Sabtu, 30 Desember 2023

KESADARAN

KEMBALI KE JALAN SATU YANG LURUS
Mohammad Saroni

Jalan kehidupan berkelok-kelok
kadang bersimpang tiga ataupun empat 
kita harus melewati arah kaki melangkah
tak peduli jalur tidak sesuai harap

Sering kita salah lajur
walau pun tidak salah arus
kita terus saja melangkah
sebab hidup tidak mungkin dihentikan
kecuali langit telah kirimkan utusannya

Dan, sekarang pun jalanku salah
berada di antara lajur kiri dan kanan
lajur kanan dengan kecepatan tinggi
lajur kiri dengan kecepatan merandek

Lajur kiri memang untuk arus lambat
lajur kanan untuk arus cepat
pada lajur kita dapat bergerak dengan bebas
tetapi pada lajur kiri kita bergerak penuh waspada
karena lajur kiri  seperti mencari alamat

Melajulah pada lajur kanan
konsentrasi ke depan sepenuh hati
sebab tujuan sudah begitu pasti
tidak mungkin kita akan kebablasan

Lajur kanan lajur satu yang lurus
lajur yang seharusnya kita lewati


Gembongan, 30 Desember 2023


ISYARAT LANGIT
Mohammad Saroni

Air hujan jatuh satu-satu
membasahi setiap lembar daun
beberapa lembar daun sudah menangkupkan diri
mencoba mencari hangat dari udara di dalamnya

Udara bergerak pelan-pelan sekali
mungkin khawatir menyebabkan dedaunan menggigil
sedangkan langit kelabu menuju hitam
air hujan semakin kerap jatuh ke bumi

Barusan langit masih terang
matahari tersenyum penuh ceria
udara pun bergerak lincah
kabarkan banyak hal ke semesta

Dan, tiba-tiba langit terbela kilat
guruh menyusul bergemuruh
awan berarak berkumpul menjadi satu
lantas jatuh satu persatu ke bumi

Bumi pasrah pada keputusan langit
menerima semua titik hujan dan menyerapnya
menyimpannya ke dalam ruang-ruang tubuhnya
menjaganya dengan penuh kasih sayang

Gembongan, 30 Desember 2023

MENUNGGU BESOK
Mohammad Saroni

Menunggu itu sangat menyebalkan
sebab kita berada dalam ketidakpastian

Menunggu itu sangat menyusahkan
sebab kita diterkam ketidaktahuan

Menunggu itu sangat membosankan
sebab kita berada dalam kebimbangan

Menunggu itu sangat menyedihkan
sebab kita berada pada posisi tidak diperhatikan

Menunggu itu sangat menyenangkan
sebab kita berada pada kemungkinan terpenuhinya harapan

Menunggu itu sangat mengasyikkan
sebab kita berada pada puncak semangat tidak bertepi

Seperti saat ini, menunggu waktu pergantian tahun

Gembongan, 30 Desember 2023

DI UJUNG WAKTU
Mohammad Saroni

Waktu terus saja bergulir
jarum pendek mengejar jarum panjang
sementara jarum kecil bergulir lebih cepat lagi
mereka seperti tanpa lelah bergerak

Di sini kita berdiri tegak
menantang waktu tanpa takut
bahkan kita semakin tegak berdiri
menerjang setiap perguliran waktu

Kita sadar bahwa waktu tidaklah abadi
pada saatnya kita berada di ujung waktu
dimana kaki enggan untuk melangkah
tangan enggan untuk menggapai
bahkan jantung enggan untuk berdetak

Tetapi, waktu tidak pernah berhenti bergulir
jarum jam akan terus berkejaran
seperti matahari mengejar rembulan
walau selalu berselisih waktu

Lantas, kapan ujung waktu akan datang?
apakah harus jarum jam dihentikan
atau menunggu lamgit runtuh bersatu bumi?
sedangkan langit dan bumi adalah ayah dan ibu
kehidupan

Gembongan, 30 Desember 2023

DI ANTARA RINAI RINTIK HUJAN
Mohammad Saroni

Hujan turun siang ini
saat adzan asar baru saja usai
orang-orang berangkat ke musholah
air hujan bagai ditumpahkan dari langit

Seorang lelaki muda bimbang di teras rumah
sarung peci dan baju koko sudah dikenakannya
tetapi tak ada payung untuk melindunginya
titik air hujan semakin tajam menghujam bumi

Tatap matanya nampak gelisah 
antara berangkat atau kembali masuk rumah
tetapi hujan masih mengguyur deras
jika berangkat pasti basah kuyup

Tidak ada payung untuk melindungi diri
tetapi langit sungguh maha segalanya
seorang tetangga lewat di depannya 
tawarkan tumpang berpayung untuk berangkat

Dan, kewajiban siang ini telah dituntaskannya
walau sedikit basah unung bawah sarung
tetapi kewajiban belum didirikan
saat mereka memasuki rumah Tuhan

Gembongan, 27 Desember 2023

PENDENGUNG
Mohammad Saroni

Saat madu bunga menebar aroma
lebah-lebah beterbangan tidak berhenti
hinggap dari satu bunga ke bunga satunya
walau harus berebut dan bersiap mati

Lebah-lebah mengepakkan sayapnya
udara ikut bergetar berputar-putar
lahirkan bunyi khas berdengung- dengung
berputar-putar menjaga bunga dari jamahan kumbang lain

Lebah-lebah menjaga bunganya dengan garang
sengatnya terus bersiap siaga ditancapkan
sayapnya terus dikepakan hingga udara berputaran
mendengung- dengung mengancam lawan

Sekarang ini lebah-lebah terus saja mendengung
tidak hanya di sekitar bunga bermadu tetapi juga di media sosial
dengungan mereka merisaukan orang-orang
membakar syaraf pendengaran hingga lahirkan emosi

Para pendengung terus saja mendengung
segala hal dijadikan bahan dengungan
walau kadang hanya sekedar dengungan
sekedar membuat orang-orang gelisah

Gembongan, 31 Desember 2023

TANTRUM
Mohammad Saroni

Langit cerah dengan matahari
bumi segar dengan udaranya
air terasa begitu sejuk di sekujur tubuh
tetapi api selalu bersiap membakar hingga lebur

Dan, sesungguhnya semua mengandung api
matahari dengan sinarnya yang panas
udara dengan unsur oksigen di dalamnya
begitu juga air dengan hidrogen dan oksigen

Tidak heran jika semua ada kemungkinan terbakar
apalagi manusia dengan unsur pembentuk yang lengkap
api di dalam diri mampu membakar dan menghanguskan jiwa
kebakaran diri terwujud dalam amarah dan emosi yang meledak

Di musim ini, ledakan amarah dan emosi  terjadi di mana-mana
ini adalah tantrum yang tidak terkendali
hanya karena beda arah, maka meledak
hanya karena beda pilihan, maka meledak
hanya karena beda nominal,maka meledak
tantrum menggoyang panggung sandiwara

Diam, diamkanlah.dalam beberapa waktu
maka tantrum akan reda dengan aendirinya
lantas bisikan konsep dasar sebelum berangkat
bisikan hal-hal buruk sebagai dampak tantrumnya

Diamkan, diamkan
hingga amarah dan emosi mereda
dan diam

Gembongan, 1 Januari 2024


KEHILANGAN URAT MALU
Mohammad Saroni

Apa yang akan terjadi saat kita kehilangan urat malu?
sedangkan hakiki seorang manusia adalah adanya malu

Malulah sesungguhnya yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya
sebab malu menunjukkan kita masih mempunyai harga diri kemanusiaan

Lantas apa yang terjadi jika kita kehilangan rasa malu?
akankah bumi mampu mengangkat.harga diri.kita
atau langit akan menurunkan kabut lelimunan
menutup semua dari jatuhnya harga diri

Banyak orang telah kehilangan urat malu
sebab harga diri mereka ukur dengan uang dan kedudukan
rasa malu dianggap sebagai penghalang
ambisi diri yang tidak bertepi

Urat malu yang hilang bukan lagi masalah
sebab hidup membutuhkan banyak hal
yang tidak akan tercapai jika terlalu malu
sehingga memang sengaja dihilangkan
untuk meningkatkan gengsi diri

Gembongan, 1 Januari 2024


SAAT DI ALUN-ALUN KOTA
Mohammad Saroni

Alun-alun menjadi tempat berkumpul
orang-orang dengan kegelisahan dan kepenatan
setelah seharian dihajar.ombak dan gelombang kehidupan
dan, tempat melabuhkan hati yang terpapar sakit hati

Seribu wajah membawa watak yang berbeda
disembur cahaya lampu warna warni
menyembunyikan ombak hati yang bergelora
membuang segala urusan yang seharian membelit

Di lantai atas sky walk seorang penyanyi melenggak lenggok
seiring suara kandang dan ketipung 
suaranya membius mereka yang menikmati udara malam
sementara asam pembakaran sate daging ayam membuat perut berkokok

Satu lagu selesai dinyanyikan
aku turun menuju lapangan alun-alun 
semua bangku sudah penuh pantat pengunjung
dan, di pojok di bawah pohon tabebuya ada bangku kosong
di situlah akhirnya aku menikmati malam

Alun-alun menjadi tempat liburan yang indah
kenyamanannya tidak mengurangi isi kantong
tetapi hati terasa plong dari segala masalah
kesegaran udara melapangkan nafas tuaku
membangkitkan lagi semangat

Alun-alun Kota Mojokerto, 1 Januari 2024


PAGI DI DESAKU
Mohammad Saroni

Semalam hujan mengguyur desaku
aroma tanah basah menerobos masuk
ketika pintu dan jendela rumah kubuka
udara berebut mengisi gelembung alveoli paruku

Daun-daun masih basah air hujan
butirannya bersetubuh dengan embun
lahirkan kesegaran dan kenyamanan
aroma khas kampungku yang kucinta

Kuhirup udara pagi sepenuhnya
kubentangkan kedua lenganku lebar-lebar
nikmati anugerah terindah dari langit
untuk mempertahankan hidup yang selembar

Ayam jantan masih berkokok satu-satu
entah kesiangan atau bangunkan mereka yang kesiangan
apakah ini pun ada di desa kalian?

