Kamis, 07 Oktober 2021

Menulis untuk mengurangi pikiran yang berjejal

Seringkali kita mendengarkan orang orang mengeluh dan mengatakan tidak dapat berpikir. Setiap saat mereka harus menghadapi masalah hidup yang datang bertubi tubi. Masalah yang satu belum terselesaikan, datang lagi masalah yang baru.

Kita perlu mengungkap apa yang sedang berkecamuk dalam pikiran, tetapi seringkali tidak ada teman yang setiap saat siap mendengarkan ungkapan kita, mereka tenggelam dalam kesibukan masing masing, maka sesungguhnya menulis adalah pengungkapan pikiran yang tidak bergantung pada orang lain. Menulis dan menulislah agar pikiran kita selalu segar, sebab setiSdp uneg uneg tersalurkan, berganti dengan yang baru. Begitulah, pikiran kita amat sangat dinamis dan kita berkewajiban untuk mengungkapkannya agar tidak berjejal yang menyebabkan kita HANG.

Kebuntuan proses menulis seringkali dialami oleh penulis. Hal ini tidak tergantung senior dan yuniornya penulis. Sesungguhnya, tidak ada kelompok penulis senior dan yunior. Setiap penulis melakukan proses pengembangan diri. Bukan berarti karena sudah senior, maka tidak perlu menulis. Dan, kebuntuan proses menulis dapat terjadi pada semua penulis. Permasalahannya ada pada bagaimana cara menghadapi kebuntuan tersebut. Setiap orang mempunyai cara masing-masing dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah kebuntuan proses menulis.

Mengurangi beban pikiran

Beban pikiran menjadi salah satu penyebab terjadinya kebuntuan dalam menulis. Seringkali, kita merasakan kesulitan karena beban pikiran yang berkecamuk. Setiap kali kita harus tercenung karena pikiran yang terikat pada beban tersebut. Untuk dapat melakukan kegiatan secara optimal, maka kita harus menghilangkan beban pikiran, setidaknya mengurangi beban tersebut. 

Kita harus menciptakan ruang gerak dalam pikiran kita. Kita tidak akan dapat berpikir jika pikiran kita penuh beban. Bagaimana.kita dapat berpikir jika tidak ada ruang gerak dalam pikiran kita. Pikiran dapat kita ibaratkan sebagai sebuah ruangan berbatas. Jika ruangan itu berisi penuh, maka isi ruangan tidak dapat bergerak bebas. Jikapun dapat bergerak, sangatlah terbatas. Dalam kondisi seperti ini, pemikiran-pemikiran baru tidak mempunyai ruang dalam pikiran. Kondisi tersebut dikatakan sebagai kebuntuan pikiran

Lantas, bagaimana kita mengurangi beban pikiran?

Minggu, 19 September 2021

MEREBUTROH BELAJAR SISWA

Roh belajar merupakan aspek pentingun0 dalam proses belajar. Rph belajar inilah yang sesungguhnya menentukan efektifitas proses belajar. Peran serta roh belajar dalam keberhasilan proses begitu penting, sehingga tanpa roh beajar, maka proses tidak dapat optimal.  harus ada saat belajar.

Jumat, 10 September 2021

Upaya Peningkatan Semangat Belajar Siswa



Out line:
Pendidikan merupakan upaya sadar untuk meningkatkan kemampuan diri. Tetapi, masih banyak siswa malas belajar sehingga tidak mampu. 
Untuk mengupas masalah ini, maka dilakukan wawancara dan studi literasi.
_*Poin topik*_:
a. Pengertian Pendidikan
b. Langkah Peningkatan Kemampuan
c. Alasan Siswa Malas Belajar
d. Langkah Solutif Menyelesaikan Masalah Malas Belajar
d. Penutup

Pengertian Pendidikan

Pendidikan diartikan sebagai usaha.yang dilakukan secara sadar untuk merubah kemampuan menjadi lebih baik. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sebab situasi dan kondisi kehidupan selalu berubah.Perubahan situasi dan kondisi menuntut kita harus dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah yang muncul dari perubahan yang terjadi. Dan, kita tidak ingin mengalami kesulitan pada saat menghadapi kesulitan hidup. Kita harus dapat menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah kehidupan.

Pendidikan dianggap sangat relevan menjawab tuntutan dan tantangan kehidupan. Proses pendidikan diyakini sebagai proses untuk menghadapi setiap masalah. Hal ini karena situasi dan kondisi kehidupan selalu berubah disimulasi dalam proses pendidikan. Proses simulasi tersebut berupa adopsi dan adaptasi terhadap setiap perubahan kondisi kehidupan. Adopsi dan adaptasi yang dilakukan terkait permasalahan dan pemecahannya. Proses pendidikan berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan memberikan bekal bagi siswa untuk menghadapi masalah. 

Proses pendidikan dilakukan sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi masalah hidup dengan mengembangkan atau meningkatkan kemampuan diri. Berbagai materi terkait kehidupan diberikan guru kepada siswanya. Materi tersebut dapat berupa pengetahuan. keterampilan, dan karakter diri. Ketiga hal inilah yang sesungguhnya merupakan bekal menghadapi permasalahan hidup.

Proses pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Setiap orang membutuhkan proses pendidikan. Ini merupakan salah bentuk kesadaran yang sangat membanggakan sebab bangsa kita tidak ingin dikalahkan kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia inilah yang sesungguhnya menetukan nilai bangsa di antara bangsa sedunia. Semakin berkualitas sumber daya manusia, semakin bernilai bangsa kita. Semakin berkualitas, maka bangsa -  bangsa di dunia semakin memperhatikan dan mempertimbangkan bangsa kita.

Masyarakat internasional memang menuntut orang - orang berkualitas. Kualitas orang - orang, anak setiap bangsa sangat menentukan tingkatan pergaulan. Bangsa yang warga negaranya berkualitas lebih berpengaruh dalam setiap interaksi dan komunikasi antar bangsa.

Dan, proses pendidikan bukalah sesuatu yang mudah. Proses pendidikan merupakan proses yang membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, setiap orang harus berusaha sekuat tenaga, telaten, pantang menyerah, dan terus berusaha untuk belajar. Tetapi, sebagai sebuah proses, hambatan dan kesulitan pasti ada. Begitulah, proses pendidikan pun menghadapi hambatan dan kesulitan. Hambatan dan kesulitan dapat terjadi pada siswa, guru, atau masyarakat umumnya. Untuk itulah, semua pihak harus konsisten, konsekuen, dan memegang serta menerapkan semua komitmen yang sudah ada.

Langkah Peningkatan Kemampuan

Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dunia pendidikan merupakan penentu kualitas kehidupan bangsa. Setiap negara berusaha untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan. Berbagai metode pendidikan diterapkan, baik yang merupakan hasil analisa para ahli pendidikan dalam negeri, maupun produk ahli orang luar negeri.

Setiap tahun selalu ada perubahan atau pengkondisian kebijakan untuk proses pendidikan. Kementerian pendidikan  melakukan perombakan - perombakan sistem dan program secara nasional.Bahkan, setiap ada pergantian orang nomor satu dalam kementerian pendidikan, maka selalu lahir kebijakan baru. Kebijakan - kebijakan sebelumnya, ada yang dilanjutkan. tetapi ada juga yang dipangkas habis dan lahirlah kebijakan baru. Akibatnya, setiap saat harus beradaptasi dan mengadopsi program- program dan kegiatan baru. Semua harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru.

Untuk hal tersebut, maka perlu langkah-langkah konkret dan efektif. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru. Setiap hal yang baru pasti harus menyesuaikan diri. Untuk proses penyesuaian diri, maka banyak hal yang harus dilakukan. Hal - hal tersebut adalah:

a. Selalu Respon

Kita harus selalu respon terhadap setiap hal yang kita hadapi. Hal ini kita lakukan untuk mempersiapkan diri agar tidak kesulitan menghadapi hal baru. Kemampuan menghadapi dan ¥menyelesaikan masalah, hal baru memungkinkan kita untuk beraktivitas secara optimal. Hal baru ¤membutuhkan kemampuan baru, sesuai dengan kebutuhan hal baru tersebut.

Dalam proses pendidikan, setiap muncul hal baru, maka segera ditindaklanjutu dengan kegiatan - kegiatan terkait. Kegiatan - kegiatan seminar, rapat kerja, bedah program, bedah kurikulum, dan yang lainnya. Kegiatan inilah yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap wacana baru. 

Ini merupakan bentuk respon yang kita terhadap lingkungan kita. Kita sangat menyadari bahwa setiap hal baru membutuhkan kemampuan baru, atau pengembangan kemampuan yang sudah ada. Dan, respon kita terhadap setiap perubahan adalah kesadaran bahwa kita haris tetap belajar sepanjang hayat. Orang - orang dengan tingkat respon tinggi diyakini mencapai keberhasilan lebih awal dan tinggi. Mereka akan menjadi pioner untuk setiap kondisi baru, sedangkan yang lambat akan menjadi pengekor, jika tidak menjadi pecundang.

Kita harus selalu respon untyk proses peningkatan kemampuan diri. Setiap kali ada hal baru, maka secepat kilat segera menguasai kemampuan dasarnya dan berhasil menguasai kemampuan tersebut.

b. Tidak Berhenti Belajar

Belajar itu seumur hidup. Selama hayat dikandung badan, maka selama itu kita terus belajar. Tidak ada waktu tanpa belajar. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan program.wajib belajar dan pemberantasan buta huruf. Kesadaran bahwa belajar merupakan tanggungjawab pribadi sekaligus kewajiban dapat mdnjadi energi pendorong. Energi ini tumbuh dan berkembang dari diri sendiri sehingga kekuatan dorongnya optimal. Siswa dan kita akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mencapai keberhasilan belajar.

Kita tidak boleh berhenti belajar jika ingin mencapai keberhasilan bahkan puncak keberhasilan. Belajar yang dilakukan terus menerus memberikan  efek semangat. Hal ini karena hasil belajar memberikan nilai positif sebab kemampuan yang terus berubah, semakin baik. Kesadaran bahwa kemampuan diri yang semakin bertambah akan mematik diri untuk semakin bersemangat belajar dan tidak akan berhenti belajar.  Dan, gjika diri sudah terpatik, maka semangat akan berkobar - kobar.

Untuk membangkitkan semangat belajar siswa, kita harus tanamkan dalam mereka untuk menjaga semangat belajar. Kita tekankan pada mereka agar tidak berhenti belajar. Waktu yang mereka miliki adalah kesempatan terbaik untuk belajar. Mereka tidak boleh menyia- nyiakan waktu. Senyampang mereka masih muda dan berkesempatan untuk belajar, maka kesadaran bahwa belajar sepanjang hayat adalah kesadaran hakiki. 

Kesadaran hakiki inilah yang sesungguhnya merupakan pematik semangat belajar, bahkan untuk semua kegiatan hidup. 

c. Belajar dengan Melakukan

Pengertian belajar dengan melakukan adalah proses belajar dengan melakukan kegiatan - kegiatan terkait dengan materi pelajaran. Setidaknya kita mengetahui bahwa kita dapat belajar secara teori penuh, separoh teori separuh praktik, dan praktik secara keseluruhan. Ketiga pola ini sudah diterapkan dalam proses belajar sejak dahulu. Walaupun dengan bungkus yang berbeda. 

Proses belajar yang dilakukan secara teori praktis memungkinkan siswa menyerap kemampuan seutuhnya. Mereka dapat menerima teori sekaligus praktiknya dari proses belajarnya. Artinya, mereka mengetahui secara nyata kegunaan materi dalam kehidupan. Dengan pengetahuan seperti itu, siswa menyadari kebutuhan hidupnya. 

Oleh karena itu, para guru harus tanggap situasi. Guru harus dapat membaca situasi yang ada dan meresponnya dengan menerjemahkan dalam pembelajaran. Hasil penerjemahan tersebut disampaikan guru kepada siswa. Proses inilah yang dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dirinya.

Dan, kegiatan belajar yang secara langsung melibatkan pikiran dan keterampilan merupakan kombinasi efektif. Ada 2 (dua) kemampuan yang didapatkan siswa, yaitu teori dan praktiknya. Anak dapat meningkat pengetahuannya dan keterampilannya.

Alasan Siswa Malas Belajar

Proses belajar membutuhkan totalutas para pegiatnya. Dengan totalitas ini. maka proses belajar berlangsung optimal dan semua civitas terlibat aktif dalam kegiatan. Tetapi, kenyataan yang terjadi banyak siswa yang malas belajar. Mereka tidak mengikuti proses belajar seutuhnya sehingga hasil belajarnya tidak optimal.

Banyak anak, siswa yang mengikuti proses ala kadarnya. Bahkan, tidak jarang mereka belajar, khususnya di sekolah sekedar menggugurkan kewajiban terhadap perintah orangtua.  Dan, yang lebih atau paling parah adalah mereka belajar di sekolah agar mendapatkan uang saku. Kondisi ini berkelanjutan dengan sikap belajar yang tidak seutuhnya. Anak, siswa memang mengikuti proses belajar, tetapi hanya fisiknya yang hadir di ruang belajar. Kondisi ini dikatakan sebagai tidak berkonsentrasi pada proses belajarnya. 

Bayak hal yang menyebabkan anak, siswa malas belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Semua penyebab kemalasan tersebut merupakan rangkaian akibat dari sebab yang ada di sekitarnya.  Hal - hal yang menyebabkan anak, siswa malas belajar, di antaranya adalah:

a. Waktu Belajar yang Lama

Proses pendidikan berlangsung dalam tenggat waktu yang panjang. Jeda waktu yang panjang ini seringkali menyebabkan  suasana hati yang kurang kondusif. Jeda waktu yang panjang inipun menyebabkan kegiatan menjadi menjemukan. Dan, kondisi inilah yang memungkinkan menjadi sebab kemalasan anak - anak. 

Proses belajar, khususnya belajar secara formal dilaksanakan secara berjenjang, mulai daro tingkatan tamam kanak - kanak hingga perguruan tinggi. Anak harus mengikuti proses belajar sejak amak - anak.Dari mulai usia 5 tahun, hingga lulus kuliah. 

Anak menjadi malas belajar karena  mereka harus belajar dalam interval waktu yang berbeda antara di sekolah dan di rumah. Waktu belajar di sekolah, maraton dari pagi hingga tenah hari, bahkan sampai senja hari. Sedangkan, waktu belajar di rumah mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Kondisi ini melahirkan kejenuhan, kejemuan, dan akhirnya kemalasan. Anak merasa kehilangan waktu untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Tidak ada waktu bermain. Tidak ada waktu bertemu teman di luar sekolah dan rumah. Tidak ada waktu untuk menyegarkan pikiran.

Kondisi inilah yang memicu anak malas belajar. Mereka malas bukan karena tidak ingin menibgkatkan kemauan, tetapi protes semata. Inilah bentuk perlawanan anak-anak terhadap keharusan untuk rutinitas belajar. Mereka butuh wakty untuk dirinya sendiri.

Waktu belajar yang panjang ini membuat anak - anak terjebak pada rutinitas yang menjemukan. Rutinitas inilah yang membuat anak malas.

b.Tiada Dukungan

Anak - anak adalah sosok yang sedang mencari jati diri. Mereka berusaha untuk menemukan berbagai hal yang dapat meningkatkan kemampuan diri. Oleh karena itu, berbagai kegiatan diikuti dan dilakukan. Mereka melakukan dengan pertimbangan kebutuhan dirinya. Hal ini mengakibatkan mereka sekedar memungut berbagai hal yang mereka temukan. Tetapi, mereka tidak mendapatkan dukungan yang seimbang dengan kewajiban. Hal ini menyebabkan mereka merasa berat melangkah untuk menjalani tugas dan kewajiban. 

Anak - anak adalah sosok yang sedang belajar untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Mereka berusaha dengan mengadaptasi, mengadopsi, bahkan menduplikasi setiap kemampuan baru yang ditemukannya. Proses ini dilakukan dengan meningkatkan semangat belajar. Dengan demikian, maka kita dapat mengurangi, bahkan menghapus kemalasan yang ada di dalam dirinya. Dukungan yang diberikan oleh orang - orang dekat merupakan motivasi yang mampu meningkatkan semangat belajar, bahkan untuk kegiatan lainnya. 

Kesibukan orangtua seringkali menjadi alasan hilangnya dukungan tersebut. Orangtua harus menjalankan tugas dan kewajiban untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Mereka harus bekerja untuk mendapatkan uang yang dipergunakan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Akibatnya, orangtua kehilangan waktu untuk memberikan perhatian untuk anak -  anaknya. Dan, anak- anak menganggapnya kehilangan perhatian, termasuk dukungan untuk setiap kegiatan anaknya. Oleh karena itu, orangtua harus memberikan perhatian, dukungan agar semangat belajarnya meningkat optimal.

IItulah hal - hal yang perlu kita pahami terkait situasi keaktifan belajar siswa. Kondisi ini penting kita ketahui dan pahami agar proses belajar dapat optimal. Kita dapat mengurangi, meminimalisir, bahkan menghilangkan sikap malas anak - anak dan menjadikannya bersemangat.

c. Besarnya Pengaruh Lingkungan

Lingkungan merupakan tempat kita melakukan berbagai kegiatan hidup, termasuk proses belajar. Ada banyak hal yang kita temui dan hadapi untuk diselesaikan. Hal - hal tersebut berwujud pengaruh, baik positif maupun negatif.

Pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap anak - anak. Hal ini karena anak - anak lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungannya. Setiap saat mereka bergaul dengan lingkungannya, masyarakatnya. Sementara kita mengetahui bahwa dalam masyarakat kita ada banyak hal yang terjadi. Ada banyak hal yang melingkupi kehidupan anak - anak. Dan, hal - hal tersebut memberi pengaruh kepada anak - anak. Begitu kuatnya pengaruh tersebut sehingga anak - anak hanyut terbawa. Mereka asyik dengan pengaruh dan mengabaikan tugas dan kewajibannya. 

Banyak anak yang terpengaruh sehingga roh belajarnya tidak beserta mereka saat proses belajar. Mereka berada di tempat lain pada saat mengikuti proses belajar. Seringkali tidak konsentrasi saat mengikuti proses belajar. Tubuh mereka berada di ruang belajar, tetapi roh mereka berada di warkop, fasum, dan tempat - tempat lainnya. Hal ini menyebabkan semangat belajar hilang.  Mereka lebih asyik dengan pikiran di luar ruang belajar.

Langkah Solutif Menyelesaikan Masalah Malas Belajar

Tentunya, kita menginginkan hasil optimal dari proses yang kita lakukan, termasuk proses belajar. Hasil optimal yang kita maksudkan adalah adanya perubahan positif pada kemampuan siswa, baik kognitif, afektif,maupun psikomotor. Untuk hal tersebut, melawan dan mengalahkan kemalasan merupakan langkah konkret dan efektif.

Kemalasan memang harus dilawan dan dikalahkan agar semangat tumbuh dan mendorong intensitas kegiatan. Kita tidak boleh membiarkan waktu berlalu tanpa adanya kegiatan positif. Jika.kita membiarkan waktu berlalu begitu saja, artinya kita menyia - nyiakan peluang dan kesempatan yang kita miliki. Padahal, peluang dan kesempatan seringkali hadir hanya sekali. Jika kita biarkan, maka hilanglah peluangnyang kita miliki.

Ada banyak langkah yang dapat kita lakukan untuk mengalahkan kemalasan. Langkah - langkah tersebut adalah:

a. Melibatkan Anak dalam Kegiatan

Banyaklah bergiat agar pikiran kita tidak terjebak  dalam suasana kosong. Kekosongan pikiran merupakan sumber penyakit diri. Banyak orangnyang mengalami sakit karena banyak menyia -nyiakan waktu dengan tanpa melakukan apa - apa dalam hidup.

Masa anak - anak asalah masa dimana saya imajinasi sangat kuat. Daya imajinasi ini memungkinkan anak - anak memasukkan berbagai pikiran yang bebas, cendwrung absurd. Kita boleh mengatakan bahwa daya khayal anak sangat kuat. Pada saat inilah segala sesuatu sangat memungkinkan untuk dilakukan ataupun didapatkan. Bagasimana seorang anak dapat memposisikan dirinya untuk sesuatu yang sangat khayali. Sesuatu yang tidak masuk akalpun menjadi sesuatu yang sah. Tidak ada yang tidak mungkin agi dunia anak - anak.

Kemampuan ini sangat menentukan bagi kehidupan anak -anak. Jika masa ini memdapatkan respon dan kesempatan berkembang secara optimal, maka kehidupan anak diyakini utuh. Tetapi, kemampuan anak ini akan menjadi bumerang bagi kehidupan anak - anak. Mereka dapat kehilangan konsentrasi, terutama saat mengikuti proses belajar. Hal ini karena anak lebih konsen pada khayalannya daripada proses.yang dijalaninya. Kondisi inilah yang kita katakan sebagai kehilangan roh belajar.

Kondisi ini sangat riskan sehingga perlu penanganan khusus. Salah satu langkah konkretnya adalah melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan. Keterlibatan anak secara aktif dalam kegiatan membuat anak -anak lebih memusatkan perhatiannya pada kegiatan. Dengan demikian, maka akan terhindarkan kemalasan anak pada kegiatan. Anak - anak melakukan setiap kegiatan dengan sepenuh hati. Dan, pada akhirnya keberhasilan dapat dicapai.

b. Komunikasi Efektif

Proses belajar itu proses komunikasi antara guru dan siswa. Komunikasi ini adalah komunikasi edukasi yaitu komunikasi yang terbentuk karena proses pendidikan. Komunikasi edukasi membuka peluang bagi siswa untuk mendapat banyak informasi yang bermanfaat bagi dirinya. Informasi didapatkan dari orang lain, dalam hal ini guru. 

Tetapi, komunikasi edukasi merupakan proses take and give. Guru dan siswa berkomunikasi untuk proses transfer pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Proses ini membutuhkan situasi yang kondusif. Artinya proses terjadi pada level dan frekuensi pemahaman visi dan misi yang sama. Guru dan siswa harus sama - sama memahami tujuan proses. Kesamaan persepsi inilah yang menyebabkan proses dapat berlangsung optimal. Jika proses berlangsung optimal, maka tingkat keberhasilannya dapat maksimal. Tetapi, jika ada yang berbeda, maka hasilnya pasti tidak memuaskan. Oleh karena itu, jika ada siswa yang mengalami kemalasan belajar, maka guru harus segera memprosesnya. Guru harus mengembalikan semangat belajar anak - anak.

Komunikasi aktif antara guru dan siswa harus dibangun sedemikian rupa sehingga guru dapat membimbing secara optimal dan siswa dapat belajar sebaik - baiknya. Guru dan siswa tidak boleh mengalami miskomunikasi. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan benang merah penghubung komunikasi. 

Komunikasi efektif antara guru dan siswa memang sangat penting agar interaksi personal tidak kaku. Kekakuan komunikasi dapat menyebabkan proses belajar terganggu.

.Penutup

Masalah kemalasan siswa dalam menjaslani proses pendidikan bukanlah hal baru. Sejak jaman dahulu, kemalasan siswa sudah menjadi pekerjaan rumah yang belum juga teruraikan.

Kita harus berusaha untuk mengkondisikan proses belajar sehingga kemalasan siswa dapat dihilangkan. Memang hal ini merupakan pekerjaan yang berat, tetapi inilah tugas dan kewajiban kita. Proses belajar harus berhasil dan siswa harus bersemangat dalam belajar.

Jumat, 03 September 2021

JANGAN TERJEBAK

Kita sering berada pada situasi yang serba membingungkan. Bagaikan menghadapi buah simalakama, dimakan ibu mati,tidak dimakan ayah mati. Apa yang harus kita lakukan saat menghadapi kondisi seperti ini?

Situasi memang sangat dilematis. Kita dituntut untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang tepat. Sementara kitabsangat menyadari bahwa.kita tidak selalu benar. Untuk mencapai ketepatan dalam memilah dan memilih bukanlah hal.yang mudah. Kesalahan menjadi bagian tidak terpisahkan dari diri kita. Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa manusia adalah tempat kesalahan. Tidak ada manusia yang selalu benar. 

Permasalahan yang seringkali menyebabkan kita kebingungan merupakan pilihan hidup, terutama.yang begitu urgen.Kita menyadari bahwa hidup adalah pilihan yang terikat pada takdir Tuhan. Kita katakan sebagai pilihan yang terikat karena pada saat kita menentukan pilihan, maka berhasil tidaknya pilihan kita tergantung pada Allah Allah tidak pernah membiarkan pilihan makhluknya begitu saja. Selalu ada ikut campurnya.

Yakin pada Kemampuan Diri

Kemampuan diri sudah dipersiapkan Allah pada setiap orang, Kemampuan diri tersebu belum siap diaplikasikan dalam kehidupan.Ini merupakan modal dasar kwhidupan setiap orang. Karena hal ini. maka kita sering mendengar orang mengatakan The Power of Kepepet.

Kamis, 02 September 2021

Dampak Pandemi pada Proses Pembelajaran



Negara yang kuat adalah negara dengan sumber daya manusia (SDM,) yang mempunyai kompetensi unggul. Kompetensi merupakan kemampuan dasar dan lanjut yang dapat menjawab dan menyelesaikan permasalahan hidup. Sementara itu, permasalahan hidup berbanding lurus dengan perkembangan pola kehidupan. Perkembangan pola kehidupan sangatlah dinamis sebagaimana kehidupan itu sendiri yang sangat dinamis. 

Untuk menjawab dan menyelesaikan masalah tersebut, maka proses pendidikan dan pembelajaran menjadi solusinya. Artinya, kita meyakini bahwa proses belajar merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kondisi normal, situasi ini bukanlah masalah. Kita dapat melaksanakan proses pendidikan dan pembelajaran sebagaimana prosedurnya. Proses pendidikan dan pembelajaran melibatkan 2 (dua) komponen dasar, yaitu pendidik dan pedidik. Kedua komponen ini harus berinteraksi langsung agar proses dapat berlangsung optimal. Interaksi langsung memungkinkan terjadinya proses transfer pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Ketiga aspek ini merupakan muatan utama proses pendidikan dan pembelajaran serta dapat menjadi pematik peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Tetapi, kondisi yang kita alami dalam kehidupan jauh dari kenormalan. Ancaman virus sedemikian kuatnya sehingga sangat berbahaya jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Sudah sangat banyak contoh dampak terpapar oleh virus. Hal ini karena pembelajaran tatap muka memungkinkan terjadinya kerumunan dan ini dapat menyebabkan timbulnya klaster sekolah. Sudah sangat banyak klaster terpaparnya orang - orang karena berada di kerumunan.Kita dapat sebutkan, klaster pabrik, klaster kantor, klaster hajatan, dan klaster - klaster lainnya.

Menurunnya Semangat Belajar

Proses belajar terjadi karena adanya komunikasi, interaksi, dan transfer pengetahuan, karakter, dan keterampilan. Untuk proses ini, maka harus ada subyek belajarnya. Subyek belajar adalah para pelaku langsung dan aktif proses pendidikan dan pembelajaran. Subyek ini meliputi yang menjalani proses dan mendampingi proses. Subyek yang menjalani proses adalah pedidik. Subyek yang mendampingi proses adalah pendidik. 

