan jika perlu keluarganya. Seseorang yang telah mempunyai sumber penghasilan yang layak untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, maka orang tersebut dapat dikatakan telah dewasa secara sosial. Umumnya, dalam hal ini akibat pekerjaan yang sudah dimilikinya, maka dia sudah mempunyai rumah, segala kebuTuhan hidup, bahkan status sosial di masyarakat. Orang-orang yang sudah dewasa secara sosial pada umumnya adalah mereka yang mempunyai kesempatan hidup secara layak, mempunyai pekerjaan tetap dengan penghasilan yang mencukupi kebuTuhan hidupnya, selanjutnya, jika memang diperlukan, dia mempunyai kedudukan yang patut diperhitungkan dalam pola pergaulan kemasyarakatan, misalnya sebagai tokoh masyarakat atau sebagai orang-orang  yang eksistensinya diperhitungkan di dalam kehidupan bermasyarakat. Orang-orang yang mempunyai tingkat ke-dudukan sosial yang mencukupi merupakan orang-orang yang secara lang-sung mempunyai kemampuan untuk melakukan hal-hal yang berguna ataupun yang tidak berguna bagi kehidupan di masyarakat.  Dengan kemampuan yang di-milikinya tersebut, maka setidaknya mereka mempunyai kesempatan yang lebih banyak bagi upaya perbaikan pola kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Kedewasaan sosial menunjukkan pada kita seberapa tingkat kemampuan seseorang dalam menjawab setiap tantangan kehidupan bermasyarakat. Kehi-dupan bermasyarakat itu sangatlah luas jangkauannya sehingga kita tidak dapat hanya melihat dari satu sisi semata. Kemampuan inilah yang selanjutnya dijadi-kan sebagai salah satu indikasi untuk menyatakan seseorang itu sudah layak dikatakan dewasa ataukah belum. Seseorang yang secara usia sudah dapat dikatakan sudah dewasa sebab usianya sudah cukup dan sudah mneikah, tetapi tetap saja dianggap belum dewasa jika ternyata dia tidak mempunyai pekerjaan tetap yang memberikannya penghasilan tetap untuk kehidupan dirinya sendiri dan keluarganya. Seseorang yang belum mampu memberikan rasa aman secara sosial untuk dirinya ataupun untuk keluarganya, maka dapat dikelompokkan sebagai orang-orang yang belum mempunyai kedewasaan yang mencukupi.&lt;br /&gt;Berdasarkan kondisi seperti inilah yang selanjutnya ternyata menjadikan banyak orang kehilangan semangat untuk mencapai kedewasaan secara utuh. Kita seringkali melihat dan mendengar seseorang tidak mau menikah sebab merasa belum mecukupi dari segi sosialnya. Mereka beranggapan bahwa yang didapatkannya dari hasil kerja kerasnya sama sekali belum mampu untuk menutup atau memenuhi kebutuhan hidup sosialnya, apalagi harus menghidupi sebuah keluarga. Mereka merasa belum mampu melakukan hal tersebut sehing-ga merasa ragu dan akhirnya menimbulkan kesan sebagai pribadi yang belum dewasa. Mereka memang mempunyai kemampuan untuk hidup secara sosial, tetapi merasa belum mampu untuk menghidupi keluarganya, artinya belum menikah, maka mereka dikatakan belum dewasa. &lt;br /&gt;Seseorang yang dikatakan telah dewasa secara sosial memberikan kontribusi yang utuh terhadap segala upaya untuk mencukupi segala kebuTuhan hidupnya sehingga tidak ada kekurangan yang menyebabkan kehidupannya menderita atau keluarganya menderita sebab kekurangan dana dalam kehidup-an sosial. Kedewasaan seseorang dalam segi sosial-pun menunjukkan kondisi sampai dimana kemampuan orang tersebut dalam melakukan interaksi sosial dalam kehidupan rmasyarakat. Bagaimana seseorang menempatkan diri dalam hubungan kemasyarakatan menunjukkan kedewasaan dirinya. Seringkali kita melihat betapa seseorang dipercaya oleh hampir semua orang untuk menjadi wakil mereka atau pimpinan mereka dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Sebenarnya, kedewasaan seseorang yang dilihat berdasarkan kondisi sosial bukan semata-mata berdasarkan kondisi kehidupan sosial atau harta ben-danya saja. Harta bukanlah menunjukkan tingkat kedewasaan sosial, melainkan sekedar sebagai perwujudan keberhasilan segala usaha hidup yang dilaku-kannya. Harta seringkali dijadikan sebagai tata ukuran tingkat sosial seseorang sementara dalam kehidupan bermasyarakat sehingga kita seringkali mendengar istilah strata sosial atau tingkatan sosial seseorang dalam kehidupan bermasya-rakat. Strata sosial diartikan sebagai tingkatan kedudukan seseorang yang lebih didasarkan pada kemampuan finansialnya dibandingkan dengan orang keba-nyakan.&lt;br /&gt;Selama ini kita memang telah salah kaprah dalam menentukan keduduk-an seseorang yang didasarkan pada kondisi kehidupan finansialnya. Kebanyak-an atau secara umum jika seseorang memiliki kondisi finansial hidupnya sangat berkecukupan, maka secara langsung mereka mengatakan bahwa seseorang tersebut memiliki kedewasaan sosial yang cukup bagus. Tapi apakah memang seperti itu halnya? Apakah seseorang yang mempuyai kedudukan finansial yang cukup lantas dapat dikatakan sebagai berkedudukan sosial yang tinggi?! Apakah selanjutnya kedewasaan sosial seseorang hanya didasarkan pada kondisi ke-bendaan, fiasial dari seseorang tersebut? Tentunya tidak demikian kenyataan-nya.&lt;br /&gt;Kedewasaan sosial itu sebenarnya dapat dikatakan sebagai suatu kondisi seseorang terhadap responsibilitasnya pada setiap kondisi kehidupan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sosial dapat diartikan sebagai suatu sikap untuk selalu memperhatikan dan memberikan perhatian yang cukup terhadap semua orang yang ada di sekitarnya sehingga menghadirkan perasaan tertentu yang berkaitan dengan kesetiakawanan terhadap kondisi seseorang di sekitarnya. Orang-orang yang memiliki kedewasaan sosial pada dasarnya memiliki kesadaran sosial yang cukup tinggi sehingga selalu mampu menyisihkan sebagian perhatian dirinya kepada sesamanya, berbagi kasih sayang dan kondisi kebahagiaan dengan orang-orang lain, khususnya yang mengalami kesulitan dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Orang – orang yang memiliki kemampuan untuk berbagai kondisi diri secara proporsional terhadap kondisi kehidupan finansialnya atau kehidupan sosialnya memberikan sebuah pemandangan dan cara memandang kehidupan yang lebih obyektif dan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Orang-orang yang tidak mampu memandang kehidupan ini sebagai sesuatu yang saling mengkait dan menjadi saling menyebabkan kondisi kehidupan manusia secara umum.&lt;br /&gt;Begitulah seharusnya kita memandang kedewasaan sosial seseorang se-bagai suatu sikap hidup yang mempunyai kemampuan untuk menghadapi kehidupan secara proporsional dengan secara intens memperhatikan pola kehi-dupan orang-orang yang berada di sekitarnya sebagai bentuk kesetiakawanan yang cukup tinggi dan menjaga hubungan antar personal untuk selalu dalam kondisi sebaik-baiknya dengan memposisikan pandangan bahwa semua orang mempunyai kedudukan yang sama dalam tata pergaulannya. Tidak ada sese-orang yang lebih tinggi kedudukannya dari orang lainnya, walaupun kondisi finansialnya sangat berlebih dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan di sekitarnya. Mereka hanya berbeda pada kondisi finansial, tetapi secara umum, kedudukan sosial atau hubungan antar personall sebenarnya tidak ada perbeda-annya. Walau yang terjadi selama ni kedudukan finansial ini diidentikan dengan kedudukan sosial seseorang. Dalam hal ini sudah menjadi sebuah ketentuan umum, bahwa mereka yang mempunyai kedudukan finansial tinggi, kaya secara otomatis masuk dalam golongan orang-orang dengan strata sosial yang tinggi, bukan lagi dalam golongan strata ekonomi tinggi. Hal inilah yang seringkali menjadi salah satu indikasi penyebab ketidakdamaian hidup seseorang. Jika seseorang menduduki kondisi finansial yang rendah, serba kekurangan, maka di dalam dirinya secara otomatis timbul suatu perasaan yang tidak kondusif untuk terciptanya sebuah kehidupan yang penuh kedamaian. Salah satu bentuk ke-tidakdamaian tersebut adalah adanya kondiis minder ketika harus berinteraksi dengan orang-orang yang mempunyai kedudukan finansial tinggi. Mereka me-rasa sedemikian kerdilnya sehingga menganggap bahwa manusia hidup itu memang tersusun atas strata-strata sosial yang berbeda. Sungguh, jika sudah terjebak dalam opini seperti itu, maka dimana-pun kita berada, maka ketidak-damaian pasti timbul dan menekan hati kita sebab kehidupan masyarakat kita semakin tidak seimbang, artinya yang kedudukan finansialnya tinggi semakin tinggi, tetapi mereka yang kedudukan finansialnya rendah semakin terpuruk dan tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka hanya menekan perasaan sebagai ben-tuk keterpurukan perasan oleh kondisi finansial kehidupan mereka. &lt;br /&gt;Orang-orang seperti ini menunjukkan bahwa tingkat kedewasaan sosial-nya masih sangat rendah, sehingga apresiasinya terhadap hubungan antar manusia hanya terbatas pada kedudukan finansial semata. Padahal sebenarnya ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekedar kedudukan finansial dalam pola pergaulan bermasyarakat. Hal terpenting tersebut adalah tingkat kepedulian seseorang terhadap kondisi kehidupan sesama yang ada di sekitar-nya. Ya, hal terpenting dalam pola pergaulan masyarakat adalah bagaimana seseorang mem-berikan respon terhadap orang lainnya dan selanjutnya mem-berikan solusi-solusi cantik terhadap setiap permasalahan yang mungkin dihadapi dalam kehidupannya.  Sebenarnya, yang menjadikan kita berbeda atau memiliki kedewasaan sosial adalah tingkat kepedulian kita terhadap setiap permasalahan yang dialami oleh masyarakat di sekitar kita. Seberapa besar tingkat kepedulian kita itulah yang sebenarnya menjadi salah satu indikasi ukuran tingkat kedewasaan sosial seseorang. Semakin besar tingkat kepeduli-annya terhadap kondisi kehi-dupan di masyarakatnya, maka semakin tinggi tingkat kedewasaan seseorang. Orang mengatakan, dalam hal ini salah satunya adalah kedermawanan seseorang terhadap orang yang lainnya. Begitulah, jika seseorang memiliki tingkat kedewasaan sosial yang tinggi, maka segala sepak terjangnya tidak luput dari perwujudan dari kepeduliannya terhadap kondisi kehidupan ini.&lt;br /&gt;Kedewasaan yang ketiga adalah kedewasaan susila. Kedewasaan susila artinya kesanggupan seseorang untuk bersikap sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Dalam hal ini kedewasaan susila sangat erat hubungannya dengan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan susila dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan su-sila artinya tidak lain adalah tindakan-tindakan yang berdasarkan pada norma-norma kehidupan positif yang berlaku dimasyarakat. Susila secara bebas dapat kita artikan sebagai norma atau kondisi positif yang dimiliki dan harus dimiliki oleh seseorang agar kehidupannya dapat lancar dan tidak mengalami hambatan ataupun kesulitan. Dengan aturan hidup kesusilaan ini, maka kita tidak bakalan melakukan hal-hal yang diluar sisi kenormaan dari kehidupan kita. Jika kita melakukan hal tersebut, berarti kita harus melawan pola kehidupan masyarakat secara umum. Semua elemen masyarakat tentunya menjadi musuh kita jika kita melakukan tindakan asusila dalam masyarakat. Oleh karena itulah, agar kehi-dupan kita penuh kedamaian menuju kebahagiaan hakiki, maka kehidupan yang penuh kesusilaan harus dijadikan sebagai salah satu bentuk sikap positif menghadapi kehidupan yang semakin tidak karuan ini. Kita harus menjadikan sikap hidup penuh kesusilan sebagai dasar berinteraksi sehingga pola kehidup-an dapat tertata dan mampu serta memungkinkan bagi kita untuk mencapai ke-damaian yang kita angan-angankan.&lt;br /&gt;Tingkat kedewasaan susila seseorang pada dasarnya terkait dengan ting-kat kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri dalam hal tindakan-tin-dakan yang bersifat susila. Kemampuan seseorang dalam mengendalikan tin-dakan-tindakan asusila menunjukkan seberapa tingkat kedewasaan seseorang, misalnya seseorang yang mampu mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat negatif dengan melanggar norma kesusilaan, misalnya melacur atau bertindak untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain, terutama lawan jenis, memperkosa atau melakukan perbuatan-perbuatan yang dikategorikan sebagai penzinahan, maka kita dapat mengatakan bahwa seseorang telah mempunyai atau mencapai tingkatan kedewasaan diri yang cukup baik. Suka melecehkan orang lain-pun dikategorikan tidak dewasa secara susila. Hal ini sering kali kita lihat dilakukan kaum lelaki terhadap kaum perempuan. Entah dengan pola pemikiran yang bagaimana, sepertinya kaum lelaki merasakan bahwa posisinya berada pada kedudukan superior sehingga dengan seenaknya memperlakukan kaum perempuan sebagai sesuatu yang dapat dipermainkan begitu saja. Tetapi, repotnya juga, kaum perempuan-pun ternyata tidak sedikit yang justru membuka peluang seluas-luasnya untuk diperlakukan seenaknya oleh kaum laki-laki. Kaum perempuan dengan seenak hatinya berpenampilan seronok di tempat-tempat umum sehingga mengun-dang mulut-mulut atau tangan-tangan usil untuk menggodanya. Dalam kasus seperti ini, maka kita dapat mengatakan bahwa yang mengalami kemerosotan kedeawasaan susila adalah kedua pihak, yaitu sang laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;Orang-orang yang telah mencapai kedewasaan susila selalu memposisi-kan dan menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan jika dilihat dari sisi kesusilaan. Dengan langkah dan pola hidup seperti ini, maka setidaknya kita dapat mengkondisikan hati kita dalam keadaan yang damai me-nuju kebahagiaan diri. Kesusilaan yang dimiliki seseorang menjadi indikasi ke-dewasaan seseorang. Semakin dewasa, maka semakin terkontrol kesusilaannya. Orang-orang yang sudah pada taraf kedewasaan susila selalu melakukan intro-speksi atau evaluasi awal sebelum sesuatu mereka lakukan, terkhusus yang berhubungan dengan kesusilaan. Mereka seringkali harus mengalah dan meng-anggap tidak ada apa-apa disekitarnya jika sudah berhubungan dengan kesusila-an. Bagi mereka kesusilaan merupakan sesuatu yang sakral dan tidak boleh di-ganggu eksistensinya. Semua orang mempunyai kewajiban untuk menjaganya.&lt;br /&gt;Sekarang ini kita seringkali melihat kenyataan bahwa semakin hari banyak orang yang kehilangan kedewasaan susilanya, apalagi jika kita melihat ke tempat-tempat umum, seperti mall atau plaza di kota-kota. Banyak orang yang telah kehilangan nilai-nilai norma kehidupan positif sehingga dengan seenaknya melakukan tindakan-tindakan yang lebih mengarah pada kondisi kehilangan kedewasaan susila. Mereka dengan seenaknya bersikap sebagai orang-orang barbar yang tanpa perhitungan dan pertimbangan melakukan se-gala hal hanya untuk menyenangkan hatinya semata. Bahkan tidak jarang mereka bermesraan di tempat - tempat umum, dipandang oleh banyak mata. Mereka seakan tidak memperdulikan betapa semua orang berdecak keheranan melihat sikap mereka yang sangat over acting. Boleh saja kita menyayangi pasangan kita, tetapi tentunya tidak seperti itu kita menyatakannya. Tidak pada tempatnya jika kita melakukan kemesraan dengan pasangan kita, apalagi yang bukan pasangan kita di tempat-tempat umum, dihadapan banyak mata orang. Tentunya hal ini menjadikan kita sebagai orang-orang yang belum memahami tentang kedewasaan susila kita sendiri.  Sebaiknya, jika kita saling menyayang dengan pasangan resmi ataupun bukan pasangan resmi kita, maka tidak perlu kita pamerkan di depan pandangan umum. Sama sekali tidak etis jika hal ter-sebut kita lakukan secara drastic seperti itu. Lebih baik kita pulang atau ke tempat pribadi kita sehingga hanya kita berdua yang melakukannya.&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang dengan seenaknya melakukan tindakan-tin-dakan asusila di dalam kehidupan masyarakat. Bergerak seenaknya sendiri dalam kondisi yang tidak bermoral. Barapa banyak orang yang melakukan tindakan - tindakan amoral, asusila hanya untuk memenuhi kebuTuhan naluri kebinatangannya. Kalau hal seperti itu terjadi, bagaimana mungkin kita dapat hidup secara damai menuju pada kondisi yang serba berbahagia?! Dapatkah kita hidup damai jika ternyata setiap saat kita selalu saja menjadi perbincangan orang akibat sikap kita yang telah kehilangan sisi susila kemanusiaan? Oleh karena itulah, maka kita perlu menjaga kedewasaan susila kita secara baik dan teratur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5166040124484241643?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5166040124484241643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5166040124484241643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5166040124484241643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5166040124484241643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/bersikap-dewasa-menghadapi-hidup.html' title='BERSIKAP DEWASA MENGHADAPI HIDUP'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5802641874624807884</id><published>2008-09-20T22:16:00.002-07:00</published><updated>2008-09-28T00:36:32.327-07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN KEDAMAIAN DAN KEBAHAGIAAN</title><content type='html'>Ketika kita merasakan kehidupan yang tidak aman, maka pada saat itu se-benarnya kita telah kehilangan sebagian dari kedamaian kita. Keamanan yang terancam akibat kondisi yang tercipta untuk kita ataupun sikap serta kondisi yang tidak mendukung keinginan hati dan akhirnya memancing emosi kita sehingga berapi-api, maka pada saat tersebut kita telah kehilangan kedamaian hidup. Hubungan antara kedamaian dengan sebahagiaan sedemikian erat dan dekatnya sehingga kita tidak dapat mengabaikan satu terhadap yang lainnya. Kalau kita membicarakan yang satu, maka yang satuya secara langsung menjadi bagian tak terpisahkan dan selalu bersama-sama sebagai hukum sebab dan akibat, yaitu hukum kausalik yang berlaku secara otomatis dari Tuhan. Kedamaian merupakan dasar dari hidup yang penuh kebahagiaan dan keba-hagiaan hanya dapat tercipta jika kita berada pada kondisi hidup yang penuh kedamaian. Hal ini disebabkan karena hanya dalam kedamaian, maka hati merasa nyaman dan kenyamanan merupakan indikasi dari hidup yang ber-kebahagiaan.&lt;br /&gt;Secara umum, ketika kita berbicara mengenai kedamaian, maka yang ter-bayang di dalam pikiran kita adalah suatu kondisi yang aman, tidak ada ancaman dari dunia luar diri. Semua pola kegiatan hidup dapat dilakukan dan diwujudkan sesuasi dengan program yang telah disusun sebelumnya. Tidak ada permusuhan yang tercipta di antara elemen masyarakat. Semua elemen masya-rakat dapat hidup berdampingan tanpa ada perseteruan negatif yang menye-babkan masing-masing pihak merasa terancam eksistensinya. Semua orang dapat melaksanakan kegiatan hidupnya tanpa harus merasa syak terhadap kondisi dan pola pergaulan yang harus dijalaninya. Setiap orang menjalani kehidupan secara kodrati tanpa harus melakukan manuver-manuver kotor untuk mengkondisikan dirinya sebagai orang-orang berhasil menguasai kehi-dupan dan menganggap orang lain hanyalah pion yang melengkapi kehi-dupannya. Mereka merasa hidup sebagai sosok yang lebih dari pada orang lain sehingga orang lain seharusnya dating kepaanya jika membutuhkan sesuatu. Hal ini selanjutnya menciptakan interaksi sosial antar personall dan menjadikan hidup sebagai sesuatu yang dinamis.&lt;br /&gt;Tetapi, pada kenyataannya semua itu sungguh sangat berbeda.  Teori me-ngenai langkah-langkah menciptakan kondisi aman sungguh berlainan dengan kenyataan yang dihadapi dalam kehidupan yang sebenarnya. Orang - orang selalu mengatakan bahwa mereka sangat mendambakan hidup damai. Tetapi apa yang kita temukan dalam kehidupan nyata? Mereka justru menjadi penyebab ketidakdamaian di lingkungan masing-masing. Mereka selalu saja menerapkan pola kehidupan yang bertentangan dengan konsep dasar kehidup-an penuh kedamaian. Bahkan tidak jarang mereka yang sangat getol menyuara-kan kedamaian ternyata menjadi biang keladi keonaran hidup di masya-rakat.&lt;br /&gt;Masing-masing dari kita selalu berusaha untuk dapat menggapai ke-hidupan yang penuh kedamaian. Segala hal dilakukan untuk dapat mewujud-kan kehidupan yang damai dan hal ini seringkali menyebabkan pola kehidupan tidak lagi damai. Bahwa ketidakdamaian pola kehidupan di masyarakat merupa-kan akibat dari pola hidup yang diterapkan oleh anggota masyarakatnya. Se-bagian besar anggota masyarakat, kita berpikir bahwa kedamaian itu urusan diri masing-masing dan harus berusaha untuk mendapatkannya sendiri-sendiri. Hal inilah yang selanjutnya menjadi permasalahaan krusial sebab sering terjadi friksi antar pribadi akibat egoisme masing-masing pihak untuk mewujudkan keingin-an mereka. Kenyataan inilah yang menjadikan kondisi seakan-akan setiap orang berada pada posisi saling menyikut dan menjatuhkan. Jika hal tersebut salah dimengerti, maka yang terjadi adalah keyataan, yaitu masing-masing personil saling menjegal dan menyikut untuk mendapatkan kedamaian hidup. Padahal sebenarnya kedamaian itu tidak dapat digapai oleh orang perseorang tanpa bantuan atau keterlibatan orang lain. Kita dapat merasakan kedamaian sebab setiap orang mendukung diri kita untuk berada pada kondisi damai, kalau saja orang lain merasa tidak memerlukan kedamaian, maak sudah pasti hidup kita juga tidak pernah damai, apalagi bahagia.&lt;br /&gt;Kita harus menghindari terjadinya friksi antar pribadi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, friksi inilah yang seringkali menjadikan kita kehilangan kondisi damai. Kita berbenturan hati, bahkan fisik sehingga mendatangkan kondisi tidak aman. Akibatnya, seringkali kita menyaksikan terjadinya perang antar saudara, suku, bahkan antar negara. Bahkan, kita pernah mengalami kondisi yang sangat tidak damai, sehingga banyak orang yang tidak bahagia hidupnya. Pada saat itu kondisi sedemikian rupa sehingga orang selalu me-mikirkan keselamatan dirinya yang terancam. Setiap saat harus berhadapan dengan serdadu dan bau amis darah korban perang. Ketika negeri ini dijajah oleh negeri lain karena diinginkan hasil buminya, kekayaan buminya yang sede-mikian besar, maka pada saat itulah kita telah kehilangan kedamaian hidup, apalagi kebahagiaan hidup. Setiap saat kita harus berhadapan dengan kondisi yang tidak nyaman sebab penjajah memang mengkondisikan agar hidup kita tidak nyaman sehingga setiap saat banyak orang yang tersiksa hidupnya, kehilangan kedamaian dan kebahagiaan hidup. Itu merupakan sejarah yang sangat menyiksa dan menjadi teladan agar kita tidak mengalami hal tersebut untuk kedua kalinya. Hidup tanpa kedamaian merupakan kehidupan yang paling menyiksa diri dan menghancurkan masa depan, sehingga kita seharusnya menyadari bahwa kita sangat memerlukan kedamaian sebagai salah satu jembatan menuju kebahagiaan hidup yang hakiki.&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang mati akibat kondisi yang tidak aman, bahkan kondisi yang tidak ada kedamaian. Mereka merupakan korban yang sia-sia. Seharusnya mereka hidup secara bahagia di dunia ini, sesuai dengan kodrat hidupnya. Kita juga demikian, seharusnya dapat hidup secara damai agar bahagia. Segala hal harus kita lakukan dan kondisikan sehingga mampu meng-antar kita menuju keberhasilan membangun masyarakat yang penuh kedamai-an. Setiap saat kita berusaha untuk mengkondisikan kehidupan ini penuh dengan kedamaian sehingga setiap personil atau elemen masyarakat merasakan bahwa kehidupan ini merupakan hal terbaik bagi kita. Bagaimana-pun kita selalu berharap agar hidup kita selalu dalam lingkupan kebahagiaan dan bukan terkungkung oleh kedukaan yang tiada habisnya. Sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan untuk menjadi pemimpin di dunia ini, maka setidaknya masing-masing orang dibekali oleh sikap baik untuk menjaga kehidupan dunia sebagai sebuah kondisi yang terbaik. Pada hakikatnya manusia diciptakan dalam kondisi putih, suci sehingga kodratnya adalah baik-baik, hanya saja kemudian kondisi tersebut snagat berlainan ketika harus berinteraksi dengan orang lain dan menghadapi kodnsii kehidupan yang tidak dapat diatasinya secara baik, maka nilai positif diri mulai tergerus dan pada akhirnya hilang. Bahwa, pada dasarnya kita ini adalah pribadi yang baik. Kita diciptakan oleh Tuhan sebagai sosok yang suci, tanpa dosa dan selalu berpikiran positif terhadap kondisi kehidupan dunia. Coba kita lihat, bagaimana seorang anak berinteraksi dengan lingkungannya tanpa pernah mempuyai syak wasangka terhadap siapapun yang ada di sekitar-nya. Mereka begitu lugu artinya masih begitu asli hidupnya sehingga tidak pernah mempunyai kecurigaan terhadap kondisi kehidupannya, walaupun apa yang dilakukannya mengandung resiko. Hal ini bukan berarti karena anak belum mengerti apa-apa, tetapi begitulah sebenarnya kita diciptakan Tuhan dalam kehidupan ini. Seharusnya pikiran kita adalah pikiran bebas yang tidak didasari oleh berbagai pikiran negatif terhadap orang lain atau terhadap kehidupan ini. Dasar kepribadian kita adalah kepribadian positif tetapi selanjutnya mengalami perubahan drastis ketika kepribadian tersebut harus disandingkan dengan kehidupan alam yang memaksa setiap orang untuk berusaha menjaga eksistensi dirinya. Bahwa selanjutnya sikap kita menjadi negatif semata-mata adalah merupakan respon diri terhadap kondisi hidup yang memang memaksa kita untuk berusaha mempertahankan diri terhadap segala aktivitas hidup yang serba memperkosa diri. Kehidupan selalu memaksa setiap orang untuk selalu berusaha memenuhi segala kebuTuhan hidupnya tanpa harus memikirkan dampak yang terjadi dari setiap kegiatan pertahanan diri tersebut. Bahkan, tidak jarang harus berbenturan dengan orang lain sebab mem-pertahankan kehidupan salah satunya adalah selalu menganggap bahwa orang lain selalu berusaha menyerobot kepentingan diri kita. Asumsi inilah yang selanjutnya membuat setiap orang merasa terganggu bahkan terancam jika seseorang mendekati bidang kerja yang ditanganinya. Dari asumsi tersebut, maka selanjutnya timbul-lah kontra antar pribadi, friksi antar personall dan akhirnya hal tersebut menjadi-kan setiap orang bercuriga terhadap sesamanya. Jika hal tersebut terjadi, maka kita pasti kehilangan kedamaian sebab hidup kita didasari oleh kecurigaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.&lt;br /&gt;Kita harus meyakini bahwa hanya dengan pola hidup yang penuh ke-damaian saja, maka kehidupan dunia ini dapat dijaga dari kehancuran. Dengan kedamaian pasti akan tercipta pola pergaulan antar manusia yang dapat mem-berikan kebahagiaan yang memberikan kita dapat mengaktualisasikan segala kemampuan diri sehingga dapat menjaga eksistensi kehidupan manusia. Siapa lagi yang bakal menjaga eksistensi kita jika bukan kita?! kita diciptakan Tuhan sebagai pemimpin kehidupan dunia, artinya Tuhan sengaja menciptakan kita sebagai makhluk yang berakal, berperasaan dengan tujuan agar dapat menjaga eksistensi kehidupan ini sedemikian rupa sehingga segala hal negatif dalam kehidupan dapat dihilangkan dan selanjutnya dapat menjadikan kehidupan lebih teratur dan tentu saja penuh dengan kedamaian.&lt;br /&gt;Kedamaian dan kebahagiaan merupakan dua aspek kehidupan yang saling berkaitan dan tidak dapat terpisahkan sampai kapanpun.  Kedua aspek ini sepertinya saling bergantung dan tergantung. Bahwa kedamaian pada akhirnya mengarah pada terciptanya suatu kondisi yang membahagiakan. Sedangkan, kebahagiaan yang utuh sudah pasti akan membawa kondisi yang penuh dengan kedamaian. Inilah benang merah yang mengkaitkan antara kedamaian dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin membiarkan kondisi kehidupan yang selalu penuh dengan ancaman. Kitalah yang seharusnya berusaha untuk menghilangkan segala hal yang berkaitan dengan eksistensi kedamaian dengan kebahagiaan yang mungkin tercipta akibat pola pikir dan laku. Kita seharusnya berperan aktif dalam setiap langkah konkrit untuk mengawinkan kedamaian dengan ke-bahagiaan sebagai hasil reproduksi alamiah. Dengan proses perkawinan alamiah inilah, maka reproduksi kehidupan menjadi sebuah fenomena alam, bukan hasil rekayasa ataupun upaya negatif menutupi kepalsuan kondisi.&lt;br /&gt;Kedamaian dan kebahagiaan tidak mungkin kita palsukan sebab dengan memalsukan kondisi tersebut sebenarnya kita telah menanam benih permasalah-an dan penderitaan untuk masa depan. Bagaimanapun kita harus memposisikan pola kehidupan diri kita secara proporsional sehingga tidak begitu merugikan diri sendiri. Keproporsionalan kondisi tersebut harus diasumsikan sebagai se-buah upaya sadar dan dialokasikan sebagai langkah konkrit pertanggung-jawaban terhadap kehidupan diri.&lt;br /&gt;Kedamaian tidak hanya tergantung pada tidak adanya ancaman keaman-an diri terhadap ancaman, melainkan kondisi perekonomian juga dapat menjadi salah satu pemicu hadirnya ketidakdamaian hidup. Oleh karena itulah, maka keinginan hidup secara damai merupakan salah satu dampak dari kondisi per-ekonomian yang kurang mendukung. Kita yang kondisi perekonomiannya ku-rang mampu, bahkan tidak mampu mempunyai kecenderungan untuk menciptakan ketidakamanan dan selanjutnya menjadi ketidakdamaian hidup, yang jika dibiarkan secara terus menerus, maka hal tersebut dapat menjadikan hidup kita kehilangan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Seringkali kita berharap kondisi perekonomian kita dapat meningkat, maka pada saat tersebut kita merasa terancam oleh kondisi yang serba berke-kurangan. Inilah yang penulis maksudkan bahwa perekonomian menjadi salah satu penyebab ketidak-damaian hidup manusia. Manusia mempunyai kecen-derungan untuk hidup serba mudah dan terpenuhi segala kebuTuhan. Hal ini seringkali mendatangkan pola kehidupan manusia yang penuh kegelisahan. Seringkali orang memakai kondisi perekonomian keluarga sebagai salah satu alasan sehingga mereka tidak dapat menggapai kedamaian hidup. Mereka merasa bahwa seharusnya kehdiupan ini dalam kondisi perkonomian yang cukup, bahkan berlebih jika ingin hidup secara damai dan pada akhirnya penuh dengan kebahagiaan. Kita seringkali melihat banyak orang yang mengatakan hidupnya tidak nyaman, tidak tenang dan tidak damai, bahkan tidak bahagia sebab kehidupan ekonominya sangat berkekurangan. Mereka menganggap bahwa kehidupannya terancam oleh kondisi ekomnomi yang kurang.&lt;br /&gt;Kalau kita mengalami kegelisahan dalam hidup, maka hal itu berarti kita mengalami kondisi yang tidak aman dan selanjutnya kondisi tidak aman ini menciptakan ketidaknyamanan. Kalau hidup kita tidak nyaman, maka sudah pasti kita tidak bakal damai. Setiap saat kita selalu berpikir tentang segala hal yang bersifat negatif dan menyerang diri kita. Hidup kita terasa selalu meng-hadapi kondisi negatif yang destruktif sehingga tidak ada kedamaian. Akibatnya kita selalu berusaha untuk mempertahankan diri dari segala hal yang bersifat negatif terhadap diri kita. Kita selalu berusaha menganulir setiap masalah dengan langkah-langkah strategis, yang kadangkala oleh orang lain dianggap sebagai bentuk perlawanan dan akhirnya orang lain berthan pada kondisi yang akhirnya kondisi tersebut menciptakan friksi antar personall.&lt;br /&gt;Apakah kita menginginkan hal seperti itu? Tentunya tidak seorangpun yang ingin hidupnya selalu dilingkupi perasaan gelisah dan tidak aman. Kita cenderung untuk berada pada lingkungan yang memberikan kita kondisi aman. Setiap kali kita menghadapi kondisi negatif yang mengancam, maka segera kita berusaha untuk melepaskan diri. Segala hal kita lakukan untuk menganulir kondisi negatif dan mencoba untuk menciptakan kondisi positif agar kehidupan menjadi lebih baik. Setiap orang berusaha untuk menghilangkan kondisi negatif.&lt;br /&gt;Kita memang harus segera tanggap terhadap kondisi yang kita alami jika menginginkan segala hal menjadi lebih baik. Kita harus berusaha untuk meng-usir segala hal negatif untuk dapat hidup secara damai dan akhirnya mencapai kebahagiaan.  Kita ini mempunyai kewajiban untuk selalu berusaha dalam menghadapi kehidupan. Kalau kita tidak mau berusaha, maka kehidupan kita menjadi sebuah perjalanan tiada arti.&lt;br /&gt;Lantas, apalah artinya hidup kita jika kita tidak mau berbuat sesuatu yang membahagiakan diri dan memberikan kedamaian? Kebahagiaan dan kedamaian memang sangat mahal harganya. Nilainya bagi kehidupan sangatlah penting sehingga dimanapun kita berada, maka kita sangat memerlukannya.&lt;br /&gt;Seringkali orang mengatakan bahwa apa yang dijalani dan diterima dalam kehidupan ini sungguh sangat berlainan dengan apa yang diharap-kannya, bahkan banyak juga yang mengatakan sangat bertentangan. Akibatnya seringkali kita mengalami kekecewaan yang sangat dan menjadikan diri di-rundung penderitaan. Apakah anda juga mengalami hal yang sama? Apakah anda juga mengalami kekecewaan terhadap apa yang telah diberikan kehidupan untuk diri kita? Jika hal itu kita alami, maka sudah pasti hidup kita tidak ten-teram.&lt;br /&gt;Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menciptakan kehidupan yang penuh kedamaian menuju kebahagiaan? Apakah kita membiarkan diri kita tenggelam dan terjebak dalam lingkaran dan balutan hidup yang serba tidak pasti? Tentunya tidak demikian yang kita lakukan!&lt;br /&gt;Langkah-langkah penciptaan dan pengkondisian hidup yang damai di-lakukan secara sadar dan terstruktur dengan selalu bersikap tenang dan meng-hilangkan emosional pada saat menghadapi permasalahan. Kita perlu meng-hadapi setiap permasalahan secara proporsional dan hati lapang sehingga hidup terasa ringan dan tiada bermasalah.  