Gembongan, 2 Januari 2024

MENGEJAR BADAI
Mohammad Saroni

Hidup sesungguhnya kumpulan badai
menghajar kita siang dan malam
tidak ada kasih sayang.lagi
semua yang dilewati ditabrak berantakan

Dan, kita tidak pernah berhenti mengejar
bahkan seperti hilang akal kita mencoba merengkuhnya
tidak peduli tubuh sudah penuh luka
ataupun darah bercecer di sepanjang jalan

Kita tidak peduli semua itu
kita berada di dalam lingkaran badai
membanting tubuh kita atau membumbungkannya tinggi-tinggi
lantas menghempaskannya di permukaan bumi yang penuh kasih

Hidup ini adalah sekumpulan badai
berputar-putar mengelilingi tubuh ringkih kita
tanpa setitik pun rasa kasihan memancar dari bola matanya
terus saja menghentak dan menghempaskan 

Dan, kita terus mengejar badai
walau telapak kaki sudah berdarah- darah
tetapi itulah sesungguhnya hidup 
harus berkelahi dengan badai
jika berharap memperoleh kemenangan

Rumah Sakit Sakinah Mojokerto, 2 Januari 2024

KITA TETAP MANUSIA
Mohammad Saroni

Kita tetap saja manusia
meskipun telah duduk di puncak kehidupan 
memandang rendah yang berada di bawahnya
bahkan tatap mata  penuh kejijikan

Kita tetap saja manusia
meskipun seribu gelar menempel di nama kita
hasil perjuangan tiada henti di kampus-kampus idola
tapi apalah artinya jika kita tidak punya karakter

Kita tetap saja manusia
walaupun kita tak lagi berkarakter
sebab wujud kita sudah menunjukkan
siapa yang membantah tentu berseberang jiwa

Kita ini tetap manusia
masih dibalut rasa iri pada segumpal hati
masih menolak kenyataan yang tidak menguntungkan kita
bahkan sering berkata tetapi tidak ada nyata

Kita tetap saja manusia
tidak ada sisipan malaikat di hamparan hati kita
tetapi setan selslu menghias setiap kata dan langkah
sebab hanya setan yang dapat lakukan itu

Kita tetap manusia
meskipun bulu-bulu kita tumbuh memanjang
kuku-kuku kita runcing dan tajam
bahkan taring kita berkilat saat tersenyum

Kita tetap manusia
tempat penampungan kesalahan hidup
coba periksa saku hatimu
kan kau temukan sekita cacing penerkam kemanusiaan
tetapi tak mampu bergerak

Gembongan, 1 Januari 2024


PEREBUTAN TAHTA
Mohammad Saroni

Tahta adalah puncak harga diri seseorang
tidak peduli itu perempuan apalagi laki-laki
tahta menjadi penentu harkat dan martabat
maka perebutan adalah tradisi yang dilanggengkan

Dengan tahta maka dunia berada dalam genggaman
tidak ada yang mampu menyentuh bahkan kulitmu
ada dinding kabut tebal yang membatasi jarak
melihatmu secara langsung bahkan kemustahilan

Dan, perebutan tahta juga terjadi di negeri ini
dimana seseorang berambisi menjadi penguasa
dengan dalih dimajukan oleh kelompok
mereka terus bergerak menuju puncak

Maka, kelompok-kelompok saling berseteru
kata-kata dan perbuatan saling menyerang
tidak peduli harus melawan aturan yang berlaku
sebab bagi mereka yang penting adalah menang

Perebutan tahta di negeri ini setiap lima tahun
dan, untuk itu harus dikeluarkan banyak biaya
dengan alasan sebagai pesta demokrasi
uang pun beterbangan dan bergerak bebas

Lantas, apa yang terjadi setelah menggapai tahta?

Gembongan, 1 Januari 2024





Selasa, 26 Desember 2023

MATAHARI

SAAT MATAHARI MULAI TERKURUNG
Mohammad Saroni

Musim telah berganti musim
langit pun mulai berganti wajah
kemarin masih kurasakan kehangatan senyummu
tetapi sekarang kabut- kabut tipis  mulai menebar
sinar matahari pun mulai terhalang

Pada saat matahari sering terkurung
bumi terasa begitu murung
tanahnya lembab bahkan basah
akar-akar pohon berpesta pora
menghisap sari-sari makanan menuju daun
hingga daun-daun segar menghijau

Para petani tersenyum berbunga hati
raut wajahnya menggantikan matahari
tanah lumpur sawah tempat bercocok padi
menghampar pada bentangan pandang diri

Pada saat matahari terkurung
orang-orang desa tersenyum  senang
sebab musim tanam sudah datang
tetapi orang-orang kota terlihat murung
sebab setiap kali hujan datang
hati was-was pada banjir bandang

Matahari di desa, matahari di kota
sungguh sangat berbeda

Gembongan, 26 Desember 2023

SAAT MATAHARI MULAI TERKURUNG
Mohammad Saroni

Musim telah berganti musim
langit pun mulai berganti wajah
kemarin masih kurasakan kehangatan senyummu
tetapi sekarang kabut- kabut tipis  mulai menebar
sinar matahari pun mulai terhalang

Pada saat matahari sering terkurung
bumi terasa begitu murung
tanahnya lembab bahkan basah
akar-akar pohon berpesta pora
menghisap sari-sari makanan menuju daun
hingga daun-daun segar menghijau

Para petani tersenyum berbunga hati
raut wajahnya menggantikan matahari
tanah lumpur sawah tempat bercocok padi
menghampar pada bentangan pandang diri

Pada saat matahari terkurung
orang-orang desa tersenyum  senang
sebab musim tanam sudah datang
tetapi orang-orang kota terlihat murung
sebab setiap kali hujan datang
hati was-was pada banjir bandang

Matahari di desa, matahari di kota
sungguh sangat berbeda

Gembongan, 26 Desember 2023

AKU HANYA INGIN MENULIS
Mohammad Saroni

Aku ingin bertanya pada kalian
tentang inginmu saat dingin malam
dimana kelopak mata belum juga ingin terpejam
sementara pikiran terbang di antara bintang-bintang

Aku ingin bertanya dan perlu kau jawab
jangan biarkan angin malam membekukannya
lantas menjadikannya sebagai siluet di sudut kampung
monumen yang diam tanpa cerita

Aku ingin bertanya pada kalian
tentang sejuta cerita hidupmu
yang tercecer di sepanjang lorong perjalananmu
kau biarkan ataukah kau punguti satu-satu
menyimpannya di dalam keranjang kisah

Dan, jika kau balik bertanya padamu
apa yang aku lakukan saat sulit memeluk malam
kukabarkan untukmu inginku yang kupendam
bahwa aku ingin menulis, merekam semua cerita

Aku ingin malam-malam menjadi buku harian
tempatku menyimpan semua kisah hidup
menjadikannya prasasti untuk masa depan
sebab menulis adalah sebuah perlawanan batin
menjaga keberadaan diri, selamanya

Gembongan, 26 Desember 2023

KISAH SEBUTIR PADI
Mohammad Saroni

Adalah sebutir padi jatuh dari karung
setelah menempuh perjalanan jauh dari kota
di jalan bulak panjang kampung yang berdebu
karena hentakan roda menabrak butiran kerikil

Sebutir padi nampak gelisah di antara debu
kulitnya yang kuning langsat berubah kotor
belum sempat menikmati empuk debu
angin membawanya bergulir.menggelinding
jatuh di tepian parit yang sedikit basah

Sebutir padi itu menggigil kedinginan
angin dari parit seakan membekukannya
dan, sebutir demi sebutir debu menutupi dirinya
hingga tubuhnya terlindung dari udara dingin

Waktu terus bergerak melaju
sebutir padi itu telah menjelma sebatang pohon
hijau warna batangnya menjulang
ujungnya melambai-lambai

Seiring waktu, batang padi pun berbunga
bunga menjuntai melahirkan bulir-bulir
bulir-bulir itu semakin menggendut
dan, jadilah butir-butir padi yang siap dipanen

Kisah sebutir padi yang jatuh ke hamparan debu
tumbuh dan berkembang menjadi ibu padi
lantas melahirkan beribu butir padi baru
dan melahirkan batang-batang hijau lagi

Gembongan, 27 Desember 2023

PENJUAL KATA-KATA
Mohammad Saroni

Tahukah kalian,
kata-kata sekarang adalah komoditi dagang
kita tidak perlu banyak modal, cukup banyak kosa kata

Tahukah kalian,
harga kata-kata sekarang ini sedang naik daun
kita tidak perlu door to door, cukup tampilkan narasi di media sosial

Tahukah kalian, 
kata-kata dapat membuat kita kaya, bergelimpangan harta
tidak perlu banyak meneteskan keringat, cukup melatih dan mengasah lidah
agar.lincah dan tajam saat membuat ulasan

Tahukah kalian,
kata-kata sudah diperjual belikan
demi menaikkan pamor seseorang 
kita dapat menyusun kata-kata afirmasi 
sedikit menipu  ataupun membombong
yang penting kata-kata kita tajam menikam
memuji sebagai pusat kebaikan

