Kamis, 13 Oktober 2011

Personal Branding Guru

Salah satu aspek penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah tingkat kualitas guru. Hal ini karena dalam proses pendidikan dan pembelajaran, posisi guru sebagai fasilitator pendidikan dituntut untuk mempunyai kompetensi yang memadai. Oleh karena itulah, maka setiap guru harus secara sadar melakukan proses pencitraan diri dengan meningkatkan kualitas dirinya.
Untuk peningkatan kualitas tersebut, maka setiap guru berkewajiban untuk mengikuti proses peningkatan, baik melalui pendidikan lanjut ataupun peningkatan melalui jalur jalur lainnya. Hal ini harus dilakukan secara bersama sama sehingga setiap guru memahami tugas dan kewajiban profesinya.Guru memang harus selalu melakukan perombakan atas kompetensinya setiap saat agar tidak ketinggalan informasi.
Dan, Personal branding guru merupakan satu bentuk kondisi yang memang harus ada di setiap sosok guru. Semoga hal tersebut dapat terwujudkan di negeri ini.

Senin, 04 April 2011

Orang Miskin Bukan Orang Bodoh

Masyarakat ekonomi kecil atau masyarakat miskin adalah mayoritas di negeri ini. Dengan kondisi mayoritas ini, maka seharusnya jika mereka digarap secara maksimal dan efektif, hasilnya pasti kelompok masyarakat yang efektif dan memberikan manfaat maksimal pada kehidupan masyarakat.

Tetapi, permasalahannya adalah kesempatan mereka mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Hal ini bukan karena jumlah institusi pendidikan yang terbatas, tetapi semua terjadi karena keterbatasan kemampuan atau kesempatan karena kondisi finansial yang tidak mampu menutup kewajiban pembiayaan pendidikan.

Akibatnya,tumbuh dan berkembang anggapan bahwa orang miskin adalah orang bodoh. Hal ini karena kurangnya kesempatan mengikuti proses pendidikan sehingga dianggap bodoh. Padahal, sesungguhnya orang-orang miskin adalah kelompok orang kreatif yang mempunyai daya survive tinggi dalam kehidupannya.

Mereka bukan orang bodoh jika kesempatan mengikuti proses pendidikan terbuka luas bagi mereka. Bahkan, tanpa kesempatan mengikuti proses pendidikan saja, mereka adalah kelompok orang yang pintar, pandai, kreatif dan inovatif dalam kehidupannya. Mereka bukan orang bodoh sebab dengan kreativitas dan daya inovasi yang dimilikinya, mereka dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Bahkan, tidak sedikit orang miskin yang berhasil dalam hidupnya.

Ini merupakan bukti bahwa orang miskin bukan orang bodoh.

Minggu, 31 Januari 2010

Listrik Wafat tiga hari

Innalillahi.. telah meninggal, wafat dengan lancar PLN di wilayah Kabupaten Mojokerto, Khususnya di Kecamatan Gedeg, SElama tiga hari berturut-turut, walau tidk lama, sekitar du jam...dua jam.. tetapi asyik juga.. ya...