Marilah kita mulai melangkahkan kaki dan tekad untuk lebih menghargai kehidupan secara baik dan jangan matikan hidup dengan berlama-lama dan bermesra-mesra dengan permasalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5802641874624807884?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5802641874624807884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5802641874624807884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5802641874624807884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5802641874624807884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/hubungan-kedamaian-dan-kebahagiaan.html' title='HUBUNGAN KEDAMAIAN DAN KEBAHAGIAAN'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4192658334011782307</id><published>2008-09-20T22:16:00.001-07:00</published><updated>2008-09-22T22:08:46.036-07:00</updated><title type='text'>KEDAMAIAN</title><content type='html'>Mengapa semua manusia menginginkan kehidupan penuh kedamaian? Sementara itu, tidak sedikit yang dengan alasan menciptakan kedamaian tetapi justru menciptakan kondisi yang tidak mendamaikan hati. Kita dapat melihat, banyak orang yang dengan alasan menggapai kedamaian hidup, ternyata justru membuat hidupnya terjepit dalam penderitaan panjang. Berbagai langkah kehidupan diterapkan sehingga membuyarkan kedamaian yang sebenarnya sudah tercipta di tempat tersebut. Misalnya dapat kita lihat dari beberapa ke-jadian hidup yang berkaitan dengan kehidupan orang-orang kecil dinegeri ini. Mereka diobrak sebab hidup di tempat yang salah, sementara itu, mereka me-rasakan kedamaian di tempat tersebut. Hal ini sering kali kita lihat dan dengar serta baca di setiap media massa yang ada di sekeliling kita. Bagaimana mereka diubek-ubek hanya karena menempati tempat yang menurut para penguasa adalah tempat yang salah bagi mereka, sementara mereka sama sekali tidak pernah berusaha untuk memberikan jalan pemecahan yang sesuai untuk bagi para korban tersebut. Bahkan dengan pongah sekali, para petugas membongkar dan menghancurkan segala milik para rakyat kecil tersebut. Seakan merekalah yang sesungguh sang penguasa tersebut.&lt;br /&gt;Pada saat seseorang berupaya mendapatkan kedamaian, sebenanya pada saat tersebut dia mencoba untuk menciptakan sebuah kondisi yang mempunyai kemampuan untuk mengantarkan kehidupan menjadi lebih baik. Hal ini dapat kita lihat dari pola kehidupan yang semakin hari semakin tidak karuan. Bagai-mana seseorang dapat bersikap kontroversi dalam hidupnya hanya untuk men-dapatkan kedamaian dalam hidupnya, semua jalan ditempuh, bahkan bertaruh nyawa sekalipun. Kedamaian menjadi semacam piala yang harus diperebutkan dengan mengorbankan banyak hal, harta ataupun nyawa kita.&lt;br /&gt;Ketika seseorang merasa terganggu kehidupannya, maka pada saat ter-sebut dia berusaha untuk menghilangkan gangguan dengan segala hal agar didapatkan kedamaian. Kedamaian itu memang harus diperjuangkan agar dapat dimiliki. Tanpa perjuangan, segala sesuatu yang kita inginkan hanyalah sebuah fatamorgana yang nampak didepan mata tetapi sama sekali tidak dapat di-wujudkan. Seperti fatamorgana yang kita lihat di saat sinar matahari membakar permukaan bumi dan diatasnya nampak sebagai segenangan air yang menjanji-kan obat untuk kehausan yang sedang melanda hidup kita. Apa yang bakal kita dapatkan dari kondisi seperti itu?&lt;br /&gt;Kedamaian itu kondisi nyaman, aman, tenang, dan bahagia yang terjadi di dalam batin seseorang. Tetapi, meskipun demikian bukan berarti terlepas dari pengaruh dunia luar diri! Kita perlu menyadari dan menerima kenyataan bahwa dunia dalam diri kita tidak terlepas dari dunia luar diri kita dan disinilah seni kehidupan yang sesungguhnya perlu kita perankan. Bagaimana kita dapat me-madukan dunia dalam dengan dunia luar sehingga menjadi sesuatu yang solid dan sesuatu itu adalah kedamaian. Jika tidak demikian, maka bagaimanapun kita tidak dapat memperoleh kedamaian hidup. Dunia di dalam diri dengan dunia diluar diri sebenarnya merupakan sebuah kondisi yang sangat berkaitan dan terdapat sebuah benang merah yang menjadi penghubungnya sehingga selalu dapat kita ketahui dan rasakan segala hal terjadi. Kita dapat mengetahui kondisi dunia di luar diri dengan melalui panca indera yang kita miliki. Kita mempunyai mata untuk melihat kondisi fisik dari dunia di luar diri kita. Kita punya telinga untuk mengetahui sebenarnya apa yang sedang terjadi di dunia luar diri kita. Kita punya kulit untuk merasakan apa yang sebenarnya ada di sekitar kita. Kita punya lidah untuk merasakan nikmat dan tidaknya. Kita mem-punyai hidung untuk mengenali segala sesuatu berdasarkan bau yang ada. Semua itu adalah penghubung dunia di dalam diri kita dengan dunia diluar diri kita. asal hal tersebut kita miliki, maka interaksi antara diri dengan dunia adalah hal yang indah dan penuh kedamaian. Bahkan, kalaupun dari sekian banyak itu ada yang tidak kita miliki, kita tetap dapat damai dengan interaksi yang dilakukan oleh bagian lainnya. Enam indera tersebut saling bekerja sama dan saling menutupi kekurangan masing-masing sehingga sebenarnya tidak ada perma-salahan terhadap diri kita.&lt;br /&gt;Kita ini adalah makhluk pribadi (ego) yang tidak dapat melepaskan diri dari posisi sebagai makhluk sosial. Kita tidak dapat hidup dengan meng-utamakan kebuTuhan ego dan mengabaikan eksistensi orang lain yang ada di sekitar kita. Orang lain yang ada di sekitar kita merupakan penyeimbang pola kehidupan kita dan tidak mungkin kita abaikan. Oleh karena itulah, untuk sebuah kedamaian yang kita inginkan, maka peranan orang lain juga perlu diperhatikan, walau sebenarnya kedamaian itu bersifat pribadi, personallity problem. Yang terutama sekali dalam menciptakan kondisi damai adalah diri sendiri. Tetapi pada kenyataannya keterkaitan orang lain dalam hal ini seringkali emberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi tercapainya kedamaian secara maksimal. Adanya orang lain merupakan bukti bahwa sebenarnya kita tidak dapat mengabaikan eksistensi orang lain dalam kehidupan ini. Kalau kita ingin kedamaian dalam kehidupan ini, maka salah satu cara yang mungkin dapat kita lakukan adalah dengan mengetrapkan pola pergaulan antar manusia secara baik dan efektif. Kedamaian itu sesuatu yang relatif dan tidak dapat diukur secara pasti sebab eksistensinya hanyalah di dalam jiwa dan rasa. Tidak ada alat pengukuran yang dapat menginformasikan kepada kita tingkat keda-maian yang dimiliki oleh seseorang dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Setidaknya berkaitan dengan kedamaian ini, maka kita dapat mem-bedakannya atas kedamaian diri sendiri dan kedamaian global, yaitu kedamaian untuk semua orang. Dan, selanjutnya yang kita bahas adalah kedamaian yang berkaitan dengan diri sendiri. Selama kedamaian tersebut bertujuan untuk menciptakan kedamaian di dalam kehidupan pribadi, maka yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyeimbangkan setiap kondisi yang terjadi dan selanjutnya menerapkannya dalam pola kehidupan kita secara pribadi. Bukan berarti dalam hal ini kita berpikir untuk egois, tetapi memang seharusnya untuk memenuhi kebuTuhan hidup damai diri sendiri kita harus bersikap egois. Kadang kala bertindak egois memang sangat diperlukan jika orientasi kita untuk kedamaian dan kebahagiaan diri sendiri. Tetapi, jika kedamaian itu orientasinya untuk orang banyak, maka kita harus menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;Seandainya kita menginginkan kondisi diri penuh kedamaian, ettapi ternyata pada saat tersebut tetangga kita memasang music player dengan suara yang sedemikian kencangnya, maka sudah pasti diri kita mengalami ketidak-damaian. Hati kita langsung bereaksi negatif terhadap kondisi tersebut dengan menebarkan emosi.  Maki-makian kecil, bahkan sekedar gerundelan di dalam hati langsung dilontarkan sebagai tanggapan atas kondisi tersebut. Jika hal tersebut yang kita lakukan sebagai tanggapan terhadap kondisi, maka pada saat tersebut kita sudah menghancurkan bangunan pondasi kedamaian yang telah kita buat dengan susah payah. Hidup ini memang penuh dengan dinamisasi sehingga setiap saat kadangkala kita tertinggal untuk sebuah urusan atau kejadian dan selanjutnya hal tersebut menjadikan kita sebagai orang dungu. Dan, biasanya jika kita sudah berada pada kondisi tersebut, maka kita menjadi tidak mengerti apa yang harus dilakukan dalam menghadapi permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;Kedamaian memang sangat erat hubungannya dengan tingkat emosional seseorang, berbanding terbalik. Semakin besar tingkat emosional seseorang, maka semakin sulit dia mendapatkan kedamaian. Semakin gampang emosi, maka semakin susah mendapatkan kedamaian hidup. Lantas, mengapa kita tidak menghalau emosi atau setidak-tidaknya mengelola emosi kita agar dapat mencapai kedamaian yang kita inginkan? Emosi itu ada di bawah pengendalian diri kita, sehingga adalah sangat memungkinkan bagi kita untuk mengarahkan emosi pada kondisi yang terbaik bagi diri kita. Emosi itu sebenarnya adalah bibit penyakit yang menguasai diri kita sehingga kita kehilangan kontrol atas segala hal yang kita alami. Kita merasa tersinggung harga diri kita sehingga dengan segala cara kita mencoba untuk mengembalikan kondisi diri kita, bahkan tidak jarang kita harus melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan kita. Misalnya kita harus bentrok dengan rekan kerja kita hanya karena kita dikuasai oleh luapan emosi yang tidak terkendali lagi. Kita harus mengakui bahwa tenaga yang ter-simpan di balik luapan emosi merupakan sebuah tenaga yang sedemikian besar-nya sehingga tidak ada seorang-pun yang mampu menanggulanginya jika emosi sudah bergelora dan mengalir lewat kata-kata, pandangan mata, bahkan action power yang kita miliki. Tidak jarang pula jika kita telah kerasukan emosi, maka arogansi sikap dan sifat muncul sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari segala bentuk serangan, hama dan penyakit dari luar diri. Emosi memang iden-tik dengan arogansi. Orang-orang yang emosional seringkali terkungkung pada kondisi diri yang gampang menerapkan arogansinya, gampang mempertunjukan kekuasaannya. Kalau dia seorang pemimpin, maka jiwa kepemimpinannya akan hilang dan berganti dengan kesombongannya yang dilapisi oleh perasaan berkuasanya.  Kita yang terbiasa hidup dengan tingkat emosional tinggi maka dimanapun kita berada tidak dapat memperoleh teman atau sahabat sebanyak-banyaknya. Orang-orang menghindar dari kehidupan kita dan mencari sahabat lainnya. Meninggalkan kita yang terlonglong melihat mereka berlalu dari kita. begitulah, kita bakal tertinggal oleh perubahan jaman sebab diri kita terkung-kung oleh emosional tinggi dan tidak gampang menerima setiap perubahan yang terjadi sebagai jalan menuju kedamaian hidup. Kita bakal hidup sendirian di dunia ini jika kita selalu saja terkungkung oleh sikap emosional yang ada di dalam diri kita. Apalah artinya kita pandai jika ternyata hidup kita tidak berarti sama sekali sebab tidak ada teman yang mau bersahabat. Dalam hal ini berarti kita telah berada pada kondisi kehidupan yang tidak damai. Kita merasakan kesendirian akibat teman-teman yang tidak responsif terhadap eksistensi diri kita diantara mereka.&lt;br /&gt;Sekali lagi, kedamaian itu erat hubungannya dengan kondisi batin kita dan berkait dengan kondisi emosi kita. Oleh karena itulah, maka tidak ada salahnya dan memang sebuah keharusan bagi kita untuk mengelola semuanya secara baik dan menerapkannya dalam kehidupan kita. Jangan mau terus mene-rus diperbudak oleh emosi kita! Emosi merupakan tiran terbesar dalam diri kita, hilangkan semua itu. Gantilah kondisi tersebut dengan kedamaian sebab ke-damaian adalah demokrat sejati dalam diri kita. Dengan kedamaian yang kita miliki, maka kita dapat melakukan segala sesuatu secara proporsional dan efektif. Jika didalam hati kita telah tertanam kondisi yang penuh kedamaian, maka apapun yang kita lakukan bakalan mendapatkan respon yang baik dari diri kita sehingga benar-benar tecipta suasana yang demokratis. Bukankah kita selalu berharap dalam hidup kita, masyarakat kita tercipta suatu kondisi ke-hidupan yang demokratis sehingga masing-masing personil dapat mengem-bangkan diri melalui segala kreativitas yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Kalau kita dapat menggapai kedamaian, mengapa pula kita berkutet dalam segala laku yang menghancurkan sumber utama kedamaian itu? Semua orang pada dasarnya memang menginginkan kehidupannya penuh kedamaian, lantas mengapa keinginan tersebut tidak digabungkan menjadi satu kebulatan tekad untuk menciptakan kedamaian secara global di lingkungan kita? Kalau saja semua orang bersatu padu dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kehidupan yang penuh kedamaian, maka kita meyakini bahwa ke-hidupan ini bakal penuh dengan bendera kedamaian yang berkibar di setiap sudut dunia. Bahkan bendera kedamaian merupakan selimut kehidupan semua manusia secara universal. Setiap orang membawa bendera tersebut kemanapun dan kapanpun dia berada. Semarak kedamaian yang terpancar dari pantulan warna kedamaian oleh terpaan sinar matahari menjadikan kehidupan semakin semarak dan begitu hidup.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka penulis mengajak kepada seluruh pembaca agar dapat mengelola emosional masing-masing untuk dapat mewujudkan kedamai-an hidup bersama. Kedamaian hidup merupakan jembatan penghubung antara kondisi kehidupan dengan kebahagiaan hidup. Adakah orang yang tidak meng-inginkan hidupnya damai yang pada akhirnya bakal membawanya kepada kon-disi yang penuh kebahagiaan? Semua orang membutuhkan kedamaian hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4192658334011782307?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4192658334011782307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4192658334011782307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4192658334011782307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4192658334011782307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/kedamaian.html' title='KEDAMAIAN'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8564307862790447584</id><published>2008-09-20T22:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T22:15:52.768-07:00</updated><title type='text'>Menara Kedamaian</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian dalam hidup adalah tenaga pendorong yang dipercaya dapat menggerakkan roda kehidupan manusia. Dengan berpatok pada kedamaian, dalam hal ini menjadikan kedamaian sebagai tonggak tujuan kehidupan, maka manusia merasakan bahwa hidup ini begitu dinamis. Bahwa hidup memberikan berbagai pengharapan untuk kondisi terbaik bagi manusia. Dalam hal ini alam telah menerapkan prinsip hidup saling berimbang, artinya siapa memberi, maka dia yang bakal menerima. Siapa yang mengasihi alam raya, maka dia bakal men-dapatkan kasih yang sama, bahkan jauh lebih besar dari alam raya. Alam itu sosok yang sangat besar kasih sayangnya kepada manusia, walaupun dalam kenyataannya, banyak manusia yang sama sekali tidak memberikan kasih sayangnya kepada alam. Ibarat seorang kekasih, maka alam itu adalah kekasih setia kita. Kepada alamlah kita menaruh harapan untuk mendapatkan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini. Rasanya sangat sedih dan mau mati saja jika seandainya alam sudah tidak menyayangi kita, walau dalam kenyataannya alam tidak pernah kehabisan kasih sayangnya untuk kita. Bahkan, ketika kematian menjemput diri kita, maka dengan penuh kasih sayang sang alam merengkuh kita dalam pelukannya yang sejuk dan segar. Itulah alam semesta dengan segala samudera kasih sayang dan cinta yang maha luas untuk kita. seharusnya, jika kita mempunyai naluri kemanusiaan, maka segala bentuk kasih sayang yang diberikan alam kepada kita merupakan sesuatu yang begitu besar artinya dan menyadarkan nurani kita bahwa kitapun harus berbuat yang sama kepada alam semesta. Walaupun akhir-akhir ini kita seringkali melihat bahwa alam dikatakan telah marah dan tidak bersahabat lagi dengan kita, tetapi jika kita berpikir secara logis, maka setidaknya kita melihat bahwa semua itu adalah salah satu bentuk kasih sayang yang diberikan oleh alam kepada kita. Coba kita berpikir, bahwa gunung yang meletus itu ternyata membawa kebaikan juga bagi manusia, yaitu tanah-tanah bekas semburan isi perut gunung adalah bahan material yang sangat berguna bagi kehidupan sebab subur dan membawa material yang dapat digunakan untuk keperluan yang lainnya. Begitulah yang dapat kita peroleh dari bentuk kasih sayang alam kepada kita. Tetapi, seringkali yang kita peroleh dari alam sebenarnya adalah kebaikan-kebaikan yang sedemikian besarnya sehingga mampu memposisikan diri kita pada kondisi terbaik, misalnya bahagia, damai dan sejahtera dalam hidup. Semua itu adalah rahmat yang diberikan alam kepada kita, tetapi kenapa seringkali kita harus menipu diri sendiri dan alam dengan mengatakan bahwa diri kita tidak bahagia, tidak sejahtera dan tidak damai. Padahal jika semua itu kita runtut, maka kita melihat bahwa apa yang kita alami itu sebenarnya merupakan akibat dari apa yang telah kita lakukan sendiri. Seperti telah penulis katakana didepan bahwa alam itu menerapkan hukum sebab akibat, kausalik. Artinya yang berbuat pasti menerima hasil per-buatannya tersebut. Jangan pernah berharap dapat menghindarkan diri dari kondisi ini sebab ini sudah hukum alam yang harus kita jalani. Kalau hidup kita tidak bahagia, tidak sejahtera atau tidak damai, itu artinya kita telah melakukan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan kondisi dunia dalam diri kita sehingga berbenturan dengan dunia di luar diri kita. benturan tersebut selanjut-nya menjadikan kita merasa tidak nyaman dan akhirnya mneimbulkan ketidak-bahagiaan, ketidakan sejahteraan, dan ketidakdamaian hidup. Bukankah semua itu karena pola pikir kita sendiri yang memposisikan diri sebagai berada pada kondisi negatif, kita terlalu bernegatif thinking! Mungkin kita pernah mendengar orang berbicara bahwa jika pikiran kita mengatakan diri kita sakit, maka tidak lama lagi diri kita pasti sakit beneran. Ini adalah semacam support yang di-dapatkan dari dalam diri kita, inilah sugesti yang kita dapat dari dalam diri sendiri dan ternyata sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan kita. kalau orang sehat mengatakan dirinya sedang sakit, maka alam akan memberikan per-mintaan tersebut sehingga orang tersebut benar-benar sakit. Alam itu sangat kasih pada kita sehingga apapun yang kita inginkan pasti dipenuhinya. Oleh karena itulah, kita harus berpikir positif. Apa yang kita pikirkan untuk men-dapatkan, maka secara berangsur-angsur alam pasti akan memberikan yang kita inginkan tersebut. Masalah waktu sudah merupakan hal yang biasa. Alam pasti memberikan permintaan atau harapan kita terhadap pola kehidupan yang kita jalani, tidak peduli pola positif maupun pola negatif, asal kita memintanya dengan sepenuh hati, maka segalanya mungkin bahkan pasti terjadi, terturuti. Untuk hal tersebut, maka sebaiknya kita selalu berpikiran positif terhadap pola kehidupan dan penghidupan yang sudah diatur oleh alam sebaik-baiknya se-hingga kita benar-benar dapat menjadi manusia yang selalu bersyukur dan ber-terima kasih kepada alam seluas-luasnya sehingga alam semakin sayang kepada kita. Dan, kalau alam sudah menyayangi kita, maka segala hal berkenaan dengan hidup dan kehidupan bukanlah sesuatu yang sulit untuk kita hadapi. Segalanya tentunya sedemikian mudahnya sebab alam sudah begitu dekat dengan kehi-dupan kita, diri kita. &lt;br /&gt;Kedamaian hidup adalah mesiu yang menyulut keseluruhan kesadaran manusia bahwa hidup itu menjanjikan keindahan. Dengan keindahan itu, maka manusia berharap dapat menggapai segala cita-cita hidupnya. keindahan itu salah satunya adalah akibat dari kedamaian yang tercipta pada saat proses ke-hidupan dijalaninya. Jika kondisi kehidupan baik, teratur dan memberikan ke-bahagiaan kepada kita, maka itu berarti kita telah berada pada kondisi terbaik pada interaksi kita dengan alam semesta ini. Pada kenyataannya, sebenarnya dalam kehidupan ini terdapat dua alam yang saling berkaitan dan tidak mung-kin terpisahkan satu dari lainnya. Dua alam tersebut adalah alam dalam diri dan alam di luar diri. Kita sebenarnya mempunyai sebuah alam yang begitu indah sekaligus begitu buruk di dalam diri kita. sebagaimana dunia di luar diri,jika mendapatkan perlakuan yang tidak baik, maka konsekuensi yang bakal diterima sudah barang tentu merupakan sesuatu yang sedemikian buruknya, dapat berupa penderitaan atau sebangsanya yang memposisikan diri kita pada sisi negatif.  Begitu kondisi dunia didalam diri dibandingkan kondisi kehidupan di dunia luar diri kita. Kalau di dunia dalam diri kita mengalami guncangan, maka secara langsung berakibat tergoncangnya kehidupan di luar diri kita. Begitu juga ketika kondisi kehidupan di luar diri mengalami goncangan, maka secara lang-sung kondisi di dunia dalam diri juga mengalami goncangan yang tidak kalah hebatnya dengan goncangan yang terjadi. Oleh karena itulah, maka kita dituntut untuk dapat menyeimbangkan kondisi dunia dalam diri dengan dunia diluar diri sehingga tidak mungkin menimbulkan riak-riak, alunan ataupun gelora gel-ombang yang mampu menyulut kehancuran dalam diri. Dalam hal ini setidak-nya kita dapat melihat bahwa jika tidak ada keseimbangan antara kondisi dunia di dalam, maka yang terjadi adalah kerusakan akibat goncangan yang timbul akibat perbedaan kondisi. Kita dapat membayangkan bahwa dunia luar diri dan dunia dalam diri itu sebuah bejana berhubungan berisi air yang tertutup oleh sebuah katup yang dapat kita buka dan tutup. Pada saatnya katup harus kita buka untuk menciptakan hubungan antara dunia di dalam diri dengan dunia diluar diri, sehingga mengalirlah air dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Tetapi, jika kedua sisi dunia tersebut mempunyai isi air yang sama, maka hal tersebut tidak bakal menjadikan aliran air yang bergelora yang menyeret segalanya ke sisi yang lainnya. Jika isi airnya sama, maka pada saat tersebut dapat kita katakan sebagai kondisi seimbang antara dunia didalam diri dengan dunia diluar diri. Akibatnya permukaan airnya merata dan hal tersebut tidak me-nyebabkan aliran air dari satu sisi ke sisi lainnya dan hal tersebut menyebabkan air tenang, damai. Tetapi, bagaimana jika isi airnya tidak sama, kondisinya tidak sama antara dunia di luar diri dengan dunia didalam diri?! Tentunya, jika isi airnya berbeda, misalnya air di sisi dunia luar diri lebih banyak dari air di dalam dunia dalam diri, maka air mengalir deras ke dalam dunia dalam diri kita se-hingga aliran tersebut menjadikan sebuah goncangan tersendiri bagi dunia dalam diri kita.  Air yang mengalir ke dalam dunia dalam diri menyebabkan kondisi di dalam dunia dalam diri mengalami perubahan dan perubahan tersebut menjadikan kondisinya tidak tenang sehingga kondisi dunia di dalam diri men-capai keseimbangan dengan kondisi dunia diluar diri kita. Begitulah gambaran yang dapat kita peroleh jika kita berupaya mencapai kedamaian diri dengan menyeimbangkan kondisi di dunia di dalam diri dengan dunia diluar diri. Ke-seimbangan tersebut harus kita peroleh dan ciptakan agar upaya mencapai kedamaian benar-benar dapat terwujudkan dan kebahagiaan bukan lagi sebuah wacana manis di atas kertas atau diangan-angan semata.&lt;br /&gt;Pada dasarnya kehidupan ini memang penuh keindahan. Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai penuntun kebahagiaan diri kita. Setiap saat kita selalu melihat pemandangan yang begitu indah di sekitar dunia luar diri kita dan kita selalu berusaha untuk memasukkan pemandangan indah tersebut se-hingga dapat menjadi bagian integral dari dunia dalam diri kita. Semua orang pasti sepakat jika kita mengatakan bahwa kehidupan di dunia luar diri memang merupakan sebuah tempat yang sedemikian luas dan indahnya sehingga me-nimbulkan kekerasanan bagi setiap orang untuk tinggal dan bertahan untuk tinggal di dunia luar diri ini. Bahkan tidak jarang orang-orang yang rela mengor-bankan dunia dalam dirinya demi menggapai dunia di luar dirinya. Tentunya hal tersebut memberikan resiko yang sedemikian besarnya sebab dapat meng-hilangkan keseimbangan mungkin telah tercipta selama proses kehdupan dengan adaptasi yang telah dilakukan oleh masing-masing pribadi. Semakin baik seseorang melewati masa adaptasinya dengan dunia luar dirinya, maka semakin baik dia mengupayakan keseimbangan antara kondisi dunia di dalam dirinya dengan kondisi dunia diluar dirinya. Dan, pada umumnya orang-orang yang berada pada kelompok ini pola kehidupannya teratur dan penuh dengan kedamaian. Mereka adalah orang-orang yang menghadapi kehidupan sebagai sebuah perjalanan rekreasi yang sedemikian menyenangkan hatinya. Tetapi, bagi mereka yang tidak mempunyai kemampuan untuk menyeimbangkan kondisi di dunia dalam dirinya dengan kondisi di dunia luar dirinya, maka sudah barang tentu harus menanggung konsekuensi yang sedemikian beratnya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak mempunyai kemampuan untuk menyeimbang-kan kondisi antara dunia dalam dirinya dengan kondisi dunia diluar dirinya mempunyai kecenderungan untuk hidup secara tidak teratur. Mereka selalu dihinggapi oleh perasaan dan prasangka negatif setiap hal yang dihadapi dalam kehidupan. Mereka selalu bercuriga pada setiap aspek kehidupan sehingga hal tersebut menjadikan pola kehidupan mereka menjadi tidak teratur dan selanjut-nya menjadikan mereka selalu sibuk untuk menghadapi permasalahan yang seharusnya bukan permasalahan yang urgen. Kehidupan yang tidak teratur sudah memberikan gambaran yang sedemikian nyata betapa tidak adanya kese-imbangan antara dunia di luar diri dengan kehidupan dunia di dalam diri. Se-mentara kehidupan yang damai memberikan gambaran bahwa di dalam diri telah tercipta keseimbangan yang sedemikian stabil, maka tidak heran jika mereka selalu dalam keadaan damai dan sejahtera. &lt;br /&gt;Di dalam hidup ini, manusia memang sak dermo nglampahi, tetapi hal itu bukan berarti manusia tidak mempunyai harapan untuk bertindak sesuai dengan persepsinya terhadap kehidupan ini. Manusia memang sudah diplot untuk sebuah peran saja, tetapi pada dasarnya peran tersebut dapat dikem-bangkan sesuai dengan improvisasinya terhadap kehidupan. Maka, adalah sah-sah saja jika manusia mempunyai pengharapan dalam hidupnya untuk kondisi-kondsi tertentu, misalnya kedamaian. Seperti telah dikatakan bahwa di dalam kehidupan ini manusia berada di antara dua dunia, yaitu dunia di dalam dirinya dengan dunia di luar dirinya yang pada dasarnya merupakan satu ke-satuan yang terpisah oleh ruangan semata. Ruangan itu selanjutnya kita nama-kan sebagai jasad. Jasad inilah yang memisahkan dunia dalam diri dengan dunia luar diri. Dengan dua dunia yang kita miliki ini, maka setidaknya kita dapat mem-posisikan diri kita sebaik-baiknya sehingga benar-benar dapat mengkontribusi segala hal yang ada didalam kehidupan ini. Jika kita menginginkan kondisi kehidupan yang penuh kedamaian, maka setidaknya dalam hal ini kita harus dapat mengkomposisikan kondisi kehidupan di dalam diri dengan kehidupan di luar diri sedemikian rupa sehingga ada perimbangan kondisi dan hal ini dapat menjadikan kesetimbangan kondisi sehingga tidak muncul tuntutan hidup yang beraneka. Memang kita perlu menyeimbangkan kondisi kehidupan dunia di dalam diri dengan kehidupan dunia di luar diri sehingga dengan kesetimbangan tersebut, maka tidak tercipta peluang untuk saling menuntut. Sebenarnya hal utama yang menyebabkan manusia berambisi dan untuk hal tersebut dilakukan dengan berbagai kelakuan yang kadangkala dapat mengancam kondisi kehidup-an secara umum. Kondisi kehidupan di dunia dalam diri merasakan ada sesuatu yang kurang sehingga untuk hal tersebut harus dipenuhi. Proses pemenuhan kondisi tersebut menyebabkan terlahirnya tuntutan untuk memenuhinya. Bukankah jika di tempat kita ada tempat yang kosong, maka naluri kita selalu berkeinginan untuk mengisinya.?! Seperti ketika bak kamar mandi kita sudah tandas, tidak ada airnya, maka secara sadar kita memposisikan diri untuk segera memenuhi kebuTuhan pengisian bak kamar mandi tersebut. Itu merupakan ke-sadaran yang tidak pernah kita kontrol tetapi secara otomatis muncul dalam kegiatan hidup kita.  Semua itu selalu muncul setiap kali kita melihat kejang-galan ada di dalam kehidupan kita. Ini adalah kontrol naluri yang selalu muncul dari dalam diri kita. Inilah yang menjadikan kita sebagai orang-orang yang sadar lingkungan dan kondisi diri. Jika hal ini kita alami, maka berarti kita selalu ber-pandangan positif terhadap kehidupan ini. Dan, inilah sebenarnya yang selalu kita inginkan, yaitu kesadaran untuk melakukan segala tanggungjawab kehidup-an sebagai sesuatu yang wajar dan memang harus dikerjakan tanpa adanya tun-tutan ataupun beban yang memberati langkah kehidupan. Bukankah, jika kehidup-an kita terbebani, maka rasanya hidup ini begitu berat dan tidak sesuai dengan bayangan hati kita. Apa yang bakal kita rasakan jika ternyata hidup kita ber-beban?  Tentunya kedamaian hidup menjadi hilang dan selanjutnya kebahagiaan bakal meninggalkan hidup kita. dunia di dalam diri kita akan terusik dan gelora air laut menggunung menjilati awan putih yang berarak. Kalau lautan di dalam dunia dalam diri kita bergelora, apa yang bakal kita alami?!&lt;br /&gt;Bukankah yang terpenting sebenarnya adalah kehidupan di dalam diri kita? Ya, memang sebenarnya pertimbangan yang terpenting bagi kehidupan kita selama ini adalah menciptakan kondisi dunia di dalam diri sebagai suatu pola kehidupan yang seimbang, bahagia dan penuh dengan kedamaian.  Yang terpenting bagi kita memang adalah keseimbangan antara kondisi dunia di dalaam diri dengan kondisi dunia di luar diri kita. Keseimbangan kondisi dunia di dalam diri dan kondisi dunia di luar diri selanjutnya kita posisikan sebagai sebuah neraca dan jiwa adalah titik tengahnya. Dengan kondisi seperti itu, maka kita dapat mengatur posisi kita terhadap kondisi kehidupan. Dimana kita harus bersikap, bagaimana sikap kita, dapat kita atur sedemikian rupa sehingga terjadi keseimbangan antara dunia dalam diri dengan dunia diluar diri. Seperti yang dilakukan oleh pak tani pada saat harus mengangkat beban dengan menggu-nakan sebatang kayu, pikulan. Mereka begitu enjoy saat memikul beban tersebut di pundak. Mereka sama sekali tidak kelihatan terbebani oleh barang yang dipikul. Bahkan jika kita melihat bagiamana mereka memikul, maka setidaknya kita dapat mengetahui bahwa tersirat kebahagiaan di raut wajahnya yang sudah mengkilap oleh keringat diterpa sinar matahari yang garang. Topi bambu yang dipakainya sama sekali tidak dapat menghalau panasnya sinar matahari yang langsung terpancar dari langit. Sementara orang mengatakan bahwa kehidupan yang paling tenang adalah kehidupan yang dijalani oleh pak tani. Mereka nam-pak begitu tenang dan nampaknya tidak berbeban, walau sebenarnya kalau kita tanyakan pada mereka, semuanya tidak jauh berbeda sebab semua harus meng-hadapi dunia luar yang sama. Tetapi, yang jelas pada saat kita melihat yang dilakukan oleh pak tani, maka secara langsung kita dapat mengatakan bahwa kehidupan mereka sangat tenang. Bergumul dengan lumpur sawah, berceng-kerama dengan burung-burung bangau, mendengarkan suara desiran angin yang melewati lubang-lubang dangau tempatnya istirahat. Seharusnya seperti itulah hidup yang kita angan-angankan. Tidak terlalu direpotkan oleh berbagai pemikiran yang kadangkala jauh dari realitasnya. Kita seringkali mengharapkan sesuatu yang lebih daripada yang bakal kita dapatkan. Memang hal tersebut wajar dan harus kita lakukan. Bukankah mimpi merupakan keinginan masa depan yang tersimpan dalam memori otak kita dan muncul pada saat kita meng-hadapi permasalahan atau ketika sedang rileks dan menunggui kehidupan yang terus melangkah.&lt;br /&gt;Mimpi, ya mimpi memang merupakan keinginan yang tersimpan dalam di lubuk hati dan setiap saat keinginan tersebut dapat muncul sebagai mimpi yang merupakan perwujudan keinginan yang sudah sedemikian kuatnya untuk mengalami penyesuaian. Kita memang hidup di alam mimpi, yaitu alam yang penuh dengan keinginan terselubung, yang kadangkala tidak bakalan diketahui oleh orang lain. Mimpi, ya mimpi kitalah yang mengantar segala hal yang kita inginkan dalam konteks kebahagiaan hidup di dunia. Kita berpedoman pada mimpi agar dapat melangsungkan kehidupan dengan lebih baik. Selama ini mimpi telah menjadi kendaraan bagi kita untuk mencapai tujuan yang telah kita programkan bersama. Kita hidup sebab kita mempunyai mimpi dan bisa jadi karena mimpilah kemudian kita mengalami kematian. Banyak contoh yang menunjukkan betapa seseorang menjadi sedemikian berhasil dalam kehidupan-nya sebab dia mempunyai banyak mimpi untuk kehidupannya itu. Kita juga mendapatkan banyak contoh berapa banyak orang yang terjebak dalam mimpi dan selanjutnya terjerat menuju kematiannya yang tragis. Sungguh, mimpi telah menjadi semacam monument yang harus diperebutkan oleh semua orang untuk dapat menggapai kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian hakiki dalam ke-hidupannya. Kalau memang hal tersebut merupakan sebuah kenyataan, menga-pa pula kita malu untuk mengakui bahwa apa yang kita dapatkan hari ini, kema-rin dan esok merupakan perwujudan dari segala mimpi yang telah kita miliki dan jadikan semacam menara api di dalam jiwa kita? Bagaimanapun kita membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong diri dan jiwa kita untuk me-lakukan sesuatu yang telah menjadi semacam tenaga pendorong yang mampu membawa semua keinginan sehingga terwujud dan dapat direalisasi sebagai pengalaman hidup dan keberhasilan kita dalam kehidupan ini.setiap orang membutuhkan tenaga pendorong yang dapat berasal dari dalam dirinya sendiri ataupun dari orang lain yang berada di sekitarnya, yang menaruh perhatian dan harapan padanya. Kita dapat hidup secara damai sebab di dalam diri kita ada semacam kondisi yang menjadikan kita nyaman dan tidak tertekan oleh sesuatu sehingga menyebabkan pikiran kita stress. Tanpa tekanan di dalam dirinya, maka kehidupan kita bakal nyaman. Inilah yang sebenarnya kita harapkan se-bagai salah satu bentuk kedamaian yang hakiki.