Kedua subyek harus berinteraksi langsung agar dapat mencapai hasil optimal. Interaksi secara langsung memungkinkan proses pendidikan dan pembelajaran lancar. Hal ini karena pendidik dan pedidik berinteraksi langsung sehingga lebih efektif. Efektifitas yang kita maksudkan adalah arahan, bimbingan, pendampingan, pelatihan, dan komunikasi dapat berlangsung dua arah. Komunikasi dua arah merupakan komunikasi efektif sebab jika ada informasi yang tidak dimengerti, maka dapat segera ditanyakan dan dikomunikasikan.Dengan demikian, setiap kesulitan anak dapat diperbaiki langsung. Pemahaman anak didik lebih optimal.

Dan, ketika pandemi menerjang negeri ini, berbagai upaya dilakukan dan diterapkan untuk antisipasi kondisi. Pemerintah menerapkan berbagai aturan untuk mengurangi bahkan meniadakan paparan sakit pada masyarakat, khususnya perorangan. Langkah antisipasi inipun diberlakukan di lingkungan pendidikan, sekolah.

Institusi sekolah dibatasi kegiatannya, terutama terkait dengan berkumpulnya orang - orang, anak didik. Dunia pendidikan tidak diperbolehkan mengadakan pendidikan tatap muka (luring). Hal ini karena pertimbangan kesehatan anak - anak, guru, dan para pegiat pendidikan. Mereka tidak boleh terpapar virus covid dan melahirkan klaster sekolah. Kita harus memutus penyebaran virus dan salah satu langkah konkret adalah pembatasan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Kerumunan orang sangat berpotensi menjadi wilayah penyebaran.

Pembatasan ini menyebabkan proses pendidikan dan pembelajaran dilakukan secara daring. Daring atau dalam jaringan yaitu sistem kegiatan yang dilakukan dengan memberdayakan jaringan internet. Pemberdayaan jaringan internet dilakukan dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan berbasiskan internet. Pendidik dan pedidik melakukan proses secara on line.

Untuk penyelenggaraan pendidikan berbasis internet, maka kita perlu menyediakan sarana prasarananya. Sarana prasarana yang kita maksudkan adalah handphone dan paketan data internet. Kita harus menyediakan handphone yang dapat mensupport kegiatan. Handphone inilah yang menjadi sarana belajar mengajar. Guru dan anak didik, pendidik dan pedidik memanfaatkan atau memberdayakan handphone.

Tetapi, berbagai hambatan timbul dan muncul sehingga masyarakat mengalami kesulitan belajar. Anak - anak merasa kesulitan, khususnya sarana prasarana. Handphone dan paketan data masih merupakan sesuatu yang mahal. Kondisi ekonomi masyarakat tidak memungkinkan pengadaan sarana tersebut. Jika dalam keluarga ada 2 (dua) anak, handphone.yang dibutuhkan jugab2 (dua). Setelah handphone tersedia, walau harus mengalahkan kebutuhan lainnya, mereka harus menyediakan paketan data internet. Walaupun. selanjutnya ada bantuan paketan data untuk pembelajaran. hal tersebut belum dapat memback up kebutuhan paketan data untul belajat.

Pada akhirnya, anak - anak malas belajar. Mereka enggan mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran secara daring. Banyak dari mereka kesulitan untuk penyelenggaraan proses pendidikan. Akibatnya, mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain. Anak - anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Buku dan proses belajar semakin jasuh.

Kondisi ini merupakan kondisi terpuruk dan terburuk bagi sebuah bangsa. Ketika, anak - anak sudah tidakau mengikuti proses, maka secara keseluruhan proses mengalami kegagalan. Anak - anak suka bermain.

Inilah catatan singkat terhadap proses pendidikan dan pembelajaran. Bermain lebih mengasyikan daripada belajar. Oleh karena itu, kita harus mengembalikan roh belajar anak - anaknya.

Srmoga tulisan ini bermanfaat bagi kiya.

Kamis, 08 Juli 2021

MENULIS UNTUK MASA DEPAN

Menulis itu kegiatan yang dapat dilakukan kapan dan dimanapun.  Kegiatan sebenarnya dapat dilakukan siapapun, bahkan anak kecil sudah dapat menulis, walaupun masih berupa coretan - coretan tak bermakna. Ini merupakan pengertian awal dari menulis, tetapi pengertian itu berkembang dan lebih terpusat pada kegiatan merangkai kata menjadi kalimat dan paragraf. 

Kegiatan menulis diartikan sebagai kegiatan mengarang cerita, ulasan. reportase, tanggapan, pengungkapan rasa hati, dan sebagainya yang bermakna. Kebermaknaan tulisan tergantung pada jenis tulisan yang dibuat. Untuk pengertian yang demikian itu, tidak semua orang dapat melakukannya. Tetapi, kegiatan menulis pada dasarnya adalah keterampilan. Oleh karena itu setiap orang berpotensi untuk dapat menulis, jika sudah mengenal abjad dan kosa kata. Tentu saja dengan syarat yang bersangkuta tidak boleh malas berlatih.

Kegiatan menulis memang sebuah keterampilan. Seseorang dapat terampil menulis karena setiap saat berlatih menulis. Semakin intens berlatih menulis, maka semakin piawai dalam menulis. Tidak berbeda dengan keterampilan - keterampilan lainnya, harus berlatih dan berlatih. Jika kita ingin terampil mengendarai sepeda, maka kita harus berlatih pantang mundur. Bahkan sampai berdarah - darahpun kita lakukan. Begitu juga gambaran untuk dapat menulis. 

Jangan Berhenti Menulis

jangan berhenti menulis, ini merupakan petuah yang sangat tepat agar kegiatan menulis kita lancar. Menulis sebagaibsebuah keterampilan membutuhkan pelatihan yang terus menerus agar tidak tersendat lahi. Seseorangnyang sudah jago dalam kegiatan menulis karena jarang berlatih. Mereka pasti mengalami kesulitan menulis jika tidak berlatih menulis lagi.

Banyak hal yang dapat kita tulis dari kehidupan kita dan sekitar. Kita tidak akan kehabisan stok materi tulisan. Tema dan ide bergentayangan di sekitar kita. ide dan tema tersebut menunggu untuk dipungut dan dikambangkan dalam bentuk tulisan lengkap.

Jangan takut kehabisan kata yang kita tulis. Kata - kata itu bertebaran di langit pikiran kita. Kata - kata itu melayang - layang memikat kita untuk memungutnya. Seperti gadis cantik yang mondar mandir di.jalan depan rumah agar disapa dan disuruh mampir. Jika kita abai, maka akan menghilang. Kehilangan kata bukan berarti tidak ada kata - kata yang dapat kita pungut. Kondisi ini lebih pada ketidakterampilan kita memilih, memilah, dan memungut kata yang berserakkan.

Jangan berhenti menulis agar semangat tetap terjaga dan keberlanjutan keterampilan semakin mapan.Bukankah semakin sering kita melakukan, maka semakin lancar. Kita tidak dapat mengabaikan pepatah yang tetap sesuai di setiap masa, yaitu ala bisa karena biasa. Kita bisa melakukan sesuatu karena kita biasa melakukannya. Semakin sering melakukan, maka semakin bisa, bahkan tidak sekedar bisa melainkan terampil.

Kegiatan menulis sebenarnya kegiatan purba, tetapi masih tetap relevan dengan perkembangan jaman. Pada setiap jaman, kegiatan menulis merupakan pekerjaan penting. Bahkan. sejarah membuktikan bahwa karena tulisan, maka kita dapat mengetahui yang sudah berjauh. Jauh di masa silam. Walaupun sebuah peradaban telah hilang, tetapi jika ada tulisan tentang pwradaban tersebut, maka dapat dijejaki lebih lanjut.

Kegiatan Menulis Membangun Masa Depan

Menulis dapat juga dapat.dikatakan sebagai kegiatan yang berorientasi ke masa depan. Dengan kegiatan menulis, maka kita dapat membuat gambaran kerangka dasar kehidupan di masa depan dan merekonstruksi kehidupan masa lalu. Begitu kuatnya pengaruh kegiatan menulis pada kehidupan sehinhga pada jaman dahuli, penulis ditempatkan pada posisi sosial yang tinggi. Kemanapun penguasa pergi, maka penulis mengikutinya. Kalau saat sekarang, penulis2 bebas ada di mana - mana, yaitu para pewarya atau wartawan.

Dengan kemampuan menulis.yang kita miliki, kita dapat menciptakan dunia baru, bahkan kehidupan baru. Sebuah tulisan merupalan hasil dari pemikiran yang mendalam mengenai permasalahan tertentu. Hasil pemikiran yang tertulis atau tersurat jika dibaca orang pasti akan memberikan pengaruh yang besar. Sebuah tulisan dalam bentuk tulisan dapat memberikan pengaruh yang besar dan kuat pada seseorang sehingga melakukan sebagaimana isi tulisan. 

Ada satu karya tulis yang sampai sekarang diakui relevansi dan bahkan dijadikan sebagai rukukan, yatu tulisan Jaya Baya. Banyak kejadian - kejafian dalam hidup kita temukan sudah tertulis di karya Jaya Baya. Jaya Baya dengan kemampuannya membaca alam. diikatnya hadil bacasn dalam bentuk tulisan.Jaya Baya menulis pada jamannya, ternyata masi relevan dengan kondisi sekarang.