Tahukah kalian, 
bersilat lidah adalah lapangan pekerjaan
maka jangan pernah ada kata yang bilang
sebab pemilik kunci  perdebatan
adalah sang pemenang


Gembongan, 27 Desember 2023


HARGA SEBUAH SUARA
Mohammad Saroni

Musim-musim terus saja berputar
menghiasi kehidupan dengan caranya
sekarang ini telah datang musim pilihan
dimana langit penuh hiasan panji-panji

Gambar-gambar beredar seperti selebaran
entah siapa yang menebar, entah siapa yang memasang
tiba-tiba saja sudah berebut lahan langit
reklame pedagang minggir dulu

Di musim ini setiap obyek mempunyai nilai
nilai yang diberlakukan adalah harga berkapita
mereka berebut membeli suara orang
untuk bergabung dalam koalisinya

Orang-orang bersaing dengan komunitas
komunitas politik yang suka menggelitik
mereka datang dengan membawa sejumlah uang
mereka datang dengan membawa kandidatnya

Ini politik uang, yang sesungguhnya tidak boleh
tetapi bukankah semua obyek ada nilainya
dan, jika kandidat jadi, maka akan menjadi kapal keruk
mengeruk semua untuk diri dan komunitasnya

Berapa banyak rupiah yang kita dapatkan
berapa banyak janji yang mereka buktikan
jika kita mau berpikir rasional dan logis
harga suara kita terlalu murah untuk nasib negeri

Musim pilihan sudah datang
uang-uang beterbangan di langit negeri
seperti tengkulak berkeliling desa
ketika musim panen telah tiba

Gembongan, 28 Desember 2023

TELAGA BUATAN WADUK TANJUNGAN
Mohammad Saroni

Bukit kecil itu penuh pepohon
ada beberapa jalan setapak di pinggangnya
dan satu lajur jalan utama menuju waduk
ada yang berlapis aspal juga tatanan paving yang apik

Ini destinasi wisata lokal
sebuah waduk untuk pengairan sawah warga
pada musim hujan airnya melimpah
dan, pada musim kemarau turun hingga pinggangnya

Beberapa pemancing mencoba mengadu peruntungan
sejak setelah adzan subuh sudah menebar umpan
tetapi belum seekorpun ikan terpancing
walau semangat tidak berkurang sedikitpun

Ini waduk dihias hingga menarik
beberapa spot foto siap memanjakan kehausan selfi
warung-warung sederhana pun siap
walau makanan dan minumannya sederhana
tetapi mampu mengobati kehausan dan kelaparan

Waduk Tanjungan destinasi wisata desa
sederhana tetapi mampu mengobati kerinduan healing
anak-anak, remaja, dewasa, dan orangtua
datang membuang kepenatan hati dan jiwa

Jika ada yang dekat rumah
tempat membuang resah dan gelisah

Wisata Waduk Tanjungan , 28 Desember 2023

PERMAINAN KARAMBOL
Mohammad Saroni 

Hidup ini seperti panggung sandiwara
kita adalah pemain yang ditakdirkan sebagai pelaku
dan, lakon yang diperankan selalu berbeda
cerita pun tidak pernah satu

Sandiwara adalah berita yang disimbolkan
tak pernah ada yang sungguh-sungguh
tetapi, sungguh cerita itu sebuah kenyataan
kehidupan yang disadur menjadi ilmu

Dan, sandiwara tidak berbeda dengan permainan
bahwa di balik panggung semua itu berbeda
yang berseteru di panggung sesungguhnya adalah teman
yang bertengkar di panggung hanyalah akting semata

Kita disentil ke kiri ke kanan
membentur dinding mental ke arah lain
mungkin membentur orang tanpa rasa
sebelum kemudian masuk lubang dan hilang

Permainan karambol sudah dimulai
pion- pion berserakan di panggung
disentil dibentur dan dijatuhkan ke lubang
sang penguasa tertawa saat semua pion tenggelam

Gembongan, 28 Desember 2023


SAAT KATA HATI SUDAH MATI
Mohammad Saroni

Hati adalah samudera luas
dimana perahu kehidupan berlayar bebas
membentur karang ataupun dihempaskan ombak
semua bergolak di balik dinding dada yang berdetak

Dan, hati mengetahui semua yang baik dan buruk
hingga diri terhindar dari gelombang yang menghentak
hati mampu membedakan hitam dan putih
dan menentukan pilihan yang terbaik

Tetapi ketika kata hati sudah mati
perahu tidak mampu menahan ombak lagi
dindingnya rapuh dan gampang terkoyak
lantas hancur saat karang menghadang

Apa yang dapat kita harapan lagi
kata hati yang mati sudah tidak berarti
bahkan diri kita sudah tidak lagi berdaya
sebab sesungguhnya kata hati adalah surga

Gembongan, 28 Desember 2023

SAAT KATA HATI SUDAH MATI
Mohammad Saroni

Hati adalah samudera luas
dimana perahu kehidupan berlayar bebas
membentur karang ataupun dihempaskan ombak
semua bergolak di balik dinding dada yang berdetak

Dan, hati mengetahui semua yang baik dan buruk
hingga diri terhindar dari gelombang yang menghentak
hati mampu membedakan hitam dan putih
dan menentukan pilihan yang terbaik

Tetapi ketika kata hati sudah mati
perahu tidak mampu menahan ombak lagi
dindingnya rapuh dan gampang terkoyak
lantas hancur saat karang menghadang

Apa yang dapat kita harapan lagi
kata hati yang mati sudah tidak berarti
bahkan diri kita sudah tidak lagi berdaya
sebab sesungguhnya kata hati adalah surga

Gembongan, 28 Desember 2023

UNTUK PARA PENDULANG SUARA
Mohammad Saroni

Suara-suara berseliweran di langit
saling berkelindan dengan asa beragam
membawa pesan dan harap
seperti gemuruh guruh dan petir

Di atas bumi para pendulang suara beraksi
datangi rumah ke rumah dengan senyum manis
suara mereka lemah lembut penuh ragi
siap membusukan lorong-lorong telinga
karena janji yang tidak mungkin berbukti

Pada musim ini pendulang suara berkeliaran
mencoba menjaring jutaan suara yang meragu
mengikatnya dalam satu harapan masa depan
walau sesungguhnya semua hanyalah janji palsu

Para pendulang suara berebut suara
menebarkan angin surga hingga ke jiwa
berharap terkumpul semua menjadi satu
untuk mewujudkan semua ambisi kalbu

Untuk para pendulang suara
berikanlah suara-suara surga
janganlah kau berikan suara neraka
sebab surga adalah harapan utama

Gembongan, 28 Desember 2023

KETIKA BIBIR LINCAH BERKICAU
Mohammad Saroni

Tuhan berikan keistimewaan pada makhluknya
dengan sepasang bibir dapat berkicau sesukanya
kicaunya dapat sampai pada singgasana langit
mengusik ketenangan bumi yang mobat mabit

Setiap kita bebas berkicau
ungkapkan rasa agar tidak galau
sebab hidup terlalu banyak beban
ambisi diri adalah kaisar tak terkalahkan

Untuk dapat berkicau lincah butuh latihan
bibir harus diasah dengan gosokan emas permata
semakin sering diasah, semakin lincah bicara
bahkan lidah menjadi pendukung utama
dengan kemampuannya bersilat

Kicauan yang indah kadang tajam
menyengat gendang telinga terdalam
menghujam langsung ke bilik-bilik hati
menanamkan pengaruh hingga ke jiwa

Latihlah bibir kita agar pandai berkicau
sebab lebih suka kicau yang indah
walaupun bulu-bulu berwarna-warni
sebab hanya akan menjadi hiasan

Dan, musim kicau menandakan musim kawin
siapa yang akan dengan siapa
jika memang berjodoh maka jadilah
tak perlu mak comblang untuk berjodoh
sebab alam sudah menggariskan nasib
siapa berkicau siapa yang akan berjodoh
hanya langit dan bumi yang meridhoi

Ketika bibir lincah berkicau
langit akan keluh bumi akan meracau
siapa yang akan berjodoh sekarang ini

Gembongan, 29 Desember 2023

KETIKA BIBIR LINCAH BERKICAU
Mohammad Saroni

Tuhan berikan keistimewaan pada makhluknya
dengan sepasang bibir dapat berkicau sesukanya
kicaunya dapat sampai pada singgasana langit
mengusik ketenangan bumi yang mobat mabit

Setiap kita bebas berkicau
ungkapkan rasa agar tidak galau
sebab hidup terlalu banyak beban
ambisi diri adalah kaisar tak terkalahkan

Untuk dapat berkicau lincah butuh latihan
bibir harus diasah dengan gosokan emas permata
semakin sering diasah, semakin lincah bicara
bahkan lidah menjadi pendukung utama
dengan kemampuannya bersilat

Kicauan yang indah kadang tajam
menyengat gendang telinga terdalam
menghujam langsung ke bilik-bilik hati
menanamkan pengaruh hingga ke jiwa

Latihlah bibir kita agar pandai berkicau
sebab lebih suka kicau yang indah
walaupun bulu-bulu berwarna-warni
sebab hanya akan menjadi hiasan

Dan, musim kicau menandakan musim kawin
siapa yang akan dengan siapa
jika memang berjodoh maka jadilah
tak perlu mak comblang untuk berjodoh
sebab alam sudah menggariskan nasib
siapa berkicau siapa yang akan berjodoh
hanya langit dan bumi yang meridhoi

Ketika bibir lincah berkicau
langit akan keluh bumi akan meracau
siapa yang akan berjodoh sekarang ini

