Senin, 23 Januari 2023

ADU KESAKTIAN REKOM

Rekom atau rekomendasi merupakan salah satu cara untuk memberikan masukan kepada orang lain. Rekom ini merupakan inti sari pengalaman yang fiketshui seseorang terkait kondisi yang ada. Rekom ini sangat penting untuk pencapaian kondisi terbaik sebuah kegiatan. Misalnya, terkait acara kuliner, maka rekom yang diberikan seseorang kepada orang lain merupakan informasi atau masukan terkait rasa, harga, situasi dan kondisi serta hal-hal lain yang terkait dengan kuliner. Tentunya hal ini menjadi sangat penting sebab terkait dengan keterpuasan kita terhadap kuliner yang diharapkan.

Kebutuhan rekom

Setiap orang membutuhkan rekom agar tidak mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan. Misalnya dalam hal kuliner, setiap orang tidak ingin terjebak pada tempat yang kurang memberikan kepuasan rasa. Jika hal itu terjafi, maka kita akan mengalami kekecewaan. Awalnya, sudah membayangkan masakan yang menggugah selera dan mampu memberikan kenikmatan lidan, ternyata yang didapatkan kuliner yang jauh dari menggugah selera. 

Tidak hanya kuliner, banyak aspek dalam kehidupan kita yang membutuhkan rekom agar tidak mengalami kesalahan. Kita coba perhatikan saat menentukan pilihan pasangan hidup. Hal.inipun tidak lepas dari adanya rekom terkait pilihan tersebut. Kita tidak dapat langsung menjatuhkan pilihan pada seseorang sebagai pasangan hidup. Kita akan mencari informasi dan rekom dari beberapa orang terkait pilihan tersebut. 

Pada kebutuhan yang lebih besar lagi adalah perekrutan tenaga, baik di perusahaan ataupun panitia-panitia tertentu. Rekom juga menjadi pertimbangan yang sangat besar dalam menentukan dan menyetujui personil yang dipilih atau diluluskan tes. Keputusan untuk menyetujui seseorang untuk menduduki satu posisi sangat tergantung pada rekom yang masuk ke panitia penyelenggara perekrutan. 

Rekom dan pemosisian

Pemosisian seseorang dalam kedudukan pada sebuah kepanitiaan ditentukan oleh persetujuan yang diberikan oleh ketua panitia. Walaupun seseorang mempunyai kompetensi yang bagus, tetapi tidak disetujui oleh ketua, maka tidak akan pernah jadi. Tetapi sebaliknya, seseorang walaupun tidak mempunyai kompetensi, tetapi disetujui oleh ketua, maka pasti jadi. Semua itu karena peranan rekom dalam pengkondisiannya. 

Rekom dapat muncul dari tingkatan bawah hingga ke tingkatan atas. Setiap tingkatan mempunyai kekuatan rekom yang berbeda. Kekuatan rekomnya berjenjang dari bawah ke atas, artinya semakin ke atas, semakin kuat rekomnya. Sudah tentu dalam hal ini, rekom yang bawah akan dikalahkan oleh rekom yang di atasnya dan begitu seterusnya. Kalau kita direkom oleh tingkatan bawah, maka fikalshkan oleh rekom di atasnya. 

Apa guna pengumuman rekrutmen

Adalah aspek pengumuman yang membuat masyarakat beranggapan bahwa proses berlangsung secara jujur. Kejujuran tetap menjadi mata uang yang berlaku dan diberlakukan pada setiap aspek kehidupan. Dan, ketidakjujuran merupakan aib yang harus diberantas dari kehidupan. Oleh karena itu, ketika pengumuman perekrutan panitia disampaikan kepada masyarakat, maka respon masyarakat cikup bagus. Bagi mereka, ini adalah ajang persaingan terbuka yang dilandasi oleh kejujuran semua pihak, terutama penyelenggara kegiatan perekrutan.

Proses perekrutan dilakukan oleh panitia yang lebih tinggi untuk panitia yang lebih rendah. Oleh karena itu, proses pengumuman disampaikan kepada masyarakat untuk diketahui dan ikut aktif sebagai bagian panitia pelaksana. Dengan pengumuman yang disampaikan panitia ke masyarakat, maka respon dan kesan positif diharapkan muncul sebagai pengakuan atas keterbukaan dan kejujuran panitia.