Kita menulis untuk masa depan. Setiap tulisan yang kita selesaikan merupakan salah satu cara kita memasuki dunia di depan. Kita dibekali dengan kemampuan intelek sehingga dapat memandang masa secara proporsional. Hal tersebut karena kita dibekali dengan kemampuan berkhayal yaitu kemampuan untuk membayangkan, bahkan merekonstruksi maya yang belum nyata. Upaya merekonstruksi maya.ini merupakan wujud dari kemampuan berkhayal, membayangkan yang tidak, belum ada sehingga seakan - akan ada, dan. itu sangat mudah jika diwujudkan dalam tulisan. Kemampuan otak kita untuk menyimpan, mengingat sangat terbatas sehingga berpotensi lupa,maka tulisan merupakan upaya menjaga keabadian kondisi.

Banyak hal yang kita miliki,m anfaatkan dalam kehidupan mwrupakan jasil daro khayalan masa lalu. Kita dapat saja berkhayal tentang motor yang dapat terbang atau kita yang dapat berpindah tempat dengan alat pengirim diri , transporter, walau sudah dikhayalkan dalam film star trek.

Selamat berkarya, selamat menulis. Para penulis mempunyai kemampuan untuk mengkondisikan kehidupan. Kalau ingin melakukan perubahan pola kehidupan,maka menulislah tentang perubahan yang kita inginkan. Lantas, publikasikan ke masyarakat.

Sabtu, 19 Juni 2021

PASAR SEBAGAI SUMBER.INSPIRASI

Pasar dikatakan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Berbagai kegiatan ekonomi dilakukan di lingkungan pasar. Begitu juga, bermacam manusia dengan berbagai profesi juga ada di pasar. 

Pasar tidak pernah berhenti bergerak. Setiap saat orang bergerak dengan berbagai keperluan. Sejak pagi hingga pagi lagi, pasar masih punya nyawa. Orang-orang sepertinya tidak pernah habis kebutuhan hidup. Ada yang untuk memenuhi kebutuhan hidup harian, tapi ada juga yang belanja kulakan. Belanja kulakan adalah satu kegiatan ekonomi yang berarti membeli barang-barang untuk dijual lagi. 

Jika kita memperhatgnnvikan hal ini dan juga hal-hal lain yang ada di lingkungan pasar maka banyak hal pula yang dapat kita dokumentasikan, baik dalam bentuk gambar maupun tulisan. Kita dapat merekam semua yang ada di pasar dalam dua bentuk tersebut. 

Terkhusus untuk kegiatan menulis, maka kita dapat merekam semua kegiatan dalam bentuk tulisan. Kita dapat merekam secara detail semua sudut, sisi, obyek, dan kegiatan lainnya. Ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi kehidupan. Kepentingannya adalah terekamnya sebuah sejarah kehidupan di pasar itu. 

Dengan kemampuan kita meramu kata dan kalimat, maka rekaman tersebut dapat memikat kita untuk ikut merasakan isi tulisan. Seperti kita ketahui, karya tulisan dapat merangsang daya khayal yang ada dalam otak kita. Pada saat kita membaca, pada saat itulah otak merespon dengan gambaran-gambarannya. Rekaman lama yang tersimpan dalam memori otak akan muncul melengkapi proses membaca yang kita lakukan.

Tentunya, sebagai penulis, keberadaan pasar sangat membantu kita untuk menemukan beragam obyek tulisan. Kita dapat menulis berbagai obyek yang kita perhatikan di pasar. 

Kondisi Dinamis sebagai Sumber Tulisan

Pasar itu sumber inspirasi.yang tidak pernah habis. Hal ini karena lingkungan pasar sangar dinamis. Kedinamisan tersebut karena keragaman karakter orang yang ada di pasar. Di samping keragaman orang, juga keragaman barang yang ada di pasar.

Keragaman orang membawa pengaruh pada kedinamisan pola pergaulan. Beragam orang membawa karakter masing- masing. Karakter inilah yang menciptakan suasana.yang dinamis. Setiap hari, pola pergaulan mengalami perbedaan sebab permasalah hidup dan pemecahannya berbeda. 

Setiap perubahan yang terjadi, jika kita serap merupakan sumber tulisan kita. Dengan karakter yang berbeda, maka pola interaksi dan komunikasi selalu berbeda. Perbedaan inilah yang dapat kita jadikan sebagai sumber tulisan. 

Untuk hal tersebut, kita harus sering datang ke pasar untuk menangkap berbagai kejadian. Oleh karena itulah, Kita terus berusaha menyerap karakter dan mengikatnya dalam tulisan. Kegiatan mengikat informasi merupakan kegiatan menulis. Setiap kali kita datang ke pasar, maka selalu ada informasi yang perlu.kita catat, tulis.

Jumat, 18 Juni 2021

MENJAGA EKSISTENSI DENGAN MEMBICARAKAN ORANG.LAIN

Kita harus menjaga eksistensi dalam kehidupan. Upaya menjaga eksistensi ini bertujuan agar kita tidak termasuk dalam generasi yang hilang, the lost generation. Hal ini sudah banyak terjadi dalam kehidupan ini. 

Berbagai upaya dilakukan agar tidak terjadi kehilangan generasi. Salah satu upaya adalah dengan secara intens membicarakan orang lain. Lha, bagaimana dapat terjadi seperti itu? Kita sangat menyadari bahwa membicarakan orang lain dilarang. Pelarangan itu terkait dengan banyaknya kejadian yang berawal dari kebiasaan membicarakan orang lain.

Lantas, bagaimana kita dapat menjaga eksistensi jika kita tidak membicarakan orang lain? Bagaimana kita tetap dianggap ada jika orang lain tidak membicarakan kita? Jika sudah tidak ada orang yang membicaralan kita, berarti kita sudah dianggap tidak ada. Tidak ada lagi orang yang membicarakan kita. 

Saat orang-orang sudah tidak membicarakan kita, orang lain tidak mengenal kita. Orang lain tidak akan pernah tahu keberadaan kita. Kita seakan ditelan bumi. Kita hilang dari kehidupan. Kita dapat mengambil contoh pemain sepak bola yang pada masa jayanya banyak dibicarakan orang. Semua orang mengenalnya. Tetapi, ketika pain bola menggantung sepatu atau karena sesuatu hal dan tidak dapat bermain bola lagi, maka keberadaannya tidak diketahui masyarakat. Mengapa dapat terjadi seperti itu? Jawabnya, karena tidak ada lagi orang lain yang membicarakannya.

Kita memang harus membicaralan orang lain agar keberadaannya terjaga dalam kehidupan. Orang yang selalu dibicarakan orang lain akan terus dikenal orang lain. Setiap saat namanya muncul dalam kehidupan, baik dalam pembicaraan lisan maupun pembicaraan tertulis. Semakin sering dibicarakan, semakin muncul di atas permukaan hidup. Kita seringkali mendapatkan hal tersebut, terutama dalam bidang entertaiment. Para pesohor yang sudah masuk dalam kelompok tidak dikenal, tenggelam pamornya,  tiba-tiba membuat sensasi untuk memunculkan kembali namanya. 

Sensasi yang dibuat oleh para pesohor yang sudah tenggelam itu dapat berubah pernyataan atau perbuatan-perbuatan di luar kebiasaan. Sensasi tersebut lantas dieksplore dalam kehidupan, dari mulut ke mulut ataupun media massa, dan media sosial. Akibatnya, banyak orang membicarakannya. Kondisi ini menyebabkan naiknya lagi namanya di masyarakat dan dikenal lagi.

Kita memang harus menjaga eksistensi atau keberadaan diri dalam kehidupan ini. Jangan sampai hilang ditelan kehidupan. Oleh karena itu, kita harus membicarakan orang lain. Bagaimana dapat membicarakan orang lain menjadikan kita tetap ada dalam kehidupan?

Pada kenyataannya, pada saat kita membicarakan orang lain, maka orang lain mengenal kita sebagai narasumber pembicaraan. Orang-orang akan berusaha mendapatkan informasi terkait obyek pembicaraan. Dengan cara seperti ini, maka kita dikenal oleh orang lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita membicarakan orang lain agar keberadaan kita tetap terjaga.

Tetapi, ada satu catatan yang harus kita jadikan patokan, yaitu kita membicarakan hal-hal positifnya. 

Senin, 10 Mei 2021

MENGUMPULKAN YANG TERCECER

Hidup ini adalah mozaik. Ada banyak bagian yang tercecer tidak karuan. Bagian-bagian itu tersebar begitu saja. Ada bagian yang cecerannya saling dekat. Ada bagian yang cecerannya saling jauh, bahkan tidak tahu dimana tempatnya. 

Bagian-bagian tersebut harus disatukan agar hidup tertata. Memang tidak.mudah untuk menyatukan hal hal yang tercecer. Setidaknya ada 2 (dua) hal yang harus kita pelihara untuk dapatbmenatanya, yaitu kemauan dan kemampuan.

Terkait dengan kedua hal tersebut, sebenarnya setiap orang memilikinya dalam diri masing masing. Permasalahannya adalah tentang pembiasaan untuk memelihara dan mengembangkan kedua aspek tersebut. Seringkali terjadi, banyak dari kita yang enggan melakukan hal tersebut, memelihara dan mengembangkan. Banyak dari kita yang langsung patah arah saat mengalami kesulitan untuk mengumpulkan ceceran Mozaik kehidupan.