Gembongan, 29 Desember 2023

SANG PEMBISIK
Mohammad Saroni

Hidup ini sebuah sandiwara kolosal
panggungnya adalah kolong antara bumi dan langit
dan aneka pepohonan adalah perangkatnya
isi bumi adalah hiasan yang tak pernah usang

Ketika sandiwara hidup dimainkan
satu persatu lakon memainkan perannya
semua orang adalah tokoh utama
melakonkan perannya dengan penuh jiwa
tak ada peran figuran dalam sandiwara kolosal ini

Dan, di sinilah berbagai masalah muncul
dari lakon yang menyimpang dari alur cerita 
hingga lakon lupa pada cerita yang dilakoninya
hingga alur cerita kehidupan menjadi timpang 

Saat itulah, sang pembisik datang memecahkan masalah
dengan kelihaiannya, sang pembisik membisiki yang pelakon
apa yang harus diucapkan, apa yang harus dilakukan

Sang pembisik, pemain di balik panggung
tak nampak wujud, tetapi sangat penting
menyelamatkan lakon dari lubang gelap kehidupan

Gembongan, 29 Desember 2023

BERMAIN KATA-KATA
Mohammad Saroni

Bermain kata-kata
bermain hati dan rasa
satu kata sejuta makna
tak peduli ada yang terluka

Bermain kata-kata
bermain petak umpet
satu orang penunggu rumah
yang yang bersembunyi entah di mana

Bermain kata-kata
bermain karambol
biji disentil menubruk yang lain
bahkan ada yang terjungkal ke lubang

Bermain kata-kata
bermain silat lidah
kata kemarin tak berlaku sekarang
sebab banyak kata untuk membaliknya

Bermain kata-kata
bermain peran
kemarin hari ini dan esok berbeda
demi keselamatan diri semata

Bermain kata-kata
bermain kesempatan
siapa menang dikawan
siapa kalah dilawan

Bermain kata-kata
mengeringkan air liur
mengakukan lidah
menguras kemanusiaan

Gembongan, 29 Desember 2023

KEKUATAN KATA-KATA
Mohammad Saroni

Peperangan sudah mulai pecah
langit sudah penuh baliho dan bendera
bumi sudah merintih ditusuk tiang-tiang
dan, telinga sudah pekak oleh suara.para orator

Dimana-mana di bagian bumi negeri ini
iklan-iklan tidak lagi menawarkan dagangan
iklan-iklan itu menawarkan komoditas baru
menawarkan senyum manis dan slogan-slogan

Slogan-slogan bertaburan
kandidat bergerak door to door
jelaskan program tebarkan janji
angin surga meniupnya kuat-kuat

Peperangan ini bersenjatakan kata-kata
tidak perlu pistol ataupun meriam
sebab kata-kata sejatinya lebih tajam dari pedang
menghancurkan personal tanpa merusak sekitar

Kekuatan kata-kata
adalah kekuatan senjata dewa
mampu menghujam tanpa membuat luka nyata
mempu mematikan tanpa harus pertumpahan darah

Maka, jagalah kata-kata mu
sebab sekali kata diucapkan
pantang untuk ditelan kembali
maka, jagalah kata-kata mu
sebab luka yang dihasilkan adalah abadi
dan, terbawa hingga raga mati

Gembongan, 29 Desember 2023

JANGAN PERNAH BIMBANG
Mohammad Saroni

Ketika hati diterkam kegalauan
jiwa seperti tidak mempunyai pegangan
setiap apa yang dilakukan menjadi ambyar
setiap apa yang dipikirkan menjadi buyar

Kegalauan akan menghilangkan keyakinan hati
segala kekuatan diri hilang dan pergi
bahkan pijakan kaki tak lagi mencengkeram bumi
dan, jiwa terkoyak hingga seperti orang lupa diri

Kebimbangan adalah salah satu pematiknya
hati dan jiwa kehilangan kepercayaan diri
karena pengaruh yang mengoyak- koyak
hingga tak dapat tentukan kepastian

Dan, kebimbangan adalah awal kegagalan
sebab tidak akan pernah ditemukan keputusan
orang-orang yang bimbang hanya membuat macet kehidupan
mereka hanya menghambat perjalanan

Jangan pernah bimbang
tentukan saja keputusanmu
ambillah hasil yang terbaik
agar masa depan berkembang

Gembongan, 29 Desember 2023





Senin, 18 Desember 2023

PUISI²KU

TUKANG BECAK MOTOR
Mohammad Saroni

Pasar tradisional sudah sepi
orang-orang sudah pulang ke rumah
tempat parkiran pun telah kosong 
tinggal tukang parkir menghitung pendapatan

Lapak-lapak sudah dirapikan
pedagang sayuran, pedagang daging ayam
mengemasi sisa dagangan yang tidak terjual
tinggal lalat-lalat berpesta pada sisa-sisa yang tertinggal

Di pojok dekat tempat sampah ada satu becak motor
di jok nya ada pengemudinya yang duduk mencangkung
sorot matanya gelisah menatap pintu butulan pasar
seperti sedang menunggu seseorang keluar

Dia lelaki setengah baya
sejak muda adalah penarik becak
tak ada pengalaman kerja yang lain
dipungutinya rejeki dari penumpang becaknya

Tidak ada keluh kesah mengalir dari bibirnya
atau mungkin bibirnya yang terlalu keluh
tak mampu berujar tentang hidupnya 
atau mungkin hatinya sudah pasrah
pada nasib yang sudah digariskan

Lelaki tukang becak itu terima ing pandum
jika memang sudah rejeki tak akan kemana
hingga keluar seorang perempuan setengah baya
tubuhnya tambur hingga berjalan pun terseok
lelaki tukang becak berlari menjemput barang bawaan
mempersilahkan perempuan itu duduk dan menaruh barang  di sampingnya
dan, becak itu pun berlalu tinggalkan pasar
entah kemana

Lelaki tukang becak motor
adalah salah satu pemungut rejeki di pasar tradisional
menggantung nasib menunggu rejeki
yang tidak tahu kapan datang dan seberapa
tetapi hidup sudah mengajarinya bersyukur
nerima ing pandum sebagai garisnya

SMK Brawijaya Mojokerto, 18 Desember 2023

BELAJAR DEWASA
Mohammad Saroni

Waktu terus saja bergulir
matahari mengejar rembulan tanpa henti
mesti langit sudah memisahkan mereka
tetapi bumi tetap saja mendampinginya

Perjalanan waktu membawa serta semuanya
tunas-tunas tumbuh menjadi pepohonan
bayi-bayi tumbuh menjadi orang-orang besar
dari awal muda perlahan menjadikannya tua

Walau ada satu hal yang terlupakan
kenyataan bahwa semua akan menjadi tua
tetapi sedikit yang menyadari.untuk menjadi dewasa
sehingga banyak orang tua tetap seperti bayi

Menjadi tua itu semua keniscayaan
perguliran waktu menjadikan semua itu
tetapi tidak semua yang tua menjadi dewasa
menjadi tua itu adalah takdir tetapi menjadi dewasa adalah pilihan

Marilah kita belajar menjadi dewasa
agar dapat menjalani kehidupan dengan serius
jangan menjadikan kehidupan sebagai sebuah permainan semata
seperti anak kecil yang belum mengerti tugas dan kewajiban

Belajarlah dewasa
agar hidup menjadi mempunyai arti
jangan seperti anak kecil
menjalani hidup seenak hati

Gembongan, 19 Desember 2023

DI WARUNG KOPI
Mohammad Saroni

Warung kopi kini menjadi ruang rapat
orang-orang berkumpul dan berbincang
walau tanpa moderator ataupun panelis
mereka berdebat sambil menyeruput kopi

Duduk di bangku bambu panjang
kaki ditekuk di atas ada juga yang bersila
materi perdebatan tak jauh dari yang sedang viral
walau hanya sekedar debat kusir semata

Mereka bukan kelompok satu ataupun yang lain
mereka berkumpul untuk menikmati kopi
dan perdebatan hanyalah tali pengikat keakraban
tidak ada yang marah saat berdebat
semua mengalir seperti wedang kopi di tenggorokan

Di warung kopi semua orang berkumpul
berbincang tentang kehidupan
tentang negeri yang karut marut
tentang orang-orang yang berebut kekuasaan
dengan dalih untuk kemakmuran rakyat

Di warung kopi semua masalah dibedah
diperbincangkan dengan santai dan hati terbuka
sering-sering sambil tersenyum dan tertawa
seperti sedang menonton panggung sandiwara

Di warung kopi,
hati yang penat segera minggat
semua masalah segera musnah
beban hidup ringan seperti tak berkabut

Gembongan, 20 Desember 2023

INSIDEN PAGI
Mohammad Saroni

Seperti biasa, pagi ini aku berangkat 
langit cerah matahari tersenyum ceria
udara terasa segar mengebaki paru-paru
semangat bergelora di dalam jiwa

Jalan lorong sudah kulewati
saat keluar menuju jalan kampung
aku terhenyak, banyak orang lalu lalang
langkah kaki mereka tergesa

Ada insiden di jalan pagi ini
seorang tetangga tergelatak bersimbah darah
di atas permukaan aspal yang masih dingin
darah mengalir dari kepala menggenang

Beberapa petugas sudah di tempat
tetapi belum ada tindakan yang pasti
tubuh itu masih tergeletak di dingin aspal
jalanan sibuk oleh lalu lalang kendaraan

Kenapa?
tidak ada kendaraan penyebab
apakah insiden tunggal atau ditinggal lari
belum ada jawaban yang pasti

Jalan raya memakan korban lagi
seorang perempuan muda
tetangga jauhku
sampai kapan
tidak ada yang menjawab
langit diam, bumi bungkam