Minggu, 17 Januari 2010

Membangun Generasi

Pola kehidupan masyarakat tidak berbeda dengan pola main lari beranting atau lari estafet. Dimana pada poka ini, pelari pertama akan memberikan tongkat yang dibawa pada pelari kedua. Hal ini dikandung arti bahwa pelari pertama mempercayakan keberhasilan pada pelari kedua. Dengan demikian pelari pertama berharap agar pelari kedua berjuang sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilannya. Setelah itu, pelari kedua memberikan tongkat pada pelari ketiga dan seterusnya berlangsung hingga pelari terakhir berhasil memasuki garis finish dan memenangkan lomba atau tanggungjawab dan kewajibannya tersebut.
Di dalam kehidupan, rantai sambung menyambung ini pada dasarnya diwujudkan dalam bilang generasi yang saling bersambung. Ada generasi tua, generasi mda dan generasi paling muda. Generasi ini merupakan sebuah trap penghubung sehingga pada saatnya masing-masing bakal menyelesai-kan tugas dan kewajibannya. Oleh karena itulah, maka setiap generasi harus mempunyai kemampuan kompetensi yang memadai agar tidak mengalami kesulitan saat harus memengang tongkat penerus perjuangan.
Untuk meningkatkan kualitas diri, maka setiap generasi harus menjalani proses persiapan, pendadaran dan perjuangan yaitu belajar. Dan, untuk dapat belajar dengan baik, aka dibutuhkan orang-orang yang dapat membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi setiap hasil yang didapatkan dari proses belajar. Sosok inilah yang selanjutnya kita kenal dengan sebutan guru.
Guru telah menjadi sosok yang diharapkan mampu memberi pen-cerahan pada generasi muda agar siap menjadi generasi penerus kehidupan berbangsa yang benar-benar sanggup menghadapi setiap permasalahan hidup.
Guru dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya diharapkan bahkan diharuskan utuk dapat memberikan bekal yang cukup bagi anak-anak. Bekal tersebut diberikan dalam sebuah kegiatan belajar yang tersistem dan terprogram baik.
Hal ini tidak terlepas dari asumsi bahwa guru adalah sosok yang mempunyai banyak kelebihan dan kemampuan. Dan, seringkali kita meng-hadapi kenyataan bahwa anak mempunyai tingkat kepercayaan dan kepatuh-an yang lebih tinggi kepada guru daripada yang lainnya, termasuk orangtua. Anak-anak melakukan apa yang ditugaskan oleh gurunya sesegera mungkin, tetapi seringkali mengabaikan atau suka menunda-nunda jika diperintah orangtuanya.
Dan, memperhatikan fenomena seperti itu, maka sudah seharusnya guru mengambil tugas secara maksimal sebab pada dasarnya guru termasuk salah satu aspek pembangun generasi. Guru adalah sosok yang ikut menentukan warna dari generasi di masa mendatang.
Kita harus menyadari bahwa eksistensi negeri ini tergantung pada bagaimana generasi penerus dipersiapkan sejak awal. Semakin baik persiap-annya, maka negeri ini akan semakin eksis. Dan, guru adalah sosok yang mendapatkan mandat untuk memberikan bekal pada anak-anak generasi mendatang.
Dengan segala kemampuan, guru melaksanakan tugas dan kewajib-annya mempersiapkan generasi mendatang. Berbagai informasi tentang sikap, pengetahuan dan keterampilan diberikan kepada anak didik agar menjadi orang-orang yang cerdas secara emosional knowledge maupun skill.
Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut, guru tidak hanya mengacu pada tujuan pendidikan secara pribadi, melainkan terutama pada tujuan pendidikan nasional.
Tugas dan kewajiban guru memang tidak ringan. Mereka harus dapat melaukan perubahan pada anak didik sehingga benar-benar menjadi manusia yang siap menghadapi hidup yang semakin berat. Setiap generasi harus berhaapan dengan pola kehidupan yang berbeda kondisi dan tantangannya. Oleh karena itulah, maka guru harus dapat memberi pendidikan dan pengajaran yang benar-benar implikatif, sesuai dengan kebutuhan hidup.
Jika memperhatikan hal tersebut, maka jelas bahwa guru harus bersifat dinamis sesuai kondisi di masyarakat. Guru harus selalu belajar dan belajar sehingga apa yang diberikan kepada anak didiknya adalah hal-hal yang up to date, tidak ketinggalan jaman. Sangatlah percuma kita memberikan sesuatu yang ternyata sudah tidap dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal tersebut membuang-buang waktu tanpa hasil yang signifikan.
Bagaimana anak dapat menghadapi tantangan hidup jika materi yang diberikan oleh guru adalah materi kadaluwarsa? Materi sudah tidak diterap-kan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya hal tersebut justru menjadikan anak didik enggan untuk belajar. Materinya jadul, jaman dulu! Apalagi jika cara mengajar guru tidak simpatik, maka anak didik semakin jauh dari hasil proses yang diharapkan.
Tugas guru didalam pembangunan yang berkesinambungan adalah mempersiapkan anak didik sehingga mempunyai kemampuan yang signi-fikan terhadap setiap kondisi kehidupan. Guru harus membangun citra generasi yang sanggup berjuang dalam kehidupan dan bukan menjadi generasi yang tidak dapat melakukan apa-apa.