Kita memang tidak boleh gampang patah arah, bagaimanapun kondisi yang kita hadapi dalam kehidupan. Hidup itu merupakan mozaik, yang salah satunya berupa permasalahan. Permasalahan tersebut harus kita pasangkan dengan penyelesaiannya, sementara kita hanya punya permasalahan. Oleh karena itu, kita harus mengumpulkan penyelesaian agar permasalahan tuntas. Begitu juga untuk aspek aspek yang lain, harus kita carikan pasangannya.

Dan, kegiatan menulis merupakan salah satu cara.kita untuk memasangkan penyelesaian dengan permasalahan. Kita tuliskan permasalahan, lantas kita analisa untuk menemukan langkah atau jenis penyelesaian yang sesuai. Kegiatan menulis ini sebenarnya tidak hanya upaya menyelesaikan permasalahan diri sendiri. Kegiatan menulis merupakan upaya membantu orang lain untuk menyelesaikan permasalahan, yang mungkin sama dengan masalah kita.

Kita dapat membayangkan betapa pentingnya kegiatan menulis untuk kehidupan.

Selasa, 20 April 2021

MENJAGA DAN MENGEMBANGKAN SEMANGAT MENULIS

Menulis merupakan kegiatan multienergi dan multiaspek. Untuk menulis, maka dibutuhkan energi yang luar biasa. Jika energi yang kita miliki sedikit atau terbatas, seringkali kegiatan menulis mandeg di tengah perjalanan. Tulisan terbengkalai. Kita telah kehabisan energi. Apa yang terjadi jika kita kehabisan energi? Loyo. Ya, kita loyo dan tidak mampu melanjutkan kegiatan.

Energi sangat dibutuhkan untuk setiap kegiatan hidup. Setiap kegiatan membutuhkan energi, termasuk kegiatan menulis. Ketika kita memutuskan untuk menulis, maka.kita harus menyediakan energi yang cukup. Oleh karena itu, kita harus berhitung energi sebelum.mulai menulis. Jangan sampai kita tersengal-sengal dalam perjalan menulis dan akhirnya diam di tempat.

Akhirnya, hasil tulisan tidak berlanjut. Layar komputer kita tutup atau halaman kertas. Kita diterkam rasa.putus asa, bahkan marah sebab tidak mampu meneruskan tulisan. Akhirnya, tulisan kita lupakan, tidak berlanjut sama sekali. Padahal, kita sudah bersusah payah mencari ide tulisan.

Minggu, 18 April 2021

BAKAR SAJA KEMALUANMU

Banyak orang mengatakan bahwa dia ingin sekali menulis. Dia ingin menuangkan berbagai ide yang bersarang di dalam otaknya. Dia merasakan bahwa.ide-ide itu terus mendesaknya untuk merekamnya dalam bentuk tulisan. Tetapi, dia mengaku tidak dapat menulis!

Benarkah kondisi tersebut dialami seseorang? Benarkah seseorang tidak dapat penulis? Ini merupakan sesuatu yang muskil sebab ketika ditanyakan latar pendidikan, rata-rata sudah mengikuti proses pendidikan, yang berarti mempunyai kemampuan untuk menulis, membaca, dan menghitung.

Tiga hal di atas merupakan kemampuan dasar yang dimiliki seseorang setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, sesungguhnya setiap orang mempunyai kemampuan untuk menulis. Tetapi, yang perlu kita pahami dalam hal ini adalah tingkatan dari kemampuan menulis.

Sejak kita mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran, kita sudah dibimbing untuk menguasai 3 (tiga) hal di atas, yaitu menulis, membaca, dan menghitung. Permasalahannya ada pada saat diterapkan dalam kehidupan. Kemampuan menulis yang kita dapatkan dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah kemampuan dasar. Oleh karena itu, kita harus meningkatKan kemampuan tersebut agar dapat ditetapkan dalam kehidupan.

Memang, kemampuan menulis yang kita dapatkan di bangku pendidikan adalah kemampuan dasar dan menjadi kewajiban kita untuk meningkatkannya. Proses peningkatan dapat kita lakukan dengan menerapkan secara langsung kemampuan dasar tersebut. Kita harus menulis tentang berbagai hal dalam kehidupan. 

Tetapi, hal ini pun ternyata masih menghadapi hambatan dari mereka. Mereka selalu mengatakan malu pada saat mulai menulis. Mereka membayangkan respon pembaca setelah membaca hasil tulisannya. Hal ini dIanggap sebagai sesuatu yang memalukan dan menjatuhkan harga dirinya.

Sesungguhnya, hambatan terbesar dari keinginan menulis adalah malu. Jika kita diterlam rasa malu, maka sulit sekali menulis. Ada gunung tinggi yang menjulang dan menghalangi keinginan. Tetapi, apakah mereka mengetahui hal tersebut?

Rasa malu memang menjadi bagian integral diri setiap orang. Artinya, setiap orang mempunyai rasa malu untuk melakukan sesuatu. Jadi bukan hal yang aneh. Tetapi, adalah sesuatu yang aneh ketika seseorang yang dikenal pemalu ternyata mempunyai kemampuan tampil di depan umum secara sempurna.

Bagaimana seseorang yang pemalu dapat melakukan hal tersebut?

Mereka membakar kemaluannya! Ya, mereka yang pemalu dapat tampil sempurna di hadapan umum karena berhadil membakar kemaluannya. Mereka menghanguskan rasa malu yang mencengkeram hati. Mereka harus berjuang sekuat tenaga dalam waktu yang relatif. Perubahan kondisi tersebut tidaklah instan. Tidak seperti membalik telapak tangan.

Membakar kemaluan memang cara cepat dan tepat untuk dapat tampil optimal. Begitu juga halnya dalam kegiatan menulis. Kita harus membakar kemaluan atau rasa malu kita dengan menulis dan menulis. Kita harus intens menulis dan mengabaikan rasa malu. Setelah kita menulis, maka kita publikasikan. Langkah mempublikasi tulisan merupakan langkah membakar kemaluan kita. Setiap kali selesai menulis, maka.kita publikasikan. Jaman sekarang, untuk publikasi karya sangatlah mudah sebab media sosial, medsos sudah terbuka lebar pintunya.

Dengan mempublikasi tulisan di.media sosial, maka kemampuan menulis terasah dan dapat menjadi tajam. Ketajaman kemampuan ini pada akhirnya akan menghanguskan kemaluan kita. Kita akan terlahir ulang sebagai orang yang percaya diri. 

Semoga kita dapat terlahir ulang sebagai sosok yang percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki.


Gembongan, 18 April 2021

Sabtu, 17 April 2021

MENGAPA KITA MENULIS

Mengapa kita menulis? Sebuah pertanyaan yang menarik untuk diulas. Umumnya, pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya 'mengapa' membutuhkan jawaban berupa alasan. Alasan sehingga kita harus melakukan kegiatan menulis.

Untuk meningkatkan kualitas.diri, kegiatan menulis dijadikan sebagai cara untuk mengasah diri. Kita.memang harus rutin mengasah kemampuan menulis agar pikiran kita tidak tumpul. Pikiran dapat kita gambarkan sebagai pisau. Jika pikiran kita biarkan tanpa pemakaian yang tepat pasti tumpul. 

Pikiran kita memang dapat tumpul jika tidak pernah dipakai. Tetapi, semakin sering dipakai akan semakin tajam. Rutinitas dalam proses menulis menjadikan pikiran sebagaimana pisau diasah. Semakin sering diasah, semakin tajam.

Demikian halnya dengan menulis, jika kita rutin menulis, maka.pikiran kita semakin tajam. Kata-kata kita semakin bernas dan pilihan diksi kata semakin cepat dan tepat. Rangkaian kata akan menjadi kalimat yang menarik, memikat pembaca. Kata dan kalimat mengalir secara cepat.

Permasalahannya adalah pertanyaan urgen tentang alasan mengapa kita menulis. Tidak jarang kita dipaksa untuk melakukan kegiatan menulis. Pemaksaan ini situasional. Mungkin kita dituntut oleh profesi kita untuk melakukan kegiatan menulis sebagai konsekuensi profesi. Kita menulis karena harus bersikap profesional. 

Pada sisi lainnya, kegiatan menulis.kita lakukan karena keinginan untuk berbagi kemampuan. Kita berharap kemampuan yang kita miliki juga dimiliki orang lain. Untuk hal tersebut, maka dapat kita lakukan dalam bentuk tulisan. Kita merasa bahwa pengetahuan yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain. 

Selain itu, kita menulis karena kita harus hidup. Untuk hidup, maka kita harus makan. Sementara itu, untuk makan harus ada dana. Dan, menulis merupakan cara untuk mendapatkan dana untuk makan.

Selanjutnya  kita tinggal menentukan alasan menulis. Bagaimana? Apakah Anda sudah mempunyai alasan menulis?

Gembongan, 17 April 2021



MENULIS HAL YANG INGIN DITULISKAN

Tentunya setiap yang kita lakukan didasari alasan yang kuat. Alasan inilah yang menjadikan kita bersikukuh untuk melakukannya. Alasan ini pada dasarnya bersumber pada kebutuhan diri pribadi. Alasan ini menjadi motivasi diri. Dengan motivasi ini, maka semangat tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembangnya semangat mendesak diri untuk berbuat sesuatu.