Permasalahan yang timbul dan menjadi pemikiran adalah benarkah langkah ini merupakan upaya penerapan kejujuran panitia atau sekedar upaya untuk membentuk image positif di masyarakat?  Ataukah sekedar pembodohan kepada masyarakat? 

Kita memang sudah berusaha untuk menciptakan iklim kegiatan yang didasari keterbukaan dan kejujuran, tetapi tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Upaya untuk menciptakan iklim kegiatan yang didasari keterbukaan dan kejujuran merupakan upaya untuk menciptajan iklim positif. 

Alih-alih menciptakan iklim kegiatan berbasis keterbukaan dan kejujuran, justru hal tersebut dimanfaatkan sebagai ajang KONCOISME, BOLOISME dengan merekomkan mereka kepada panitia. Dan, panitia tidak dapat berkutik sebab mereka juga menduduki posisi panitia karena dikondisikan. Mereka harus membalas jasa kepada yang telah mendudukan mereka. Jasa dibalas jasa. Didudukan dibalas mendudukan. Lantas, apa gunanya pengumuman perekrutan kepada masyarakat?

Nuansa KKN lahir lagi

Nuansa KKN memang berangsur bangkit lagi. Era kebangkitan ini, salah satunya ditandai dengan menjamurnya rekomendasi dalam banyak aspek. Pada setiap kegiatan besar, misalnya pemilu, sosok-sosok yang menduduki posisi kepanitiaan, ditengarai adalah mereka yang direkomendasikan oleh seseorang atau kelompok, partai. Mereka memposisikan seseorang, entah karena KONCO atau BOLO atau telah memberikan jasa kepadanya.

Praktek KKN ini merupakan indikasi dari kebangkitan era lama yang ditumbangkan oleh era reformasi. Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme sudah sangat dipahami oleh masyarakat. Sudah cukup lama pengalaman praktik terjadi di republik ini. Pengalaman itu sangat menyakitkan hati dan pada saat itu harus diberangus dengan turun ke jalan sehingga penguasa saat itu dipaksa untuk turun sebab telah menjadi titik sumber praktik KKN tersebut. 

Oleh karena itu, jika praktik tersebut lahir kembali dan menjadi mental serta karakter para pemimpin ataupun yang merasa pemimpin, apa jadinya negeri  ini? 

Semua memang sudah diatur oleh Tuhan, tetapi jika manudia ikut-ikutan mengatur, apakah semua telah menjadi Tuhan?


Demikianlah tanggapan yang dapat mrnulis berikan terhadap situasi yang berkembang dari proses pemosisian panitia penyelenggara pemilu di wilayah penulis. Semoga dapat menjadi semacam instrospeksi sehingga di kesempatan mendatang tidak terulang lagi. Kita sudah mengawali kegiatan dengan keterbukaan, maka selanjutnya harus dilaksanskan dengan kejujuran pula. KKN merupakan induk semang ketidakjujuran, maka seharusnya tidak fiterapkan di dalam proses kegiatan.


Gembongan, 28 Januari 2023

Mohammad Saroni
Gembongan, Gedeg, Mojokerto 61351 Jawa Timur
CP. 085784990514
Penulis buku Orang Miskin Harus Sekolah 

Minggu, 22 Januari 2023

BERMAIN DI BALIK MEJA

Bermain di balik meja merupakan satu ungkapan terkait upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk mengkondisikan sesuatu. Hal ini dapat terjadi pada banyak aspek kehidupan. Sebenarnya, ini merupakan permainan klise dan usang. Tetapi meskipun demikian, permainan ini sangat digemari pada setiap musimnya. Dan, para pemain pada permainan ini tentunya mereka yang mempunyai meja dan kursi. Mereka yang tidak mempunyai meja dan kursi tidak mungkin dapat bermain. 

Sejatinya, permainan ini merupakan kondisi yang negatif jika dilihat dari semboyan yang digembar-gemborkan. Slogan yang merupakan upaya pemikatan terhadap masyarakatnya. Ini adalah program pencitraan agar masyarakat simpati dan memberikan dukungannya untuk menduduki kursi tertentu sehingga mendapatkan meja. Dan, setelah kursi dan meja didapatkan, maka mereka pun segera bermain. Permainannya adalah petak umpet balas jasa .