&lt;br /&gt;Dengan kedamaian yang melingkupi kita, maka segala persoalan hidup hanyalah sebutir kelilip di kelopak mata kita atau seserpih selilit diantara sela gigi. Sakit, tetapi segera hilang jika dikeluarkan. Bahkan, kedamaian telah menjadi salah satu fenomena penting yang selalu diusahakan semua manusia agar ke-hidupan global menjadi lebih terarah dan aman.  Kedamaian hakiki menjadikan manusia hidup tenang dan ayem. Segala hal yang dihadapi dalam kehidupannya merupakan sealun air di pinggir pesisir dan sama sekali tidak memberikan pengaruh yang signifikans terhadap pola kehidupan kita secara menyeluruh. Alunan air tersebut jsutru menjadikan semacam elusan lembut di dinding hati kita dan menjadi penyemangat yang tiada taranya bagi kehidupan secara me-nyeluruh. Kalau memang kita dapat hidup secara damai, mengapa pula kita harus melakukan segala hal yang pada akhhirnya sangat berbahaya bagi pola kehidupan secara umum? Kita hanya menginginkan kehidupan yang nyaman dan damai sepanjang hari melingkupi setiap ayunan kaki dan memberikan support bagi yang lainnya sehingga mampu mendapatkan apa yang kita dapat-kan.&lt;br /&gt;Kedamaian itu sebenarnya manifestasi dari kondisi jiwa yang tenang dan tidak merasa terancam, aman. Kedamaian itu letaknya ada di dalam jiwa sehing-ga tidak dapat kita ketahui secara kasat mata. Seseorang yang kehidupan finan-sialnya serba kekurangan bukan berarti tidak damai, atau sebaliknya orang yang berlimpah harta tidak pasti hidupnya penuh kedamaian. Tidak seperti itu keadaannya. Kedamaian itu sifatnya relatif untuk setiap orang. Bahkan, orang yang serba berkekurangan saja hidupnya dapat damai. Sebab mereka dapat menerima kondisi kehidupan secara luas hati dan tidak dibeban oleh keinginan-keinginan yang berlebih dari kemampuan dirinya untuk mendapatkannya. Mereka menjalani kehidupan sebagaimana adanya, artinya kalau hari ini mereka dapat makan nasi yang dimakan, tetapi kalau esok mereka hanya dapat makan ubi, ya dimakan saja. Tidak ada perbedaan antara nasi dan ubi. Semuanya sama saja. Yang membedakan hanyalah syaraf rasa yang ada di permukaan lidah. Kalau nasi dan ubi sudah melewati lidah, maka semuanya sama. Tidak ada rasanya tetapi sama-sama dapat menyebabkan perut menjadi kenyang.  Jika kita makan dalam jumlah yang sama atau setidaknya berimbang, maka antara nasi dan ubi memang berbedanya hanya pada saat melewati permukaan lidah saja. Kedamaian itu berkaitan erat dengan kondisi batin, jika kondisi batin tenang, ayem, maka pada saat itulah kedamaian melingkupi hidup. Dan, itu berarti tidak terpaut jauh dari kebahagiaan. Kedamaian sama dengan kebahagiaan. Setidak-nya identik. Kalau kita mampu memberikan masukan bagi diri kita, walaupun cuma sedikit tetapi cukup, maka tidak ada masalah lagi. Kita boleh saja kaya, tetapi bukan berarti kaya identik dengan kedamaian sebab orang kaya justru merasa tidak nyaman hidupnya. Mereka selalu berpikir bagaimana caranya mengamankan semua harta yang dimilikinya sehingga tidak dicuri orang dan sebagainya. Artinya, menjadi orang kaya ternyata membuat kita memiliki kebiasaan berprasangka terhadap orang lain. Sementara perlu kita ketahui bah-wa sebenarnya berrasangka itu merupakan penyakit batin yang sangat gawat. Kalau seseorang telah terjangkiti oleh penyakit batin ini, maka secara terus menerus mereka selalu berada pada kondisi syakwasangka dengan yang lain-nya. Jika kita mempunyai syak wasangka terhadap orang lain, maka di dalam diri kita tercipta sebuah opini yang sudah barang tentu bersifat negatif terhadap orang bersangkutan. Setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut, maka secara langsung di dalam diri kita, dunia dalam diri kita tergoncang dan me-nyebabkan gelora air laut yang membahana. Setiap yang dilakukan orang tersebut, dihadapan kita segalanya salah. Tidak ada hal positif yang dimiliki oleh orang tersebut. Kita jadi makan hati sendiri. Kita merasa begitu rupa terhadap orang tersebut sehingga didalam hati kita telah tertanam perasaan sentiment yang begitu besar. Lantas, apakah kita pernah berpikir bagaimana kondisi orang yang kita syakwasangkai? Apakah mereka juga berlaku seperti kita?! Tentunya  tidak seperti itu. Mereka tenang-tenang saja saat lewat atau bergurau di sekitar kita. Justru kita yang semakin kebakaran jenggot melihat sikapnya di hadapan kita. Tetapi, mereka tenang-tenang saja. Orang yang kita syakwasangkai tidak pernah menyadari bahwa kita sentimen terhadap dirinya. Tentunya di dalam hatinya sama sekali tidak menduga hal tesrebut terjadi didalam diri kita. Apa yang kita harapkan jika kondisi sudah seperti ini? Kita sendiri yang terluka oleh sikap kita yang tidak proporsional. Itulah, sebenarnya kedamaian tidak berada jauh dari diri kita. Kemanapun kedamaian itu selalu kita bawa dan selalu kita terapkan dalam pola kehidupan pergaulan antar personil di masyarakat. Hanya saja kita memang perlu sedikit keterampilan pada saat membuka folder ke-damaian yang ada di ruang memori computer otak kita. Otak kita ini kan tidak berbeda fungsinya dengan komputer yang setiap hari mungkin kita pakai untuk bekerja. Di komputer tersebut kita memasukan data dan selanjutnya data ter-sebut dikelola dan disimpan dalam chiep yang berhubungan dengan pe-nyimpanan data. Otak kita tidak berbeda jauh dengan perangkat tersebut. Seka-rang tergantung bagaimana kita menghadapi kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;Mungkin, jika kita mengkaitkan dengan kondisi kehidupan global yang secara langsung tersaji di hadapan mata kita, maka rasanya sangatlah muskil untuk dapat mewujudkan kedamaian dalam kehidupan ini. Kedamaian menjadi barang yang sangat langka dan sulit didapatkan ataupun diciptakan sebab setiap manusia hanya pandai membuat permasalahan tanpa mempunyai solusi. Banyak orang yang secara membabi buta memaksakan keinginan pribadinya untuk menjadi yang terbaik bagi kehidupannya.  Mereka berusaha untuk mem-pengaruhi setiap orang agar mendapatkan berbagai dukungan untuk kegiatan yang dilakukannya sebagai perwujudan ambisi diri pribadi. Ambisi, ya ambisi-lah yang menjadikan seseorang berusaha untuk mendapatkan hal-hal terbaik bagi kehidupan dirinya. Dengan ambisi, maka seseorang dapat bersemangat. Tanpa ambisi tentunya seseorang akan merasakan kehidupan ini hanyalah semacam terminal yang hiruk pikuk tetapi sama sekali tidak memberikan nilai tambah kepada kehidupannya. Sampai sekarang ini kita dapat menemukan banyak orang yang telah kehilangan kehdiupan yang sebenarnya masih berada dalam genggaman tangannya. Mereka kehilangan sesuatu yang sebenarnya masih melekat dalam dirinya. Inilah kehilangan semu yang selalu dialami oleh seseorang yang tenggelam dalam ketidak seimbangan pola kehidupan dunia dalam diri dengan dunia diluar dirinya.   Kita memang seringkali mengalami ke-hilangan semu seperti ini. Coba kita bayangkan, berapa kali kita tiba-tiba merasakan bawa dalam kehidupan ini ternyata kita hanya sendirian saja, tanpa teman yang mau mengerti apa yang sebenarnya sedang kita butuhkan pada saat tertentu. Semua teman seakan pergi meninggalkan kehidupan kita. meninggal-kan kita sendirian. Padahal sebenarnya tidak ada seorang-pun dari teman kita yang meninggalkan diri kita, hanya saja mereka memang terlalu sibuk mengha-dapi kehidupan mereka sendiri sehingga tidak sempat memperhatikan diri kita.&lt;br /&gt;Ya, kita memang selalu berusaha untuk memenuhi kebuTuhan diri pribadi lebih besar dibandingkan upaya untuk memenuhi kewajiban menyenangkan orang lain. Kita seringkali mengutamakan kebuTuhan diri sendiri terlebih dahulu, setelah itu kita memikirkan segala kebuTuhan orang lain. Orang lain menjadi nomor kesekian dalam tabel skala prioritas yang harus diselesaikan oleh diri kita. Kita tidak dapat mengelak pada kenyataan seperti itu sebab semua memang lebih condong untuk bersikap seperti itu. Kita ini makhluk sosial yang juga makhluk pribadi, tetapi hak jauh lebih diutamakan daripada kewajiban, sebab sejak kita saat makan kita selalu diajari untuk hak agar makanan masuk. Orang Jawa selalu mengatakan ‘hak’ setiap kali menyuapi anak-anaknya. Hak……hak…..hak, maka secara spontan anak akan membuka mulutnya dan menerima makanan yang disuapkan oleh ibu atau ayahnya, bahkan tidak jarang pembantu setianya. Setiap saat kita memang selalu mendengarkan ibu, bapak, atau penyuap kita mengatakan ‘hak’ pada saat menyuapkan makanan ke mulut kita, sehingga kata tersebut terekam kuat di dalam diri kita bahwa hak itu artinya kita harus membuka mulut untuk melahap semua yang diberikan pada kita, bahkan yang  tidak diberikan-pun dapat saja dilahapnya.&lt;br /&gt;Tetapi setidaknya satu hal yang selalu kita harapkan dalam kehidupan ini yaitu kondisi yang benar-benar kondusif untuk proses kehidupan kita yang sudah sedemikian rupa. Kita perlu mengakui secara lapang hati bahwa kehidup-an kita saat sekarang ini sudah jauh dari kondisi ideal. Kita sudah terlalu lama terjebak dalam suasana hidup yang serba gamang dan tidak pasti. Setiap kali pergantian pimpinan yang kita harapkan dapat menjadi harapan baru ternyata hasilnya tidak berbeda jauh.  Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa pim-pinan yang baru-pun itupun bertindak jauh lebih parah dari pimpinan yang lama. Semua hal memungkinan untuk terjadi sebab kita berhadapan dengan orang-orang yang secara pasti tidak dapat kita ketahui bagaimana sebenarnya kondisi yang ada didalam dirinya. Kemungkinan terciptanya kedamaian dalam kehidupan memang merupakan hal penting yang harus kita upayakan, tetapi hal itu bukan berarti menghalalkan setiap langkah dalam penerapannya. Kita masih harus memperhitungkan berbagai hal sebelum kita menerapkan konsep-konsep kehidupan, apalagi jika kita melihat kemungkinan terciptakan friksi jika konsep-konsep tersebut disosialisasikan dalam kehidupan. Hal ini seringkali menjadi salah satu penyebab kehilangan damai, bahagia dan kesejahteraan hidup ini. Jika semua orang sudah menerapkan kebutuhan umum sebagai alasan untuk menimbun kekayaan pribadi, maka sampai kapanpun hidup kita tidak bakalan damai, apalagi bahagia dan sejahtera. Sesuatu yang masih jauh jika kita hanya begini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8564307862790447584?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8564307862790447584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8564307862790447584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8564307862790447584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8564307862790447584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/menara-kedamaian.html' title='Menara Kedamaian'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3243707618105518395</id><published>2008-09-05T22:59:00.001-07:00</published><updated>2008-09-05T23:04:17.582-07:00</updated><title type='text'>Demi Anak Apapun dilakukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SMIdVUjvOVI/AAAAAAAAAEk/q4EHFSWDMR0/s1600-h/File77.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SMIdVUjvOVI/AAAAAAAAAEk/q4EHFSWDMR0/s200/File77.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242785168345741650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak, bagi orangtua adalah segalanya. Adalah sumber kehidupan. Penyaluran kasih sayang dan cinta.Amanah dari Tuhan untuk mempertahankan eksistensi kehidupan manusia di dunia.&lt;br /&gt;Maka tidak heran jika selanjutnya orangtua mau melakukan apapun untuk anak tercinta. Anak adalah buah cinta kasih sepsang ornagtua, ibu dan ayah. Mereka adalah refleksi atas segala curahan kasih dan sayang serta cinta orangtua.&lt;br /&gt;Maka, apa yang penulis lihat di jalan raya saat penulis pulang dari kerja adal;ah sebuah bukti betapa orangtua begitu sayang dan cinta serta kasih pada anaknya sehingga saat anak tercinta meminta sepeda, maka sepedapun dibelikan. Dan,  yang atrakktif adalah saat membawa sepeda ke rumah. Sang ayah menyetir sepeda motor dan sepeda di letakkan diantara ibu dan ayah selanjutnya ibu memangku dan memegangnya. Duh, sebegitu besar rasa cinta, kaish dan sayang orangtua untuk anak-anaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3243707618105518395?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3243707618105518395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3243707618105518395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3243707618105518395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3243707618105518395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/demi-anak-apapun-dilakukan.html' title='Demi Anak Apapun dilakukan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SMIdVUjvOVI/AAAAAAAAAEk/q4EHFSWDMR0/s72-c/File77.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6333806316509517964</id><published>2008-09-05T22:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T23:58:06.561-07:00</updated><title type='text'>Jangan takut menulis walau pendidikan kita rendah</title><content type='html'>Sering kita mendengar teman kita, orang-orang di sekitar kita mengatakan kesulitan saat harus atau diharuskan menuliskan berbagai hal. Mereka meng-alami kesulitan saat mengungkapkan  unek-unek di dalam hatiya.&lt;br /&gt;Ya, memang masih banyak orang yang kesulitan saat harus mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya! Bukan hanya mereka yang tidak berpendidikan, melainkan yang berpendidikan juga. Justru mereka yang berpendidikan banyak yang kesulitan padahal seharusnya&lt;br /&gt;Negeri ini sebenarnya mempunyai banyak warga yang berpotensi, berpendidik-an tetapi pada kenyataannya masih sedikit dari mereka yang menuliskan berbagai hal kehidupan, khususnya terkait dengan disiplin ilmu atau kependidikannya! Entahlah, alasan apa yang mereka jadikan dasar sehingga tidak menuliskan kemampuannya sehingga dapat dijadikan sharing bagi orang lainnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya kita menyadari bahwa ilmu yang dituliskan merupakan sumber belajar yang sangat signifikan terhadap upaya perubahan kompetensi pada setiap orang yang selalu ingin belajar. Hasil tulisan para ilmuwan pada dasarnya merupakan sumber belajar yang sangat baik bagi perkembangan dan pengem-bangan potensi dan kualitas seseorang. Semakin banyak mereka membaca, maka semakin banyak pengetahuan yang mereka dapatkan dan selanjutnya menjadi kompetensi diri yang berlaku seumur hidup bagi mereka.&lt;br /&gt;Dan, jika kita tanyakan mengapa mereka tidak menuliskan pengalaman dan kemampuan dirinya dalam tulisan, maka mereka mengatakan takut!&lt;br /&gt;Dari alasan yang disampaikan tersebut, maka setidaknya kita dapat mengatakan bahwa di dalam diri mereka ada sesuatu yang menghambat kreativitas dan keberanian mereka untuk menuliskan pengalaman hidupnya. Masalah tersebut adalah:&lt;br /&gt;a. Tidak percaya diri&lt;br /&gt;Salah satu aspek penting di dalam upaya pencapaian keberhasilan hidup adalah adanya kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri menjai sebuah landasar terkokoh untuk sebuah bangunan diri yang tegar. Jika seseorang tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, maka itu artinya sama saja dengan bangunan tanpa pondasi yang kuat. Kalaupun hasilnya sangat bagus, tetapi tidak tahan lama! Gampang ambruk dan sebangsanya!&lt;br /&gt;Hal yang paling fatal dari tumbuhnya rasa tidak percaya diri di dalam diri adalah hilangnya keberanian untuk melakukan segala kegiatan hidup. Mereka sudah kalah sebelum bertarung, berperang! Mereka sudah kehilang-an semangat berjuang justru pada saat mereka mendengarkan kata untuk berjuang, dalam hal ini menulis! Menulis menjadi semacam momok yang menakutkan hati.&lt;br /&gt;Orang-orang yang lemah adalah orang-orang yang tidak percaya pada kemampuan yang dimiliki oleh dirinya. Mereka tidak yakin dapat melaku-kan berbagai hal yang diharapkan. Hati mereka sudah menciut sebelum melakukan sesuatu, justru saat mereka mendengar apa yang hendak dilaku-kan.&lt;br /&gt;Begitu mendengar bahwa mereka harus menuliskan gagasan, maka hati mereka langsung down. Mereka sudah keteter sebelum mengawali kegiatan. Tentunya jika kondisi seperti ini kita alami, maka segala kegiatan kita jadi terbengkalai dan tidak mendapatkan apa-apa dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Rasa rendah diri yang melingkupi dan menguasai diri seseorang menjadikan-nya tidak dapat mengekspresikan segala kompetensi yang sebenarnya ada di dalam dirinya. Setiap hal yang akan dilakukan  tidak didasari oleh sikap mental positif dari dirinya dan inilah sumber kegagalan bagi setiap yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;Untuk dapat menjadi penulis yang handal, maka kita tidak boleh merasa rendah diri, bahakan dalam segala hal kita tidak boleh mengembangkan rasa rendah diri ini. Ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi perkembang-an dan pengembangan diri. Kita harus menghilangkan rasa rendah diri ini sehingga tumbuh keyakinan atas kompetensi atau kemampuan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Malu &lt;br /&gt;Sebenarnya, rasa malu tumbuh dan berkembang karena rasa rendah diri yang sudah kadung tumbuh dan berkembang di dalam diri kita. Ketika kita menumbuhkan rasa rendah diri, maka di dalam diri kita tertanam sikap negatif yang mencegah tumbuhnyakreativitas dan daya inovasi serta yang paling penting adalah kepercayaan diri.&lt;br /&gt;Rasa malu adalah sikap mental negatif yang kita tanamkan ke dalam pola mental kita sehingga secara langsung mengkikis habis kemampuan yang sebenarnya  kita miliki. Rasa ini tumbuh akibat hati kita yang memposisikan untuk diri kita sendiri. Tentunya hal ini sangat merugikan hidup kita. Tetapi selama ini cukup banyak orang yang secara sadar atau tidak terjebak dalam posisi malu untuk berkembang atau mengembangkan kompetensi diri. Ada banyak orang yang mematikan dirinya sendiri dengan perkembangan rasa malu yang maksimal.&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang penulis, maka kita tidak boleh terjebak dalam rasa malu untuk melakukan kegiatan menulis, lalu mempublikaikan karya tulis kita pada media massa yang lokal maupun nasional. Hal ini sangat penting untuk peningkatan rasa percaya diri.&lt;br /&gt;Bahwa rasa malu yang berkembang di dalam hati adalah karena ketakutan atas komentar orang lain atas karya tulis kita. Kita takut orang lain memberikan komentar jelek pada karya tulis kita dan kita tidak siap untuk menerima ejekan atas karya tulis kita. Kita belum siap menerima kritikan pedas atau ejekan atau karya tulis kita.&lt;br /&gt;Jangan malu untuk mengungkapkan ide secara tertulis sebab dengan mengungkapkan hal tersebut, maka kita dapat memberikan gambaran jelas pada banyak orang tentang hal-hal yang kita inginkan atau sesuatu yang dapat kita jadikan sebagai sumber perubahan positif bagi orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;Kalau boleh kita katakan, sebenarnya malu itu adalah penyakit bagi per-kembangan dan pengembangan potensi diri kita. Orang yang dikungkung oleh rasa malu selamanya tidak dapat berkembang maksimal. Bahkan mereka bahkan bakal menjadi pecundang yang selalu kalah dalam setiap langkah kegiatan.&lt;br /&gt;Rasa malu itu sebuah parasit yang bakal menggerogoti semua kemampuan yang ada di dalam diri kita sehingga habislah nilai diri kita. Rasa malu memang sangat perlu dalam kehidupan ini, tetapi setidaknya kita harus dapat membatasi penerapannya. Kapan kita harus malu dan kapan kita tidak boleh malu! Dan menulis adalah sesuatu yang penting bagi kita sehingga tentunya hal tersebut tidak boleh kita kembangkan. Rasa malu harus kita hilangkan agar kita dapat mengeksplore seluruh kemampuan kita dan dapat mendatangkan kebaikan bagi semua orang.&lt;br /&gt;Kuncinya, untuk dapat menjadi penulis, maka kita jangan malu untuk menulis dan mempublikasikan karya tulisan kita sehingga dapat dibaca semua orang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berkeinginan untuk menjadi seorang penulis, maka dua aspek di atas harus benar-benar kita pahami dan kita jauhi. Sejauh-jauhnya! Seseorang yang merasa tidak percaya pada dirinya sendiri merupakan awal dari setiap kegagalan dalam kehidupan ini. Bahwa semua kegagalan yang terjadi di dalam kehidupan ini berawal dari ketidakpercayaan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Bagaimana dapat berhasil jika terhadap diri sendiri saja tidak percaya. Siapa lagi yang mempercayahi diri kita selain kita sendiri? Dan, kalau kita sudah tidak percaya pada diri sendiri?? Percuma semua kegiatan yang kita lakukan, semua sudah didasari oleh ketidakpercayaan dan ketidakpercayaan adalah lima puluh persen kegagalan!&lt;br /&gt;Seperti pernyataan negatif pada diri kita, misalnya jika kita tidak sakit tetapi kemudian bilang pada banyakorang bahwa kita sedang sakit, maka yakinlah bahwa sebentar lagi kita bakal sakit dengan sesungguhnya. Hal ini karena apa yang kita kondisikan dengan mengatakan diri kita sakit merupakan doa atau permintaan kita pada Tuhan. Begitulah yang seharusnya kita pahami semua.&lt;br /&gt;Maka, janganlah takut untuk menulis sebab tidak ada yang menakutkan saat kita menulis dan yakinlah bahwa itulah karya tulis terbaik yang kita hasilkan!&lt;br /&gt;Selamat! Kita sudah menjadi seorang penulis yang konsisten dengan dunia kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6333806316509517964?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6333806316509517964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6333806316509517964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6333806316509517964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6333806316509517964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/jangan-takut-menulis-walau-pendidikan.html' title='Jangan takut menulis walau pendidikan kita rendah'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5933480030772813853</id><published>2008-09-05T22:56:00.002-07:00</published><updated>2008-09-12T23:57:26.641-07:00</updated><title type='text'>Menulislah apa yang kita kuasai betul</title><content type='html'>Ketika seekor kambing diturunkan ke sungai, maka suara protesnya begitu keras dan tingkahnya begitu kuat menentang kebijakan tersebut. Tetapi, ketika seekor bebek diturunkan ke sungai, maka kita dapat melihat betapa kebahagiaan, kesenangan terpancar dari sikapnya.&lt;br /&gt;Ketika seseorang ditempatkan pada suatu tempat dimana dia sama sekali tidak mempunyai kemampuan cukup untuk menangani masalah yang timbul di tempat tersebut, maka terlihat sekali bahwa mereka begitu shock bahkan nervous. Mereka begitu ketakutan, bahkan.&lt;br /&gt;Kita sering kali dihadapkan pada konsep yang menekankan pada kenyataan bahwa manusia selalu berusaha sekuat tenaga untuk dapat menggapai keingin-annya. Apapun cara dilakukan agar tujuannya dapat dicapai. Bahkan, tidak jarang mereka harus melakukan sesuatu yang sama sekali tidak dikuasainya agar dapat mencapai tujuan hidupnya.&lt;br /&gt;Seringkali kita memaksankan diri kita melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan bidang keahlian kita. Tentunya kita dapat mengetahui apa yang bakal terjadi jika hal tersebut kita lakukan! Yang, pekerjaan tentunya tidak prosedural, bahkan kemungkinan terjadinya kegagalan lebih besar daripada keberhasilan-nya. Bagaimana seseorang dapat mengendarai sepeda motor, trail dengan se-bagus-bagusnya dan menjadi juara sebuah grass track jika tidak didukung kemampuan atau keterampilan yang memadai untuk hal tersebut?!&lt;br /&gt;Di dalam dunia kepenulisan juga demikian. Setiap penulis dituntut untuk menguasai materi yang ditulisnya dengan sebaik-baiknya. Untuk kondisi seperti itu, maka seorang penulis harus benar-benar mempunyai bekal pengetahuan terkait dengan materi yang hendak ditulisnya. Jika tidak tentunya hasil tulisannya bakal kering tanpa isi, sebagaimana bulir padi yang kekurangan air saat masa pertumbuhannya. Melompong meskipun bulirnya kadang nampak begitu bagus!&lt;br /&gt;Dan, bagi seorang penulis, hasil tulisan adalah merupakan sebuah pertanggung jawaban moral dan etika pada kehidupan, profesinya sehingga mereka benar-benar menyadari betapa pentingnya kebenaran dalam setiap hasil tulisannya. Setiap tulisan yang mereka hasilkan merupakan implikasi dan implementasi dari setiap pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Hal ini terkait pada kenyataan bahwa hasil tulisan seorang penulis pada akhirnya dibaca oleh sidanag pembaca dan selanjutnya sidang pembaca bakal memberikan penilaian terhadap isi materi tulisannya. Jika isi tulisannya bagus, maka tentunya hal ter-sebut dapat mengangkat reputasinya sebagai seorang penulis. Dan selanjutnya dapat menjadikan menulis sebagai sebuah profesi yang sangat menjanjikan hidupnya.&lt;br /&gt;Untuk itulah, maka setiap penulis sudah seharusnya benar-benar menulis segala hal yang dikuasainya secara baik. Jika kita menguasai materi yang kita bicara-kan, tentunya proses pembicaraan kita menjadi lebih baik dan enak didengar-kan oleh orang lain. Demikian juga halnya jika kita menulis dengan materi yang benar-benar kita kuasai, maka bahasan yang kita paparkan dapat dimengerti secara baik oleh sidang pembaca dan selanjutnya dapat menjadi faktor perubah kondisi orang lain.&lt;br /&gt;Menulis itu memang bukan pekerjaan yang sulit kok! Yang terpenting adalah kita mempunyai kemampuan untuk menuliskan semua ide yang kita miliki. Tidak perlu neko-neko dalam menulis. Cukup tulislah segala hal kita kuasai, jangan memaksakan diri untuk menulis sesuatu yang sama sekali tidak kitakuasai sebab hal tersebut menjadikan kita harus memberikan penjelasan yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Bahkan dapat jadi, informasi yang kita tulis justru menjadikan setiap pembacanya tersesat dalam kondisi yang tidak benar!&lt;br /&gt;Ya, seorang penulis memang harus menguasai materi yang ditulislah. Hal ini selain untuk menjaga kualitas isi tulisannya, juga memberikan keleluasaan pada penulis untuk mengeksplore kemampuan dirinya secara maksimal sesuai dengan keterampilan dan pengetahaun yang dimilikinya sesuai dengan materi yang ditulisnya.&lt;br /&gt;Jika seseorang bercerita mengenai segala hal yang diketahuinya, maka isi ceritanya akan lebih bernas daripada mereka yang bercerita tanpa didukung kemampuan yang dimilikinya. Dan yang jauh lebih penting adalah proses penulisan yang begitu enteng bagi seorang penulis yang menguasai materi tulisannya. Mereka tentunya tidak perlu merekayasa data dan sebagainya hanya untuk melengkapi tulisannya sebab mereka sudah memahami betul hal-hal yang terkait dengan materi penulisannya.&lt;br /&gt;Begitulah pentingnya seorang penulis menguasai materi yang ditulis tidak lain adalah untuk menghindari terjadinya penyesatan oleh isi atau materi tulisan yang disusunnya.&lt;br /&gt;Sekali lagi, untuk menjadi seorang penulis yang berhasil, maka salah satu hal atau aspek yang harus kita miliki adalah kesadaran untuk menulis segala hal terkait dengan kemampuan yang kita miliki. Dengan penguasaan materi hal tersebut menjadi salah satu kegiatan yang benar-benar menjanjikan untuk masa depan!&lt;br /&gt;Penguasaan terhadap materi yang akan kita tulis menjadikan kita merasa enjoy saat menuangkan semua ide kita. Semua materi tulisan bakal mengalir sebagaimana air sungai yang mengalir begitu indah sebab sudah mengenal begitu rupa jalur-jalur yang harus dilalui. Jika tidak, maka air sungai dapat mengalir ke sembarang tempat dan tidak terarah. Pada akhirnya meluap membanjir dan membuat semuanya rusak belaka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5933480030772813853?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5933480030772813853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5933480030772813853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5933480030772813853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5933480030772813853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/menulislah-apa-yang-kita-kuasai-betul.html' title='Menulislah apa yang kita kuasai betul'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3878233801389650356</id><published>2008-09-05T22:56:00.001-07:00</published><updated>2008-09-10T23:27:24.352-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya out line dalam menulis</title><content type='html'>He he, masih kesulitan yang menuliskan ide, gagasan dalam bentuk tulisan? Wah, untuk kondisi tersebut kita perlu melakukan sedikit kreativitas. Sebenar-nya sih bukan sesuatu yang baru, ini sudah cukup lama diterapkan oleh para penulis, khususnya mereka yang menulis pada ukuran panjang. Untuk ukuran tulisan pendek, umumya langsung menulis begitu saja!&lt;br /&gt;Tetapi, saat ini tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk menerapkannya agar tujuan kita dalam menulis benar-benar tercapai. Hal ini terkait dengan kenyata-an bahwa menulis merupakan kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan sehingga apa yang bakal kita tulis harus runtut dan tidak menyimpang dari tema yang hendak kita tuliskan. Setidaknya kita harus menyakini bahwa yang kita tulis adalah sesuatu yang dihasilkan oleh pola pemikiran yang sistemik.&lt;br /&gt;Untuk itu, maka salah satu yang harus kita kuasai dan terapkan adalah out line bagi setiap tulisan yang bakal kita tulis. Out line adalah garis-garis besar ide yang hendak kita tuliskan beserta dengan sedikit rincian yang ada dalam tulisan kita.&lt;br /&gt;Dengan out line yang kita susun, maka secara dini kita dapat mengetahui hal-hal yang harus kita isikan dalam tulisan kita sehigga tidak terjadi penyimpangan atau pembiasan materi tulisan. Dengan out line yang kita susun, maka kita dapat mengetahui rencana atau rancangan isi yang sesuai dengan tema tulisan kita.&lt;br /&gt;Out line menjadi jalur yang harus kita ikuti pada saat menuliskan semua ide atau gagasan kita. Seperti kita ketahui bahwa tulisan itu merupakan rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan berkesinambungan sehingga perlu adanya garis-garis besar yang menjadi penuntun penulis di dalam proses pengungkapan ide kita.&lt;br /&gt;Out line kita perlukan agar setiap materi yang kita tuliskan merupakan bagian integral dari materi secara keseluruhan. Integralistas materi menjadi sala h satu hal yang harus kita perhatikan saat menulis. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya materi yang tidak nyambung satu terhadap lainnya. Out line inilah yang memberikan gambaran setiap aspek atau materi yang bakal kita tuliskan dalam tulisan kita.&lt;br /&gt;Sebagai seorang penulis, kita memang dituntut untuk memberikan informasi yang runtut dan realitas. Jika kita memberikan secara acak, maka hal tersebut justru menjadikan kebingungan pada semua orang yang menerima informasi kita. Bahkan informasi yang sederhana saja dapat menjadi sangat rumit jika pola penyampaiannya tidak runtut atau sistematis!&lt;br /&gt;Memang dapat saja kita menulis tanpa membuat out line terlebih dahulu. Tetapi setidaknya unuk kondisi tersebut, maka kita dituntut untuk mempunyai daya ingat dan nalar yang sangat tinggi sehingga kita tidak kehilangan materi yang hendak kita tuliskan. Dan, yang juga perlu diperhatikan, jika kita menulis tanpa adanya out line, maka keterselesaian tulisan adalah secepatnya, pada saat itu juga. Kita mulai menulis, maka selanjutnya harus kita lakukan sampai materi yang kita tuliskan benar-benar tuntas dan tulisan kita jadi!&lt;br /&gt;Tentunya jika kita membayangkan hal ini, maka kita bakal merasa pada sebuah kondisi yang penuh tekanan (under pressure) dan tidak semua orang mempunyai kemampuan bekerja pada kondisi tersebut. Yang banyak adalah orang melarikan diri dari kondisi pekerjaan yang under pressure tersebut. Jangankan under pressure, saat menghadapi permasalahan atau kesulitan sedikit saja sudah bayak orang yang melarikan diri.&lt;br /&gt;Dengan membuat out line, maka setidaknya kita sudah mengikat topik utama yang bakal kita tuliskan sehingga tdak menuntut kemampuan pengingatan pada otak kita.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka buatlah out line saat kita hendak menulis atau membuat tulisan agar lebih mudah bagi kita untuk menyatakan setiap detail materi yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3878233801389650356?