Ada banyak hal yang dapat menjadi alasan kita melakukan sesuatu. Alasan ini tertanam dalam hati dan menjadi pompa yang mendesakkan fluida hingga kita bergerak. Niat dan kemauan adalah alasan dasar. Sementara itu ada alasan lain, yaitu visi dan misi seseorang.

Visi dan misi ini sebenarnya energi pendorong niat dan kemampuan. Dengan mencanangkan visi dan misi dalam hidupnya, maka seseorang terlecut untuk mewujudkan niat dan kemampuannya. Dia munculkan niat dan kemauannya sehingga semua orang mengetahui dan memahami apa yang sesungguhnya diinginkan orang tersebut.

Dalam kaitan dengan kegiatan menulis, maka.yang harus ditekankan oleh penulis adalah menulis apapun. Kita harus menulis apapun. Tetapi akan lebih efektif jika kita menulis segala yang.kiya.ingin tulis. Menulis sesuatu yang tidak kita inginkan akan membawa dampak negatif.

Lakukan apa yang Kau ingin lakukan. Jangan melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak engkau inginkan.
Melakukan sesuatu yang kita inginkan memungkinkan jiwa dan hati kita nyaman. Sementara itu, jika kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan pasti berat. Terasa berat sebab hati dan jiwa tidak nyaman. 

Melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan membuat kita tersiksa. Bagaimana kita dapat melakukan kegiatan secara optimal jika kita tersiksa?

Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat menulis secara optimal dan efektif? Pertanyaan ini, sebenarnya milik kebanyakkan orang. Mereka tidak mau menulis karena tidak ingin menulis. Kalaupun mereka mengatakan ingin menulis, sesungguhnya itu tidak lebih dari pemanis bibir. Oleh karena itu, jika kita ingin menulis, maka tulislah apa yang ingin kita tulis. Kangan menulis sesuatu yang tidak kita inginkan

Segeralah menulis segala yang ingin segera Anda tulis. Jangan menunggu sampai Anda dapat menulis. Menulis saja secara konsisten, maka kemampuan menulis alan muncul dan Anda miliki. Menulis itu sebuah keterampilan, berarti semakin sering kita menulis, maka kita akan semakin mudah menulis.

Sekali lagi, untuk menulis, maka tulislah segala yang kau inginkan untuk ditulis. Jangan tunggu sampai Anda mampu menulis! Lakukan saja, maka kemampuan menulis akan lahir. Setelah itu, kita tingkatkan asupan makan/ membaca agar tidak loyo.

Gembongan, 11 April 2021

#kobatumosar

Minggu, 07 Maret 2021

MENULIS ITU SEHAT

Mungkin banyak orang beranggapan bahwa judul tulisan saya kali ini sangat bombatis. Bahkan tidak sedikit yang mengatakannya sebagai kebohongan publik. Biarkan saja hal tersebut. Itu merupakan respon positif terhadap sebuah tulisan. Bagi saya, kondisi itulah yang saya alami dan rasakan. Semakin banyak menulis, saya semakin sehat.

Saya memang belum  melakukan penelitian khusus mengenai pengaruh langsung kegiatan menulis dengan kesehatan tubuh. Tetapi, berdasarkan pengalaman yang saya alami dan rasakan, maka saya dapat mengatakan begitulah kenyataannya.

Menulis merupakan kegiatan psikis, yaitu kegiatan yang melibatkan secara langsung faktor psikis kita. Faktor psikis dalam kita katakan sebagai faktor kejiwaan. Kita ingat pada sebuah pepatah, Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Pepatah ini sebenarnya kurang lengkap dan perlu ditambahkan: jika jiwa kita sehat, maka tubuh kita akan sehat.

Terkait dengan hal tersebut, maka kegiatan menulis mampu memberikan kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan menyeluruh yang kita maksudkan dalam hal ini adalah kesehatan tubuh dan jiwa. Kedua aspek ini saling terkait sehingga jika ada salah satu yang tidak sehat, maka yang satunya ikut tidak sehat.


Sabtu, 09 Januari 2021

MENULIS HAL IKHWAL ORANG LAIN

Menulis dapat memperoleh sumber dari banyak obyek dan subyek. Obyek dan subyek tulisan ini merupakan sesuatu yang mempermudah kita menulis. Hal ini karena kita mudah sekali mengapresiasi segala yang nampak daripada khayalan. Menulis dengan obyek dan subyek ny Dcdata  dapat membantu kita mengungkapkan banyak hal. Cara ini sangat membantu penulis yang kesulitan mengeksplore daya khayalnya.  Tidak semua orang mempunyai kemampuan berkhayal yang bagus sehingga hal tersebut dapat menghambat proses kreatif menulisnya. Tetapi berbeda dengan menulis berdasarkan obyek dan subyek nyata. Berdasarkan obyek dan subyek tulisan, maka kita dapat mengungkapkan apresiasi kita. 

Menulis jenis ini merupakan model menceritakan sesuatu. Kita melihat sesuatu dan selanjutnya mengungkapkan respon kita secara tertulis. Setiap kali pancaindera kita mendapatkan rangsangan dari luar, maka segera meresponnya. Ini merupakan sesuatu yang alami. Respon yang diberikan dapat bersifat aktif, tetapi dapat juga bersifat pasif. Sifat respon ini sesungguhnya tergantung pada kebutuhannya. Respon aktif diartikan bahwa pada saat kita mendapatkan rangsangan dari.luar diri, maka langsung memberikan respon secara verbal.maupun secara motorik. Kita dapat berteriak atau berkomentar lisan. Pada situasi yang lain kita dapat melakukan kegiatan motorik sebagai bentuk respon secara langsung. Misal pada saat melihat sebuah kecelakaan, respon kita langsung berteriak atau membantu korban kecelakaan.

Sifat atau bentuk respon kedua adalah respon pasif. Respon pasif ini mengedepankan kemampuan intrinsik dalam diri, salah satunya adalah kemampuan menyimpan kenangan atas sesuatu hal. Setiap kita mendapatkan rangsangan, stimulus dari luar, maka  kita merespon dengan menyimpannya sebagaj masukan untuk memori otak. Setiap hal dimasukkan ke dalam memori otak menjadi sebuah memori atau kenangan. Memori atau kenangan inilah yang menjadi catatan otak kita.

Tetapi, satu hal.yang perlu kitaperhatikan terkait penyimpanan memori dalam otak. Hal yang dimaksudkan adalah kemampuan menyimpan dan memunculkan lagi atau kita sebut sebagai daya atau kemampuan mengingat. Kita sangatlah lemah dalam mengingat atau memanggil ulang simpanan memori dalam otak kita.

Kita sangat menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, maka kita menggunakan kemampuanmenulis untuk menyimpan semua kenangan atau kejadian. Menulis merupakan upaya untuk mengikat atau menyimpan setiap kejadian dalam benruk tulisan. Dengan bentuk tulisan, maka setiap saat kita dapat membaca ulang sehingga setiap kejadian dapat kita ketahui kembali. Bahkan, orang lain dapat ikut membaca ulang tulisan kita dalam waktu dan generasi yang berbeda. Untuk hal ini, ada penulis yang mengatakan bahwa menulis itu kerja keabadian. Oleh karena itulah, maka kita harus mampu menulis afar setiap kejadian dapat kita tulis dan setiap generasi dan membaca ulang dan memahami kondisi saat tulisan dibuat. Dan, menulis ikhwal orang lain merupakan langkah yang menuntut kita mengapresiasi swtiap kehidupan orang lain dan mengikatnya dalam.bentuk buku.

Selasa, 05 Januari 2021

WAKTU - WAKTU UNTUK MENULIS

Banyak cara dilakukan orang untuk mengefektifkan waktu saat kegiatan menulis. Cara setiap orang adalah kekhasan masing-masing. Cara-cara itu merupakan hasil dari proses adaptasi yang relatif panjang sehingga ditemukan cara tersebut. Proses panjang ini merupakan perjuangan berkelajutan yang diresapi sebagai pengalaman diri. Dan, pengalaman diri inilah yang tersaring sehingga ditemukan cara-cara khas yang membuatnya mudah melakukan kegiatan. Cara mudah tersebut selanjutnya menjadi kekhasan masing-masing penulis. Contah-contoh kekhasan penulis dalam kegiatan menulis adalah:

1. Menulis di pagi hari.
Beberapa penulis menjadikan pagi sebagai waktu yang tepat untuk menulis. Berbagai alasan mereka ungkapkan terkait kegiatan menulis di pagi hari. Salah satu alasannya adalah bahwa pada pagi hari pikiran masih segar. Kesegaran pikiran ini membawa pengaruh pada kelancaran proses menulis. Pada saat bangun tidur, pikiran memang segar sebab sudah diistirahat selama semalam dalam tidur. Pada saat tidur itulah, syaraf-syaraf yang tegang setelah seharian menghadapi permasalahan diistirahatkan. Ketegangan syaraf diuraikan sehingga kendur. Jika syaraf pikiran sudah kendur, maka kita mengatakannya sebagai pikiran yang segar.