Petak umpet balas jasa

Kita adalah makhluk sosial yang tidak dapat menghadapi permasalah hidup sendirian. Kita membutuhkan keberadaan dan9 peran orang lain agar dapat menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Setiap kita membutuhkan bantuan orang lain agar kehidupan kita dapat lancar dan tidak mengalami kesulitan. Permasalahannya adalah setelah kita mendapatkan bantuan dan berhasil mengatasi permasalahan hidup. 

Sebagai makhluk yang beradab, maka sudah barang tentu kita akan memikirkan bantuan timbal balik yang harus diberikan kepada penolong kita. Bantuan timbal balik atau balas jasa ini menjadi pemikiran tersendiri setelah kita dibantu seseorang. Kita tidak mungkin diam saja setelah mendapatkan bantuan dari orang lain. Ini merupakan konsekuensi lagis, bahkan dapat dikatajan sebagai hukum alam, yaitu hukum timbal balik. Seperti alam yang pasti memberikan sesuatu pada kita jika kita telah melakukan sesuatu kepadanya. Misalnya, kalau kita merawat tanaman, maka kita akan mendapatkan manfaat dari tanaman tersebut, seperti buahnya, umbinya, kayunya, dan sebagainya. 

Terkait dengan permainan petak umpet balas jasa, maka permainan tersebut adalah permainan tersembunyi. Permainan yang dilakukan tidak sepengetahuan banyak orang. Kita melakukannya secara sembunyi-sembunyi sehingga hanya yang bersangkutan yang mengetahuinya. Kita melakukannya sebab ada satu pepatah mengatakan jika satu tanganmu memberi, maka satu tangan yang lain jangan sampai mengetahuinya. Oleh karena itu, permdinan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi. 

Seperti yang terjadi baru-baru ini ketika pemilu akan dilakukan, maka kepanitiaan penyelenggara harus dibentuk dan disusun. Proses pembentukan dilakukan secara hierarki dari tingkatan atas hingga ke bawah. Nah, di saat inilah ditengarai telah terjadi permaian petak umpet balas jasa. Personil di kepanitiaan yang atas adalah sosok - sosok yang disusun dan disetujui oleh sosok - sosok terkait. Dan, hal tersebut berimbas pada penyusunan kepanitiaan yang ada di tingkatan bawahnya. Mereka harus dapat memberikan kontribusi terhadap orang- orang yang diajukan oleh sosok-sosok terksit sebagai balas jasanya.

Memang, belum ada bukti konkret atas permainan tersebut. Tetapi, semua orang dapat membaca kondisi tersebut. Masyarakat.kita bukanlah masyarakat bodoh. Masyarakat kita dudah sangat pintar hanya untuk membaca kondisi di sekitarnya. Dan, masyarakat membaca bahwa untuk proses penyusunan kepanitiaan ditengarai telah terjadi permainsn di balik meja. Orang-orang yang berkedudukan memberdayakan kedudukannya untuk mengatur kondisi yang diinginkannya. Orang-orang yang dekat dengannya direkomendasikan kepada panitian untuk dialokasikan sebagai kepanitiaan di bawah mereka. Oleh karena itu, panitia ditengarai melakukan penyimpangan dengan pengkondisian panitia, yaitu meloloskan orang-orang yang direkomendasikan. Permainan petak umpet balas jasa.

Formalitas Proses Perekrutan

Bagaimana caranya agar kesan permainan tidak menyolok? Untuk hal tersebut, maka dibuatlah pengumuman perekrutan kepanitiaan kepada masyarakat. Ini merupakan satu langkah penting untuk menunjukkan keterbukaan kepada masyarakat.  Hal ini merupakan prasyarat dari penerapan konsep keterbukaan. 
 
Keterbukaan semakin menjadi asas dasar dalam proses perekrutan personil dalam berbagai aspek. Begitu juga halnya dengan proses perekrutan personal panitia penyelenggara pemilu. Keterbukaan itu diwujudkan dengan dibukanya secara luas pengumuman perekrutannya. Tidak sekedaran sebab diumumkan secara terbuka di berbagai media, media massa maupun media sosial. Bahkan, baliho-baliho besar dipasang di tempat-tempat strategis. Dan, respon masyarakat sangat bagus. Hal itu dapat dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang membludak. 