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3878233801389650356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3878233801389650356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3878233801389650356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3878233801389650356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/pentingnya-out-line-dalam-menulis.html' title='Pentingnya out line dalam menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-2668096710588610903</id><published>2008-09-05T22:55:00.001-07:00</published><updated>2008-09-10T23:25:44.174-07:00</updated><title type='text'>Kata pertama yang sulit!</title><content type='html'>Kesulitan di dalam penentuan awal tulisan seringkali menjadi permasalahan utama bagi seseorang saat ingin memulai kegiatan menulis. Dan, pengalaman memang mengajarkan bahwa untuk memulai sesuatu selamanya memang sangat sulit. Tetapi, jika kita telaten melakukannya, maka setidaknya kesulitan tersebut dapat diminimalisir sehingga tidak lagi menjadi penghambat bagi keinginan untuk melakukan kegiatan menulis.&lt;br /&gt;Ada banyak kata yang dapat kita pergunakan untuk memulai melakukan kegiat-an menulis. Setiap kata merupakan awal dari rangkaian kalimat yang bakal kita jadikan sebagai tulisan atau cerita. Setiap kata mempunyai kekuatan yang sama di dalam proses pembentukan sebuah tulisan atau cerita. Bahkan satu huruf saja dapat menjadi pemula dari tulisan ataupun cerita. A, U, I, E, O dapat saja menjadi permulaan kalimat yang sangat bagus jika kata selanjutnya menjadi pengait dan penghubung yang tepat.&lt;br /&gt;Seperti ketika berbicara atau bercerita secara lesan, maka kata awal yang kita ucapkan tidak perlu kita cari-cari terlebih dahulu. Kata pertama tersebut meluncur begitu saja dari gerakan bibir kita. Setiap gerakan bibir kita menghasil-kan kata dan kalimat yang berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga para pendengar kita memasang telinga dan perhatian serius pada setiap kata kita.&lt;br /&gt;Begitulah seharusnya saat kita hendak memulai kegiatan menulis. Kita tidka perlu direpotkan pada pilihan kata atau huruf pertama dari rangkaian kalimat yang akan menyusun tulisan kita. Kita tidak perlu repot-repot memilih dan memilah kata dan huruf untuk awalan tulisan kita. Semua itu justru menjadikan kita kebingungan saat berniat melakukan kegiatan menulis.&lt;br /&gt;Menulis itu seringkali dianggap sebagai kegiatan yang ribet dan berat, apalagi jika sebelum melakukan kegiatan menulis di hati kita sudah tertanam pikiran negatif atau negatif thinking terhadap penggunaan kata pertama dari tulisan kita. Pikiran negatif merupakan pola pemikiran yang membebani setiap langkah kegiatan kita. Sekali lagi di dalam hal ini kita perlu menanamkan di hati kita konsep bahwa jangan sekali-sekali kita membebani langkah sebelum benar-benar melangkah.&lt;br /&gt;Walaupun semua orang, jika boleh dikatakan seperti itu, mengatakan bahwa menentukan kata atau huruf pertama saat melakukan kegiatan menulis merupakan sesuatu yang sulit, tetapi hal tersebut jangan dijadikan sebagai sesuatu yang dogmatis! Itu hanya masalah keterampilan semata!&lt;br /&gt;Ya, kegiatan menulis adalah keterampilan yang tentunya dapat dipelajari setiap orang. Artinya setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi seorang penulis, tanpa memperhitungkan latar belakangnya. Sebagai sebuah keterampilan, maka setiap orang mempunyai kesempatan yang sama. Sebagai-mana keterampilan mengelas dan sebagainya, semua membutuhkan latihan yang sistematis dan keuletan dapat setiap usaha agar dapat menguasainya.&lt;br /&gt;Jika kita berkesempatan untuk bertanya pada setiappenulis yang sekarang ini sudah mempunyai posisi, saat pertama kali mereka menekuni dunia tulis menulis, maka sebenarnya mereka-pun mengalami hal yang sama dengan kesulitan kita. Mereka juga mengalami kesulitan saat harus menentukan kata atau huruf pertama yang bakal dipasang pada permulaan tulisan. Tetapi, mereka sama sekali tidak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang negatif.&lt;br /&gt;Sama. Ya, mereka juga mengalami kesulitan saat harus memulai menulis. Mereka harus memeras otak hanya untuk menentukan kata atau huruf pertama yang dipasang di permualaan tulisan. Mereka menganggap bahwa kata atau huruf pertama sangat menentukan ketertarikan sidang pembaca. Seperti sebuah iklan yang mengatakan bahwa kesan pertama sangat menentukan, selanjutnya ya terserah anda! &lt;br /&gt;Apapun kata atau huruf yang kita pasang di awal tulisan mempunyai kemampuan yang sama di dalam menghadirkan ketertarikan sidang pembaca terhadap tulisan kita. Ada kata-kata yang berat atau kata ringan saja. Semua mempunyai kemampuan yang sama dalam menghadirkan ketertarikan sidang pembaca pada tulisan kita.&lt;br /&gt;Tetapi, seringkali kata pertama merupakan pintu menuju isi tulisan kita se-hingga untuk hal tersebut, maka yang terpenting adalah kelanjutan dari kata tersebut. Tetapi, kenapa harus pusing dengan kata pertama segala. Santai saja-lah! Tulis saja semuanya yang ingin kita tuliskan. Jangan terlalu terikat pada kata atau huruf pertama yang hanya menjadi semacam dogma sebagai penentu keberhasil-an tulisan.&lt;br /&gt;Sekali lagi kita asumsikan bahwa menulis merupakan implementasi bahasa lesan yang konkrit sebagai bentuk pertanggungjawaban kita atas kemampuan yang kita miliki. Dengan menulis, maka kita berkeyakinan dapat menularkan kemam-puan kepada semua orang yang inginkan kemampuan tersebut. &lt;br /&gt;Lantas, mengapa kita belum juga memulai untuk menulis?!&lt;br /&gt;Tuliskan saja semua yang kita ingin tuliskan, jangan perdulikan kata atau huruf pertama yang kita pasang di awal tulisan. Dalam hal ini, tidak ada yang salah saat kita memulai menulis! Semua adalah benar!&lt;br /&gt;Sebagaimana ketika kita sedang belajar, maka tidak ada yang tidak bisa, yang ada hanyalah belum bisa. Saat kita belajar mengendarai sepeda motor, maka kita tidak boleh dikatakan tidak bisa, sebab kita dalam proses belajar. Yang dapat kita katakan adalah bahwa kita belum bisa! Ya, kita bukannya tidak bisa, tetapi belum bisa!&lt;br /&gt;Konsep tersebut sangat penting untuk mengangkat semangat melakukan kegiat-an menulis. Dengan memegang konsep tersebut setidaknya semangat menulis menjadi berlipat dan lebih ringan.&lt;br /&gt;Jangan mengatakan tidak bisa sebelum kita melakukan sesuatu sampai kita berhasil melakukan hal tersebut sebaik-baiknya. Selama kita belum berhasil sebaik-baiknya, maka kita tetap harus terus belajar atau mempelajari kesulitan tersebut sehingga benar-benar menguasai dan bisa!&lt;br /&gt;Okey, mulai sekarang, jangan pernah sekalipun termakan oleh konsep penentu-an kata atau huruf pertama bagi setiap tulisan kita. Anggap sepi semua itu! Tulis saja apa yang ingin anda tulis! A, Aku, Dia, Suatu pagi, Hari ini………Si A, atau mungkin kata Bangsat merupakan anak kunci menuju halaman kalimat di tulisan kita!&lt;br /&gt;Ayo…. Kita menulis dengan sembarang kata awal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-2668096710588610903?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/2668096710588610903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=2668096710588610903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2668096710588610903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2668096710588610903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/kata-pertama-yang-sulit.html' title='Kata pertama yang sulit!'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5335006418135809685</id><published>2008-09-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T22:54:59.543-07:00</updated><title type='text'>Menjadi penulis yang efektif</title><content type='html'>Menulis adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengungkapkan segala unek-unek yang ada di dalam hati sehingga dapat dikomunikasikan kepada semua orang sebagai sebuah tulisan. Karena diperuntukan bagi semua orang, maka sebuah tulisan harus benar-benar dapat menjadi jembatan peng-hubung antara penulis sebagai orang yang mempunyai ide dengan orang-orang atau sidang pembaca yang diharapkan bakal menjadi pengguna ide.&lt;br /&gt;Sebagai jembatan, maka tulisan harus benar-benar dapat mengakomodasi semua kebutuhan bahkan keinginan sidang pembaca sedemikian rupa sehingga semua orang memahami dan selanjutnya mengikuti apa yang ada di dalam tuisan tersebut.&lt;br /&gt;Tulisan sebenarnya merupakan alat propaganda yang paling efektif. Dengan media tulisan, maka kita dapat memberikan masukan, pengaruh dan berbagai bentuk stimulasi sedemikian rupa sehingga penulis menjadi orang penting yang diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi semua orang, khususnya sidang pembaca tulisananya.&lt;br /&gt;Sementara kita menyadari bahwa setiap orang mempunyai sikap dan sifat yang berbeda terkait dengan berbagai informasi yang didapatkan dalam kehidupan. Di samping itu, setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda di dalam menerima dan mengpersepsikan setiap informasi sehingga dapat menjadi milik dirinya, kompetensi dirinya.&lt;br /&gt;Bahwa setiap orang di dalam kehidupan ini adalah kumpulan orang yang sedang mencari berbagai hal untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Setiap orang adalah sedang belajar terhadap pola dan kondisi kehidupan yang dijalaninya. Tidak ada orang yang pandai di dalam setiap kelompok manusia, tetapi yang ada adalah seseorang yang tahu lebih dahulu dari yang lainnya. Jadi tidak ada  orang yang lebih tahu, tetapi rata-rata adalah tahu lebih dahulu!&lt;br /&gt;Seperti seorang guru. Sebenarnya seorang guru adalah manusia biasa, sebagai-mana umumnya manusia. Tetapi, selama ini kita melihat bahwa seorang guru adalah serba tahu! Seorang guru itu serba bisa! Wah ini merupakan sebuah kondisi yang serba wah! Padahal sebenarnya seorang guru kelihatan lebih pandai sebab guru tahu lebih dahulu daripada anak didiknya, walau memang seorang guru adalah lebih tahu dari anak didiknya sebab guru telah mengalamai proses sebagaimana yang sekarang dialami oleh anak didiknya.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka seorang penulis diharapkan dapat memberikan ide dan segala hal secara tertulis kepada sidang pembaca secara gamblang sehingga setiap orang yang berkeinginan untuk memiiki informasi tersebut sekali atau dua kali membaca sudah memahami apa yang dimaksudkan oleh penulis.&lt;br /&gt;Masalahnya adalah masih sedikitnya orang-orang yang suka mengejah-wantakan idenya dalam bentuk tulisan dan selanjutnya menyebarkannya untuk masyarakat agar dapat diterapkan secara bebas di dalam kehidupannya. Merekapun berkeinginan untuk menerapkan konsep atau teori yang ditulis atau dimiliki oleh orang lain sebagai hasil interaksi manusiawi.&lt;br /&gt;Budaya menulis di negeri ini memang masih sangat perlu untuk dibangkitkan agar segala ide yang dimiliki oleh setiap orang dapat diwujudkan dalam tulisan dan secara gampang dapat dibaca oleh semua orang sehingga hal tersebut selanjutnya memiliki ide yang tentunya sesuaidengan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;Kita harus mengakui bahwa sebenarnya banyak orang yang berkemampuan menjadi penggali ide dalam kehidupan ini, tetapi sedikit sekali yang mempunyai kemauan, apalagi kemampuan untuk mewujudkannya dalam bentuk tulisan, baik tulisan pendek maupun tulisan panjang.&lt;br /&gt;Dan, setiap kali ketika kita menanyakan alasan sehingga mereka tidak mau mewujudkan banyak ide dalam bentuk tulisan adalah kekurangmampuan mereka dalam menuliskan idenya. Boleh saja mereka sangat berapi-api saat harus berorasi di hadapan sekian ribu orang di halaman terbuka luas. Mereka berorasi dengan kata-kata yang penuh pembakaran. Tetapi pada saat mereka ditawari untuk menuliskan semua pemikiran yang suidahd ilontarkannya dalam pidato orasi yang berapi-api, mereka selalu mengatakan kesulitan! Mereka merasa kesulitan ketika harus mengungkapkan banyak ide yang ada di dalam hati dan otak mereka ke halaman buku.&lt;br /&gt;Dimulai dari mana? Apa kata pertamanya? Bagaimana cara mengkaitkan sekian banyak ide sehingga sinkron dan menjadi sebuah tulisan yang runtut dan tidak janggal?! Bukankah sebagai pengaliran ide, maka tulisan yang tertuang di lembaran buku harus tersusun secara sistematis dan sistemik serta menarik untuk dibaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5335006418135809685?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5335006418135809685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5335006418135809685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5335006418135809685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5335006418135809685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/menjadi-penulis-yang-efektif.html' title='Menjadi penulis yang efektif'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1361937862605077500</id><published>2008-09-03T22:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T23:35:32.671-07:00</updated><title type='text'>perahu dari Mojokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SL94-b2XFgI/AAAAAAAAAEU/mZ8a97Uj5f8/s1600-h/perahu1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SL94-b2XFgI/AAAAAAAAAEU/mZ8a97Uj5f8/s200/perahu1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242041505305531906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahwa negeri ini adalah negeri matirim sebab separuh lebih wilayah adalah perairan dan terdiri atas banyak pulau yang dipisahkan oleh laut kecil dan laut besar.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah tidak heran jika peranan perahu sangat penting dan menentukan keberhasilan dalam pembangunan negeri dan pengawasan serta menjaga keamanan negeri.&lt;br /&gt;Di Mojokerto ada sebuah rumah yang dipenuhi banyak perahu tradisional. Cuman saja perahu-perahu tersebut berukuran kecil sehingga dapat diletakkan di atas meja.&lt;br /&gt;Ya, perahu-perahu tersebut adalah perahu miniatur dan menjadi sebuah kerajinan khusus yang dihasilkan oleh warga Kota Mojokerto, khususnya di wilayah Sinoman.&lt;br /&gt;Kalau saja kita membutuhkan, maka datang saja ke sana!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1361937862605077500?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1361937862605077500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1361937862605077500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1361937862605077500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1361937862605077500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/09/perahu-dari-mojokertp.html' title='perahu dari Mojokerto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SL94-b2XFgI/AAAAAAAAAEU/mZ8a97Uj5f8/s72-c/perahu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4794167415136488277</id><published>2008-08-30T23:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:45:10.036-07:00</updated><title type='text'>MojoKeRto DaLam GamBar KarNaVal 17-an</title><content type='html'>Tujuh belasan memang selamanya menjadi sebuah even yang sangat menggairahkan semua orang. setiap oranag seakan ingin dan memang larut dalam sebuah suasana yang terbangun sejaka tanggal tersebut dijadikan sebagai tanggal kelahiran negeri yang besar ini.&lt;br /&gt;Dan,setiap daerah mempunyai cara tersendiri untuk memperingati dan meramaikan peringatan hari ulang tahun tersebut. Begitu juga halnya dengan Kota Mojokerto. Setiap bulan Agustus merupakan saat yang paling sibuk dan tentu saja mahal. Tetapi kemahalan bukanlah alasan yang menjadikan kegiatan ini dihilangkan, bahkan semakin memacu untuk berkreasi dengan berbagai tampilan terbaik.&lt;br /&gt;Bulan ini di Kota Mojokerto dalam upaya memepringati hari kelahira negeri tercinta telah bayak dilakukan kegiatan, mulai dari gerakjalan, sepeda hias, parade drum band, expo, dan yang terakhir kemarin,malam minggu tanggal 30 Agustus adalah karnaval. Semua kegiatan ini bertu7juan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang segala hal yang sudah dialami dan dilakukan serta didapatkan oleh daerah selama melaksanakan tugas melayani masyarakat.&lt;br /&gt;Selamat!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8u7BWtOI/AAAAAAAAAD4/BQ7WH6_LI5Q/s1600-h/Foto(262).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8u7BWtOI/AAAAAAAAAD4/BQ7WH6_LI5Q/s200/Foto(262).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240567893214016738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8hwDM_GI/AAAAAAAAADw/3uKDQsy-pP0/s1600-h/Foto(259).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8hwDM_GI/AAAAAAAAADw/3uKDQsy-pP0/s200/Foto(259).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240567666930678882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8XgY4rJI/AAAAAAAAADo/OctRqW1EuPk/s1600-h/Foto(255).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8XgY4rJI/AAAAAAAAADo/OctRqW1EuPk/s200/Foto(255).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240567490927963282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4794167415136488277?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4794167415136488277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4794167415136488277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4794167415136488277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4794167415136488277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/mojokerto-dalam-gambar-karnaval-17.html' title='MojoKeRto DaLam GamBar KarNaVal 17-an'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo8u7BWtOI/AAAAAAAAAD4/BQ7WH6_LI5Q/s72-c/Foto(262).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-2262407897996129336</id><published>2008-08-30T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:35:51.178-07:00</updated><title type='text'>Masyarakat memang butuh hiburan dan kedisiplinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo7qk-n60I/AAAAAAAAADg/g2ukIEUZw7g/s1600-h/Foto(256).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo7qk-n60I/AAAAAAAAADg/g2ukIEUZw7g/s200/Foto(256).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240566719065877314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hiburan bagi semua orang merupakan faktor penting yang harus disediakan sebagai bentuk penyegaran diri setelah melakukan berbagai kegiatan hidup yang sangat berat. Hiburan dijadikan sebagai salah satu cara untuk meredakan ketegangan yang berkecamuk di dalam diri sehingga tidak menjadikannya sebagai penyebab rasa sakit. Hidup tanpa hiburan sungguh sangat menyebalkan dan menjadikan monoton serta gampang menjadikan orang stress atau emosional tinggi.&lt;br /&gt;Dan, berbicara mengenai hiburan, maka kita dapat melihat bahwa Pemerintah Kota Mojokerto secara intens dan berkesinambungan terus mencoba untuk menciptakan event-event yang mampu menjadikan hiburan tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat kota melainkan juga masyarakat kabupaten. Mojokerto memang terdiri dari dua wilayah yang dapat dikatakan sebagai kakak dan adik, yaitu Kabupaten dan Kota Mojokerto. &lt;br /&gt;Event-event yang dibuat oleh Pemerintah Kota Mojokerto sebagai salah satu cara untuk menghibur masyarakatnya, jika kita runtut adalah mulai dari pameran kembang di lapangan Surodinawan, gerka jalan, sepeda hias, expo, dan karnaval pembangunan.&lt;br /&gt;Pada setiap event selalu muncul harapan agar masyarakat merasa ter-hibur dan mampu menyegarkan pikiran sehingga keruwetan hidup dapat sedikit terobati dan bergembira bersama masyarakat lainya. Dan, jika kita menilai, maka setidaknya kita dapat mengatakan bahwa semua event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto mencapai keberhasilan yang sangat mem-banggakan&lt;br /&gt;Tetapi, jika kita evaluasi lagi, maka ada satu hal yang mungkin sangat perlu dijadikan sebagai refleksi untu masa-masa mendatang, yaitu keruwetan tata aturan pelaksanaan kegiatan. Kita perlu mengakui dengan lapang hati bahwa kita belum dapat diharapkan kedisplinannya. Masyarakat kita masih belum mempunyai tingkat kedisiplinan sebagaimana yang diharapkan. Kita dapat melihat kenyataan bahwa pada saat kegiatan dilaksanakan, maka pada saat tersebut kontrol diri masyarakat sudah lepas sehingga kondisi benar-benar tidak kondusif.&lt;br /&gt;Di setiap kegiatan,yang diharapkan dapat menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat, ternyata justru memberikan gam-baran secara jelas bahwa masyarakat kita masih begitu kondisinya. Kita tidak perlu me-rasa risih sebab pada kenyataannya memang seperti itu kondisinya. Kita masih ingat dan pasti selalu ingat sebab kondisi ini selalu terulang setiap kali ada kegiatan, yaitu me-rangseknya penonton ke tempat yang seharusnya menjadi areal peserta kegiatan melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dapat kita lihat dari pelaksanaan kegiatan karnaval, bahwa kesemrawutan atau ketidak disiplinan terus saja terjadi sebagaimana pada saat pelaksanaan gerak jalan, ataupun sepeda hias. Penonton yang sebenar-nya diberikan hiburan, ternyata tidak memberikan ruang gerak bagi peserta karnaval atau kegiatan untuk melaksanakan kegiatanya, bahkan areal pesert justru menjadi milik penonton. Lebar jalan yang seharusnya dipergunakan lewatnya peserta kegiatan, tenryata telah penuh sesak oleh penonton sehingga peserta tidak dapat bergerak atau melakukan kegiatan secara maksimal. Lebar jalan yang hampir enam meter, ternyata tinggal dua setengah meter saja! Bahkan peserta kegiatan harus dikalahkan oleh penonton yang bersepeda motor dan masuk ke ruang gerak peserta kegiatan. Akibatnya, penonton tidak dapat membedakan, mana peserta kegiatan dan mana penonton yang ikut di dalam ruang kegiatan peserta. Sungguh sangat merisaukan.&lt;br /&gt;Sebenarnya kondisi seperti ini tidak perlu terjadi jika ada kesadaran di hati masing-masing anggota masyarakat terhadap upaya penciptaan kondisi ter-baik agar pelaksanaan kegiatan nampak rapi, tertib dan teratur serta ketegasan tata aturan bagi penonton. Setiap masya-rakat seharusnya mem-posisikan diri sebagai masyarakat yang mengerti se-hingga tidak perlu mengebaki jalan yang akan dilalui oelh peserta kegiatan agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal. Begitu juga para penonton yang bersepeda motor, seharusnya tidak perlu memasuki jalanan sehingga menjadikan kondisi semakin semrawut.&lt;br /&gt;Masyarakat kita memang sangat haus atas hiburan agar dapat meredakan ketegangan di hati mereka. Kehausan tersebut dapat kita lihat dari membludak-nya penonton di setiap event hiuburan yang diselenggarakan. Tetapi, jika kehausan tersebut diekspresikan sebagai kebebasan sehingga justru meng-ganggu jalannya hiburan, tentunya hal tersebut jauh dari harapan semuanya.&lt;br /&gt;Pada sisi yang lainnya, perlu ketegasan batas penonton yang menyaksi-kan kegiatan sehingga tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan, misalnya dengan memberikan batas bersepda motor dan mengalihkan jalur ke jalur lainnya yang membebaskan jalan yang dilalui oleh peserta kegiatan. Dengan demikan, maka kegiatan tidak ter-ganggu oleh merangseknya penonton di jalanan yang dilalui oleh peserta kegiatan. Dan, seringkali peserta kegiatan harus mengalah kepada penonton!?&lt;br /&gt;Bahwa penonton menyaksikan kegiatan dari pinggiran jalan atau tro-toar jalan dan tidak diperbolehkan masuk ke badan jalan sehingga jalanan nampak bebas dan peserta kegiatan dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Di samping itu, kendaraan selain peserta kegiatan tidak boleh mem-pergunakan jalur kegiatan. Mereka harus dialihkan ke jalur lainnya sehingga tidak mengganggu kelancaran kegiatan. Jalur yang dilewati peserta kegiatan seharusnya streril dari segala macam kendaraan yang tidak berkepentingan. Dan, sepanjang jalur kegiatan hanyalah para penonton yang duduk rapi se-hingga jalur tidak termakan oleh penonton.&lt;br /&gt;Tetapi, sungguh kita perlu mengacungkan jempol kepada Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya kepada Bapak Walikota yang telah berhasil membangkitkan lagi semangat masyarakat sehingga secara sadar mengikuti kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari besar negara, Hari preoklamasi Kemerdekaan.&lt;br /&gt;Selamat! Semoga tahun-tahun mendatang lebih baik dan kondisi lebih teratur dan terkondisikan sebagaimana seharusnya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-2262407897996129336?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/2262407897996129336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=2262407897996129336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2262407897996129336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2262407897996129336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/masyarakat-memang-butuh-hiburan-dan.html' title='Masyarakat memang butuh hiburan dan kedisiplinan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SLo7qk-n60I/AAAAAAAAADg/g2ukIEUZw7g/s72-c/Foto(256).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-21761718022580855</id><published>2008-08-17T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T19:55:21.421-07:00</updated><title type='text'>Jaran Kepang, Ada Di MoJoKeRto</title><content type='html'>IndoneSia memang neGeri yang kaya Raya. Berbagai macam hasil Bumi, berbagai Macam Etnis MasYarakat, berbagai MacAm pOlA kehiduPan ada di Sini. Mau menCari makanan Apa SaJa ada di neGeri ini. Makanan tradSional, hampir di setiap Kehidupan suku bangsa ada makanan khasnya. Dan, rata-rata harganya bersaing, mudah terjangkau oleh saku kita. Bahkan ada yang guyonan begitu: Kalau makan di sini, yang dihitung hanya ikannya saja, lauknya saja. Sedangkan nasinya tidak dihitung!&lt;br /&gt;Tentunya hal ini sangat menarik! Padahak sebenarnya hal tersebut wajar saja!&lt;br /&gt;Bagaimana seorang penjual harus menghitung nasi sebelum disuguhkan pada pembelinya? Berapa waktu yang harus diberikan?&lt;br /&gt;Tetapi itu hanya guyonan saja. Yang terpenting adalah bahwa di negeri in banyak kekayaan yang data dijadikan sebagai sumber masukan bagi negeri yang menurut banyak orang sedang ‘sekarat’! apa benar? Lihat saja sendiri!&lt;br /&gt;Jaran kepang adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di pulau Jawa, tersebut dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Tentunya setiap daerah mempunyai ciri masing-masing. Tetapi hal tersebut justru menambah kekayaan yang dimiliki oleh negeri ini. Dapat menjadi satu daya tarik istimewa bagi para pengunjung atau turis!&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini adalah di MoJoKeRto. Jaran kepang menjadi salah satu jenis kesenian tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat. Banyak anggota masyarakat yang ‘nanggap’ jaran kepang mempunyai hajat! Sunatan, mantenan atau sekedar pindah rumah atau ‘ngleboni’ omah!&lt;br /&gt;Perlu kita sadari dan takjubi semua personil yang ‘mandegani’ kesenian tradisional ini. Mereka dengan begitu gigih berusaha menghidupi kesenian tradisional ini, walaupun dengan tertatih dan nafas ngos-ngosan sebab harus hidup enggan tetapi mati tak mau!&lt;br /&gt;Maka dari itu, sebaiknya ada perhatian dari para petinggi di negeri ini, mengapa mereka tidak mau ‘nanggap’ jaran kepang jika ada selamatan atau pesta, malah ‘nanggap’ kesenian manca yang seperti itu saja, tidak merakyat sama sekali!&lt;br /&gt;Karena kurangnya perhatian para petinggi itulah, maka tidak salah jika ada negeri lain yang mengakuinya sebagai kesenian daerahnya sebab banyak orang-orang negeri ini yan piawai bermain dan tinggal di daerah  dan menghidupkan kesenian tersebut dengan berbagai imbalan yang sepadan dengan pekerjaan menghidupkan kesenian tersebut. Tak heran mereka mengeluarkan statement bahwa jarankepang merupakan kesenian tradisional mereka! Sungguh tidak benar!&lt;br /&gt;Okey, mulai sekarang kita harus memberikan perhatian yang maksimal pada jaran kepang sehingga kita tidak kehilangan!&lt;br /&gt;Semoga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-21761718022580855?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/21761718022580855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=21761718022580855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/21761718022580855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/21761718022580855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/jaran-kepang-ada-di-mojokerto.html' title='Jaran Kepang, Ada Di MoJoKeRto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4708593183095421635</id><published>2008-08-17T18:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T18:54:41.042-07:00</updated><title type='text'>Mojokerto, Gudang Orang Sakti!</title><content type='html'>Sejak dahulu, Mojokerto terkenal sebagai gudangnya orang sakti. Sejak jamannya kerajaan Majapahit dan bahkan sampai sekarang orang Mojokerto terkenal sakti-sakti.&lt;br /&gt;Kita mengetaui dari pelajaran sejarah bangsa bahwa kerajaan Majapahit bersentral di Mojokerto, tepatnya Trowulan. Kerajaan yang diawali dari sebuah hutan kecil yang namanya, Tarik!&lt;br /&gt;Hutan Tarik, yang konon ceritanya adalah sebuah hutan yang sangat sangar dan tidak bersahabat. Hutan gung lewang lewung, jalmo moro, jalmo mati. Begitulah orang menyebutnya. Tapi bagaimanapun orang Mojokerto adalah orang-orang yang pilih tanding. Orang-orang yang mempunyai kemam-puan diri yang mampu menjawab segala tantangan hidup yang kejam sekalipun. Hal tersebut dibuktikan oleh Raden Wijaya yang dengan segera dapat menyulap hutan sangar itu menjadi sebuah daerah yang sangat menarik minat orang untuk betempat tinggal dan akhirnya menjadi penduduknya sehingga dalam waktu relatif pendek Hutan Tarik menjadi daerah yang terkenal dan dinamakan sebagai Majapahit, yang artinya diambil dari buah Maja yang banyak tumbuh di darah tersebut dengan rasa yang pahit! Hal ini membuktikan bahwa orang-orang Majapahit adalah orang-orang yang sakti mandraguna!&lt;br /&gt;Ya. Orang-orang Mojokerto memang terkenal sakti! Bahkan sampai sekarang kita dapat menemuinya di hamparan kota Trowulan dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Sepanjang jalan Raya Trowulan, di pinggir jalan, kita dapat melihat banyak orang sakti yang dengan kemampuananya dapat melihat bahwa di dalam bongkahan batu yang besar tersimpan sebuah atau beberapa patung!&lt;br /&gt;Ya. Begitu melihat sebongkah batu, maka mereka segera tahu bahwa di dalam batu tersebut ada sebuah patung. Maka, setiap hari mereka kupas kulit batu yang menutup keberadaan sang patung. Dengan penuh kesabaran, mereka memukulkan palu pada kepala pahat. Tik…..tik…..tik…., begitu sedikit demi sedikit ujung tajam pahat mengelupas permukaan batu.&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit bongkah batu menjadi serpihan kecil. Dan, lama kelamaan bongkahan batu itupun menampakkan bentuknya. Dan, akhirnya semua penutup patung di bongkahan batu itupun luruh, lantas muncullah patung yang sesungguhnya!&lt;br /&gt;Itulah kesaktian orang-orang Trowulan, dapat mengetahui bahwa di dalam bongkahan batu besar ada patung yang indah dan mereka mengupas kulitnya hingga patung itu benar-benar muncul!&lt;br /&gt;Duh, orang-orang Trowulan memang sakti!ha....ha....ha....&lt;br /&gt;(Catatan tentang sesuatu yang sekarang masih hilang!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4708593183095421635?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4708593183095421635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4708593183095421635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4708593183095421635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4708593183095421635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/mojokerto-gudang-orang-sakti.html' title='Mojokerto, Gudang Orang Sakti!'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5142796339666803836</id><published>2008-08-16T03:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T03:54:38.135-07:00</updated><title type='text'>Kemeriahan 17-an di Kota Mojokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKax4N3rPTI/AAAAAAAAADY/-iLNFD58GLw/s1600-h/17-anguru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKax4N3rPTI/AAAAAAAAADY/-iLNFD58GLw/s200/17-anguru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235067196218752306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, setiap menjelang peringatan 17 Agustus, Kota Mojokerto tidak ketinggalan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menggambarkan betapa perayaan hari ulang tahun itu sangat penting.&lt;br /&gt;HUT memang sebuah momen yang tidak bakal dilupakan oleh orang-orang yang mempunyai kaitan jiwa dan hati pada setiap event tersebut. Mereka akan berpartisipasi maksimal untuk sebuah kesuksesan program.&lt;br /&gt;Kemarin, Kamis, 14 Agustus 2008, kota Mojokerto menjadi begitu ramai dan semarak. Semua institusi, dinas, dan masyarakat ‘tumplek blek’ di sepanjang jalan utama kota dan terutaa terpusat pada alun-alun yang di dalam hal iniadalah start dan finish kegiatan gerak jalan 17-an&lt;br /&gt;Berbagai warna seragam dengan label masing-masing atau sekedar seragam semata menghiasi setiap bagian alon-alon. Dan, berjubelnya penonton serta para pedagang menjadikan suasana semakin semarak.&lt;br /&gt;Kegiatan gerak jalan ini pada dasarnya untuk membangkitkan semangat patriotisme di hati masyarakat, khususnya generasi muda, yang akhir-akhirini ditengarai mengalami suatu dekadensi yang sangat tajam. Banyak kegiatan generasi muda yang keluar jalur sehingga mengkawatirkan kehidupan di masa depan.&lt;br /&gt;Begitu juga, masyarakat perlu diingatkan bahwa kita masih punya hari ulang tahun untuk negeri kita tercinta ini. Masih ada hari istimewa yang kita rayakan sebagai hari terindah dan hari dimana kita dapat mengevaluasi segala sisik melik perjalanan menghabikan waktu.&lt;br /&gt;Ya, hari ini merupakan kegiatan menyongsong peringatan hari ulang tahun kemerdekaan negeri kita tercinta. Sudah 63 tahun negeri ini terlepas dari cengkeraman cakar para penjajah yang begitu ganasnya menghisap, meng-gerogoti semua kekayaan yang ada di bumi tercinta.&lt;br /&gt;Dengan semangat yang sangat fantastis, semangat empat lima, dahulu para penjuang bergerak membebaskan negeri ini dari cengkeraman penjajah. Gerakan yang sangat berani dan penuh tekad yang ternyata memberikan sebuah perubahan yang sangat membahagiakan.&lt;br /&gt;Kota Mojokerto, selalu penuh dengan kesemarakan yang seakan semua tenaga super besar dan mampu menggerakkan seluruh anggota masyarakatnya, bahkan masyarakat tetangga daerah, Kabupaten Mojokerto untuk bergabung dalam kenikmatan sesaat memperingati hari ulang tahun negeri tercinta!&lt;br /&gt;Kota Mojokerto, semarakmu seperti cahaya kunang-kunang yang ber-kedip saat kegelapan meliputi hidup. Kota Mojokerto telah  memberikan nilai plus bagi kehidupan masyarakatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5142796339666803836?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5142796339666803836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5142796339666803836' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5142796339666803836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5142796339666803836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/kemeriahan-17-di-kota-mojokerto.html' title='Kemeriahan 17-an di Kota Mojokerto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKax4N3rPTI/AAAAAAAAADY/-iLNFD58GLw/s72-c/17-anguru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8456937642837083737</id><published>2008-08-16T03:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T03:38:26.020-07:00</updated><title type='text'>Kota MojokErto yaNg BerSahaBat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKauE3dqT3I/AAAAAAAAADI/j8b7TdX7qxI/s1600-h/mojokerto+suatu+siang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKauE3dqT3I/AAAAAAAAADI/j8b7TdX7qxI/s200/mojokerto+suatu+siang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235063015495847794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak habis berpikir,bAHwA kota yang secara umum seringkali dikatakan kejam, ternyata tidak berlaku bagi kota kecilku. Entah karena kecilnya atau karena Pola Kehdupan wargAnya yang emmang sederhana, sehIngga aku sringkali merasakan bahwa Kota MojokertO sangatlah bersahabat.&lt;br /&gt;Orang-orangnya begitu familiar, maklum rata-rata orang Jawa yang sangat diakui atas sikap andap asor, unggah ungguhnya di dalam pergaulan, SeHingga saat kita bertemu atau sekedar berpapasan, Maka SenyuM selalu tergambar di bibir-bibir mereka.&lt;br /&gt;Begitu juga saat siang begitu panas menyengAt, kota MojoKerto dengan segala kebaiakan hatinya memberikan kita tempat berteduh yang sangat bagus dan benar-benar membuat kita bahagia. angin semilir yang mengalir dari tangkis sungai yang membawa aroma air sungai yang segar membuat orang kerasan berlama-lama berlindung di bawah pohon di sepanjang jalan menuju ke arah alon-alon kota.&lt;br /&gt;Mojokerto telah menjadi satu kota yang mampu memberikan situasi hidup yang kondusif untuk semua orang, pola pergaulan yang begitu nyaman, walaupun kotaku kecil, tetapi rasanya begitu lapang untukku, dan kuharap juga untuk orang-orang lainnya!&lt;br /&gt;Dan, bagaimanapun tempat tinggalku adalah istana, gak peduli walaupun banyak setan berkeliaran! Persetan saja! maka tiap siap, sehabis kerja, aku selalu kongkow di pinggir jalan di bawah pepohonoN, DUH SEGAR SEKALI....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8456937642837083737?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8456937642837083737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8456937642837083737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8456937642837083737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8456937642837083737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/kota-mojokerto-yang-bersahabat.html' title='Kota MojokErto yaNg BerSahaBat'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKauE3dqT3I/AAAAAAAAADI/j8b7TdX7qxI/s72-c/mojokerto+suatu+siang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5662602593209754259</id><published>2008-08-14T05:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T06:01:38.285-07:00</updated><title type='text'>KerJ Bakti, bentuk kesetiakawanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKQslc4r_fI/AAAAAAAAADA/sPM1HbIclR0/s1600-h/krjabakti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKQslc4r_fI/AAAAAAAAADA/sPM1HbIclR0/s200/krjabakti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234357688832097778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia itu negeri yang penuh berbagai kebersatuan. Sejak jaman dahulu, Negeri ini dikenal atas kebersamaannya dalam setiap permasalahan. Satu orang terluka, maka semua merasakan sakitnya. Maka tidak heran jika ada salah satu anggotamasyarakat yang dilukai oleh orang lain, maka dalam waktu tidak lama bakal datang sekian puluh orang untuk membalsakan rasa sakit itu!&lt;br /&gt;Tapi, apakah seperti itu p[ola kehidupan yang diajarkan oleh leluhur kita?&lt;br /&gt;Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang beradab, suka berbaik pada orang lain, walau pada kenyatananya, pada akhirnya kebaikan yang diberikan oleh orang lain adalah duri di pantat!&lt;br /&gt;Kita tersenyum-senyum pada orang lain, tetapi oranga lain memasang duri salak di bawah pantat kita sehingga saatkita terlena oleh manisnya senyum dan duduk, maka kita bakal menjeriT.&lt;br /&gt;AAAAUHHH!&lt;br /&gt;Tetapi, di kehidupan kamung, desa, kehidupan dengan berlandas kebersamaan masih sangat kental dan masih hidup dengan berdamping dengan pola kehidupan modern yang lebih menekankan pada egoisme diri untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi di Desa Gembongan, saat sebuah wilayahmendirikan sebuah Mushola, langgar, maka semua warga keluar rumah untuk secara bersama-sama membangun bangunan tersebut.&lt;br /&gt;Nuansa kerja bakti masih begitu kental dan menguasai semua hati sehingga pekerjaan yang jika dilakukan biasa membutuhkan waktu tiga hari, maka dengan kerja bakati, maka pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 3 jam!&lt;br /&gt;Duh, sebenarnya enak saat kita berkerja secara bersama-sama!&lt;br /&gt;walaupun untuk membangun langgar ini amsih memutuhkan banyak dana, tetapi masyarakat sekitar begitu antusias untuk secara sadar emembrikan bantuan dana &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;DAN TENAGA UNTUK KELANCARAN PROGRAM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5662602593209754259?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5662602593209754259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5662602593209754259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5662602593209754259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5662602593209754259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/kerj-bakti-bentuk-kesetiakawanan.html' title='KerJ Bakti, bentuk kesetiakawanan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SKQslc4r_fI/AAAAAAAAADA/sPM1HbIclR0/s72-c/krjabakti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8706685622814417301</id><published>2008-08-13T20:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T20:37:40.950-07:00</updated><title type='text'>Semarak Menjelang 17-an</title><content type='html'>Rasanya waktu begitu cepat bergulir. Tak terasa sekarang kurang tiga hari lagi sudah memasuki hari keramat bagi bangsa besar seperti Indonesia ini. Hari yang sangat keramat sebab pada tanggal tersebut segala belenggu terlepas, dilepaskan dari tubuh kurus kerempeng negeri yang sudah terlalu banyak dihisap oleh para penjajah.&lt;br /&gt;Ya, Indonesia telah merdeka, sekarang sudah tahun ke 63. tetapi pertanyaan mendasar selalu saja menggelitik di balik sanubari yang tidak pernah dapat dibohongi, sudah merdekakah negeri kita? benar-benar sudah merdekakah negeri besar ini?&lt;br /&gt;Kita dapat melihat kenyataan bahwa walaupun proklamasi kemerdekan sudah digaungkan oleh Soekarno dan Moh. hata pada 63 tahun yang lalu, tetapi ternyata yang namanya kemerdekaan belum juga nampak muncul kepermukaan sebagai sebuah kondisi konkrit yang dimiliki oleh setiap orang.&lt;br /&gt;Justru, sekarang ini penjajahan banyak terjadi di negeri besar ini. Ya, banyak orang yang terjajah oleh orang lainnya dengan dalih bermacam-macam. Dan, yang terutama menjadi alasan pokok adalah kehidupan ekonomi yang mencekik batang leher dan menyumbat lobang tenggorok!&lt;br /&gt;Orang sekarang semakin tersengal!&lt;br /&gt;Dan menjelang hari peringatan kemerdekaan, umumnya merupakan masa berfoya-foya, sebagaimana masa saat menjelang pmilihan pimpinan di negeri ini. dari tingkat RT, RW sampai presiden, maka saat pesta digelar dimana-mana!&lt;br /&gt;Pada saat itulah, penjajahan mulai mencekengkeramkan kuku tajam dengan benih-benih penyakit, virus yang egitu penuh di ujung kukunya yang hitam.&lt;br /&gt;Lantas, sebenarnya apakah kemerdekaan itu? Sedangkan kita tidak dapat emnjadi juragan di negeri sendiri.&lt;br /&gt;Hari ini, Kota Mojokerto kembali diguyang kegiatan yang sangat membahagiakan masyarakatnya, termasuk warfa daerah sebelahnya, kabupaten mojokerto.&lt;br /&gt;Duh, setiap menjelang hari ulang tahun kemerdekaan, kesemarakan menjadi pola kehidupan yang sangat dekat dengan orang-orang, khususnya pemilik modal! Benarkah kita hanya menghargai nilai ekmerdekaan dengan pesta berfoya-foya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8706685622814417301?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8706685622814417301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8706685622814417301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8706685622814417301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8706685622814417301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/semarak-menjelang-17.html' title='Semarak Menjelang 17-an'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4866550630925051866</id><published>2008-08-08T02:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T02:16:02.006-07:00</updated><title type='text'>Hidup Kayak Jaran Kepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJwOwmvoQ-I/AAAAAAAAACw/LbOAtAWcIGA/s1600-h/jarankpng1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJwOwmvoQ-I/AAAAAAAAACw/LbOAtAWcIGA/s200/jarankpng1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232073095294501858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap hari hidup seakan tidak berbeda dengan jaran kepang.Sudah kehilangan banyak ingatan, tetapi masih mampu melangkah bahkan melakukan sesuatu yang tidak dapat dinalar dengan pikiran waras.&lt;br /&gt;Begitulah, hidup terus bergulir. Kadang kita harus berguling-guling, makan beling, kata Iwan Fals. Kehilangan kontrol tetapi mampu mengontrol. Jaran kepang menjadi pola kehidupan kita sekarang ini.&lt;br /&gt;Kehilangan kesadaran bukan sesuatu yang menggalaukan hati, justru selalu dicari oleh banyak orang sehingga seringkali mereka bertindak tanpa perhitungan, seakan lupa paa banyak hal yang berlaku dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Saat musik kehidupan mulai ditabuh dan suaranya menggema menguasai  langit, maka pada saat itulah semua kehidupan dipermainkan. Kehidupan para arwah ataupun kehidupan manusia hidup.&lt;br /&gt;Jaran kepang teah menjadi gambaran kehidupan orang-orang yang telah melupakan jatidirinya dan bergumul dengan jatidiri lain yang berada bersemayan di dalam dirinya, bukan di hati.&lt;br /&gt;Di Mojokerto, Gembongan, Gedeg, Mojokerto, ada dua perkumpulan kesenian jaran kepang yang sangat representatif sebagai kesenian yang menjaga hasil olahrasa, raga, dan karsa leluhur yang memang harus dijaga.&lt;br /&gt;Bersyukurlah, kita masih mempunyai banyak orang yang peduli terhadap hasil karya leluhur, jangan sampai direbut oleh orang lain! Siapa lagi yang peduli?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4866550630925051866?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4866550630925051866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4866550630925051866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4866550630925051866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4866550630925051866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/hidup-kayak-jaran-kepang.html' title='Hidup Kayak Jaran Kepang'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJwOwmvoQ-I/AAAAAAAAACw/LbOAtAWcIGA/s72-c/jarankpng1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5456518768543016362</id><published>2008-08-06T04:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T05:03:12.508-07:00</updated><title type='text'>Mojokerto di Siang hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJmS9pjcWaI/AAAAAAAAACg/Nh2GMuzBeL4/s1600-h/bagiankotamojokerto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJmS9pjcWaI/AAAAAAAAACg/Nh2GMuzBeL4/s200/bagiankotamojokerto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231374029991729570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika matahari mulai terasa menyengat, aku merasa perlu sekedar menghilangkan panasnya di bawah pepohonan yang ada di sepanjang jalan di kota mojokerto.&lt;br /&gt;Mojokerto memang sangat rindang, penghijauan di jalur kota rasanya sudah mulai nampak hasilnya, walau tidak dapat diterapkan di jalur ekonomi kota yang memang sangat menyengat saat siang, setidaknya saat emmasuki jalur kota kita langsung dipapak oleh rindangnya pepohonan sepanjang jalan menuju ke bundaran alon-alon dan beperapa pedagang es nampak siap memberikan eksegaran tersendiri bagi kita.&lt;br /&gt;Duh, segarnya saat kerongkongan yang kering dilewati oleh aliran air es yang begitu segar.&lt;br /&gt;Dan, aku selalu lakukan setiap kali pulang dari bekerja, di bawah pohon rindang itu aku menyeruput es degan, kelapa muda. duh segarnya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5456518768543016362?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5456518768543016362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5456518768543016362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5456518768543016362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5456518768543016362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/mojokerto-di-siang-hari.html' title='Mojokerto di Siang hari'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/SJmS9pjcWaI/AAAAAAAAACg/Nh2GMuzBeL4/s72-c/bagiankotamojokerto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1861508383841929732</id><published>2008-08-02T04:28:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T04:33:31.194-07:00</updated><title type='text'>Pesta Rakyat di Kota Mojokerto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_cSaa_5UOXYs/SJRF7Lf5YtI/AAAAAAAAAB8/ou5PwDI0gTc/s1600-h/pasarrakyat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_cSaa_5UOXYs/SJRF7Lf5YtI/AAAAAAAAAB8/ou5PwDI0gTc/s320/pasarrakyat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229881950285161170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Pesta Rakyat! Ya ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Siapapun sangat tertarik untuk mengikuti dan menyaksikan PesTa RakYat yang SetiaP TahuN dijadikan seBAgAi ajang pamer proDukSi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;KoTa MoJokErto Memang sangat kreatif dan penuh InOvAtif. Setiap saat selalu Ada KegiAtan Yang menGajAk masyarakat, RakYat berperaN Aktif di DaLam nyA. Hal ini dianggap SaNGat penting mengiNGat eksisTensi rakyat adalah elemen dari pemerinTah. JikA rAkYat terlibat dalam keGiataN secara aktif tentunya menjadiKan mereka mempunyai satu kebaNGGaan atas keterliBatannya tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;DuH, raSanya begitu menarIk dan membaHagiaKan saat secara lugas melihat orang-orang berhamburan, berjalan beriringan di sela-sela kios dan joglo peserta pesta rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;KoTa MoJokerTo memang mempuNayai Banyak Sekali ide cemerlang untuk memAnJakan masYarakaTnya. Walaupun sederhana, wOng Namanya juga PesTa RakYat, tentunya mengedepankan kesederhanaan doNg! Tapi, masyarakat beGitU antuSias menghAdiri Avent yang satu Ini. Padahal di Kota Saat SeKarang ini &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; dua Event pameran yang sama-Sama Menarik, tetapi Pesta Rakyat sangat MemiKat masyaRakaT! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di pesTA RakYat ini setidaknya kita daPAt melihat beberap StaND, mulai dari stand bunga, mebelair, buana muslim, kerajinan alat Musik, keRajinan Coro, berbagai JenIS Makanan Tradisional, helm, buku MuRah. SeMua StaND nampak begitu menARik sehingga semua orang menyempatKan waktu Untuk mamPir ke semua stand secara bergantiaN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; banyak hal yang begitu menarik untuk diperhatikan, diamati dan selanjutnya disyukuri, betapa pemerintah begitu perhatian kepada masyarakat-nya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bravo untuk pemerintah Kota MojoKerTo!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1861508383841929732?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1861508383841929732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1861508383841929732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1861508383841929732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1861508383841929732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/08/pesta-rakyat-di-kota-mojokerto.html' title='Pesta Rakyat di Kota Mojokerto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_cSaa_5UOXYs/SJRF7Lf5YtI/AAAAAAAAAB8/ou5PwDI0gTc/s72-c/pasarrakyat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-7469047700270038455</id><published>2008-07-31T01:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T01:45:43.526-07:00</updated><title type='text'>BeLajaR MenganDaliKan NafsU Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya salah satu Peperangan yang sangat besar dan berat bagi mannusia adalah melawan musuh yang berada di dalam dirinya sendiri. Bagaimana tidak, kita tidak tahu dimana sebenarnya musuh Tersebut Berada!?&lt;br /&gt;Bahkan, keTika kiTa bercermin-pun musuh tersEbut Tidak terliHat oleh Kita!&lt;br /&gt;Tetapi, Jika kita BerHasil menundukkan mush yang Satu ini, Maka segala permasalahan di dunia ini tidak bakal kita Alami!&lt;br /&gt;Semua berjalan sebagaimana air mengalir menuju ke muara laut!&lt;br /&gt;Seperti angin lembah yang semilir dari puncak bukit ke daratan rendah.&lt;br /&gt;Ya, Nafsu!&lt;br /&gt;Nafsu adalah musuh terbesar bagi manusia dan semua itu ada di dalam diri kita! Kita tidak tahu keberadaannya tetapi kita yakin ada di dalam diri kiTa!&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, marilah kita belajar mengendalikan nafsu diri kita!&lt;br /&gt;Jangan biarkan napsu kita berkeliaran, mengalir tanpa arah ataupun alur yang jelas sebab kondisi tersebut menjadikan kita tidak tidak lebih daripada binatang!&lt;br /&gt;Terus apalah jadinya kita jika lupa pada upaya mengendaliklan nafsu kiTa sendiri?!&lt;br /&gt;KiTa masiNg -mAsiNG mempUnyai Jawaban! Iya Kan?!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-7469047700270038455?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/7469047700270038455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=7469047700270038455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7469047700270038455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7469047700270038455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/belajar-mengandalikan-nafsu-diri.html' title='BeLajaR MenganDaliKan NafsU Diri'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6840654774081981264</id><published>2008-07-30T05:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T05:20:12.053-07:00</updated><title type='text'>NafSu, jAGaL RyAN, sUMbER bELaJAR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Beberapa hari terakhir, kita mendapat pendidikan dan pemelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dan kelangsungan hidup kita secara menye-luruh dan lengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Aspek pemelajaran yang kita maksud dalam komteks ini adalah terkait dengan berbagai sikap, pola dan bentuk interaksi personal yang berbahaya bagi kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Kita memang harus selalu belajar, baik secara &lt;i&gt;literature&lt;/i&gt;, klasikal atau belajar langsung dari kehidupan. Belajar &lt;i&gt;literature&lt;/i&gt; berarti belajar dengan obyek dasar berbagai buku, &lt;i&gt;literature&lt;/i&gt; yang relevan dengan aspek yang dipelajari. Klasikal dapat kita katakan sebagai kegiatan belajar yang secara baik dan sistematis diselenggarakan di sebuah ruangan yang disebut kelas. Sedangkan belajar langsung diartikan bahwa selama proses belajar anak didik ikut terlibat pada setiap jenis pelajaran dan berhasil baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dari tiga macam asal materi belajar dapat diperoleh, maka setidaknya kita tahu bahwa pemelajaran langsung kepada alam lingkungan merupakan cara tercepat dan sangat mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sumber pemelajaran lingkungan sangat memungkinkan bagi subyek belajar untuk mendapatkan berbagai aspek. Aspek-aspek itu didapatkan tidak hanya berupa konsep-konsep atau teori-teori, melainkan implementasi langsung dari &lt;i&gt;learning by doing&lt;/i&gt;-nya. Belajar dengan langsung melakukan dalam kehidup-an. Dalam hal ini, kehidupan merupakan sekolah yang paling signifikan ter-hadap proses belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Salah satu obyek belajar adalah mengenai dampak krusial dari pola hidup yang serba glamour dan penuh dengan berbagai intrik, sehat atau tidak sehat menjadi pengalaman belajar yang paling kuat tertanam di dalam memori otak kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal yang terjadi di Tembelang yang dilakukan oleh seorang Ryan, sendiri ataupun sama orang lain, sebab sampai sekarang belum diketahui dan merupa-kan sebuah pertanyaan, hal aneh jika sendirian, sungguh merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi proses pemelajaran kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kasus ini meberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kita semua atas pola hidup, karakter dan kebutuhan hidup yang begitu rupa yang ternyata mempunyai pengaruh sangat besar terhadap keputusan melakukan sesuatu dalam hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ini pelajaran hidup yang sangat berarti bagi kelangsungan hidup kita dimasa yang akan datang. Kejadian ini adalah evaluasi dan refleksi kita terhadap proses kehidupan yang semakin krusial dan menuntut konsekuensi yang tinggi pada setiap orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Manusia menjagal manusia lain?! Wah, tentunya hal tersebut memberikan dampak belajar yang bervariasi pada setiap pribadi dan komunitas. Tentunya yang paling signifikan dalam hal ini adalah pelajaran tentang kemanusiaan dan manusia itu sendiri. Bagaimana konsep dasar tentang kemanusiaan, juga tentang eksistensi manusia itu sendiri. Manusia dan kemanusiaan itu hal yang paling urgen dalam kehidupan kita, seperti hidup dan kehidupan. Oleh karena itulah, maka sebagai manusia kita harus memahami konsep tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bagaimana seorang manusia, Ryan ‘tega’ menjagal manusia lainnya, hingga saat ini sudah 11 (sebelas) manusia yang dijagal, dibantai dengan begitu kejinya. Bahkan ditengarai masih akan bertambah jumlahnya. Audzubillah! Sementara alasannya sangat klise, yaitu cemburu dan tentunya saja ‘tuntutan kehidupan manusia’, dirinya dan keluarga, sebagaimana dikatakan Ryan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Duh, manusia (Ryan) telah kehilangan sifat kemanusiaannya! Kehilangan kemanusiaannya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika kita melihat hal ini secara realitas dan pikiran jernih setidaknya kita perlu mengkaji hal tersebut sebagai antisipasi, baik pribadi maupun komunitas agar tidak terulang pada kita atau pada waktu mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Cukup sekali ini saja kejadian ‘penjagalan’ manusia terjadi dinegeri ini!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya, selanjutnya perlu dipahami, dilakukan dan dijadikan sebagai bahan pelajaran sekaligus hasil pelajaran dari kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bagaimanapun, manusia itu dibekali Tuhan dengan sesuatu yang sangat membahayakan kehidupannya sendiri, bahkan kelangsungan hidup di alam ini. Ya, manusia diciptakan dengan sesuatu yang jika dapat dikuasai, dikendalikan menjadikan kehidupan semakin baik. Tetapi, jika tidak dapat dikuasai, tidak dapat dikendalikan, atau justru manusia yang dikendalikannya, maka rusaklah kehidupan ini! Apa itu?! &lt;span style="color: red;"&gt;NAFSU&lt;/span&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya! &lt;span style="color: red;"&gt;NAFSU&lt;/span&gt; manusia menjadikan kehidupan berkembang dan juga ancur! Maka, belajarlah dari &lt;span style="color: red;"&gt;JAGAL&lt;/span&gt; manusia dari Jombang ini! Jangan sampai &lt;span style="color: red;"&gt;NAFSU&lt;/span&gt; menguasai diri kita! Nafsu itu seperti kuda! Kita yang harus menunggangi, mengendalikannya, bukan kita yang ditunggangi apalagi dikendalikan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6840654774081981264?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6840654774081981264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6840654774081981264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6840654774081981264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6840654774081981264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/nafsu-jagal-ryan-sumber-belajar.html' title='NafSu, jAGaL RyAN, sUMbER bELaJAR'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3421439242578212149</id><published>2008-07-30T05:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T05:18:47.507-07:00</updated><title type='text'>MenGemBaliKAn KeSaNTunAN HiDuP</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Bangsa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dikenal sebagai bangsa yang kental dengan pola kehidupan yang penuh dengan adab dan sopan santun. Dan, karena kesantun-annya, maka sangat terbuka untuk setiap orang untuk mempelajari aspek kehidupannya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Akibat terbukanya kesempatan mempelajari pola kehdiupan tersebut, maka kemungkinan adanya pengaruh sangatlah besar. Oleh karena itu, tidak heran jika sedikit demi sedikit pola kehidupan anak bangsanya mengalami perubahan, evolusi. Walau perlahan tetapi pasti!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Berbagai pola kehidupan telah ekhilangan rujukan. Bahkan tidaks edikit pola kehidupan yang tidak berbeda dengan layang-layang yang putus benang. Melayang tidak karuan kemana angin membawanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Akibatnya yang paling jelas adalah hilangnya jati diri anak bangsa. Cukup banyak anak bangsa yang telah kehilangan identitas diri sehingga sama sekali tidak mencerminkan bagian dari bangsa yang besar ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Krisi identitas, dekadensi moral dan masih banyak hal lain yang merupakan dampak dari pergumulan peradaban internal dan eksternal. Pola kehidupan tradisional yang penuh dengan nilai-nilai positif kehidupan khas anak negeri, secara perlahan telah berubah menjadi pola kehidupan global.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memang kita tidak dapat menghindar dari kondisi kehidupan yang selalu mengalami perubahan, dinamis. Kehidupan itu bagaikan roda yang terus menggelinding, berputar tanpa henti. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang melewati jalanan rata, halus dan nyaman, tapi pada saat-saat tertentu melewati jalan berlumpur, bergelombang dan sangat tidak nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Salah satu kondisi yang mengalami perubahan drastis adalah sikap kehidupan yang jauh dari pola kehidupan yang diajarkan oleh para leluhur kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Anak-anak bangsa kita sudah tidak bersikap sebagaimana kebiasaan jaman penuh keemasan bangsa besar ini. Pola pergaulan antar personal tidak ada lagi tingkatan yang jelas. Unggah-ungguh yang selama ini dijadikan sebagai dasar aturan pergaulan telah banyak yang menguap ke langit!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tidak ada lagi perbedaan sikap, kata dan pola kehidupan antara orangtua dan anak muda. Semua begitu mengalir seperti air sungai yang tidak lagi membedakan air berasal darimana, semua dileburkan menjadi satu kesatuan yang utuh tanpa beda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Adakah nilai positifnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Adakah nilai negatifnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tdak baikkah jika sekat antar generasi yang selama ini tercipta disingkap dan membuka hubungan seluas-luasnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bukankah jika sekat terbuka, maka interaksi yang tercipta memungkinkan terciptanya sebuah interaksi penuh kasih sayang dan cinta?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bagaimana-pun, kita menyadari bahwa pergaulan antar generasi mem-butuhkan sebuah sikap yang memungkinkan terjadinya sebuah sikap yang memungkinkan terjadinya pengaliran kasih sayang dan cinta yang tulus dari masing-masing sisi?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; orangtua perlu memberikan kasih sayang dan cinta kepada para anak muda secara tulus dan ikhlas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tongkat estafet yang harus segera diserahkan kepada generasi penerus. Semen-tara dengan kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh para orangtua, maka tumbuhlah rasa yang sama di hati para muda yang hal ini merupakan ikatan benang emas antar generasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini, akhir-akhir ini tata aturan pergaulan antar generasi benar-benar kehilangan pola positifnya. Unggah-ungguh telah hilang dari kehidupan. Anak-anak sudah tidak ada rasa hormat pada para orangtua dan para orangtua telah kehilangan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai panutan. Semua sudah menjadi tontonan dan bukan tuntunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Aspek ini terutama pada kehilangan kesantunan di hati para orang muda, bahkan juga yang tua-tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kesantunan itu merupakan pola positif yang seharusnya diterapkan di dalam setiap pergaulan pada setiap strata kehidupan, baik dari sisi sosial maupun sisi usia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kesantunan dalam strata social memungkinkan terciptanya kebersamaan dalam segala hal sehingga tumbuh rasa kesetiakawanan yang pada akhir-akhir ini terasa mulai luntur. Rasa kesetiakawanan yang luntur ini selanjutnya menciptakan ‘kasta-kasta’ baru dalam pola kehidupan sosial modern. Hal ini selanjutnya menimbulkan banyak kecemburuan social pada setiap stratanya sehingga rawan bagi kenyamanan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sedangkan ketiadaan kesantunan dalam sisi usia menyebabkan terjadinya gab antar generasi. Bahkan hal yang paling genting adalah hilangnya link antara generasi tua dengan generasi muda. Padahal, untuk kondisi masa depan yang baik, perlu adanya link antar generasi sehingga selalu siap terjadinya kaderisasi dan proses kesinambungan pola kehidupan bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika kita menyadari bahwa di dalam proses pergaulan hidup, anak muda telah kehilangan kesantunan, maka yang perlu dipertanyakan dan dipersalahkan tidak hanya anak-anak muda, tetapi juga para orangtuanya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kesantunan dan pola hidup santunn harus dikembangkan sebagai gerakan bersama dalam segala aspek kehidupan sehingga kondisi kehidpan benar-benar menggambarkan sebuah kondisi yang kondusif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dan, kesantunan ini sejak dahulu adalah ciri khas kehidupan bangsa kita yang besar. Seluruh negara di dunia mengakui bahwa Bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; itu santun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tetapi apakah hal tersebut benar? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Setidaknya untuk kondisi sekarang ini???&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3421439242578212149?