Gembongan, 21 Desember 2023

CERITA DI PASAR TRADISIONAL
Mohammad Saroni

Orang-orang lalu lalang
berjalan tergesa sambil tolah toleh
berhenti pada satu lapak, pindah ke lapak lainnya
beda harga tidak membuat malas untuk melangkah

Di balik lapak, penjual tersenyum-senyum
walau orang-orang tidak mampir ke lapaknya 
senyum.bagi mereka adalah ajian pemikat
sebab senyum adalah gula pemikat para semut

Di pasar ini semua kebutuhan hidup tersedia
dari barang-barang kering hingga yang basah
tinggal seberapa banyak uang bersemayam dalam dompet
sebentar uang berpindah tangan, begitu pula barang-barang

Seorang ibu menggerutu sambil melangkah 
tentang harga-harga yang terus saja berubah naik
sementara isi dompet semakin lama semakin tipis
jika terus seperti ini, bisa jadi semua akan menjadi mimpi

Seorang pedagang lain lagi ceritanya
pendapatan tidak selalu tetap
banyaknya pedagang tingkatkan persaingan
uang mengalir ke tempat yang banyak temannya

Cerita di pasar tradisional
adalah gambaran kehidupan masyarakat
komunikasi dan interaksi adalah keniscayaan

Pasar Gempolkerep, 17 Desember 2023


PHOTOMU
Mohammad Saroni

Kubuka lagi album lama kita
jejak langkah keluarga tercinta
wajah-wajah penuh suka cita
satu harapan yang pernah musnah

Pada halaman pertama ku melihatmu
wajah penuh kasih sayang tulus
bersanding kekasih pujaan kalbu
matahari dan rembulan hati menerus

Di wajahmu ada cahaya langit
tak pernah tersaput walau mendung
senyummu selalu menggambar surga
dan, sinar matamu adalah kasih sayang sejati

Walau.kini hanya tinggal photomu
ketulusan hatimu abadi di jiwa
andai saja aku bisa putar waktu
kuingin hadirmu di setiap hariku

Tetapi, Tuhan teramat menyayangimu
dalam peluknya kini kau berada
bersama doa-doa kami
setiap waktu

Gembongan, 22 Desember 2023

SIANG DI SUDUT PASAR
Mohammad Saroni

Matahari bersinar terang benderang
walau ada selaput awan tipis mengambang
tak mampu halangi sinar menerjang
dan, membakar padang ilalang

Di sudut pasar dekat tempat pasar
seorang lelaki bergelut dengan sampah
baju dan topi lusuh menghalang sinar matahari
walau tetap saja kulit wajahnya menghitam

Ini adalah sudut kehidupan
sudut yang sering dilupakan orang
bahkan sering dijauhi para pelancong pasar
walau lelaki itu hidup dari sudut pasar itu

Orang-orang yang datang hanya melempar buntalan kresek
kadang tepat masuk ke baknya yang juga lusuh
tetapi tak jarang menggelinding hingga ke jalanan
alat-alat beterbangan hasilkan suara berdengung

Tempat itu memang kotor
orang-orang membuang segalanya di situ
tetapi di situlah rejeki didapatkannya
sampah itulah yang menghidupinya
walaupun semua orang jijik melihatnya

Di sudut pasar
ada rejeki
di sudut pasar
ada yang bikin bergidik hati
di sudut pasar
rasa syukur terus menggempur hati

Gembongan, 23 Desember 2023


GAGAK YANG TERBANG MALAM HARI
Mohammad Saroni

Langit malam gelap tanpa bintang
rembulan entah sembunyi di malam
kelelawar terbang berkeliling langit desaku
binatang malam tidak nampak berkeliaran
sepi memeluk siluet pepohonan

Di angkring depan rumah aku duduk sendiri
lorong jalan tak ada orang yang lalu lalang
desaku seperti diterkam kesunyian
bahkan para peronda belum juga keluar rumah
:mungkin sedang sembunyi di dalam sarung

Tiba-tiba terdengar pekik burung gagak di langit
suaranya memecah kesunyian hingga berkeping
ada yang berdiri di tengkuk leherku
dan, sekujur tubuhku terasa merinding
aroma mistik tiba-tiba tercium kuat

Burung gagak yang memekik sambil terbang
isyarat akan adanya seseorang yang akan dijemput
dan, sepinya suasana adalah pintu gerbangnya
walau tak kutemukan tetanggaku yang siap pulang
tetapi sang penjemput tidak pernah keliru
siap atau tidak tetap harus ikut berangkat

Pekikan nyaring burung gagak di malam hari
isyarat bagi kita akan adanya yang hendak pergi
ini pertanda alam yang mengingatkan kita
bersiaplah setiap saat atas penjemputan

Gagak yang terbang di malam hari
dimana kau akan hinggap
berilah isyarat yang lebih rinci
agar kami dapat tidur lelap

Gembongan, 23 Desember 2023

REKAM JEJAK
Mohammad Saroni

Waktu berlalu begitu cepat
angin pun ikut bergerak berlari
debu-debu beterbangan terbawa angin
dan, beberapa jejak terhapus karenanya

Perjalanan hidup ini begitu panjang
kaki dan tangan sudah banyak membuat jejak
tetapi apa mau dikata, jejak itu tinggal samar-samar
di fatamorgana jalanan saat matahari mengambang

Waktu terus saja bergulir
jarum jam bergerak seiring  ayun kaki
jejak-jejak dicatat menjadi sejarah
dan, sejarah itu menjelma sebagai rekam jejak

Kemana langkah kita terayun
dimana catatan harus ditorehkan
untuk siapa sejarah harus diwariskan
sedangkan lembar buku sudah begitu penuh sesak

Rekam jejak
catatan kisah
sejarah yang harus diingatkan
sejarah yang harus dikabarkan

Gembongan, 23 Desember 2023

ADA YANG TERLUKA
Mohammad Saroni

Ada yang terluka
ketika matahari membuka mata
langit terang tanpa penghalang
menghujam ulu hati meradang

Setiap kali matahari menampakkan diri
luka itu membuka walau tanpa darah
tetapi rasa sakitnya lebih dari tertusuk belati
dan jeritannya hanya sampai pada telinga jiwa

Berbekal sabit dan cangkul
bersimbah peluh dan keringat 
di antara ilalang setinggi dengkul
kau gali rejeki  tanpa rehat

Dan, setiap kali matahari bersinar terang
luka di punggung hitammu tembus ke hati
betapa keras hidup telah membuatmu berang
tetap saja kau adalah pecundang setiap hari

Hanya tekad yang membara dalam dada
paksa kau untuk menjadi pemenang
walau luka terus saja tercipta
tetapi hidup harus tetap diterjang

Ada yang terluka
tetap saja meradang

Gembongan, 20 Desember 2023

SEORANG IBU DAN LAPAK BAWAHNYA
Mohammad Saroni

Di pasar
ada banyak ibu-ibu berjualan
tangan mereka cekatan menata barang
otaknya cepat menghitung rupiah

Di wajah mereka
sorot mata ketegaran memancar
keyakinan bahwa hidup harus dihadapi
meskipun harus menguras keringat jiwa

Seorang ibu membuka lapak di lantai
tak ada untuk memajang dagangan
terlalu mahal harga sewa satu lapak
sedang penghasilan pas-pasan

Barang dagangannya biasa saja
bukanlah barang dengan harga selangit
keuntungan tidaklah banyak melainkan lebih banyak buntungnya

Ibu dengan lapak bawahnya
tetap tersenyum walau hatinya resah
balik modal cukuplah baginya
jika tidak, barang dagangan hari ini dijual lagi besok
sedang barang dagangan yang basi disantapnya untuk pengganjal perut

Ibu dengan lapak bawahnya
Tidak pernah berhenti berusaha
walau setiap hari hanya sedikit rejeki
cukuplah untuk penyambung usia diri

Pasar tradisional Gempolkerep, 24 Desember 2023

Sabtu, 09 Desember 2023

PUISI INI

REFRESHING
Mohammad Saroni

Minggu jadi hari bahagia
hati lepas seperti burung merpati terbang
pikiran membuang semua beban
dan, hutan kayu putih menyegarkan pikiran

Seminggu waktu dibelenggu tugas dan kewajiban
tidak ada waktu untuk mengelak ataupun sembunyi
sebab tugas dan kewajiban adalah harga diri
mengelak darinya akan menjadikan kita pengecut

Dan, hari minggu adalah sebuah kesempatan
penyegaran atas.pikiran yang lelah dan lunglai
menumbuhkan semangat yang terkoyak oleh sejuta kesulitan
walau tak pernah diri menyerah walau banyak luka
sebab menyerah hanya akan menghancurkan diri

Hari minggu hari penyegaran
otak dan hati yang penuh sesak masalah
hari ini disegarkan dengan suasana nyaman 
sejenak mengalihkan pikiran dari tugas dan kewajiban
menyerap udara segar dan indah pemandangan

Gembongan, 10 Desember 2023

TAK PERLU TERLALU BERHARAP
Mohammad Saroni

Ini jaman sudah jauh berubah
langit sering berubah setiap waktu
bumi pun tidak lagi seperti dahulu
walau masih saling mengirim signal kasih

Perubahan memang sebuah keabadian
selalu dan selalu adalah karakter tunggalnya
tidak ada yang seabadi perubahan
sebab sesungguhnya hidup selalu berubah

Dan, ketika ada seseorang mengucap janji padamu
jalan telan langsung menuju lambungmu
seperti makanan, janji pun haruslah dikunyah
hancurkan bungkusnya agar kita tahu isinya
sesungguhnya inti janji kita butuhkan
dan inti sebuah janji tidak lain adalah pembuktian