Pengumuman secara terbuka ini merupakan formalitas yang harus dilakukan oleh panitia penyelenggara. Justru tanpa pengumuman terbuka, maka panitia dianggap telah melakukan pelanggaran dan kecurangan. 

Rekomendasi sebagai biang ketidakjujuran

Tetapi, keterbukaan yang dilakukan oleh panitia menjadi bumerang ketidakjujuran ketika perekrutan tersebut harus melalui persetujuan ketua panitia. Secara terbuka, dalam lamannya dinyatakan bahwa ketika peserta sudah dinyatakan lulus ternyata harus menunggu persetujuan. Bukankah, jika sudah dinyatakan lulus, maka tinggsl disahkan saja?

Pada penjelasan pasal-pasal disebutkan personal yang diusulkan dan disetujui perangkat. Ini artinya, panitia akan menerima orang-orang yang direkomendasikan untuk calon jadi. Dengan demikian, maka meskipun seseorang lulus dalam tes tetapi jika tidak direkomendasikan, maka tidak akan disetujui untuk menjadi panitia penyelenggara pemilu. Dan, rekomendasi ini tidak lain adalah surat sakti untuk panitia penyelenggara perekrutan. 

Rekomendasi ini melahirkan ketidakjujuran dalam melaksanakan kegiatan, khususnya perekrutan petsonil. Indikasi ini dapat kita baca sebab setiap sosok berkuasa dapat memberikan rekomendasi. Artinya, mereka yang mempunyai meja dapat bermain dari balik mejanya. Mereka dapat membuat kebijakan untuk menentukan personal yang menduduki posisi dalam kepanitiaan.  Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita mengucspkan selamat datang lagi untuk KKN di negeri tercinta. Semoga dapat tumbuh subur lagi. Bukankah tanah atau bumi negeri ini sangat subur sehingga apapun dapat tumbuh dengan sebaik-baiknya?

Inilah sedikit catatan untuk proses perekrutan yang diumumkan secara luas tetapi keputusan terbesar berada pada mereka yang berada di balik meja.

Gembongan, 1.Februari 2023

Mohammad Saroni
Gembongan, Gedeg, Mojokerto
Penulis buku: Pendidikan untuk Orang Miskin, dll
Penulis dapat dihubungi di mohammad_saroni13@yahoo.co.id
#kejujuran

Rabu, 18 Januari 2023

PENTINGNYA MEMANEJ PROSES MENULIS

Kita pasti pernah menulis dan keteteran dalam penyelesaiannya. Banyak bahan untuk ditulis, tetapi terasa sangat sulit untuk mewujudkannya dalam bentuk tulisan. Akibatnya, bahan tulisan hanya menjadi konsep yang mentah, sama sekali tidak memberikan gambaran tepat terkait materi tulisan. Banyak penulis yang berkilah dan sibuk dengan berbagai alasan terkait mangkraknya tulisan mereka. Tentu saja alasan yang mereka sampaikan merupakan upaya untuk membela diri. Upaya yang dilakukan lebih banyak menutupi kekurangan diri dan menyerang kondisi yang berada di luar dirinya. Mereka enggan mengakui bahwa mereka kesulitan melanjutkan karena bekal pengetahuan yang tidak mereka miliki.  

Kondisi ini dapat kita antisipasi dengan menerapkan manajemen menulis. Bahwa, kegiatan menulis juga mempunyai teknik dan pola pengelolaan sehingga proses menulis dapat lancar dan hasil tulisan optimal. Kegiatan menulis merupakan kegiatan berkesinambungan untuk menyatakan gagasan yang akan ditulis. 

Gagasan itu terkumpul dalam pikiran dan harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Pada saat kita menuangkan dalam bentuk tulisan, maka pada saat inilah sering terjadi kondisi yang mampu menghambat proses penulisan. Kondisi yang memungkinkan adalah blank atau writter's block. Pada kondisi ini penulis merasa kesulitan untuk mewujudkan gagasan dalam bentuk tulisan. Proses menjadi mandeg. Pikiran seakan kehilangan kosa kata dan judeg

Tetapi, kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan pengelolaan proses. Artinya, kita harus menyusun langkah-langkah efektif dan konkret sehingga proses menulis berlangsung lancar. 