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3421439242578212149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3421439242578212149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3421439242578212149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3421439242578212149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/mengembalikan-kesantunan-hidup.html' title='MenGemBaliKAn KeSaNTunAN HiDuP'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-2762538886739267369</id><published>2008-07-28T23:32:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T23:33:18.929-07:00</updated><title type='text'>Mojokerto Macet, Kota Kecil Juga macet</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Macet? Wah, rasanya disemua ruas jalur jalan dimana saja. Di setiap bagian negeri ini mengalaminya. Tidak peduli jalan utama, jalan tol, jalan by pass atau jalan tembusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Apakah jalur jalannya menyusut? Tentunya tidak seperti itu. Tidak ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalan yang menyusut panjangnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Begitu juga di jalur Mojokerto, khususnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jalur Padangan masuk ke mulut jembatan penghubung wilayah Kabupaten dengan Kota Mojokerto. Jalur ini selalu padat danmacet sebab kendaraan berebut masuk/keluar mulut jembatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Apalagi pada saat pagi hari, yaitu pada saat jam berangkat kerja dan jam berangkat sekolah. Panjang kemacetan dapat mencapai seratus meter. Apalagi jika ada kendaraan besar, seperti truk yang terjebak disitu.jumlah pemakai jalan memang sangat banyak sehingga seluruh badan jalan penuh. Bahkan, bahu jalanan-pun terpaksa harus dilalui oleh pengendara sepeda dan sepeda motor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal ini seringkali menjadi penyebab dari kemacetan disini, mungkin dimana saja adalah ketidaktaatan pengguna jalan terhadap aturan yang berlaku di jalur ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Bahkan tidak jarang kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kecelakaan, khususnya pada pengendara ibu-ibu yang tidak menguasai sepeda yang harus gerak berhenti-gerak lagi berhenti lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seringkali yang terlihat adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Yang      hendak memasuki mulut jembatan, dari arah barat sudah mulai menisih ke      sisi kanan, sign kanan dinyalakan memasuki mulut jembatan pada jarak lebih      kurang 30 meter sehingga meumpuk pada sisi kanan, akibatnya berbenturan      dengan kendaraan yang keluar dari mulut jembatan, baik yang memang mneuju      ke barat atau yang harus mencari posisi berputar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke arah timur. Akibatnya, macet!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Yang      hendak keluar dari mulut jembatan langsung belok ke kanan sehingga      berbentur dengan kendaraan yang hendak masuk mulut jembatan. Hal inipun      menyebabkan macet di mulut jembatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Petugas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lantas yang telat datang dan tidak tegas      sehingga pada saat sudah mulai macet, maka petugas baru turun tangan      tangan. Padahal&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;seharusnya      para petugas berada di situ sebelum kondisinya macet. Akibatnya,petugas      tidak melakukan antisipasi keadaan melainkan menyelesaikan keadaan, yang      sudah macet! Ini sangat rumit. Langkah menyelesaikan bukanlah solusi yang      tepat dan efektif serta efisien! Bukankah preventif jauh lebih baik      daripada kuratif?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Macet memang ciri khas sebuah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;. Tetapi untuk &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; sekecil Mojokerto, ternyata harus macet juga…. Itu sebuah lelucon. Mengapa dapat terjadi???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-2762538886739267369?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/2762538886739267369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=2762538886739267369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2762538886739267369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/2762538886739267369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/mojokerto-macet-kota-kecil-juga-macet.html' title='Mojokerto Macet, Kota Kecil Juga macet'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6559932899668890430</id><published>2008-07-28T23:31:00.001-07:00</published><updated>2008-07-30T05:30:18.341-07:00</updated><title type='text'>Kota Mojokerto, lebih daripada Kabupaten Mojokerto</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Siang yang panas hari ini tak terasa bagiku. Saat melewati ujung jalan Majapahit, lepas dari mulut jembatan Padangan sebelah selatan, memasuki jalur &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; aku memasuki jalur hijau!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pepohonan yang menghias di sisi barat jalan membuat nyaman. Garangnya sinar matahari siang langsung hilang saat aku menepi ke bawah deretan pohon penghijau dan perindang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; yang begitu asri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apalagi, saat pandangan mata tertumbuk pada kios es degan yang begitu menantang air liur sehingga tanpa terasa kutelan air liurku sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Memasuki &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Mojokerto lewat pintu mulut jembatan Padangan sisi selatan memang cukup rindang dan menarik. Hal ini berlanjut pada sekeliling alon-alon. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; banyak tanaman, pohon di pinggir jalan melingkar alon-alon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sungguh, ternyata, dimana-mana wilayah yang paling rindang dan asri dari sebuah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; adalah alon-alon &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Dimanapun kita pasti mendapati bahwa di sekitar alon-alon begitu mengasyikkan dan sangat nyaman untuk masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di Kota Mojokerto, alon-alon pada malam hari semakin asyik bagi warganya atau warga wilayah tetangga, Kabupaten Mojokerto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mojokerto memang wilayah yang unik, bagaimana tidak, pada wilayah ini terdapat dua pemerintahan, yaitu Kabupaten dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Gitu kok aneh? Udah umum &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; ada wilayah Kabupaten dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tapi, Mojokerto memang unik, yaitu Ibukota Kabupaten Mojokerto berlokassi di dalam wilayah Kota Mojokerto, sehingga semua perangkat pemerintahan Kabupaten ada di dalam wilayah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Itulah uniknya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah pemerintah Kabupaten telah kontrak tempat pada pemerintah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kondisi seperti ini menjadikan warga wilayah Kabupaten lebih banyak beraktivitas di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, bahkan kegiatan niaga terpusat pada wilayah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Karena kegiatan niaga berpusat di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;, tentunya pemasukkan dana ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; lebih besar daripada untuk wilayah Kabupaten. Dengan demikian, maka konsekuensi pajak, pastinya masuk ke wilayah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Maka tidak heran jika &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; lebih siap dan mampu memperhatikan warganya daripada Kabupaten. Apalagi, wilayah yag ditangani oleh Pemerintah Kota hanyalah dua wilayah kecamatan! Sementara itu, wilayah kabupaten yang luas terbagi atas banyak wilayah kecamatan sehingga kuantitas perhatian pemerintah cukup banyak sehingga tidak heran jika banyak warga atau wilayah yang tidak terurus dengan baik dan benar. Kuantitas urusan banyak sehingga menurunkan kualitas pelayanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di malam hari, alon-alon &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Mojokerto adalah satu tempat favorit yang dipilih oleh banyak keluarga untuk menumbuh kembangkan sikap, keakraban keluarga, rasa sosial&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau sekedar membuang waktu, santai setelah seharian penat bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Berbagai jenis jajanan digelar di dalam lapangan alon-alon. Bakso, martabak, pisang molen, putu, sate, mie ayam, makanan tradisional atau makanan cepat saji dan warung lesehan semua ada di alon-alon. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; pengunjung dapat menikmati semua jajanan tersebut dengan harga yang relatif murah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di tengah alon-alon ada sebuah bangunan tugu yang dilengkapi dengan kolam dan penyemprot air mancur. Terkadang air yang mancur mengimbaskan butiran uap air yang terbawa angin menuju pada pengunjung yang ada di sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Fdan, setiap hari Sabtu, malam minggu, alon-alon menjadi lebih istimewa, khususnya bagi anak-anak muda sebab pada malam tersebut alon-alon dihiasi dengan berbagai acara panggung musik di sisi selatan timur alon-alon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wargga sangat dimanjakan dengan adanya kegiatan niaga sekaligus hiburan, wisata di alon-alon &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Walapun terdiri atas dua wilayah, tetapi pada kenyataannya Kabupaten dan Kota Mojokerto begitu satu. Kedua warga wilayah ini selalu tumplek blek di alon-alon ini, atau di tempat lain yang berada di wiayah &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Begitulah kondisi Mojokerto!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6559932899668890430?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6559932899668890430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6559932899668890430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6559932899668890430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6559932899668890430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/kota-mojokerto-lebih-daripada-kabupaten.html' title='Kota Mojokerto, lebih daripada Kabupaten Mojokerto'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1942816274203184670</id><published>2008-07-28T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T23:30:40.085-07:00</updated><title type='text'>Kota Mojokerto, Siap PILKADA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Kota Mojokerto, merupakan sebuah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kecil yang cukup padat dan mempunyai banyak sumber daya. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang terdiri atas dua kecamatan ini adalah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang cukup aktif. Setiap hari mobilitas warganya cukup tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Saat sekarang, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini menyongsong PILKADA untuk posisi walikota dan wakilwalikota. Untuk periode pemilihan sekarang ini cukup banyak pasangan yang ikut berkompetisi, ada AN Nur, H2O, SUNAN, SANDI. Cukup ramai bursa pasangan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Calon-calon walikota dan wawalikota sudah mulai memasang ancang-ancang didalam menyongsong saat pilkada itu. Beberapa baliho, spanduk ataupun banner sudah dipasang di tempat-tempat strategis di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini sehingga setiap saat warga dapat melihatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Semua perangkat tersebut dipasang dalam berbagai ukuran, dari yang kecil sampai yang sangat besar. Dari sudut kampung sampai sudut alon-alon, yang nota bene adalah tempat warga berkumpul sehingga jelas terlihat oleh warganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Saat sekarang merupakan saat-saat yang penting sekaligus genting bagipara calon pimpinan daerah ini. Maka tidak heran jika mereka harus tampil &lt;i&gt;all out&lt;/i&gt; agar dapat memikat perhatian masyarakat yang selanjutnya diharapkan dapat mengikat suara pada saat pilkada itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Rasanya berbagai cara telah ditempuh oleh masing-masing pasangan pilkada kali ini. Maka tidak heran dan ini selalu terjadi dimana saja, mereka saling mencuri start dengan berbagai balutan sampul kegiatan yang terselubung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Pelaksanaan pilkada untuk daerah Kota Mojokerto memang masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri, bahkan mengatur ulang strategi yang sudah dilakukan. Pilkada Daerah Kota Mojokerto dilaksanakan pada bulan Oktober.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Ternyata, posisi orang nomor satu di suatu wilayah merupakan sesuatu yang sangat berarti dan memikat bagi semua orang. Tidak heran jika pilkada menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semacam ‘indonesian idol’ atau seperti ‘ mamamia’ bahkan seperti ‘pildacil!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Kita memang pantas bersyukur bahwa cukup banyak orang yang berkeinginan untuk menjadi pemimpin bagi yang lain. Kita sadar bahwa hanya dengan adanya seseorang yang memimpin, maka sebuah organisaisi, dalam hal ini pemerintah daerah, masyarakat dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Selanjutnya, yang selalu menjadi pengharapan dari masyarakat adalah bahwa kesemarakanan kompetisi dalam pilkada ini bukan sekedar upaya merebut posisi atau kursi nomor satu di wilayah tertentu. Tetapi hal hal yang lebih penting adalah sebah tugas, tanggungjawab dan kewajiban moral untuk membangun dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki daerah, baik SDM maupun SDA, untuk memberikan atau menciptakan kondisi kehdiupan masyarakat yang kondusif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Siapapun yang terpilih di dalam sebuah pilihan dalam hal ini pilihan kepala daerah (pilkada) berarti sudah diberikan/menerima kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Sedangkan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada calon terpilih merupakan harapan yang tinggi pada yang terpilih agar dapat mewujudkan harapan yang sudah digantungkan oleh masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Sekarang yang terpenting bagi kita adalah berdo’a kepada Tuhan agar dibimbing hingga dapat menentukan pilihan yang tepat untuk kepala daerah. Agar tidak salah memilih sebab bagaimanapun pada saat pilkada seperti ini, kita tidak berbeda dengan membeli kucing di dalam karung. Kita hanya tahu bahwa di karung itu adalah kucing, tetapi kita sama sekali tidak mengetahui detail kucing itu. Kita tidak tahu jenis kucing tersebut! Repot &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;?!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Pada sisi yang lain, masyarakat berharap agar para calon pimpinan adalah orang-orang yang mempunyai kontrol diri dan kontrol social tinggi sehingga setelah terpilih tidak menjadi orang yang lupa!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Akhirnya, kita hanya berharap agar proses pilkada yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Mojokerto berlangsung lancar, dama d an demokratis serta jujur dan adil. Selanjutnya, proses tersebut benar-benar berorientasi pada tujuan untuk menemukan para pimpinan yang dapat membumi dengan masyarakatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Semoga!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1942816274203184670?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1942816274203184670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1942816274203184670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1942816274203184670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1942816274203184670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/kota-mojokerto-siap-pilkada.html' title='Kota Mojokerto, Siap PILKADA'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4360305079725658395</id><published>2008-07-25T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T05:28:16.511-07:00</updated><title type='text'>Wilayah Mojokerto, Tersenyum ataukah berduka?</title><content type='html'>Pasca pelaksanaan PILKADA untuk gubernur dan wakilnya di daerah Provinsi Jawa Timur dapat dikatakan sukses, artinya berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan atau hal-hal yang tidka diinginkan. Semua berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada.&lt;br /&gt;Tetapi, daerah wilayah Mojokerto benar-benar berduka/tersenyum sebab ternyata calon yang berasal dari daerah ini tidak mampu melawan calon-calon dari wilayah lainnya. sama sekali tidak berkutik!&lt;br /&gt;Bagaimana dapat berkutik sedangkan perolehan suara sampai yang terakhir penulis rekam, ketahui hanya 7,...%, Wah...jauh sekali!&lt;br /&gt;Tetapi, tidak menjadi masalah!&lt;br /&gt;Yang jelas, kondisi daerah Jawa Timur yang begitu beragam dengan berbagai kondisi ternyata tidak mengalami gejolak berarti walau ada calon dukungan yang tidak mampu bersaing. Semua diterima dengan lapang hati!&lt;br /&gt;Jawa Timur dengan keberagaman warganya ternyata telah begitu demokratis sehingga walaupun calon dukungannya gagal maju ke putaran selanjutnya, mereka tidak bergolak!&lt;br /&gt;Sekarang masalahnya, usdah siapkah para ujung lidah dan perpanjangan lengan dan para mak comblang membawa kembali para pemilik hak suara untuk berperan aktif lagi dalam pemilihan putaran kedua?&lt;br /&gt;pada putaran pertama ini, terbaca ada sekitar 36% suara yang tidak masuk. Menurut perkiraan ya, semua itu karena tidak adanya kompensasi bagi pemilih untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). bagaimana seorang tukang batu mau meninggalkan pekerjaannya yang sehari bernilai 50 ribu sekedar untuk mengikuti pilihan kepala daerah, sementara dia tidak mendapatkan kompensasi apapun?!&lt;br /&gt;kalau saja setiap orang yang bekerja emndapatkan kompensasi yang sesuai, tentunya TPS bakal ramai dan tidak ada kartu yang blangko!&lt;br /&gt;Sukses untuk masyarakat Jawa Timur!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4360305079725658395?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4360305079725658395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4360305079725658395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4360305079725658395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4360305079725658395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/wilayah-mojokerto-tersenyum-ataukan.html' title='Wilayah Mojokerto, Tersenyum ataukah berduka?'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4731277392210513941</id><published>2008-07-25T00:53:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T01:05:39.316-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dua hari aku rehat tidak menulis, mengisi halaman blog ini. BUkan malas, tetapi tugas yang begitu menumpuk membuatku kehabisan nafas dan waktu untuk mengunjungi warnet, dimana biasanya aku bergelut dengan kamar blog-ku.&lt;br /&gt;Tugas sebagai  KPPS saat pemilihan gubernur dan wakilnya membuatku benar-benar kehabisan waktu dan nafas, apalagi ternyata pilihan tersebut harus mengalami putaran kedua sebab belum ada yang mencapai 30%. Wah, repotnya belum selesdai juga nich!&lt;br /&gt;Rasaanya sekarang aku begitu lepas, bebas dan dapat menyampaikan segala uneg-uneg yang ada di dalam otak dan pikiran serta hatiku.&lt;br /&gt;Bagaimana seharusnya sebagai anggota masyarakat yang menyadari atas tugas dan kewajiban bela negaranya, maka aku harus menerima tugas sebagai KPPS yang bertugas di TPS, sejak jam 6.30, sebelumnya harus melakukan kerja ekstra mendirikan TPS. Semua dilakukan dengan penuh kesadaran, walaupun gaji 100 ribu yang dialokasikan ternyata masih harus dipotong pajak. Sebenarnya berapa penghasilan yang dikenai pajak? 100 ribu di kenai pajak??&lt;br /&gt;Ya, sudahlah, kita tidak membahas masalah tersebut, sudah lewat dan tidak ada perlunya lagi!&lt;br /&gt;Yang jelas hari ini aku dapat mengunjungi kamar pribadiku lagi di warnet dengan ungkapan yang seperti diatas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4731277392210513941?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4731277392210513941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4731277392210513941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4731277392210513941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4731277392210513941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/dua-hari-aku-rehat-tidak-menulis.html' title=''/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-611035504293085862</id><published>2008-07-22T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T01:19:11.466-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Besok adalah hari yang sangat menjemukan bagi semua orang, walau pada beberapa orang mengatakan hari yang sangat menentukan. Menentukan apanya?&lt;br /&gt;Besok itu hari pelaksanaan PILKADAL yang bakal memimpin dan menguasai daerah JATIM. Bagaimana dikatakan sangat menentukan dan terbaik bagi masyarakat jika ternyata kelima pasangan calon ternyata sama sekali tidka dikenal secara pribadi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-611035504293085862?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/611035504293085862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=611035504293085862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/611035504293085862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/611035504293085862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/besok-adalah-hari-yang-sangat.html' title=''/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1028176525299242510</id><published>2008-07-22T00:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T00:10:32.471-07:00</updated><title type='text'>saat gelisah</title><content type='html'>saat gelisah menerjang&lt;br /&gt;gelombang awan bagikan berbagai hujaman&lt;br /&gt;dan, aku hanya termenung&lt;br /&gt;di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa yang harus kulakukan&lt;br /&gt;rasanya begitu berat langkah&lt;br /&gt;sebab di depan mata hanya kabut menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah yang sudi menolong sesama&lt;br /&gt;saat sedang terhadang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1028176525299242510?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1028176525299242510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1028176525299242510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1028176525299242510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1028176525299242510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/saat-gelisah.html' title='saat gelisah'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6349529332926825344</id><published>2008-07-20T00:02:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T00:18:01.297-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharian kemarin hatiku terasa blank sebab ada kejadian yang membuat galau. Salah seoranag keponakan terjatuh di jalan raya, menabrak pojok belakang sebuah mobil box yang sedang parkir di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Saat itu aku sedang sibuk menata bangku untuk keperluan siswa di hari Senin besok, sebab pada hari tersebut proses pemelajaran mulai aktif dan kelas harus siap. Saat itulah handphoneku menjerit. Kuterima dengan ucapan hallo...&lt;br /&gt;Tetapi, rasa santaiku tiba-tiba hilang sebab suara isteriku dis eberang mengatakan bahwa salah satu keponakan mengalami kecelakaan. Aku sempat bingung! Bagaimana ini?! Tetapi setelah aku koordinasi dengan bawahanku, maka aku segera pergi ke UGD tempat perawatan pertama bagi keponakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isteriku nampak kalut saat aku datang. Wajahnya lembab sebab tangis yang tertahan. Kutenangkan dia agar tidak kalut. Kekalutan hanya emmbuat segalanya ruwet. Setelah mendapatkan perawatan pertama, keponakan di bawah ke ruang foto untuk diketahui kondisi di dalamnya. Dia luka di leher dan lutyt. Dan syukur semua baik-baik.&lt;br /&gt;Yang tidak baik adalah bahwa kejadian ini sudah sampai di kepolisian, sehingga urusan menjadi panjang. Untung pemilik kendaraan berbaik hati, kebetulan saat aku ketemu ternyata salah satunya adalah mantan muridku sehingga segala urusan menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;Bertiga saku, mantan muridku dan kepala bengkel tempat muridku kerja menuju ke polres untuk menyelesaikan masalah. Ternyata dibutuhkan surat pernyataan dari orangtua korban, terpaksa mbak disusul dan diminta membuat surat.&lt;br /&gt;Setelah itu kami  menghadap dan setelah menjawab beberapa pertanyaan, aku dan mbak diminta keluar ruangan.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, kepala bengkel tersbeut keluar dan menyatakan bahwa kami harus mengeluarkan dana 500 ribu (sebenarnay diminta 1 juta, tapi kepala bengkel tersebut bilang tidak membawa dana sebesar tersebut. Ditawar dan dapat 500 ribu).&lt;br /&gt;Kemudian kami masuk bersama dan ditanya kebenaran surat pernyataan. kami mengiyakan semua itu dan sepeda-pun boleh dibawa pulang. Bersama kepala bengkel tersebut, sepeda kami bawa ke bengkel terdekat dan setelah diperhitungkan, maka biaya perbaikan sebesar 450 ribu dan kesepakatannya adalah 200 ribu dia, 250 ribu kami, kami terima kesepakatan tersebut.&lt;br /&gt;Beruntung, keponakan tidak parah jadi dapat langsung pulang.&lt;br /&gt;Rasanya hari itu begitu penat hati dan pikiran. BUkan penat karena urusan tetapi penat karena ketakutan yang membumbung di hati. Semoga saja tidak terulang.&lt;br /&gt;Semua ini terjadi karena keponakan yang memang belum begitu menguasai kendaraan dan nekat keluar ke jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6349529332926825344?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6349529332926825344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6349529332926825344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6349529332926825344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6349529332926825344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/seharian-kemarin-hatiku-terasa-blank.html' title=''/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3472256228622475931</id><published>2008-07-18T02:14:00.001-07:00</published><updated>2008-07-18T02:14:36.148-07:00</updated><title type='text'>Aku Menulis untuk Mengenang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Aku menulis untuk mengenang segala hal. Entah hal tersebut penting ataukah sama sekali tidak penting. Bagiku segala hal memang perlu diketahui dan dicatat agar semua orang dapaat ikut mengetahui apa yang kita ketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Menulis itu kegiatan perekaman berbagai hal yang terjadi pada diri kita sendiri ataukah pada orang lain, termasuk lingkungan sekitar kita, bahkan dunia. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa kita sudah berada di dalam lingkup kehidupan yang serba global sehingga berbagai pola kehidupan terpengaruh begitu dahsyatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Setiap kejaidan yang terhampar di hadapan kita, pada jalur maupun di luar jalur kehidupan kita merupakan sebuah fenomena yang tidak bakal terulang untuk kedua kalinya dalam kehidupan kita. Sebagaimana sebuah kesempatan yang tersaji untuk kita dari kehidupan. Kesempatan tidak terulang atau datang untuk kedua kalinya. Sangat sulit kita mendapatkan kesempatan yang sama pada saat yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Setiap hari, selama lebih kurang sepuluh menit, aku goreskan ujung pena ke permukaan kertas sehingga beberapa lembar kudapatkan. Buku yang tadinya putih bersih berubah menjadi buku yang terlipat dan penuh dengan rangkaian huruf dan kalimat. Nampaknya kotor sekali!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Aku menulis adalah untuk mengenang apa yang sudah aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lakukan atau apa yang telah terjadi dalam kehidupanku pun kehidupan sekeliling hidupku. Kurasakan hal ini sangat penting sebab kita hidup selalu bergerak ke depan, ke masa depan. Masa sekarang ini begitu singkat untuk kita jalani. Sedekit waktu yang kita lalui adalah masa lalu. Orang bilang tadi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Aku tidak ingin kehilangan jejak kehidupanku. Aku ingin sellau tersambung dengan setiap jejak kaki dan hidupku, setidaknya hal tersebut dapat kujadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dan kegagalan hidupku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya, aku menulis untuk mengenang segala yang telah terjadi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3472256228622475931?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3472256228622475931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3472256228622475931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3472256228622475931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3472256228622475931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/aku-menulis-untuk-mengenang.html' title='Aku Menulis untuk Mengenang'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4816849297771441451</id><published>2008-07-18T02:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T02:10:15.937-07:00</updated><title type='text'>Negeri ini Perlu Pemimpin yang Peduli</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;a. Kondisi di Negeri Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika kita membicarakan masalah kemiskinan di negeri ini, maka hal tersebut tidak ubahnya kita sedang mengurai benang kusut dan basah. Hal ini karena masalah kemiskinan telah menjadi sebuah urusan yang krusial dan seperti lingkaran setan. Tidak diketahui, sebenarnya aspek mana yang men-jadikan hal seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Setiap kali kita mencoba untuk menguraikannya, maka selalu meng-hadapi berbagai hambatan, baik secara teknis maupun praktis. Seakan ada upaya untuk menutupi kondisi tersebut sehingga tidak semua orang mengetahui latar belakang yang menyebabkan kondisi seperti itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tentunya jika hal seperti itu dibiarkan berlangsung terus, maka segala upaya untuk mengevaluasi, apalagi memperbaiki kondisi tidak bakal tercapai. Negeri ini tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi lebih baik, justru menjadi semakin terpuruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kita memang tidak boleh menutup-nutupi kondisiyang sebenarnya terjadi di masayarakat kita. Negeri kita ini sebenarnya sangat miskin, walaupun ke-kayaan alamnya sangat berlimpah. Sungguh, hal tersebut dapat kita lihat dari kenyataan betapa banyaknya anak bangsa yang tidak mendapatkan pekerjaan dan hidup di bawah garis kemiskinan, bahkan garis termiskin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini yang kita dapati adanya banyaknya orang, pemimpin yang terlalu banyak obral omong seperti tukang jamu di trotoar. Suaranya lantang lewat pengeras yang berkapasitas sekian ribu watt. Tetapi, pada kenyataannya semua itu hanyalah propaganda bolong! Kita tidak menginginkan pemimpin model seperti ini. Pemimpin yang besar dimulut tetapi tanpa bukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Perlu Pemimpin yang Berhati Nurani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Kita memang memerlukan seorang pemimpin yang berhati nurani. Dalam hal ini kita artikan sebagai seorang pemimpin yang selalu menge-depankan hati pada setiap langkah kebijakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pemimpin yang berhati nurani selalu memandang bahwa sebenarnya setiap elemen bangsa ini adalah sama, tidak ada perbedaan antara satu elemen dengan elemen lainnya berkaitan dengan upaya pembangunan seutuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan pemimpin yang berhati nurani, maka setidaknya pemimpin tersebut cepat tanggap terhadap setiap kondisi yang dialami oleh masyarakatnya. Mereka tidak akan menutup mata saat melihat kondisi masyarakatnya. Bahkan secara otomatis, mereka segera mengulurkan tangan untuk membantu setiap elemen masyarakatnya yang mengalami kesulitan dalam kehidupan, misalnya terjepit pada dinding-dinding kemiskinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seorang pemimpin yang berhati nurani tidak hanya membuat kebijakan, melainkan juga membuat solusi setiap kebijakan yang telah ditenukan tersebut. Misalnya berkaitan dengan kebijakan penggusuran pemukiman atau tempat usaha masyarakat. Mereka tidak hanya menggusur, melainkan juga membuatkan solusi terbaik bagi mereka yang tergusur sehingga mereka tetap dapat mempertahankan kehidupannya secara layak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tentunya, jika pemimpin memiliki hati nurani, maka kondisi carut marut negeri ini dapat diselesaikan secara bijak dan sesuai dengan hati. Pendekatan intrapeprsonal mejadi salah satu cara dari pemimpin yang berhati nurani sehingga atensi seperti ini menjadikan masyarakat merasa begitu dekat dengan pemimpinnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pemimpin yang dapat memanusiakan manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memanusiakan manusia? Wah, sungguh sifat tersebut merupakan harapan semua orang. Jika kita mempunyai pemimpin yang dapat mema-nusiakan manusia, tentunya kondisi masyarakat dapat menjadi lebih baik dari sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Selama ini pemimpin yang kita miliki adalah pemimpin yang mem-posisikan masyarakatnya sebagai obyek dari pemerintahannya dan belum dapat memposisikan masyarakatnya sebagai subyek pemerintahan-nya. Tentunya hal tersebut menjadikan masyarakatnya serba bergantung pada pemerintah sehingga tidak ada kemandirian sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tentunya kondisi ini sama sekali tidak mendidik bagi perkembangan dan pengembangan bangsa secara positif. Dengan memberikan sikap mandiri, maka masyarakat mempunyai kemampuan survival lebih bagus daripada dijadikan obyek, yang segalanya serba tergantung. Oleh karena itulah, maka untuk itu dibutuhkan pemimpin yang memanusiakan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4816849297771441451?