Tak perlu terlalu berharap
sebab buah masak di pohon tidak selalu dapat dimakan
apalagi janji seorang yang membungkus ambisi
sebab janji hanya akan menjadi kendaraan diri
untuk mewujudkan ambisi tak bertepi

Tak perlu terlalu berharap
biarkan bukti yang menjadi saksi
janji yang setulus hati

Gembongan, 10 Desember 2023

MALAM HENING
Mohammad Saroni

Langit gelap menghitam
bumi terpapar temaram
binatang malam sepi diam
bahkan udara tak bergerak

Malam begitu hening
desir angin tak terdengar
pohon-pohon seakan berpaling
hanya bayang hitam memapar

Jalan kampung juga lengang
orang-orang yang biasa lalu lalang telah hilang
jalan kampung berubah menjadi lorong panjang
hanya beberapa tempat disinari lampu jalan yang muram

Malam hening di kampungku
seperti tanpa penghuni
tetap ada syak di dalam hati
sebab jika malam terasa begitu hening
esoknya ada seseorang yang pulang

Gembongan, 8 Desember 2023

TANPA MENUNGGU MATAHARI TERBIT
Mohammad Saroni

Malam belum lewat benar
langit masih begitu senyap
tetapi orang-orang sudah memikul beban
sayur dan berbagai kebutuhan hidup
dipajang pada lapak-lapak pasar tradisional

Adzan subuh baru saja terdengar
beberapa orang melangkah bergegas
musholah di sudut pasar terlihat menggeliat
di antara kesibukan panggilanNya yang utama

Beberapa orang lainnya sibuk di lapak
orang-orang sudah mulai mendatangi 
memilah dan memilih barang dagangan
untuk dibawa pulang

Di pasar tradisional itu tanpa menunggu matahari terbit
pergerakan perekonomian sudah berputar
pembeli dan pedagang berinteraksi
sejumlah uang berpindah tangan
sejumlah barang berpindah pemilik

Roda kehidupan harus terus berputar
gerobak ekonomi adalah kendaraannya
hidup hanya akan bergerak jika ekonomi bergerak
tak butuh janji untuk pergerakannya
langkah konkret adalah bahan bakarnya

Gembongan, 11 Desember 2023

JANGAN TERJEBAK
Mohammad Saroni

Angin surga mengalun dari lembah
bisikannya menggema hingga kedalaman jiwa
jiwa melambai seperti daun nyiur di pinggir pantai
dan, banyak jiwa terjebak dalam ⁷ kata

Pesta sebentar lagi akan digelar
panggung-panggung sudah disiapkan
bendera-bendera pun sudah dikibarkan
mengebaki ruang langit yang terbuka

Inilah saat semua orang unjuk diri
kata-kata menjadi senjata
langsung menghujam lubuk jiwa
hingga arah langkah jadi berubah

Jangan sampai kita terjebak
kata-kata adalah jejaring hitam
setiap suku katanya adalah candu
menggiring kita untuk menuju

Tetapi, jangan kita terjebak
kata-kata akan mengikat kaki kita
sekali kita terjebak selamanya kita tak dapat beranjak
resapi dulu setiap kata agar langkah tidak berserak

Gembongan, 11 Desember 2023

#Cipta_Puisi_KLB_Des2023

TAK ADA RUMAH TERNYAMAN
Mohammad Saroni

Rumah adalah segalanya bagi hidup
dimana cerita-cerita perjalanan dirangkai
dipungut dari setiap jejak langkah
sebagai mozaik yang terpencar

Dan, di rumah kenyamanan adalah kepastian
saat jari lentik ibu membelai rambut
dan pangkuannya menjadi teraman
tumpahkan keluh kesah perjalanan

Rumah itu adalah bunda
yang setiap doanya adalah sabda alam
yang setiap elusan jemarinya adalah angin surga

Ibu adalah rumah bagi anak-anaknya
setiap ruang dirinya adalah kasih sayang
seberapapun anak-anak yang datang
selalu ada ruang untuk mereka

Ibu adalah rumah tempat anak-anaknya melepas lelah
pintu hatinya selalu terbuka
sekuat apapun angin berhembus
tak sekalipun pintu tertutup untuk anak-anaknya

Ibu adalah tempat anak-anak mendulang kenangan
bukan sekedar kenangan semata
sebab kenangan itu mengalir bersama darah dalam tubuh
darah ibu ada di dalam darah anak-anaknya 
bukan sekedar kenangan semata
sebab ibu menyatu dalam jiwa raga
tak akan hilang sepanjang hayat

Colek...
Stangkaikasihputih Alghie Suwandi 
Wahyu Toveng 
Sam Mukhtar Chaniago


SERPIHAN KACA PINTU RUMAH 
Mohammad Saroni

Perjalanan hidup belum berhenti
masih banyak bintang belum diraih
walau sudah cukup banyak serpihan mozaik dikumpulkan
tetapi tidak ada kata puas dalam hidup.ini

Setiap saat kita punguti serpihan mozaik hidup
menyusunnya satu persatu menjadi pemandangan
ya pemandangan hidup yang kita jalani
bukankah kita telah menghancurkan kaca.pintu
saat kita terlempar ke bumi dari rumah keabadian kita

Serpihan mozaik yang  kita kumpulkan
adalah serpihan kaca pintu rumah
yang harus kita bawa saat pulang
dan, memasangnya lagi pada pintu itu
agar kita tidak terlempar lagi ke bumi

Perjalanan mengumpulkan serpihan kaca pintu
sungguh sebuah perjalanan yang sangat berat
suka dan duka menghias bahkan luka
kadang raga ingin menyerah, tetapi jiwa tidak
kadang jiwa terpuruk tetapi raga terus bergerak

Orang-orang berkata kumpulkan bekal untuk pulang
bekal itu tidak lain adalah mozaik kehidupan
kumpulkan serpihan mozaik yang tercecer
jangan sampai pintu rumah kita berlubang
kumpulkan semua serpihan  dan bawalah pulang
sebab jika pintu rumah berlubang  bumi akan menarik kita lagi
melemparkan kita kepada kefanaan

Hidup ini adalah mengumpulkan pecahan kaca pintu rumah
berjalanlah terus hingga semua pecahan terkumpul
bawalah pulang tanpa ada yang tertinggal
serpihan kaca pintu rumah keabadian.kita

Gembongan, 16 Desember 2023


DI BAWAH TERIK MATAHARI
Mohammad Saroni

Langit siang ini cerah
semua tirai mendung tersingkap
matahari begitu gagah pancarkan sinarnya
menyorot wajah bumi hingga keringat berleleran
jatuh membasah tanah kering

Hujan memang sudah turun
butir-butir air menerobos pori bumi
membasahi perut bumi yang kering
tetapi, langit masih memberi ruang matahari

Seperti hari ini, matahari begitu garang
kesegaran usai hujan menguap ke langit
tinggallah jalanan yang mulai mendidih
fatamorgana membayang di atas jalanan

Di bawah terik matahari
orang-orang berkeringat
telah habis energi tubuhnya
memunguti rejeki yang tercecer
berebut kesempatan dan takdir

Dan, aku adalah salah satu dari mereka

Gembongan, 16 Desember 2023





WAJAH-WAJAH MASA DEPAN
Mohammad Saroni

Di hadapanku ada sepuluh wajah masa depan
aura wajahnya sungguh sangat beragam
ada wajah yang pancarkan kesaratan beban
ada wajah yang pancarkan  keriangan
ada wajah yang buram tanpa cahaya

Ini anak negeri kebingungan jiwanya
apa yang diharapkan jauh dari kenyataannya
bahkan tidak sedikit yang bertolak belakang 
hingga melahirkan kekecewaan tidak terbayang

Ini wajah-wajah masa depan negeri ini
wajah yang sarat beban adalah para pekerja keras
telah berusaha sekuat tenaga tetapi hasilnya nol
wajah yang riang adalah para penikmat hidup yang berlimpah
wajah yang buram adalah mereka tidak tahu harus bagaimana
hidup adalah rimba kemisteriusan baginya

Wajah-wajah masa depan negeri 
adalah gambaran nyata bangsa ini
akankah menjadi negeri permata
ataukah tetap sebagai negeri primata
maka, berikan bahagia pada wajah-wajah masa depan
nasib negeri dan bangsa di kiprah mereka

Gembongan, 12 Desember 2023


MENJELANG TIDUR
Mohammad Saroni

Malam sudah sejak tadi merangkak
sejak matahari beranjak pulang satang
dan langit kehilangan lampu penerangannya
rembulan dan bebintang belumlah datang
mungkin tidak satang sebab langit penuh aean

Ini malam minggu, malam panjang
tetapi apalah arti malam minggu
ketika air hujan mengguyur dari langit
dingin menyergap sekujur tubuh
tubuh beku menggigil

Pukul sepuluh malam kukemasi perlengkaoanku
kushutdown laptop sesuai prosedur keamanan
dan, menghempaskan tubuh penatku ke hamparan kasur
malam telah menyergapku dalam kabut ngantuk
tubuh pun butuh istirahat setelah seharian bertempur hemat

Menjelang tidur waktu malam
kepenatan tubuh kuserahkan pada malam
sebab hanya malam yang mau mengerti zn
biarlkan kegelapan menyerqapl zkita

Gembongan 17 Desember 2023

WAJAH-WAJAH MASA DEPAN
Mohammad Saroni

Di hadapanku ada sepuluh wajah masa depan
aura wajahnya sungguh sangat beragam
ada wajah yang pancarkan kesaratan beban
ada wajah yang pancarkan  keriangan
ada wajah yang buram tanpa cahaya