Manajemen dalam proses menulis

Kegiatan menulis merupakan kegiatan sistematis, yaitu pekerjaan yang dilakukan secara terprogram, tersusun, bertarget, dan mengandung materi atau gagasan tertentu. Proses menulis membutuhkan kontinuitas dalam banyak aspek sehingga tidak akan terputus sebelum tuntas materi yang dituliskan.

Seorang penulis harus dapat mengelola kegiatan menulisnya sehingga sejak awal dapat berlangsung hingga akhir. Proses dapat berlangsung hingga karya tulisan tuntas. Kegiatan menulis adalah kegiatan yang relatif panjang atau lama sehingga dibutuhkan energi yang stabil. Energi yang tetap selama proses menulis dilakukan penulis. 

Jika, seorang penulis melakukan proses menulis dengan energi yang labil, katakan ogah-ogahan, maka selama proses pasti mengalami kesulitan. Sedangkan, penulis dengan energi yang stabil akan tetap konsisten dengan kegiatannya dan tidak kesulitan untuk berproses. Ini merupakan salah satu cara mengelola kegiatan menulis. 

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengelola proses menulis, yaitu:

a. Menentukan jenis tulisan
Banyak jenis atau ragam tulisan yang dapat kita tulis. Setidaknya ada 2 (dua) kelompok besar, yaitu fiksi dan nonfiksi. Kita harus menentukan jenis tulisan kita. Masing-masing kelompok tersebut membidani banyak jenis tulisan yang lain.

Setidaknya, kita perlu tahu bahwa @. Fiksi adalah jenis tulisan yang didasarkan pada khayalan atau imajinasi. Menulis fiksi didasari oleh kekuatan pikiran kita dalam berkhayal. Kita membatangkan sesuatu yang khayal, absurd dan mengikatnya dalam bentuk tulisan. Ada yang kita tulis dalam bentuk puisi dan prosa. 
* Puisi menekankan pada menyusun tulisan dengan pilihan diksi yang padat tetapi singkat. Kita menuliskan tentang sesuatu dengan bahasa yang metaforis dengan makna yang tersembunyi dan pembaca dapat mrngapresiasi, menginterpretasi sesuai pola pikirannya. Sebuah puisi dapat memberikan multimakna jika yang mengapresiasinya berbeda. Contohnya, puisi, gurindam, syair, dan lain-lainnya. 

Sedangkan, 
* Prosa merupakan karya tulis yang relatif mengeksplore cerita atau sejenisnya dalam ukuran pendek ataupun panjang. Seorang penulis prosa dapat menyusun gagasannya dalam bentuk cerpen, cerbung, novelet, novel, skenario, naskah drama, dan yang lainnya. Artinya, seorang penulis menggarap tulisannya dari awal hingga akhir dengan permainan kata dan kalimat yang menggambarkan cerita. Dalam penulisan prosa, biasanya penulis melengkapinya dengan dialog pendukung tulisan. Tulisan disusun dari kondisi landai perlahan merambat naik menuju klimaks dan akhirnya landai lagi menuju turun.

Dengan memperhatikan jenis tulisan fiksi ini, setidaknya kita dapat mengetahui karakter dan bentuk serta garis besar tulisan tersebut.

@. Non-fiksi

Adalah karya tulis yang didasarkan pada informasi nyata, fakta.yang terjadi di dalam kehidupan. Karya tulis non-fiksi dapat beragam bentuk dan jenisnya. Bentuk dan jenis tulisan ini membawa visi dan misi masing-masing. Tetapi, dari sekitar banyak ragam tulisan non-fiksi, kita akan mendapatkan informasi penting terkait sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.

Tulisan non fiksi memberikan peluang bagi penulis untuk menyampaikan informasi dan pengetahuannya terkait materi yang ditulisnya. Penulis menyampaikan pendapatnya dan responnya sehingga dapat mempermudah masyarakat untuk memahaminya. 