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4816849297771441451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4816849297771441451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4816849297771441451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4816849297771441451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/negeri-ini-perlu-pemimpin-yang-peduli.html' title='Negeri ini Perlu Pemimpin yang Peduli'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5962257852387749378</id><published>2008-07-18T02:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T02:08:59.832-07:00</updated><title type='text'>Sering Orang bertanya Tentang Menulis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Banyak orang bertanya-tanya saat kita mengajak aktif menulis. Mengapa harus menulis? Untuk apa menulis?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Wah, sungguh repot jika sejak awal orang belummemahami konsep dasar dari menulis. Tetapi pertanyaan ini dapat menggambarkan dua kondisi se-seorang terhadap aktivitas menulis. Pertama, mereka memang belum memahami konsep dasar menulis. Kedua, mereka tidak mempunyai kepercayaan diri pada pentingnya kegiatan menulis bagi kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Di dalam hal ini kita perlu menyadari bahwa sebagai manusia, kita adalah makhluk dwifungsi, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk social. Se-bagai mahluk individu, manusia mempunyai kecenderungan untuk lebih mem-perhatikan kebutuhan hidup pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Karena sisi ini, maka tumbuhlah orang-orang dengan sifat egoisme tinggi dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Mereka suka memenuhi kebutuhan diri sendiri dan mengacuhkan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Orang-orang egois memang menekankan orientasi hidupnya pada pe-menuhan kebutuhan hidup diri pribadi. Persetan orang lain! Orang orang ini berpikir interalistik! Lebih mementingkan diri sendiri daripada memikirkan kebutuhan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Pada sisi yang lain, adalah fungsi kedua yaitu sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang ditakdirkan untuk selalu berinteraksi dengan makhluk lain, orang lain. Orang tidak dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidup sendiri sebagaimana telah dicoba untuk Robinson Crusoe yang ternyata tidak pernah sanggup hidup sendirian!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dalam konsep ini dikatakan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia tidak dapat mengunggulkan diri sendiri dan menganggap rendah orang lain. Hanya orang-orang munafik dan narsis yang menyombongkan diri pribadi dan menganggap orang lain ada di bawah dirinya. Terlalu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Karena posisi dalam kehidupan inilah, maka setiap orang selalu ingin menampilkan eksistensi dirinya sehingga dikenal oleh orang lain secara luas. Dan, salah satu cara terefektif di dalam memperkenalkan diri secara luas dengan mengeksplore semua jati diri adalah dengan menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Beragam tulisan dapat dihasilkan oleh semua orang yang berkeinginan untuk menulis. Ketika seseorang melihat seorang penulis bekerja, maka mereka seakan dihipnotis oleh sebuah kekuatan sedemikian hebatnya. Bagi mereka kemampuan yang ditunjukkan oleh seorang penulis sedemikian rupa sehingga memberikan kekuatan untuk berjuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sering, bahkan banyak orang yang bertanya bagaimana cara menulis sehingga mampu menghasilkan tulisan bermakna dan berguna bagi masyarakat, minimal untuk diri sendiri?!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalahnya adalah, mereka hanya terbatas pada bertanya bagaimana menulis tersebut! Tanpa ada usaha untuk mewujudkan segala keinginan tersebut secara nyata. Mereka hanya ingin tahu dan tidak ingin dapat melakukan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5962257852387749378?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5962257852387749378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5962257852387749378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5962257852387749378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5962257852387749378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/sering-orang-bertanya-tentang-menulis.html' title='Sering Orang bertanya Tentang Menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4138275154914799709</id><published>2008-07-17T05:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-17T05:21:05.378-07:00</updated><title type='text'>Hari ini Kurasa Matahari Membakarku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini kurasakan matahari membakar diri dan hatiku. Sejak pagi kurasakan sengatannya begitu menusuk permukaan kulit ariku. Membakar habis seluruh bulu yang tumbuh subur di sepanjang lengan tanganku. Sekejapan kuihat butiran  keringat mengalir dari pori-pori dan membasahi pangkal bulu lenganku.&lt;br /&gt;Tetapi, setiap hari aku sudah bertekad, Kalahkan Matahari! Biarkan sinarnya menyengat! Terima semua itu dengan senang dan bahagia hati. Suka citalah karena adanya matahari. Dapat kita bayangkan seandainya bumi tanpa matahari!&lt;br /&gt;Maka, aku tidak pernah merasa takut menantang matahari! Matahari itu bagaikan harimau, sekejam apapun harimau, dia tidak akan memangsa anaknya sendiri. Begitu juga halnya dengan matahari, Matahari adalah ibu yang menghangatkan bumi seisinya. matahari adalah ibu yang memberikan kasih sayangnya pada sang anaknya. Tidak mungkin matahari menerkam dan menghanguskan kita!&lt;br /&gt;Ya, Walau hari ini kurasakan matahari menyengat dan membakarku, tapi aku yakin bahwa semua itu adalah bentuk kasih sayang dan cinta kasih yan diberikan matahari pada bumi seisinya. Matahari tidka pernah menjadikan kita mati! Justru tanpa matahari, kita dapat mati!&lt;br /&gt;Biar matahari membakar kulit kita, justru kulit kita menjadi kuat dan segar, walau mungkin agak gosong, tetapi sehat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4138275154914799709?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4138275154914799709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4138275154914799709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4138275154914799709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4138275154914799709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/hari-ini-kurasa-matahari-membakarku.html' title='Hari ini Kurasa Matahari Membakarku'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6308475333692218491</id><published>2008-07-16T04:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T04:38:33.635-07:00</updated><title type='text'>Menjaga Konsistensi Kemauan Menulis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Wah, bagaimana caranya kita menjaga konsistensi dalam menulis? Padahal menulis itu kegiatan dengan tingkat kebebasan tinggi sebab hal tersebut merupakan pengejawantahan dari sikap diri. Menulis itu upaya untuk mengeks-presikan suasana dan keinginan hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Menulis itu adalah sebuah kebebasan. Kita tidak dapat memberikan batasan-batasan khusus pada proses menulis. Jika hal tersebut dilakukan, maka hal tersebut merupakan pengebirian kreativitas! Jika kegiatan atau proses penulis dibatasi dengan berbagai aturan dan konsistensi khusus, maka hal tersebut tidak berbeda dengan pemangkasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap kemampuan diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Tetapi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika kegiatan menulis diberikan kebebasan, ternyata yang ter-jadi adalah sebaliknya. Mereka melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kegiatan kelewat batas. Bahkan menyimpang dari pakem yang seharusnya. Era globalisasi dengan segala konsekuensi dan dampaknya menjadikan dunia tulis menulis sebagai lahan subur untuk menyampaikan pendapat, gagasan dan beragam keinginan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dari sisi pribadi, seringkali kegiatan kepenulisan kita menyimpang dari konsep awal yang sudah kita tetapkan, sehingga menghilangkan cirri khas yang sudah terbangun. Konsistensi seorang penulis terhadap ragam tuliusan atau materi tulisan merupkan aspek penting sehingga rangkaian tulisannya dapat diikuti secara baik oleh pembacanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memang, kita dapat saja menulis secara generalis, menyeluruh, tetapi hal tersebut sangat menuntut atas multiple intelegency seseorang. Jika kekuatan itu tidak dimiliki, tentunya akan terjadi penyimpangan konsep. Tidak heran ke-mudian terjadi penulis yang terbawa arus. Banyak penulis yang hanya menulis berdasarkan arus yang sedang terjadi di masyarakat semata. Tanpa kreativitas yang berarti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Untuk hal tersebut, maka kita harus menjaga konsistensi menulis kita. Kita harus menjaga agar jangan sampai konsep tulisan kita terlalu menyimpang dari konsep dasar yang sudah kita canangkan. Jika terjadi penyimpangan, tentunya hal tersebut dapat memutus rangkaian gerbong materi yang sudah kita plot untuk tulisan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Konsistensi menulis adalah ketaatazasan terhadap konsep-konsep dasar yang menjadi jalur kepenulisan. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; banyak hal yang menjadi konsep ini, misalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penggunaan ragam bahasa yag baik dan benar, penggunaan tanda-tanda baca, diksi dan sebagainya. Bahkan, tidak jarang konsistensi inidijadikan sebagai salah satu syarat untu kegiatan penulisan yag dilombakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Selama ini konsistensi tersebut masih terbatas pada perlombaan menulis yang diumumkan secara luas. Tetapi, sebenarnya konsistensi tersebut berlaku untuk semua tulisan yang dipublikasikan. Setiap media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; sellau menerapkan konsistens tersebut pada setiap artikel atau naskah yang dimuat pada setiap edisinya. Oleh karena itulah, maka di setiap media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; selalu ada editor-editor handalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Mengapa di setiap media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; selalu ada editor-editor yang handal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sekali lagi kita ungkapkan disini bahwa setiap media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; selalu ingin semua artikel atau berita yang dimuat dalam edisinya adalah artikel atau berita yang terbaik, sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan di media tersebut. Sementara sumber naskah berita atau artikel tersebut ada yang berasal dari masyarakat, yang tentunya kualitas tulisannya beragam. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; naskah yang sudah proporsional sesuai dengan ketentuan, tetapi tidak sedikit naskah yang perlu pembenahan di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; sini. Disinilah tugas seorang editor sangat diperlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dengan kondisi seperti itu, sebenarnya terbuka luas bagi kita untuk berkreasi dengan tulisan. Dunia tulis menulis adalah dunia bebas yang masih membutuhkan banyak orang pegiat. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa tidak semua pegawai, wartawan media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; dapat berada ditempat yang tepat saat ada kejadian. Masyarakat merupakan sumber berita yang cukup signifikan bagi media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Sekarang ini banyak media &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; yang telah memposisikan masyarakat sebagai sumber berita yang cepat dan tepat dan ini merupakan kesempatan yang luas bagi mereka yang mempunyai kemampuan menulis atau mereka yang ingin mengasah keterampilan menulis. Mereka yang mampu menangkap fenomena tersebut secara aktif melakukan berbabagi cara agar dirinya berkemampuan menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Cara yang mereka lakukan adalah dengan berlatih menulis. Berbagai kelas menulis mereka ikuti. Berbagai workshop kepenulisan mereka ikuti untuk dapat mempeorleh bekal keterampilan menulis yang diharapkan. Semakin keras mereka belajar dan berlatih , maka ketercapaian tujuan penguasaan keteram-pilan menulis semakin cepat tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dalam hal ini, kita harus berprinsip bahwa menulis itu bukan bakat! Menulis itu adalah sebuah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih! Pengertian ini harus benar-benar dipahami oleh setiap orang sehingga tidak ketakutan sebelum berperang. Kita harus mengakui bahwa sangat banyak orang yang ketakutan untuk menulis hanya karena terikat pada asumsi bahwa menulis itu adalah bakat seseorang. Banyak orang yang enggan menulis sebab merasa tidak ada bakat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada garis keturunan yang memberinya kemampuan untuk menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memang sebenarnya segala kemampuan yang dimiliki oleh seseorang didapatkan dari proses belajar, bahkan ada yang mengatakan bahwa di dalam drii seseorang bakat hanyalah sejumlah 1 % sedangkan 99%-nya adalah usaha, salah satunya adalah proses belajar. Semua orang pada dasarnya mempunyai kesempatan yang sama pada penguasaan keterampilan, dalam hal ini keteram-pilan menulis. Dan, tingkat kualitas penulisan tergantung pada seberapa besar usaha yang dilakukan untuk proses penguasaan keterampilan menulis tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Orang Jawa mengatakan bahwa &lt;i&gt;Kacang gak ninggal lanjaran&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. &lt;/i&gt;Kedua pepatah ini mempunyai pengertian yang sama bahwa seseorang itu sebenarnya mempunyai sifat tidak berbeda, tidak jauh dari orangtuanya (lanjaran atau pohonnya). Bagaimana sifat seseorang tergantung bagaimana sifat orangtuanya. Ini pepatah yang cukup menarik perhatian dan sering dijadikan sebagai alasan pada latar belakang kemampuan seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Disinilah kita harus berbuka hati bahwa sebenarnya pepatah tersebut hanyalah bombongan hati semata. Tidak selalu sifat seseorang adalah turunan atau warisan dari orangtuanya. Apalagi dalam masalah kemampuan atau ke-terampilan seseorang. Rasanya hanya sebuah pembenaran semata jika seseorang mengatakan bahwa keterampilan yang dimilikinya adalah warisan dari orang tuanya. Ini sebuah lelucon yang tidak lucu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Terkait pada kemampuan atau keterampilan menulis, maka sungguh hal yang lucu jika kita mengatakan kita tidak berkemampuan menulis hanya karena orangtua kita bukan seorang penulis. Memang banyak orang-orang yang menjadi penulis karena orangtuanya penulis atau menjadi guru karena orang tuanya guru. Menjadi petani karena orangtuanya petani. Tetapi semua itu bukan semata-mata sebagai proses pewarisan, melainkan semata-mata akibat dari kondisi saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seseorang yang orangtuanya penulis dapat menjadi penulis sebab setiap saat dalam kehidupannya yang dihadapi, dilihat adalah proses kreatif yang dilakukan oleh orangtuanya. Orang bisa karena biasa. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; pepatah yang mengatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ala&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; bisa karena biasa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;! Bahwa seseorang dapat melakukan sesuatu karena dia terbiasa menghadapi kondisi tersebut. Jadi bukan karena proses ‘pewarisan’ kemampuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Bolehlah seseorang itu anak seorang penulis handal, tetapi tanpa proses latihan, maka faktor keturunan tersebut sama sekali tidak ada perannya sama sekali. Tetapi, jika dia anak seorang penulis dan selanjutnya berlatih dan berlatih terus menerus, maka keterampilan tersebut terasah dan menjadi mahir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Seseorang yang menjadi penulis karena latar belakang keluarga yang penulis dimungkinkan sebab setiap hari mereka berkutet dengan proses menulis. Setiap saat mereka melihat ayah mereka atau ibu mereka melakukan kegiatan menulis. Mereka memang terkondisikan seperti itu. Mereka mampu karena setiap hari melihat kebiasaan seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ala&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; bisa karena biasa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya. Lingkungan tetap memegang peran sangat penting di dalam peng-kondisian ini. Orang bilang, &lt;i&gt;dengan siapa kita bergaul, maka seperti itulah kita&lt;/i&gt;! Oleh karena itulah, maka salah satu cara agar kita dapat menulis adalah selalu berada di lingkungan orang-orang yang suka menulis. Kita harus selalu berada di dalam lingkaran komunitas orang-orang yang menjadikan kegiatan menulis sebagai kegiatan harian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika kita selalu berada di sekitar komunitas menulis, maka secara tidak langsung diri kita juga terbiasa untuk melakukan kegiatan yang sama. Maka, sekali lagi bergaullah dengan orang-orang yang suka menulis jika ingin mejadi penulis. Orang-orang secara ekstrim mengatakan : &lt;i&gt;Bergaullah dengan maling, maka kita pasti akan menjadi maling&lt;/i&gt;. Menganalogkan dengan hal tersebut, maka &lt;i&gt;bergaullah dengan penulis, maka kau akan menjadi penulis&lt;/i&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Begitulah, sekali lagi menulis itu sebuah keterampilan yang dapat dipel-ajari. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa setiap orang dapat menjadi penulis. Setiap orang berkemungkinan mengembangkan diri dalam dunia tulis menulis tanpa takut bukan dari keluarga penulis. Jika kita selalu berada di lingkungan orang-orang yang suka menulis dan ikut berlatih untuk menulis, maka yakinlah suatu saat kita dapat menjadi seorang penulis. Tentunya, semua tidak dapat mengabaikan faktor latihan dan latihan. Percuma kita berada di lingkungan atau komunitas penulis dan berharap secara otomatis menjadi penulis jika kita sama sekali tidak pernah latihan menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;Kemauan sebagai modal utama&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Hal lain yang menjadikan kita mempunyai keterampilan menulis adalah adanya kemauan yang kuat dari dalam diri agar mampu menulis. Kemauan ini merupakan motivator terbaik dalam segala hal, termasuk menulis. Hal ini adalah motivasi intriksi dan lebih bersifat permanen daripada motivasi ekstrinsik, akibat pengaruh orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ingatlah pada saat kita mempunyai kemauan atas sesuatu. Maka segala hal kita lakukan agar dapat mencapai keinginan tersebut. Dengan sekuat tenaga kita berusaha menggapai keinginan tersebut, apalagi saat kita masih kecil, kita bahkan sampai harus menangis, mengggelosor di bawah etalase toko. Ini me-rupakan usaha agar keinginan atau kemauan kita dapat tercapai, yaitu dituruti oleh ayah atau ibu kita. Lantas, mengapa kita tidak dapat intens seperti itu pada saat kita berkemauan untuk menjadi seorang penulis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Menulis sangat membutuhkan kemauan yang kuat untuk mewujudkan gagasan yang ada didalam otak. Dengan kemauan yang ada di dalam hati dan otak, maka telah tersusun sebuah jembatan penghubung antara dunia dalam diri dengan dunia di luar diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Prinsip di dalam kepenulisan adalah menyambungkan dunia dalam diri (inert) dengan dunia di luar diri (extert). Kedua dunia ini sebenarnya merupakan rangkaian gerbong kehidupan yang jalur relnya dibatasi oleh sebuah wadag. Jika jalur rel dapat dibuka, maka tentunya kereta dan gerbong dapat segera me-luncur, baik yang keluar dari diri maupun yang memasuki dunia dalam. Proses transportasi inilah yang selanjutnya mampu memberikan konstribusi atas ter-wujudnya sebuah koneksi antar kondisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Dunia luar menghadirkan berbagai fenomena dan dunia dalam menyim-pan fenomena yang terangkut oleh gerbong inetarksi yang ada. Fenomena yang memasuki gerbang dan istana dunia dalam selanjutnya mengalami proses identifikasi dan proses spesifikasi sehingga menjadi sebuah konsep siap terbit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Orang-orang yang mempunyai kemauan besar pasti segera menangkap fenomena ini sebagai sebuah sarana untuk mengaktualisasikan dirinya. Setiap orang mempunyai kemampuan untuk menerima fenomena alam ini sebab setiap orang merupakan bagian dari kehidupan ini. Setiap saat mereka pasti harus menghadapi permasalahan yang muncul dalam kehidupan ini. Dan, yang ter-penting adalah bahwa setiap manusia itu mempunyai kemauan. Setiap orang mempunyai nafsu untuk mewujudkan kemauan driinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jika nafsu ini benar-benar kita kelola, maka sebenarnya eksistensi nafsu bagi manusia sangatlah bagus. Coba kita bayangkan seandainya manusia tanpa nafsu?! Tentunya hidup seperti air di bak mandi. Tenang tanpa kecipak apalagi riak yang menandakan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya, kemauan menjadi salah satu penentu keberhasilan kita di dalam kegiatan. Hidup menjaga sesuatui yang biasa-biasa saja. Tidak ada riak yang menunjukkan adanya greget kehidupan. Hidup tanpa kehidupan, dapat kita bayangkan kondisi seperti itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Di dalam kepenulisan, kemauan merupakan modal utama untuk mewu-judkan sebuah tulisan yang kita inginkan. Dengan kemauan yang kita miliki, maka setidaknya kita dapat menggambarkan kondisi yang akan kita ungkapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Ya, jika kita ingin memasuki dunia kepenulisan, maka setidaknya kita perlu menjaga konsistensi kemauan di dalam kepenulisan tersebut. Jika kita kehilang-an&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konsistensi tersebut, maka banyak hambatan yang bakal menghalangi proses kreatif yang sudah kita bangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Menulis itu pada dasarnya adalah refleksi dari sekian banyak kemauan dalam diri kita. Semakin besar kemauan kita, maka semakin besar kemungkinan keberhasilan kita dalam menggeluti dunia kepenulisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Memang, untuk mengawali sesuatu adalah sulit. Setiap saat kita harus menghadapi berbagai hambatan, baik dari dunia luar maupun dunia dalam. Tetapi jika kita sudah mampu mensinkronkan kondisi antaradunia luar dengan dunia dalam, maka segala sesuatu dapat mengalir begitu saja. Kita tidak perlu repot-repot harus melakukan tapa brata hanya untuk menuliskan sebuah gagasan. Kita tidak perlu mengasingkan diri untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan. Dimanapun kita berada, maka jika saat tersebut kita mau menulis, maka kalimat-kalimat akan mengalir begitu deras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Kapanpun kita mau, jika ada mesin ketik, keyboard komputer atau selembar kertas dan pensil, maka pada saat tersebut kita dapat menuangkan gagasan yang menumpuk di dalam hati dan otak sehingga terwujud sebuah tulisan yang cukup bagus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Oke, selamat memompa semangat untuk ikut berkiprah dalam dunia tulis menulis yang selalu membuka pintu bagi semua orang yang ingin bergabung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6308475333692218491?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6308475333692218491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6308475333692218491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6308475333692218491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6308475333692218491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/menjaga-konsistensi-kemauan-menulis.html' title='Menjaga Konsistensi Kemauan Menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-462903960188081230</id><published>2008-07-14T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T05:15:21.311-07:00</updated><title type='text'>Hari Pertama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini adalah hari pertama aku harus berkoar-koar di depan anak-anak. Rasanya ada sesuatu yang begitu plong saat satu-satu kata dan kalimat kulontarkan di hadapan mereka, setelah hampir dua minggu liburan semester kedua, kenaikan kelas anak-anak.&lt;br /&gt;Hari ini, aku harus bekerja keras lagi. Walau sebenarnya sejak kemarin kemarin aku tidak pernah liburan sebab posisiku sebagai pengelola penerimaan siswa membuatku tidak mungkin meninggalkan tempat. Tetapi sat kemarin itu kan hanya berhubungan dengan para calon yang hanya keluar masuk tanpa mengharuskan aku berteriak atau berbicara panjang lebar.&lt;br /&gt;Dan, hari ini aku yakin bahwa aku semakin banyak berkreasi sebab semakin banyak bahan yang dapat kutulis. Bergaul dengan para rekan dan anak-anak merupakan hamparan bahan tulisan yang sangat bermutu dan bagus untuk ditulis dan disimpan sebagai rekaman sejarah perjalanan hidup.&lt;br /&gt;Hari pertama merupakan hari terpenting bagi kita semua, sebagaimana saat kita pertama kali dapat berjalan, dapat menulis, dapat membaca, dapat bekerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;Hari pertama adalah hari terbaik bagi kehidupan kita, jadi berilah kesan terbaik untuknya. Ingat, kesan pertama sangat menentukan dan selnajutnya terserah anda!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-462903960188081230?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/462903960188081230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=462903960188081230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/462903960188081230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/462903960188081230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/hari-pertama.html' title='Hari Pertama'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8310503382379679544</id><published>2008-07-12T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-12T22:08:00.042-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Seringkali aku mengelus dada kerempengku, saat aku harus menyaksikan betapa masih bayak saudara kita yang terjebak atau terjerumus pada tindak-tindak negatif, terutama anak-anak muda yang masih belia.&lt;br /&gt;Aku tidak mengerti, mengapa mereka begitu gampang membuang waktu-waktu berharga dengan berkongkow, bergerombol di pinggir-pinggir jalan kota atau diarena yang dikatakan sebagai jogging track?&lt;br /&gt;Sementara, sejuta tugas hidup, belajar dan rumah sama sekali tidak pernah mereka sentuh. Manakah yang menjadi sambilan, belajar ataukah kongkow bergerombol dengan teman-teman?&lt;br /&gt;Sementara tidak sedikit yang kemudian membentuk kelompok-kelompok, yang alih-alih memperbaiki kondisi, eh malah saling hajar dengan alasan sebagai masa orientasi menjadi anggoa kelompok!&lt;br /&gt;Mengapa sekarang tidak seperti dahulu, anak-anak lebih tekun belajar, lebih konsen pada upaya mengembangkan diri menuju dan memapak kehidupan yang lebih baik?!&lt;br /&gt;Aku tahu bahwa gangguan kehidupan sekarang jauh lebih berat darpada masa lalu, tetapi mengapa mereka tidak pernah bercermin pada kondisi terbaik untuk kehduan mereka?&lt;br /&gt;Apakah begitu angkuh dan malu bagi mereka untuk sekedar mengambil nilai-nilai positif dari kehidupan yang telah ditanamkan dan dikembangkan oleh para tetua dahulu? Apakah sudah sebegitu kuno segala kebiasaan dan olahrasa, olahkarsa dan olahkriya serta olahhati yang sudah dibuat oleh para leluhur kita?&lt;br /&gt;Wah, itu kan dulu! Begitu setiap kali kita dengar keluar begitu saj dari bibir anak-anak saat kita mengingatkan agar mereka bercermin pada kondisi terbaik di masa lalu!&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana sekarusnya kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8310503382379679544?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8310503382379679544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8310503382379679544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8310503382379679544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8310503382379679544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/seringkali-aku-mengelus-dada.html' title=''/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5794938187879118351</id><published>2008-07-12T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-12T21:21:41.955-07:00</updated><title type='text'>Biarkjan Tulisanmu Mengalir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya kita menjalani hidup sebagaimana air yang mengalir pada sungai. Air itu mengalir begitu saja, kemana sungai mengarah, maka mereka mengikuti saja. Walaupun sepanjang perjalanan harus mengalami hambat, mereka tidak gentar. Mereka terus mengalir. JIka didepan mereka ada hambatan, maka mereka menyesuaikan diri dengan mencari jalur lain sehingga mereka tetap mengalir. Bahkan, ada yang begitu keras sikapnya sehingga yang emnghalangi jalur alirnya, maka mereka menggerusnya sehingga terjadi pengikisan dinding tebing tangkis sungai. Air mampu menggerus tangkis yang padat.&lt;br /&gt;Ya, menulis seharusnya seperti itu. Mengalir kemanapun hati menginginkannya. KIta tidak perlu mengekang tangan kita saat hati mengisyaratkan untuk menuliskan berbagai hal dari kehidupan ini. Menulis itu sebuah lahan bebas dimana kita dapat berteriak, memaki, menjerit sakit, bahkan rasan-rasan terhadap kondisi hidup tanpa ada rasa takut.&lt;br /&gt;Bebas dan bebaskan apresiasi hidup kita dalam bentuk tulisan! jangan biarkan otak kita pecah karena harus menanggung beban pikiran yang terus menumpuk tanpa ada tempat penyalurannya, tempat sampah atau tempat arsip file!&lt;br /&gt;Biarkan tulisanmu mengalir memenuhi seluas permukaan bumi dan biarkan semua orang berkesempatan untuk ikut membaca segala ungkapan uneg-uneg hatimu. Kita tidak hidup sendirian di dunia ini, maka biarkan orang lain ikut membantu penyelesaikan masalahmu.&lt;br /&gt;Biarkan tulisanmu mengalir, jangan pernah membendungnya sebab semua itu hanya akan menjadikanmu kerdil dalam kehidupan yang serba meraksasa ini!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5794938187879118351?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5794938187879118351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5794938187879118351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5794938187879118351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5794938187879118351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/biarkjan-tulisanmu-mengalir.html' title='Biarkjan Tulisanmu Mengalir'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-7383792844488704523</id><published>2008-07-11T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T23:43:00.718-07:00</updated><title type='text'>Senangnya dapat menulis</title><content type='html'>Duh, senangnya saat dapat menulis!&lt;br /&gt;Segala hal ditulis untuk mengutarakan gagasan hati dan menunjukkan eksistensi diri. Tidak heran jika banyak orang yang suka sekali menulis! Bahkan menjadikan menulis sebagai profesi utama bagi kehidupannya.&lt;br /&gt;Saat semua gagasan sudah mengalir dan tersalurkan di atas kertas atau layar monitor komputer, rasanya rongga dada dan ruangan otak menjadi ringan. Otak yang berdetak-detak, jantung yang berdenyut-denyut dan paru yang terus saja berdegap, saat itu seakan telah kehilangan isi. Diri seakan sudah kehilangan beban!&lt;br /&gt;Dengan selesainya sebuah tulisan, maka seluruh isi di otak dan hati sudah mengalir keluar lewat jembatan penghubung dunia dalam diri dengan dunia luar diri. Dunia dalam diri seakan lapang sebab seluruh isinya sudah mengalir keluar!&lt;br /&gt;Rasanya, sangat rugi jika kita tidak segera mengabail pena, kertas atau nyalakan komputer, duduk manis dan mulailah menulis!