Ini anak negeri kebingungan jiwanya
apa yang diharapkan jauh dari kenyataannya
bahkan tidak sedikit yang bertolak belakang 
hingga melahirkan kekecewaan tidak terbayang

Ini wajah-wajah masa depan negeri ini
wajah yang sarat beban adalah para pekerja keras
telah berusaha sekuat tenaga tetapi hasilnya nol
wajah yang riang adalah para penikmat hidup yang berlimpah
wajah yang buram adalah mereka tidak tahu harus bagaimana
hidup adalah rimba kemisteriusan baginya

Wajah-wajah masa depan negeri 
adalah gambaran nyata bangsa ini
akankah menjadi negeri permata
ataukah tetap sebagai negeri primata
maka, berikan bahagia pada wajah-wajah masa depan
nasib negeri dan bangsa di kiprah mereka

Gembongan, 12 Desember 2023

Selasa, 05 Desember 2023

PUISI KEBIMBANGAN

PADA PEREMPATAN JALAN
Mohammad Saroni

Hidup ini melaju tak henti
menuju satu arah pasti
hidup bahagia senang hati
seperti matahari bersinar setiap hari

Jalan yang kita lalui tak selalu lurus
belokan- belokan tajam tidak terurus
atau pertigaan dan perempatan  bagus

Perang batin berkobar saat lewat perempatan
kemana kaki harus diayunkan
sebab kepala dan hati sering bersengketa
memilih jalan sendiri-sendiri saja

Dan, ketika kita sampai perempatan
padang lurus, kanan dan kiri
pandangan lah jauh ke arah itu
dan, tetapkan hati ke arahnya
sebab hati lebih berdasar rasa
dan kepala lebih berdasar logika
U
Rasa dan logika sering bertengkar
saat kita berada di perempatan
antara kejujuran, kekerabatan, keakraban, dan kebutuhan
yang mana harus.kita ikuti
agar arah yang dituju benar

Pada perempatan jalan
kita bertengkar dengan hati sendiri
ke arah mana harus kita ikuti
agar tidak salah arah

Gembongan, 5 Desember 2023


JANGAN SALAH BERPIJAK
Mohammad Saroni

Hidup tidak lepas dari pijakan
bebatuan cadas ataukah tanah berlumpur
bukan alasan bagi kita untuk berdiam
sebab tanpa pijakan hidup akan goyah
seperti pohon tanpa perakaran

Tetapi, tidak lantas kita semaunya
peduli apapun kita pijak
walau tahu hanya baik sesaat
lantas kita terjungkal
terpuruk pada tanah berdebu

Pijakan adalah pondasi
semakin kokoh pijakan pondasi semakin kuat
tak goyah bangunan bahkan oleh gempa
berdiri menantang semua aral

Dan, pada iklim pancaroba ini
kita jangan salah memilih pijakan
sebab taruhannya masa depan
setidaknya dalam panca warsa ke depan
cukuplah sekali kita salah pijak
jangan lagi terperosok untuk kesekian kali 

Hidup ini bukan permainan 
walau kita sering dipermainkan
hidup ini bukan sekedar hiasan
walau janji sering menghiasi papan
dan, akhirnya hanya sebagai bualan

Jangan salah berpijak
pastikan pijakan kita kokoh
pijakan yang mampu membuat kenyamanan
dan, bukan sekedar retorika lidah semata
sebab membuat janji sangatlah mudah
yang sulit adalah mewujudkan janji secara nyata

Gembongan, 5 Desember 2023

AKU SUDAH TAHU
Mohammad Saroni

Aku sudah tahu
bahwa setelah hujan bisa ada pelangi
menghias langit menghibur bumi
agar air hujan tak berubah menjadi tangis

Aku sudah tahu
janji sejati adalah janji matahari
menghangatkan bumi menerangi langit 
agar udara tidak mati kedinginan

Aku sudah tahu
bahwa bintang begitu jauh di angkasa
sinarnya tak mampu beriku kehangatan
hanya kedipan menggoda setiap saat

Aku sudah tahu
rekam jejakmu di atas bumi pertiwi
ada yang dangkal ada yang tidak ada bekas
kita dapat membacanya setiap waktu

Aku sudah tahu
tetapi aku tidak pernah tahu
kebenaran semua itu
sebab jejak dapat dibuat-buat

Gembongan, 6 Desember 2023

AKU BERMIMPI
Mohammad Saroni

Aku bermimpi di balik kabut malam
awan berarak di atas jalanan
lampu-lampu berpendar dikerubungi laron
terbang berputar-putar di seputaran pijar lampu

Aku menemukan laron-laron jatuh ke bumi
kehilangan sepasang sayapnya
bergerak cepat di antara tumpukan sayap
kehilangan kepercayaan diri

Dan, ketika lampu tiba-tiba dipadamkan
kegelapan langit semakin sempurna
kunang-kunang sudah hilang jejak
berganti semut yang berbondong-bondong
menggotong beberapa laron yang sudah lemas

Aku bermimpi laron-laron dibawa ke liang
beberapa masih bergerak-gerak pelan
tanda kehidupan masih mendekam
tetapi para semut tidak peduli
terbayang sebulan menikmati makanan lezat

Dan, aku tidak lagi bermimpi
sebab semut menjadi pihak penuh keuntungan
laron-laron menjadi korban abadi
atas ambisi dan kebodohan yang menyatu
menyerbu pijar lampu yang membuatnya mati

Lantas, mengapa laron harus terbang mengitari pijar lampu
sementara mereka tahu itulah pintu menuju mati
seperti kita, kenapa harus bergerak menuju keramaian
jika keramaian itu membuat kita mati
mati rasa, mati malu, mati jiwa, mati hati, mati kata, mati segalanya

Aku bermimpi, 
dalam jaga mataku
dalam tegak kepalaku
dalam kuatnya kesadaranku
sebab aku tidak sedang tidur

Gembongan, 6 Desember 2023

PARA ORATOR
Mohammad Saroni

Pengeras suara terdengar menghentak
mengusir berpasang burung di pepohonan
panggung sudah berdiri megah
saatnya harus mengecek suara
mampukah merontokkan jantung pendengar
hingga bergerak berkumpul di sini 

Panggung sudah dihias beragam bendera
warna-warna terlihat begitu menantang

Di panggung inilah semua orang beradu gagasan
para orator berpidato hingga air ludahnya menyembur
wajahnya terlihat keras dan kaku
gerahamnya sesekali berkerut- kerut
tangannya mengepal memukul udara

Mereka berucap berapi-api
air ludahnya mampu membakar hati
pandangan matanya menghujam hati siapa saja
kata-katanya adalah anak panah sang Arjuna
sekali lepas dari tali busur berjuta meluncur ke angkasa

Di panggung ini para orator berkiprah
suaranya harus mampu membahana
kata-katanya harus mampu menguasai jiwa
menggiring setiap orang untuk bersatu
ke dalam pengaruhnya

Gembongan, 7 Desember 2023

UDARA MULAI MEMANAS
Mohammad Saroni

Iklim pancaroba telah datang
matahari sudah mulai jarang berkunjung
awan berarak memenuhi hamparan langit
hingga udara tak dapat lagi bersirkulasi
udara berdiam di tempat tanpa  gerak
bergesek dengan sejuta butiran debu
memanas

Iklim pancaroba telah datang
sesekali langit menurunkan air hujan
tak jarang hanya memamerkan awan berarak
tak lama kemudian awan menghilang
tinggalkan panas memeluk wajah bumi

Panasnya iklim tidak hanya membakar udara
orang-orang pun telah terbakar jiwanya
suara-suara bersahutan tanpa aturan
tak ada lagi unggah-ungguh
seperti hidup hanya datar saja

Orang-orang saling memaki sudah biasa
orang-orang saling berseteru juga tak apa
jika tak ada kesamaan hati dan jiwa
bahkan yang seiring saja dapat pecah

Udara mulai memanas
gerahku membuat hatiku resah
sebab semua saudara dan teman
mampukah aku berpaling wajah
walau panas di wajah sudah mulai membakar

Gembongan, 7 Desember 2023


SUARA HATI
Mohammad Saroni

Dinding-dinding hati bergetar
suaranya berdentum membahana
tetapi hanya dapat didengar jiwa

Dinding-dinding hati bergetar
lahirkan gema yang mengumandang
walau hanya dapat di dengar telinga hati

Dinding-dinding hati bergemuruh 
suaranya terdengar bertalu-talu ke kedalaman sukma
walau hanya berputar-putar di tempurung otak

Seribu bahkan sejuta kata berdatangan
berbisik pada liang telinga kiri dan kanan
membisiki jiwa agar terlena
membisiki hati agar tak bergeming
membisiki sukma agar terpesona
dan, memaksa untuk berpaling kepadanya

Tetapi, suara hati adalah kejujuran illahi
terbungkus di balik kesucian jiwa
sekuat apapun kata menggodanya
tak kan mampu janji membaliknya
sebab kejujuran illahi adalah sesungguhnya janji
tak tergoda oleh pelangi kata manusia

Gembongan, 7 Desember 2023

BENDERA YANG KEDINGINAN
Mohammad Saroni

Hari-hari ini hujan mengguyur
titik-titiknya seperti anak panah menghujam
wajah bumi merintih pori-pori tubuhnya terbuka
air hujan berebut memasuki setiap lubang porinya
sementara udara perlahan membeku

Udara tak mampu berlari
kaki-kakinya terbungkus dingin
tak ada angin yang menghangatkan
dan, bendera-bendera tidak lagi riang
mereka tidak lagi berkibar
mereka berebut memeluk tiang yang juga sudah membeku

Hujan yang turun beberapa hari ini
adakah isyarat kebekuan hati
isyarat hilangnya kepedulian diri
pada kehangatan yang tidak memberi arti
sebab nilai-nilai kehidupan yang sudah terkubur
ambisi dan kesombongan telah menguasai hati