Pada saat pikiran kita masih segar, maka proses berpikir otak kita ringan dan banyak.pemikiran yang muncul. Jika pada saat itu kita menulis, maka ide-ide yang ada dalam pikiran dapat mengalir lancar. Di samping itu, semangat menghadapi suasana baru membuat kita begitu ringan berproses. Kosa kata yang tersimpan dalam otak kita berkelindan dengan berbagai ide sehingga melahirkan kalimat-kalimat bernas terkait sebuah ide. 

Itu merupakan salah satu alasan menulis di pagi hari. Tentunya masih banyak alasan lain yang dijadikan penulis sebagai alasan menulis dipagi hari. Bagaimana dengan Anda?

2. Saat tengah malam၊ 
Malam juga menjadi pilihan waktu bagi beberapa penulis untuk bergiat menulis. Ada banyak alasan mereka sampaikan memilih waktu malam untuk menulis. Beberapa alasan yang swring disampaikan adalah karena siang dihabiskan untuk bekerja, untuk mereka yang menempatkan kegiatan menulis sebagai kegiatan sampingan. Tetapi, yang sering juga kita dengar sebagai alasan adalah karena malam adalah waktu yang sunyi. Kesunyian malam dijadikan sebagai kondisi yang sangat mendukung kegiatan menulis. Kesunyian malam mampu menciptakan ketenangan pikiran sehingga memudahkan proses kreatif menulis. 

Kesunyian malam diyakini dapat mendorong tingkat konsentrasi lebih tinggi. Hal ini karena dalam kondisi sunyi, maka pikiran tidak terpengaruh oleh suara-suara yang tidak dibutuhkan dan cenderung memecah tingkat konsentrasi otak. Penulis terganggu.oleh suara-suara sehingga ide tulisan berbenturan dengan suara-suara. Sementara itu, jika suasana sunyi, maka otak kita tidak terpecah konsentrasinya. Ide atau gagasan dapat terbentuk dalam otak dan syaraf motorik mengubahnya dalam bentuk tulisan. Seperti.kita ketahui, sesungguhnya pada saat kita menulis, rangkaian kata sudah antri dalam.otak, pikiran kita untuk dituliskan. Pada saat kita menuliskan satu kata, maka kata kedua sudah siap untuk dituliskan. Begitu juga, saat kata kexua kita tuliskan, maka kata ketiga sudH antri untuk dituliskan. Begitu seterusnya sehingga menjadi kalimat, alenia, dan seterusnya menjadi karya tulis kita.  Suasana malam sangat mendukung proses tersebut. Oleh karena itu, beberapa penulis memilih malam sebagai waktu yang tepat untuk proses menulis.

3. Saat berada di tempat tertentu
Setiap tempat memberikan rangsangan khas bagi setiap orang. Rangsangan khas tersebu dapat berupa kenangan dan pengaruh psikis. Kekhasan suatu tempat kadang melahirman sugesti tingkat tinggi sehingga penulis hanya dapat menulis saat berada di tempat tersebut. Untuk tempat ysnglain tidak mampu mengangkat daya kreatifitas menulisnya. Bahkan, mereka mengalami kekosongan. Mereka sama sekali tidak berkutik saat berada di suatu tempat. Sementara dari mereka mengatakan kehilangan 'mood' saat berada di tempat tersebut.

Memang, pengaruh suatu tempat merupakan sugesti alam terhadap pikiran kita. Alam menstimulus pikuran kita sedemikian rupa sehingga terkunci pada satu kondisi yang niscaya. Hal ini karena level frekuensi otam kita berimpit dengan kevel frekuensi tempat tersebut. Oleh karena itu, beberapa penulis mencari dan menuju tempat tertentu agar dapat mengeksplore kreativitad menulisnya. 


Waktu-waktu untuk menulis memang merupakN kekhasan setiap penulis. Mereka menemukan waktu tepat tersebut sebagai hasil proses yang terus-menerus dan membutuhkan waktu yang lama.

Bagaimana dengan Anda?

Gembongan, 5 Januari 2021
#kobatumosar

Minggu, 03 Januari 2021

CATATAN PERJALANAN

Untuk mewujudkan sebuah tulisan, sebenarnya dapat kita ikat dari berbagai sumber. Hal ini karena sesungguhnya, segala yang kita serap melalui panca indera kita adalah sumber tulisan. Kita dapat menulis banyak hal berdasarkan stimulus atau rangsangan yang diterima indera kita. Oleh karena itu, adalah satu kebohongan jika ada yang mengatakan tidak mempunyai ide untuk ditulis.

Alam sudah memberikan sarana dan kemampuan yang lengkap pada kita. Hanya orang yang malas, tidak dapat menjadikan sarana dan kemampuan tersebut sebagai karya. Sesungguhnya, setiap kali ada rangsangan dari luar diri, dalam diri kita tumbuh respon. Respon inilah yang sesungguhnya merupakan kemampuan dasar kita. Respon inilah yang seharusnya kita kembangkan sehingga menjadi kemampuan lanjut. Kita diberikan kemampuan dasar yang sama, tetapi kemampuan lanjutnya sangat tergantung pada segala upaya kita dalam pertumbuhannya. Oleh karena utu, kita dituntut untuk berusaha mengembangkan diri. Apapun harus kita respon dan menjadikannya sebagai kemampuan lanjut. Tetapi, alam akan merespon balik terhadap segala yang kita lakukan. Alam memahami hasil respon diri kita. Jika memang responnya positif dan prospek ke depan bagus, maka kemampuan lanjut tersebut menjadi milik kita. Jika tidak, maka kita tidak dapat memilikinya.

Salah satu sumber yang dapat kitavrespon adalah sebuah perjalanan. Perjalanan merupakan satu rangsangan yang memberikan rangsangan khusus pada kita. Memori otak kita merekam setiap rangsangan sedemikian rupa sehingga tersimpan sebagai kenangan. Kenangan ini merupakan kekayaan yang tidak terkira nilainya, baik untuk diri sendiri.maupun untuk orang lain. Masalahnya adalah kemampuan memori kita terbatas, sehingga seringkali kita kehilangan kenangan tersebut. Kita lupa pada kenangan atau kejadian yang berlalu karena tertumpuk kenangan atau kejadian yang baru. Akibatnya, kita kehilangan kenangan tersebut seumur-umur. Dan, lebih parahnya, kenangan itu merupakan kekayaan pribadi sehingga tidak ada orang lain yang mengetahuinya.  Akibatnya, kenangan itu akan hilang begitu saja, apalagi saat kita sudah kehilangan waktu hidup. Kenangan akan diserap alam dan tidak ada jejak lagi. Kemungkinan yang tertinggal hanyalah nama kita dalam silsilah keluarga, itupun kalau ada yang membuat bagan silsilah keluarga.

Lantas, apa yang harus kita lakukan agar resapan kenangan tersebut dapat abadi?

Kita harus mengikat semua kenangan dalam bentuk tulisan. Kita tulis semua hasil respon terhadap rangsangan alam. Kita catat sebagai catatan perjalanan hidup. Dengan catatan ini, maka respon berupa kenangan dapat diketahui oleh orang lain dan selama catatan tersebut dibaca, maka kenangan kita hidup abadi. Orang-orang mengetahui setiap kejadian hidup yang kita alami sebagi respon terhadap alam. Dan, alam meresponnya sebagai sebuah keabadian. Tidak salah jika Pram mengatakan bahwa menulis itu sebuah keabadian. Menulis itu upaya.untuk mengabadikan segala hal yang terjadi, termasuk keberadaan sang penulis. Orang akan terus merespon obyek tulisan dan subyek tulisan, penulisnya. 
 
Oleh karena itu, mari kita menulis. Ikat semua rangsangan alam dan respon diri kita sebagai sebuah kenangan yang tertulis. Kita harus sadar dan ingat bahwa kemampuan otak kita terbatas, dalam artian kita mudah.lupa. Dengan menuliskan semua yang kita lakukan dan alami, maka semuanya dapat dibaca ulang. Dengan dibaca ulang, maka semua.orang setiap generasi dapat mengetahui kenangan atau kejadian hidup. Dan, kekuatan tulisan sangat besar untuk kehidupan kita. Dengan tulisan, kita dapat mengetahui masa lalu dan dapat memperkirakan masa depan. Dengan tulisan, maka segala urusan kehidupan akan lebih mudah dilakukan.

Dan, setiap perjalanan memberikan peluang bagi kita untuk mengikatnya dalam tulisan. Tulisan dapat menjadi sumber informasi untuk sebuah transformasi hidup. Alam memberikan rangsangan pada kita dan kita neresponnya sebagai upaya untuk menghadapi setiap rangsangan itu. Hal ini karena alam memberlakukan hukum sebab akibat. Alam memberlakukan hukum.karma. Alam.memberlakukan hukum timbal.balik. Alam memberikan rangsangan, alam menuntut respon kita terhadap rangsangan tersebut. Itulah hidup dan kehidupan.

Maka, catatan perjalanan menjadi penting untuk hidup dan kehidupan kita. Jangan biarkan setiap rangsangan dan respon kita hilang begitu saja. Kita abadikan dalam bentuk tulisan. Sekali.lagi .kita ingat pesan Pram, menulis itu kerja keabadian.

Gembongan, 4 Januari 2021