Ada beragam bentuk tulisan non-fiksi, misalnya berita, laporan perjalanan, feature, opini, dan yang lainnya. Masing-masing mempunyai bentuk tulisan tersendiri. 

Kita juga mengenal jenis tulisan, yaitu essaiEssai merupakan satu jenis tulisan yang membahas mengenai sesuatu yang sedang aktual menurut sudut pandang penulis dengan konsep dasarnya. Setidaknya, essai merupakan tanggapan seorang penulis terhadap kondisi yang ada masyarakat dan pendapat penulis terhadap kondisi tersebut. 

Penulis mencoba memberikan tanggapan terhadap kondisi dengan mencukil teori-teori yang mendasarinya dan pendapat pribadinya terkait kondisi tersebut.

b. Menentukan tema tulisan
Tema tulisan merupakan koridor yang akan mengantar penulis untuk menyampaikan gagasannya. Tema memegang peran penting agar penulis tidak mengalami perselingkuhan atau kesalahan arah tulisannya. 

Kita harus menentukan tema tulisan pada saat memutuskan untuk menulis. Hal ini untuk mrmudahkan kita memusatkan obyek tulisan. Kita tidak akan membias saat menulis. Seperti dinding, maka tema ini akan membentengi langkah menulis kita sehingga lurus menuju arah yang benar. Dan, hal ini akan menghindarkan tulisan kita yang ngalor ngidul. 

c. Merencanakan kegiatan
Menulis adalah kegiatan berkesinambungan yang membutuhkan waktu secara intens. Dalam kurun waktu tertentu, maka proses menulis dilakukan, baik sampai tuntas atau terhenti pada waktu tertentu.

Oleh karena kondisi tersebut, maka kita harus merencanakan kegiatan menulis yang kita lakukan. Kita tidak dapat asal menulis untuk menghasilkan tulisan yang bernas. Kita membutuhkan satu prosedur yang teratur dan terarah sehingga jelas langkah kegiatannya. 

Langkah yang kita maksudjsn adalah perencanaan kegiatan menulis. Kita harus merencanakan kegiatan menulis sedemikian rupa sehingga kita dapat runtut dalam prosesnya. Perencanaan kegiatan menulis sangat berpengaruh pada ritme kegiatan menulis kita. 

Kegiatan menulis harus diprogramkan sehingga setiap langkah prosesnya terarah dsn pasti. Kita tidak akan mengalami writer's block lagi. Hal yang lain, kegiatan menulis yang sudah terencana/terprogram dapat dilakukan secara lancar. Hal ini karena prosedur dilakukan secara berurutan.

d. Mengatur jadwal kegiatan

Jadwal merupakan bagian yang harus dibuat pada saat kita akan melakukan kegiatan. Jadwal ini yang mengatur waktu kegiatan harus dilakukan, dihentikan ataupun diselesaikan. Dengan jadwal ini, maka kita dapat melakukan proses menulis secara profesional.

Ritme kegiatan atau proses menulis harus diatur sehingga kita dapat mengkondisikan diri kita. Pengkondisian yang kita makaudkan bertujuan untuk mendisiplinkan diri dalam menulis. Menulis itu kegiatan profesional,maka harus dilakukan secara profesional juga. Salah satu indikasi keprofesionalitasan seseorang dalam melakukan kegiatan adalah kedisiplinannya dalam berproses.   

Kita harus menyusun jadwal proses menulis agar dapat kita tentukan waktu yang dibutuhkan untuk menulis. Dengan demikian,maka kita tidak akan mengalami ketergesaan ataupun keterlambatan dalam penyelesaian kegiatan menulis. Pada sisi ldinnya, kita dapat segera menyelesaikan kegiatan menulis yang lainnya. 

e. Menentukan target waktu kegiatan

Menentukan target waktu kegidtan sangat terkait dengan produktivitas kegiatan menulis. Dengan target waktu, maka kita dapat menetukan dan mengetahui kebutuhan waktu menulis. Pada sisi lainnya, target menulis dapat mengkondisikan diri untuk berdikap disiplin dalam menulis. 

Target waktu menulis merupakan satu cara untuk mendisiplinkan diri. Hal ini karena target waktu menulis memaksa kita untuk menyediakan waktu menulis. Kita dapat mengelola waktu sehingga ada waktu-waktu khusus untuk menulis. Misalnya, kita dapat menyediakan waktu khusus untuk menulis. Penyediaan waktu dapat terkait harga waktu ataupun saat waktu. 

Harga waktu adalah ukuran terkait lama dan pendek yang dibutuhkan, misalnya 1 (satu) jam waktu. Sementara itu, saat waktu mengisyaratkan pada kita kapan kegiatan menulis dilakukan, misalnya malam hari atau pagi hari. Kita harus membuat jadwal terkait harga dan saat waktu menulis.

Kita dapat saja melakukan kegiatan menulis secara acak,bsik harga maupun saat waktu menulis. .Tetapi, hal tersebut berdampak pada ketidakdisiplinan kita dalam menulis. Menulis sak kobere! Tentu saja, hasilnya pun sak onoke. Sementara kita berharap bahwa proses menulis yang kita lakukan dapat produktif.

f.  Menambah amunisi materi kegiatan

Kegiatan menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengeluarkan gagasan atau ide yang ada di dalam pikiran kita. Dengan menulis, maka kita mencoba untuk mengaktualisasikan pemikiran atau imej pikiran kita sehingga dapat tersampaikan pada orang lain secara tertulis. 

Sebagai keseimbangan, maka untuk dapat melakukan proses mengeluarkan ide,  kita harus memasukkan informasi baru ke dalam pikiran kita. In and out haruslah berlaku seimbang. Hal kni untuk menjaga kesinambungan proses menulis.

Ketidakseimbangan antara in dan out akan berakibat terjadinya kehabisan ide atau writer's block. Seorang penulis tidak boleh mengalami kondisi ini sebab dapat mengganggu proses kreatifnya. Di samping itu, writer's block dapat mengakibatkan penulis kehilangan gairah atau semangat menulis. Akibatnya, tulisan yang dihasilkan terbengkalai sebab terputus di tengah perjalanan. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka seorang penulis harus menambahkan informasi baru ke dalam pikirannya. Upaya tersebut dapat dilakuan dengan membaca buku ataupun sumber informasi lainnya atau membaca kehidupan. Untuk membaca kehidupan, maka seorang penulis harus melakukan perjalanan dengan obyek kehidupan. 

Begitulah seharusnya seorang penulis melakukan proses kreatifnya dalam menulis. Prosedur ini perlu diketahui oleh penulis agar kegiatan menulis dapat dijalani dengan lancar. Jangan sampai seorang penulis mengalam writer's block. Kelancaran proses menulis menjadi indikasi keberhasilan dan produktivitas penulis menggasilkan karya-karyanya. 

Semoga bermanfaat untuk sidang prmbaca.


Gembongan, 22 Februari 2023

Kamis, 05 Januari 2023

KEKUATAN TULISAN DALAM ASPEK SOSIAL

Dalam kehidupan ini, peristiwa saling bersaing merupakan hal yang biasa. Sesungguhnya, hidup memang merupakan perwujudan dari persaingan. Persaingan inilah yang menyebabkan kehidupan ini menjadi dinamis. Orang-orang akan berusaha untuk mengkondisikan dirinya sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kompetensi hifupnya, meliputi kompetensi spritual, kompetensi material, dan kompetensi sosialnya.  

Kita adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Kita membutuhkan keberadaan makhluk yang lain agar dapat menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Kita adalah makhluk yang saling melengkapi. Kita pribadi adalah makhluk yang tidak sempurna. Sebagaimanapun kondisi kita yang baik, tetap membutuhkan peran serta orang lain dalam kehidupan kita. Kita tidak dapat memenuhi kebutuhan kita dengan mengandalkan apa yang kita miliki. Kita membutuhkan peran orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Misalnya, untuk makan kita membutuhkan pak tani, mesin penggilas padi, piring, sendok, garpu, dan lainnya. 

Dengan posisi sebagai makhluk sosial, maka aspek sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan. Dalam hal ini, penguasaan terhadap aspek sosial sangat menentukan keberhasilan hidup kita. Jika kita berhasil menguasai keterampilan atau kompetensi sosial, maka kehidupan sosialnya akan lebih baik. 

Lantas apa hubungan menulis dengan aspek sosial?