&lt;br /&gt;Apa saja kan dapat ditulis, misal kejadian di pagi hari dalam keluarga tetangga, kegiatan pagi yang harus kita lakukan sebelum kita menuntaskan kewajiban kerja atau mungkin kejadian saat mengendarai sepede menuju ke kantor atau tempat kerja! Tidak adakah kejadian selama kita hidup sehari? pasti ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasakanlah betapa senangnya setelah selesai menuntaskan sebuah tulisan. Jadilah anda sebagai orang selanjutnya yang bakal menerima kebahagiaan atau kesenangan setelah selesai menulis!&lt;br /&gt;Anda ingin bahagia kan?! Lantas tunggu apa lagi ? Menulislah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-7383792844488704523?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/7383792844488704523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=7383792844488704523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7383792844488704523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7383792844488704523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/senangnya-dapat-menulis.html' title='Senangnya dapat menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3527790598434814082</id><published>2008-07-11T23:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T23:31:44.695-07:00</updated><title type='text'>Aku Malu jika tidak Menulis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar! Jika sehari atau sepuluh menit saja aku tidak menulis, rasanya aku mempunyai banyak hutang yang harus segera dilunasi. Sementara waktu tidak mungkin kembali lagi.&lt;br /&gt;Sesaat waktu yang kubuang tanpa kegiatan menulis bagaikan sejarah yang terputus linknya dan menjadikan sebuha kota hilang tak ketahuan rimbanya.&lt;br /&gt;Aku juga malu jika tidak menulis sebab dengan tidak menulis berarti aku telah mengabaikan kejadian yang telah Tuhan ciptakan bagi kita sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan sebagai patokan kegatan hidup selanjutnya.&lt;br /&gt;Dan, Tuhan memberikan kesempatan bagi kita hanya sekali. Apa yang terjadi dan tersaji di hadapan kita hanyalah sekali dalam hidup kita. Seperti makanan di rumah makan, apa yang tersaji untuk kita hari ini tidak bakal terulang sama pada hari yang lainnya. memang makananya tetap, tetapi citarasa yang ada tidak bakal sama dengan yang kemarin.&lt;br /&gt;Hari ini kita makan rawon, sate atau yang lainnya dan besok kita makan yangs ama, ternyata citarasanya tidak bakal sama!&lt;br /&gt;Maka, sangatlah rugi bagi kita jika sesaat saja kita meninggalkan kegiatan menulis kita. apalgi jika kita harus berinteraksi dengan orang lain, masyarakat Tentunya kita bakal sangat malu, sebab yang kita tulis saat sekarang sebenarnya sudah menjadi kenangan bagi orang lain yang kemarin ternyata sudah menulisnya.&lt;br /&gt;Apakah selamanya kita akan ketinggalan informasi?&lt;br /&gt;Ya, tulisan setiap saat agar kita tidak tertinggal dan malu karena tidak menulis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3527790598434814082?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3527790598434814082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3527790598434814082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3527790598434814082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3527790598434814082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/aku-malu-jika-tidak-menulis.html' title='Aku Malu jika tidak Menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1921937539211120144</id><published>2008-07-11T23:02:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T23:11:08.879-07:00</updated><title type='text'>Jangan Takut Menulis, Ya!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, jangan takut menulis! Itu merupakan pesan terbaik bagi mereka yang suka dan kepingin menjadi penulis. JIka seorang 'calon' penulis ketakutan menulis, mana mungkin dapat jadi penulis? Sama juga bo'ong jika ada orang takut dan dapat menjadi sesuatu yang ditakutkan. (tapi kalau takut pada hantu, mungkin sangat mudah menjadi hantu, kali aje!)&lt;br /&gt;Menulis itu adalah keterampilan, seperti sudah dibahas di tulisan terdahulu atau oleh banyak pakar tulis. Dan, karea sebuah keterampilan, maka semua orang dapat saja menjadikan dirinya seorang penulis. Tidak selalu membutuhkan talenta atau bakat, cukup banyak berlatih maka kita dapat.&lt;br /&gt;Kita melihat bahwa semua orang dapat bersepeda sebab bersepeda itu keterampilan sehingga semua orang dapat berlatih dan berlatih sehingga mampu bahkan sangat  ahli dalam bersepeda!&lt;br /&gt;Menulis itu keterampilan. JIka kita selalu berlatih untuk menulis, maka dalam waktu yang tidak lama, keterampilan tersebut dapat kita miliki dan kita menjadi seorang penulis, beken!&lt;br /&gt;Maka, sekali lagi semua orang, penulis akan berpesan pada kita, yang mulai meneynangi dan ingin bergelut dengan dunia tulis menulis, bahwa kita tidak boleh takut menulis!&lt;br /&gt;Takut itu hanyalah hambatan!&lt;br /&gt;Masalah apa yang ditulis, ya tulis apa saja yang kita lihat, kita tahu, kita raba, kita endus, kita dengar, abhkan apa saja yang dapat kita prediksi!&lt;br /&gt;Menulis itu tidak harus kenyataan, melainkan dapat kita beri bumbu agar lezat dan pantas untuk disantap di pagi hari, siang hari, petang hari, ataumalam hari. Bumbunya?  Terserah anda dong! Sebab bumbu itulah yang menentukan lezatnya makanan atau tulisan kita!&lt;br /&gt;bagaimana, sudah berani menulis?!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1921937539211120144?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1921937539211120144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=1921937539211120144' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1921937539211120144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/1921937539211120144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/jangan-takut-menulis-ya.html' title='Jangan Takut Menulis, Ya!'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-4564560295771268108</id><published>2008-07-10T22:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T22:23:36.540-07:00</updated><title type='text'>KuLihat Di Sepanjang Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, setiap hari kulihat di sepanjang jalan, saat aku berangkat menunaikan tugas dn kewajiban hidup, atau pada saat aku pulang istirahat setelah seharian membanting tulang untuk menepati janji bakti pada anak bangsa.&lt;br /&gt;Tetapi, aku hanya dapat melihat dan melihat saja. mencatatnya di dalam hati dan kemudiannya menuangkannya di permukaan lembaran kertas, saat aku sudha sampai di rumah. Begitulah yang dapat kulakukan untuk menanggapi kondisi tersebut.&lt;br /&gt;Setiap pagi, ketika aku berangkat menunaikan tugas, disetiap perempatan jalan yang kulalui selalu kudapati anak-anak kecil yang menodongkan tangan, meminta uang receh. Dan aku selalu berada pada persimpangan jalan, antara memberi dan tidak memberi. Kalau aku memberi, itu artinya aku telah menyetujui 'kegiatan' yang mereka lakukan sebagai sumber pencarian hidup. Artinya aku telah ikut memberi kesempatan pada anak bangsa untuk menjadi peminta-minta. Tetapi jika aku tidak memberi, berarti aku telah kehilangan kesempatan untuk berbuat baik pada sesama.&lt;br /&gt;Sebenarnya, manakah yang lebih berarti memberi mereka ataukah tidak memberi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-4564560295771268108?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/4564560295771268108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=4564560295771268108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4564560295771268108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/4564560295771268108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/kulihat-di-sepanjang-jalan.html' title='KuLihat Di Sepanjang Jalan'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3678373937482795479</id><published>2008-07-10T22:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T22:09:51.150-07:00</updated><title type='text'>Ini Hari Jum'at</title><content type='html'>Wah, hari Jum'at merupakan hari istimewa bagi kita sebab pada hari ini kita pasti melaksanakan 1/40 persen bagian dari ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagiku, hari Jum'at sangat istimewa sebab pada hari ini biasanya aku mempunyai banyak waktu untuk menulis. ya, aku punya banyak waktu untuk menuliskan apa yang ingin kutulis.&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Pada hari Jum'at tugas atau kegiatan di tempat kerja diperpendek, kalau biasanya pulang jam satu siang, maka pada hari ini kegiatan dituntaskan jam sebelas. Dengan demikian kuantitas stress berkurang dan kualitas pikiran terkonsen pada kualitas prima menuju pada yang tersuci.&lt;br /&gt;Dan, selalu setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban yang hanya satu jam setengah, maka pikiran menjadi fresh, segar dan berbagai ide atau gagasan bermunculan begitu subur di dalam otak.&lt;br /&gt;Kebanyakan apa yang kutulis adalah hasil pada hari Jum'at, suasana sepi, nyaman dan penuh dedikasi religius yang sangat prima.&lt;br /&gt;Walau setiap saat aku selalu sempatkan menulis, barang dua atau tiga paragrap, tetapi pada har Jum'at aku bisa mendapatkan tulisan hampir dua atau tiga kertas folio bergaris. Sungguh besar kemulyaan di hari Jum'at.&lt;br /&gt;Tak heran jika aku produktif menulis pada hari Jum'at, setelah kuserahkan seluruh konsen diri dan hati pada sang Empunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3678373937482795479?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3678373937482795479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3678373937482795479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3678373937482795479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3678373937482795479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/ini-hari-jumat.html' title='Ini Hari Jum&apos;at'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-949998554655088036</id><published>2008-07-10T00:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T00:39:11.217-07:00</updated><title type='text'>Penulis adalah Saksi Sejarah</title><content type='html'>Kita menyadari dan mengakui bahwa sebuah kejadian yang kita alami sekarang bakal terulang lagi persis atau tidak persis sebagaimana kejadian sekarang. Hari ini kita menghadapi sebuah masalah dan berhasil menyelesaikan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejaidan tersebut, seharusnya tdiak perlu terulang, apalagi jika kejadian tersebut negatif bagi hidup kita. Walau sebenarnya, negatif ataupun positifnya kejadian adalah relatif. Seseoang mungkin menganggap sebuah kejadian adalah negatif, tetapi ada juga yang menganggapnya positif.&lt;br /&gt;Dalam hal inilah, maka perlu ada catatan tertulis yang merekam kejadian sedemikian rupa sehingga pada saat kita menghadapi masalah yang sama, maka kita sudah mempunyai sedikit langkah penyelesaiannya.&lt;br /&gt;Maka, tulislah sedikit atau banyak kegiatan atau kejadian dalam hidup kita sehingga pada saat kita menghadapi hal yangs ama, maka kita mampu menyelesaikan amsalah secara ciamik.&lt;br /&gt;Ya, menulis itu saksi sejarah. Berapa banyak kejadian amsa lalu yang terselamatkan, dalam arti dapat diketemukan dan dikaji ulang karena adanya tulisan dari orang-orang yang gemar menulis. Nah, Siapa tahu tulisan kita saat ini dapat menjadi saksi sejarah di masa mendatang?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-949998554655088036?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/949998554655088036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=949998554655088036' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/949998554655088036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/949998554655088036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/penulis-adalah-saksi-sejarah.html' title='Penulis adalah Saksi Sejarah'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-7001078278580291674</id><published>2008-07-09T23:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T00:07:32.519-07:00</updated><title type='text'>Menulis Untuk Membuka diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali kita tanpa sadar mengalami kebuntuan diri sehingga merasakan hidup begitu sempit dan membatasi jarak langkah kaki. Jika kita tidak mampu menerima kondisi tersebut, maka mengatakan bahwa hidup tidak bersahabat dengan kita.&lt;br /&gt;Saat kita menghadapi kondisi seperti ini, maka menulis diakui sebagai salah satu kunci menuju penerangan diri. Dengan menulis, maka kegelapan yang menyelimuti kita sedikit demi sedikit dapat dikuat dan memberikan kesempatan bagi sang matahari untuk memancarkan sinarnya ke diri kita.&lt;br /&gt;Bagaimana-pun kebuntuan yang kita alami tidak boleh terlalu lama mendekam di dalam diri. kebuntuan tersebut harus segera diusir agar kita dapat segera melanjutkan aktivitas hidup kita.&lt;br /&gt;Ada sebuah rumor, jika suatu saat kita menghadapi sebuah gang buntu dan dibelakang kita ada seekor anjing ganas, apakah kita harus menyerah? Apakah kita akan menyerahkan daging tubuh kita untuk disantap anjing ganas tersebut?&lt;br /&gt;Tentunya, tidak!&lt;br /&gt;Begitulah, kebuntuan harus diusir darai diri kita dan salah satunya adalah dengan mengungkapkannya secara tertulis sehingga apa yang menjadi masalah didalam diri kita sedikit demi sedikit dapat disalurkan keluar diri.&lt;br /&gt;Maka, marilah kita menuliskan segala yang dirasakan di dalam hati, apalagi saat diri mengalami kebuntuan. Jangan menyerah pada kondisi buntu, sebab bagaimanapun kita tidak boleh begitu gampang menerima kondisi, apalagi jika hal tersebut mengakibatkan kita terhenti dari kegiatan hidup kita.&lt;br /&gt;Jangan berhenti hanya karena kita sedang berhadapan dengan tembok buntu! Berjuanglah untuk menjebol tembok buntu tersebut atau hadapi kondisi yang menghadang kita dengan menuliskan semuanya setiap permasalahan secara rinci! Tidak sulit kok!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-7001078278580291674?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/7001078278580291674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=7001078278580291674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7001078278580291674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/7001078278580291674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/menulis-untuk-membuka-diri.html' title='Menulis Untuk Membuka diri'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-3394820366625055031</id><published>2008-07-07T01:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T01:30:28.219-07:00</updated><title type='text'>Lihatlah Diri Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat aku duduk di depan komputer, bermain internet di warnet, maklum aku belum dapat memasukkan internet ke rumah ku! Di luar warnet kulihat cahaya sinar matahari begitu sengit. Orang-orang yang lalulalang kelihat 'nyengir' menahan panasnya sinar matahari.&lt;br /&gt;Aku semakin masyuk dengan ketukan ujung jari pada tuts keyboard yang sedikit gelap sebab lapu tidak dinyalakan. Tapi bukan masalah.&lt;br /&gt;Tetapi, suara raungan sepeda motor dan mobil yang terus terusan merangkak dijalan depan warnet seringkali mengganggu konsentrasiku. Untung saja aku terbiasa kondisi seperti itu, sebab aku tahu benar siapa diriku (wah, agak narsis nicH!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-3394820366625055031?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/3394820366625055031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=3394820366625055031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3394820366625055031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/3394820366625055031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/lihatlah-diri-kita.html' title='Lihatlah Diri Kita'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-5464457493595455488</id><published>2008-07-06T23:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T23:52:43.470-07:00</updated><title type='text'>Menantang Matahari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Setiap hari rasanya bumi semakin panas. Bukan karena matahari buka cabang dimana-mana, tetapi semata karena pola kehidupan yang semakin tidak terarah dan seenak udel masing-masing orang. Satu orang dengan orang yang lainnya seakan saling mengintai kelengahan dan mencaploknya sebagai mangsa.&lt;br /&gt;    Kita tidak mengingkari hal tersebut sebab setiap hari semua itu terjadi di depan mata kita. Setiap hari kita harus menyaksikan betapa orang saling menyergap hanya untuk mendapatkan sebutir modal kehidupan. Ya, hanya sebutir yang mereka inginkan, sebab jika pingin yang banyak semakin sulit.&lt;br /&gt;   Dan, disini, aku terus saja melangkahkan kaki. Terus saja kuhembuskan nafas sisa pembakaran di dalam tubuhku. Dan, kuhisap oksigen banyak-banyak agar darahku tidak teracuni oleh karbon dioksida yang mengalir dari cerobong pabrik dan mulut knalpot yang terus saja berhamburan, seperti orang yang tengah asyik merokok tanpa memperdulikan kesehatan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;    Memang sulit untuk menghindarkan kondisi seperti ini sebab perkembangan teknologi seakan melahap apapun yang menghadang, bahkan pepohonan di hutan yang lebat. Amblas! Tidak terkecuali tanah makam!&lt;br /&gt;    Jika dahulu orang hidup ketakutan setiap kali melewati tanah makam, katanya seram dan banyak hatunya, maka sekarang ini justru tanah makam, keseraman dan para hantu tersebut sudha ketakutan pada orang hidup Sekarang tidak ada lagi keseraman tanah makam. Tidak ada kejengahan saat melewati tanah makam pada saat malam gelap dan sunyi. Justru, setan, genderuwo dan sebangsanya sangat takut saat orang-orang mendekatinya.&lt;br /&gt;    Ya, tanah lapang sekarang ini ketakutan pada orang hidup. Kalau dahulu orang hidup takut pada orang mati, sekarang ini, bahkan anak kecil saja berani mengantar mayat menuju ke kuburan! Tumbuhan yang ada di dalam makam-pun sekarang giat menghasilkan buah sebab tidak ada lagi yang takut memakannya.&lt;br /&gt;    Sekarang ini memang kita tidak perlu merasa ketakutan atas segala hal yang terjadi dalam kehidupan.Sebab pada hakekatnya hidup adalah perlawanan terhadap rasa ketakutan. Semua orang mempunyai rasa takut, tetapi adalah tidak hidup jika kita termakan oleh rasa takut tersebut. Agar kita hdup, maka kita hars berani melawan rasa takut tersebut! Lawanlah!&lt;br /&gt;    Seperti terhadap matahari. Jika kita ketakutan terhadap matahari, itu artinya sama dengan kita telah mematikan diri kita sendiri. Kita tidak dapat hidup tanpa matahari! Maka, jangan  takut terhadap matahari sebab dibalik kegarangannya sebenarnya matahari itu penuh kasih, cinta dan sayang pada kita.&lt;br /&gt;    Maka, ayo kita tantang matahari, siapa yang kuat dianatar kita dan matahari!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-5464457493595455488?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/5464457493595455488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=5464457493595455488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5464457493595455488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/5464457493595455488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/menantang-matahari.html' title='Menantang Matahari'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6545481326328918148</id><published>2008-07-05T23:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T23:42:31.238-07:00</updated><title type='text'>Beberapa Manfaat Menulis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya jika kita menelaah, sebenarnya kegiatan menulis merupakan kegiatan postif yang sangat banyak manfaatnya bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain. Begitu pentingnya kegiatan menulis sehingga menulis menjadi sbeuah kebutuhan tak terelakkan.&lt;br /&gt;Pada saat kita melakukanm kegiatan menulis,maka pada saat itu kita sedang:&lt;br /&gt;a. Melatih Koordinasi kerja otak&lt;br /&gt;    Ya. Pada saat kita menulis sebenarnya kita sedang mensinkronkan kerja otak kiri, otak kanan dan  tangan kita secara sinergis. Dengan menulis, maka terjadi keseimbangan antara tak kiri dan otak kanan sedemikian rupa sehingga tercipta kondisi terbaik bagi diri kita. JIka otak kiri dan otak kanan bekerja secara seimbang, tentunya kehidupan menjadi seimbang juga.&lt;br /&gt;b. Melatih daya ingat&lt;br /&gt;    Pada saat kita melakukan kegiatan menulis, maka pada saat tersebut kita melakukan kegiatan memunculkan kembali segala  isi memori otak kita. Dengan demikian, maka menulis membiasakan kita untuk selalu ingat terhadap segala hal.&lt;br /&gt;c. Mengembangkan kompetensi diri&lt;br /&gt;    Dengan menulis, maka berarti kita sedang membangunkan  sebuah power terbesar dari dalam diri kita. Dengan menulis, maka kita memberi kesempatan kepada diri kita untuk mengembangkan kemampuan yang sebelumnya, mungkin tersembunyi.&lt;br /&gt;d. Membiasakan hidup secara sistematis dan teratur&lt;br /&gt;    Menulis itu kegiatan yang mengarahkan kita untuk melakukan kegiatan yang tersistem. Setiap aspek yang kita tulis harus disusun sedemikian rupa sehingga terdapat sinkronisasi pada setiap bagain dan memudahkan bagi pembaca untuk mengikuti jalan pikiran penulis.&lt;br /&gt;e. Menyimpan memorial&lt;br /&gt;    Bahwa hidup ini terus mengalir sebagaimana air sungai menuju ke laut dan bebaur tanpa dapat dibedakan lagi. Di setiap saat air yang mengalir berbeda. Air yan emngalir hari ini erbeda dengan air yan mengalir kemarin, besok ataupun lusa. Jika hal ini dibiarkan ebgitu saja, tentunya kita bakal lupa.&lt;br /&gt;    Orang itu tempatnya lupa. Setiap orang mempunyai kelemahan yaitu udah melupakan segala sesuatu. Sangat sedikit orang yang mempunyai kemampuan ingat tinggi.&lt;br /&gt;    Coba kita bayangkan, seandainya di dalam kehiduan kita tidak ada tulisan, maka berapa banyak sejarah yang hilang begitu saja? bahkan, ada tulisan saja, masih banyak kota-kota lama yang belum diketemukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Maka, menulis adalah salah satu solusi tepat untuk menghadirkan kehidupan yanag lengkap. Maka, ayolah kita menulis sejak sekarang!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6545481326328918148?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6545481326328918148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6545481326328918148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6545481326328918148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6545481326328918148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/beberapa-manfaat-menulis.html' title='Beberapa Manfaat Menulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-804341983713213397</id><published>2008-07-05T22:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T22:47:47.538-07:00</updated><title type='text'>Hari Ini Keinginan Menulis Terus Menyala</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya. Hidup yang terus bergulir menjadikan adanya gesekan pada setiap bagian diri dan menimbulkan panas yang cukup tinggi. Panas tersebut terus saja berkobar sehingga menjadikan hati sellau berontak pada kondisi. Setiap saat, setiap pori tubuh menghisap oksigen dan hidung menghembuskan karbondioksida begitu banyaknya dan menjadi bahan bakar di dalam tubuh.&lt;br /&gt;Aku tidak dapat mengingkari bahwa setiap saat keinginan untuk menulis bagaikan gelombang, bagaikan aliran sungai dan hembusan angin yang terus menyapu permukaan bumi. Aku terus saja tergerak untuk menggerakkan hati dan memerintahkan tangan untuk menggoreskan ujung penah ke permukaan kertas. Begitulah yang selalu kurasakan setiap kali kehembuskan dan kuhisap udara.&lt;br /&gt;Ya. Aku selalu saja ingin menulis!&lt;br /&gt;Kobaran api semangat menulis bagaikan api abadi yang selalu diambil untuk menyalakan api obor saat diadakan pekan olahraga.&lt;br /&gt;Ya. Semangatku menulis bagaikan api yang membakar kota,bahkan dunia kita!&lt;br /&gt;Siapkah kalian menerima panasnya api membakar dari semangatku?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-804341983713213397?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/804341983713213397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=804341983713213397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/804341983713213397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/804341983713213397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/hari-ini-keinginan-menulis-terus.html' title='Hari Ini Keinginan Menulis Terus Menyala'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-8273424393971462564</id><published>2008-07-04T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-05T00:04:38.708-07:00</updated><title type='text'>Menulis itu Membebaskan Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diakui atau tidak, selama ini kita terbelenggu ole berbagai konsep dasar dalam kehidupan. konsep dasar tersebut dapat berbentuk aturan-aturan ataupun nilai-nilai lain yang tentunya antagonis dngan konsep dasar di dalam diri kita.&lt;br /&gt;Tetapi, selama ini, sedikit sekali yang berusaha 'mentas' dari kondisi tersebut. Kita tetap saja bertahan pada status quo yang tercipta bagi kita. Seakan kita takut, atau memang takut untuk beranjak dari zona aman hidup ini. Kita tetap saja bertahan pada kondisi yang sudah menjadi patron setiap langkah diri.&lt;br /&gt;Tidak heran jika kemudian lahirlah orang-orang munafik di dalam kehidupan kita ini. Terlalu banyak lair orang-orang yang melakukan sesuatu bukan berdasarkan kata hatinya mlainkan sekedar mengikuti konsep yang telah ditetap dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Dan, jika kita runtut lagi, maka konsep dasar yang membelenggu kita tidak lain adalah pengekangan atas kreativitas diri. Kita menjadi mandul dan tidak produktif dalam segala hal. Aturan-aturan dan nilai-nilai mejadikan kita selalu was-was.&lt;br /&gt;Begitu juga halnya dalam dunia tulis menulis. Selama ini yang menjadi kendala dan alasan utama mengapa orang-orang enggan melakukan kegiatan tulis menulis adalah ketakutan akan menyinggung apalagi menabrak konsep-konsep dasar dan nilai-nilai yang sudah berlaku di dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya, menulis itu aalah pembebasan! Ya! Menulis itu adalah pembebasan diri kita terhadap segala belenggu dan kekangan yang menjerat leher dan hati kita! JIka kita berani menuliskan semua 'uneg-uneg' yang ada di dalam hati dan pikiran kita, maka yakinlah segala beban kehidupan bakal lepas. Semua masalah mengalir keluar dari hati kita menuju media penulisan kita. Entah itu lembar kertas, layar komputer dan sebagainya.&lt;br /&gt;Ketika kita menuliskan segala 'uneg-uneg' yang menggumpal di dalan hati kita, maka pada saat tersebut kita menggulirkan, mengalirkan maslaah tersebut keluar dari dalam hati kita. semakin banyak hal yang kita tulis, maka semakin berkurang 'uneg-uneg' yang ada di dalam hati. dan, ketika kita menyadari, ternyata cukup banyak hasil tulisan kita, maka pada sat etsrebut kita dapat mengevaluasi dan merefleksi segala hal untuk diambil hal-hal positif dan membuang halhal negatifnya.&lt;br /&gt;Lantas, mengapa selama ini kita hanya merenung? Melamun di teras rumah sambil memandang bintang dan rembulan di langit gelap? Ayo, ambil pena, kertas dan mulailah menulis. jika perlu publikasikan tulisa-tulisan yang kita hasilkan tersebut. Publikasi diperlukan untk mendapatkan respon dari orang lain, siapa tahu kita mendaptkan solusi dari respon orang lain?&lt;br /&gt;Duh, sebenarnya sangat bermanfaat kegiatan menulis yang kita lakukan. Sebab menulis itu adalah upaya membebaskan diri dan hati dari segala uneg-uneg. Bebas! sebebas-bebasnya! Ayo, kita mulaimenulis detik ini juga. Jangan takut memulai. Tulis saja apa yang hendak ditulis! Jangan perhitungkan hal-hal lainnya! Sebab hal-hal lainnya itu hanyalah setan yang akan emnghambat langkah penulisan kita!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-8273424393971462564?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/8273424393971462564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=8273424393971462564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8273424393971462564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/8273424393971462564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/menulis-itu-membebaskan-diri.html' title='Menulis itu Membebaskan Diri'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-6043369383452335775</id><published>2008-07-03T23:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T23:29:31.511-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Guru yang Penulis</title><content type='html'>Guru dan Penulis sebenarnya tidak terpaut jauh. Kedua profesi ini merupakan sebah interaksi yang integral dan sinergis. Apalagi jika san personil secara intens memposisikan diri dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, banyak guru kita yang menjadi penulis. Banyak guru yang selain mengajar dan mendidik masyarakatdi sekolah, mereka juga mendidik melalui beberapa tulisan yang dihasilkan dan disebarkan melalui media-media massa, baik lokal maupun nasional.&lt;br /&gt;Dan, disini, kita secara bersama-sama mencoba untuk memupuk dan mengembangkan serta membangunkan 'raksasa' yang sedang tidur lelap di dalam diri kita. Apa sulitnya, bagi guru untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Coba kita perhatikan setiap saat guru melaksanakan tugasnya di kelas. Mereka dapat menghabiskan waktu pemelajaran selama lebih kurang 90 menit dengan berbicara panjang lebar tentang materi pelajaran dan sesekali diselingin dengan berbagai petuah secara lisan. Ini adalah 'raksasa' yag perlu dibangaunkan!&lt;br /&gt;Ayolah, wahai para guru, kita bersamasama membangun karakter dan kemampuan diri sedemikian rupa sehingga pada saatnya nanti kita dapat memberikan materi tertulis pada para siswa dengan karya tlis kita sendiri.&lt;br /&gt;Duh, andaikan saja para guru di negeri ini mempunyai kebiasaan menulis, tentunya semua rak buku di perpustakaan bakal ramai oleh karya guru dan anak-anak tidak bakal kehabisan bahan bacaan,&lt;br /&gt;Menjadi penulis adalah tantangan dan guru sangat suka pada tantangan. Mengapa tidak segera bergabung untuk ikut menulis?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-6043369383452335775?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/6043369383452335775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=220569453511045741&amp;postID=6043369383452335775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6043369383452335775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/220569453511045741/posts/default/6043369383452335775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/2008/07/menjadi-guru-yang-penulis.html' title='Menjadi Guru yang Penulis'/><author><name>penulis mojokerto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17743882572178203207</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_cSaa_5UOXYs/TM4-ky9wKLI/AAAAAAAAAJI/U8WY3-MiPeI/S220/101030-103242.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-220569453511045741.post-1091279448723196707</id><published>2008-07-03T22:20:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T22:30:42.055-07:00</updated><title type='text'>JIka Kejenuhan Datang Menghampiri Kita</title><content type='html'>Setiap saat kita selalu berhadapan dengan berbagai permasalahan hidup. Ini sesuatu yang wajar sebab hidup itu sendiri sebenarnya adalah masalah. Saat kita menyadari bahwa kita hidup, maka pada saat itulah kita harus berhadapan dengan berbagai masalah.&lt;br /&gt;Ketika Bangun tidur di pagi hari, saat pertama kali kelopak mata terpicingkan, pada saat itu pula kita sudah dihadapkan pada masalah, yaitu keengganan untuk meninggalkan tempat tidur, malas beranjak, menggeliat untuk membuang waktu, bahkan sering pula kita menarik lagi selimut sehingga memberi kehangatan bagi tubuh kita.&lt;br /&gt;Semua ini karena adanya rasa ketakutan menghadapi kehidupan. Ketakutan yang sebenarnya sangat tidak beralasan.Ya. Kita seringkalimelakukan hal-hal seperti itu, sadar ataupun tidak sadar.&lt;br /&gt;Selain ketakutan, rasa jenuh menghadapi kehidupan sering kali menjadi salah satu penyebab kita enggan menghadapi kehidupan. Kita jenuh menghadapi hidup yang selalu saja seperti ini.&lt;br /&gt;Untuk hal tersebut, maka sebaiknya kita segera melakukan introspeksi atas segala yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;Ketika kejenuhan datang menghampiri kita, kita tidak dapat menghindar sebab pada hakekatnya jika kita menghindar itu sama artinya dengan menumpuk masalah. Kita harus menghadapi hidup dengan segala ketegaran hati dan kemampuan diri. Menghindar dari kehdupan hanyalah milik orang-orang beku dan tidak mempunyai keyakinan atas kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, maka jika kita dihampiri kejenuhan dalam hidup, maka hadapi semua itu dengan lapang hati. Jadikan kejenuhan itu sebagai titik tolok menuju keberhasilan.&lt;br /&gt;Aku yakin, semua keinginan kita dapat tercapai dankejenuhan justru jenuh menghadapi kita! Okey!?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/220569453511045741-1091279448723196707?l=penulismojokerto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penulismojokerto.blogspot.com/feeds/1091279448723196707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/h