Peranan guru di dalam pembangunan terutama pada aspek pendidik-an dan pembelajaran. Pendidikan dan pembelajaran merupakan aspek pengembang pribadi, citra diri yang paling utama. Dengan pribadi prima, maka generasi muda menjadi tulang punggung negeri di masa depan. Dan, generasi dengan kualitas prima merupakan hasil dari sebuah proses pendidikan dan pembelajaran yang berhasil dijalankan oleh seorang guru.
Sejak tingkat satuan pendidikan dasar hingga menengah, anak di-bimbing untuk mengembangkan kompetensi dirinya. Dari kondisi nol, anak didik dibimbing hingga berkompeten pada banyak aspek lainnya. Perubahan kondisi inilah yang sebenarnya merupakan hasil dari proses pendidikan dan pembelajaran. Jika dari sebuah proses pendidikan tidak terjadi perubahan kondisi, maka berarti proses tersebut telah mengalami kegagalan.
Sebagai pelaksana pembangunan generasi, maka seorang guru harus dapat memulai sejak penanaman pondasi hingga membangun atas bangunan generasi tersebut. Pembuatan pondasi harus dilakukan sedemikian rupa sehingga materi yang ditanamkan adalah materi yang benar-benar mampu menopang semua materi yang nantinya diletakkan diatasnya. Pondasi penge-tahuan harus dapat menopang, menahan seluruh beban yang diletak-kan di bagian atasnya. Pondasi yang kuat akan memberikan sebuah bangun-an yang kokoh dan tidak gampang rusak oleh kejadian alam atau oleh ulah manusia.
Pada kondisi ini, seorang guru adalah seorang arsitek yang secara langsung mengawal sejak perencanaan pembangunan bangunan generasi terbaik bagi bangsa besar ini. guru harus membuat perencanaan yang matang agar proses pendidikan dan pembelajaran yang dijalankannya benar-benar cermat dan mengacu pada tujuan pendidikan secara nasional.
Perencanaan yang bagus dan cermat oleh seorang guru sebelum melaksanakan tugasnya mendidik dan mengajar anak didik agar didapatkan bangunan generasi yang kokoh, kuat dan mampu menjawab tantangan hidup, maka segala hal terkait dengan proses pendidikan dan pembeljaaran harus disusun dan dipertimbangkan secara cermat oleh guru atas kemungkinan dan ketidakmungkinan terlaksana serta ketercapaian program. Dengan cara seperti itu, maka dapat diketahui dukungan dan hambatan yang mungkin ada pada saat pelaksanaan program.
Oleh karena itulah, maka setiap guru harus membuat program pendidikan dan pembelajaran yang menjadi tugas dan kewajibannya secara baik, dalam artian cermat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah program kerja atau kegiatan, khususnya dalam hal ini perencanaan pendidikan dan pembelajar-an. Seorang guru yang baik selalu menyusun dan membuat perencanaan untuk setiap kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang akan dilakukannya.
Pembangunan generasi itu artinya sama dengan menyusun sebuah perencanaan yang bertujuan agar kondisi generasi mendatang jauh lebih baik daripada kondisi generasi yang ada sekarang ini. Dan, aspek yang dikelola oleh guru di dalam hal ini adalah aspek pendidikan dan pembelajaran, sehingga semua perangkat yang dipakai di dalam proses pembangunan generasi haruslah peralatan yang benar-benar
Perangkat pendidikan dan pembelajaran sangat penting di dalam proses pembangunan konsep mental dan konsep diri anak didik terhadap materi yang diberikan oleh guru. Dengan perangkat ini, maka kegiatan pendidikan dan pembelajaran dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Bagaimana sebuah kegiatan dapat dilaksanakan jika ternyata kita tidak mempunyai alat atau perangkat kegiatan?!
Maka, agar seorang guru benar-benar dapat melaksanakan tugasnya sebagai pembangun generasi berkualitas dengan konsep diri yang terbaik, maka proses pendidikan dan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru harus didasarkan pada perangkat terbaik untuk kegiatan pendidikan dan pembelajaran. dengan perangkat terbaik, maka tentunya berdampak pada tingkat hasil prosesnya. Semakin berkualitas perangkat yang diterapkan atau digunakan oleh guru, maka hasil proses pendidikan dan pembelajaran memberikan hasil yang terbaik pula.
Dan, guru yang berkualitas adalah guru yang dapat menyusun program pendidikan dan pembelajarannya secara baik dan selajutnya menerapkannya dalam proses sesuai dengan perangkat yang sudah dibuatnya tersebut. Guru yang berkualitas inilah yang selanjutnya mampu membangun generasi terbaik, generasi berkualitas di negeri ini sehingga mampu menjawab tantangan masyarakat atas kondisi hasil proses pendidik-an yang dianggap masih saja terpuruk. Anggapan ini muncul sebab jika seorang guru mampu membuat perencanaan kegiatan pendidikan dan pembelajarannya secara baik, berkualitas, tentunya mereka mempunyai kemampuan untuk menerapkannya secara maksimal dan hasilnya tentu maksimal juga!
Sementara jika kita memperhatikan kondisi generasi muda pada saat ini, maka secara umum kita harus mengelus dada kita yang sudah tipis. Hal ini karena kondisi kehidupan generasi muda sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan. Pola kehidupannya sungguh sudah jauh dari konsep dasar yang selama ini telah ditanamkan oleh nenek moyang. Pola kehidupan yang selama ini dijaga kelestariannya telah mengalami perubahan dan tidak lagi dapat menjadi harapan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik lagi.