Seusai hujan mengguyur kotaku
tiang bendera berdiri tegak kaku
bendera yang biasanya berkibar di puncaknya
sekarang diam menggigil kedinginan
kehilangan jati diri
bahkan ada yang tersungkur mencium bumi

Bendera yang biasanya berebut ruang langit
sekarang beku kedinginan oleh air hujan
semangat yang menggebu pada awalnya
kini telah hilang bersama hilangnya matahari
dan, awan bergumpal berarak di atas
simbol kedukaan yang tidak ada batasnya

Gembongan, 8 Desember 2023

BILA KATA SUDAH BERKUASA
Mohammad Saroni

Kata adalah bilah pedang tajam
dari satu lidah yang pintar bersilat
sekali terucap langsung menerjang dalam
tanpa.luka menganga atau darah yang muncrat

Kata adalah jaring laba-laba
mengikat dan mengurung begitu kuat
tak mudah melepaskan jiwa
sebab sekali jiwa terikat selamanya terjerat

Kata adalah anak panah yang melesat dari busurnya
menghujam tanpa rasa tanpa jeda
menusuk langsung ke lubuk hati
menerobos hingga menuju jiwa 

Dan, ketika kata berkuasa
langit tunduk bumi merunduk
orang-orang kehilangan kosa kata
sebab tubuh mereka akan terbungkuk-bungkuk
mengangkat tangan untuk menyerah

Kata adalah perisai
yang melindungi diri dari serbuan para orator
agar hati dan jiwa tidak akan terpesona
dan tidak akan berarti apa-apa

Ketika kata sudah berkuasa
bahkan dinding yang tebal akan hancur
pertahanan diri tidak akan berarti lagi
sebab kata-kata menerobos udara
menembus apapun yang menjadi pembatas
kata-kata adalah paruh burung api
membakar semua yang dilewatinya

Gembongan, 8 Desember 2023

PAGI BERKABUT
Mohammad Saroni

Semalam hujan turun dengan derasnya
langit terbuka semua pori-porinya
dan, bumi menerima tetesan air dengan pasrah
membasah butiran tanah agar tak rengkah

Udara semalam terasa begitu dingin
tubuh menggigil seakan akan menuju beku
selimut tak mampu mengusirnya
meringkuk berpeluk lutut

Dan, pagi ini saat ayam jantan berkokok
kubuka pintu dan jendela rumah
udara dingin masih menyergap tubuhku
terkesiap wajahku seakan ditampar kabut

Di luar rumah, kabut menyelimuti
seperti awan tipis yang menghalang pandang
mungkin bumi sedang melakukan meditasi
mengobati berjuta luka di wajah dan tubuhnya
atau bumi sedang memproteksi diri
dari akibat kecerobohan manusia

Pagi berkabut hatiku berselaput
kita memang harus berlindung dan melindungi
agar kerusakan tak berlanjut kehancuran

Gembongan, 9 Desember 2023


GENGGAM KEBEBASAN KITA
Mohammad Saroni

Udara dan langit sudah mulai panas
matahari berpijar tanpa ada kendali
sinarnya langsung menerpa wajah bumi
membakar semua yang ada di hamparan tubuhnya

Saat inilah tali-tali membentang 
setiap ruang gerak ada temali jebak
dengan berbagai upaya kita digiring
menuju lubang-lubang tali jebakan
salah kaki kita melangkah diri akan tergantung
tak dapat lagi berbuat apa

Dan, ketika kaki terikat oleh temali jebak
kemerdekaan kita terkungkung di situ
kebebasan kita hilang  tak lagi berbilang
bagai kerbau yang dicucuk lubang hidung
kemana tuan melangkah ke situ dia mengarah

Lantas, apalah arti keberadaan diri
ketika kebebasan sudah terikat
bahkan berkehendak sudah tidak dapat lagi
berkata apalagi bertindak tak mungkin kita lakukan
kita akan menjadi pribadi yang kehilangan kepribadian
sendiko dawuh pada para penjerat kita

Kebebasan adalah milik pribadi kita
harus kita pertahankan hingga akhir hayat
walau harus berdampingan dengan kebebasan orang lain
tetapi, kebebasan kita adalah hak yang harus diperjuangkan
jangan sampai kebebasan kita direnggut
genggam erat-erat hingga kiamat
dengan tetap bertanggungjawab

Gembongan, 9 Desember 2023

DUA SONIAN

KESURUPAN
Mohammad Saroni

Wajah-wajah lesu
menatap langit
penuh harap
kuasa

Gembongan, 5 Desember 2023

PELANGI

Warna berpendaran
menghias langit
Indonesia
tercinta

ANGIN SURGA
Mohammad Saroni

Kau datang padaku
sambil tersenyum
tebar janji
pelangi

Gembongan, 5 Desember 2023

JANGAN BINGUNG
Mohammad Saroni

Ada tiga calon
semua baik
kita pilih
sepasang

Gembongan, 6 Desember 2023

SEMARAK
Mohammad Saroni

Langit penuh warna
bumi semarak
akan pesta
bangsaku

Gembongan, 9 Desember 2023

RIUH
Mohammad Saroni

Musik berkumandang
langit bergetar
bumi retak
kampanye

Gembongan, 10 Desember 2023

TEGAR
Mohammad Saroni

Hati luka parah
sukma berontak
laku jiwa
sejati

Gembongan, 10 Desember 2023

MALAM SEPI
Mohammad Saroni

Rembulan terpotong
bintang berkedip
angin luka
sendiri

Gembongan, 11 Desember 2023

ADU GAGASAN
Mohammad Saroni

Panggung sudah siap
lampu semarak
adu kata
gagasan

Gembongan, 12 Desember 2023

PASAR
Mohammad Saroni

Penjual pembeli
saling tersenyum
jual beli
tradisi

Pasar Tradidional Gempolkerep, 17 Desember 2023

PERJALANAN
Mohammad Saroni

Ayun langkah kaki
susuri jalan
jauh jarak
persetan

SMK Brawijaya Mojokerto, 18 Desember 2023

PERGI
Mohammad Saroni

Bekal sudah siap
tujuan ada
usah ragu
melangkah

Gembongan, 19 Desember 2023

SOMBONG
Mohammad Saroni

Bibir senyum sinis
mata mendelik
kata kasar
arogan

Gembongan, 20 Desember 2023


HUJAN
Mohammad Saroni

Langit awan mendung
udara gerah
air jatuh
melimpah

Gembongan, 22 Desember 2023

GARANG
Mohammad Saroni

Seperti mentari
di siang hari
api langit
membara

Gembongan, 23 Desember 2023

BERBANDING TERBALIK
Mohammad Saroni

mukamu berewok
matamu tajam
rambut.panjang
gemulai

Gembongan, 23 Desember 2023

MENCARI
Mohammad Saroni

Kususuri jalan
mencari jawab
pada jejak
berserak

Gembongan, 24 Desember 2023

GELAP
Mohammad Saroni

Matahari.pergi
langit temaram
lampu padam
gulita

Gembongan, 26 Desember 2023

MEMILIH
Mohammad Saroni

Ada banyak warna
ada pelangi
habis hujan
yang mana

Gembongan, 29 Desember 2023

TAK PEDULI
Mohammad Saroni

Kata-kata sakti
menggoda iman
kau semburkan
persetan

Gembongan, 29 Desember 2023

LIPSTIK
Mohammad Saroni

Bibir merah rona
tersenyum manis
takut kalah
pecundang

Genbongan, 31 Desember 2023

MENYEBERANG WAKTU
Mohammad Saroni

Hari ganti hari
jembatan waktu
kulewati
berlalu

Gembongan, 1 Januari 2024


DEBAT KUSIR
Mohammad Saroni

Mereka berdebat
di layar kaca
saling serang
percuma

Gembongan, 7 Januari 2024

UNTUK APA
Mohammad Saroni

Saat waktu datang
rakyat memilih
debat panjang
dagelan


Gembongan, 7 Desember 2024






Senin, 04 Desember 2023

SEUNTAI PUISI

SAAT ANGIN MENIUP
Mohammad Saroni

Saat angin meniup
daun-daun melambai
seakan memanggil
menghirup kesegarannya

Saat angin meniup
permukaan air menjadi beriak
seakan mengisyaratkan
bahwa ada kedamaian di sana

Saat angin meniup
beranjak pergi semua duka
raga terasa nyaman
semua penat terbawa pergi

Saat angin meniup
Jiwa terayun di selendang pelangi
diantara warna-warna mempesona
hingga hidup terasa begitu indah

Saat angin meniup
semua orang terlena
hilang akal dan rasa
seperti kerbau dicucuk hidung
tak lagi punya jati diri

Saat angin meniup
hidup menjadi permainan
janji bertebaran tanpa ikatan
hingga lepas tak tahu kemana

Saat angin meniup
mata terasa begitu berat
memejam dalam lelap

Discapil, 5 Desember 2023

SEUNTAI PUISI MENJEMPUT PAGI

SELAMAT PAGI
Mohammad Saroni

Setiap pagi aku haturkan
pada matahari yang selalu setia
pada semesta yang merindukan
kehangatan tiada berjeda

Adakah rindu menggantung di reranting
basah oleh butiran embun
sebelum matahari menjemputnya pulang
atau bumi menghisapnya

Pagi selalu menjadi titik kerinduan
dimana semua penat sudah ditanggalkan
oleh kegelapan malam pekat
dan, pagi selalu menyambut dengan senyum
dan, berbisik pada telinga bumi
Selamat pagi...

Gembongan, 6 Desember 2023