Pola kehidupan sesuka hati, yaitu pola kehidupan yang lebih me-mentingkan keinginan diri sendiri tanpa mempertimbangkan atau mem-perhitungkan baik buruk berdasarkan nilai-nilai kehidupan yang selama ini telah menjadi ciri khas bangsa besar ini. Mereka hanya menuruti keinginan hati dan tidak pernah memperhatikan apalagi mengikuti segala petuah atau-pun saran dari para orangtua. Bahkan, mereka beranggapan bahwa apa yang dikatakan oleh para orangtua hanyalah omongan kosong. Ketinggalan jaman!
Sungguh sulit menghadapi anak jaman sekarang, generasi jaman sekarang. Mereka adalah generasi tersendiri yang mempunyai pola kehidup-an berbeda dengan generasi sebelumnya. Kita mengakui bahwa setiap generasi mempunyai ciri khusus di dalam pola kehidupannya dan pola ter-sebut seringkali menyimpang dari pola kehidupan generasi sebelumnya. Oleh karena itulah, maka setiap tahun generasi selalu terjadi friksi antar generasi yang jika dihadapi dengan pola sederhana, maka hal tersebut dapat menjadi peperangan antar generasi.
Orangtua yang dilawan oleh anak-anaknya, guru yang tidak diper-hatikan oleh anak didiknya, adalah contoh yang paling sering terjadi di setiap tahun generasi. Dan, setiap tahun generasi kuantitas dan kualitas penyim-pangan atau perlawanan itu semakin besar. Kondisi ini membuat kaum generasi tua harus berusaha sekuat tenaga untuk mengkondisikan generasi muda menjadi generasi terbaik yang diinginkan bersama.
Dan, sekali lagi, guru menjadi pengharapan bagi semua orang untuk dapat menjadi sosok pembangun kondisi terbaik bagi kehidupan ini. Guru dianggap mempunyai kemampuan lebih sehingga diyakini dapat melakukan pendekatan kepada generasi muda dan selanjutnya memberikan bimbingan untuk mereka agar mampu memposisikan diri sebagai generasi penerus bangsa besar ini.
Guru memang sosok yang selalu berinteraksi dengan anak-anak, generasi muda sehingga kesempatan untuk melakukan bimbingan dan arahan hidup lebih baik sesuai dengan kondisi masyarakat dapat dilakukan secara efektif. Guru diyakini mempunyai banyak metode dan kemampuan untuk melakukan pendekatan pada generasi muda sebab guru dianggap orang istimewa bagi anak muda.
Di sinilah tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para guru terhadap persiapan kondisi kehidupan bangsa di masa depan. Bahwa pengelolaan terpenting yang harus dilakukan adalah pengelolaan pengelola masa depan. Dan, pengelola masa depan adalah para generasi muda yang sekarang sedang menempuh pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. Dan, setiap pembimbingan yang ada di lembaga - lembaga pendidikan tersebut adalah para guru.
Dengan melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran semak-simal dan sebaik mungkin, maka hal tersebut sudah menunjukkan bahwa guru selalu berusaha untuk mempersiapkan generasi muda sebagai generasi penerus kehidupan bangsa yang besar ini. Dengan memberikan pembimbing-an kepada anak didik di kelas-kelas ataupun dalam interaksi antar personal dalam kehidupan masyarakat, maka guru telah melakukan tugas dan kewajiban membangun generasi penerus bangsa besar ini.
Tugas membangun generasi muda yang dibebankan sebagian pada pundak guru pada kenyataannya tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat-pun para guru tidak pernah melepas-kan diri dari tugas tersebut. Setiap saat para guru memberikan bimbingan pada anak-anak, generasi muda dengan memberikan tuntunan, contoh kegiatan dan tutur sapa yang menggambarkan pola positif dalam kehidupan.
Dan, guru tidak pernah merasakan keengganan ataupun malas untuk melaksanakan tugas pembangunan generasi muda demi menciptakan pola kehidupan berbangsa dan bernegara yang positif. Pola pembimbingan yang dilakukan oleh guru adalah menciptakan kondisi positif di dalam hati masing-masing anak sedemikian rupa sehingga benar-benar mampu mene-rapkan dalam kehidupannya dan terciptalah kehidupan yang benar-benar berakhlak baik.
Di dalam pola kehidupan, guru memang bertugas dan berkewajiban untuk membangun generasi muda sehingga menjadi generasi yang siap menjadi penerus pembangunan negeri dan bangsa sehingga eksistensinya dalam pergaulan antar bangsa diperhatikan secara signifikan dan menjadi bagian terpenting dalam tata pergaulan tersebut! Tanpa peranan guru, maka pada sisi pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif tidak didapatkan anak untuk kehidupannya. Membangun generasi muda adalah membangun negara itu sendiri. Jika proses pembangunan generasi berjalan mulus dan berhasil, maka kita yakin bahwa pembangunan bangsa dan negara tidak akan mengalami kesulitan dan memang sudah terbangun secara langsung.
Bahwa, membangun generasi adalah membangun dan bangsa dengan negara, semakin berhasil membangun generasi, berarti pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik.