Selasa, 20 April 2021

MENJAGA DAN MENGEMBANGKAN SEMANGAT MENULIS

Menulis merupakan kegiatan multienergi dan multiaspek. Untuk menulis, maka dibutuhkan energi yang luar biasa. Jika energi yang kita miliki sedikit atau terbatas, seringkali kegiatan menulis mandeg di tengah perjalanan. Tulisan terbengkalai. Kita telah kehabisan energi. Apa yang terjadi jika kita kehabisan energi? Loyo. Ya, kita loyo dan tidak mampu melanjutkan kegiatan.

Energi sangat dibutuhkan untuk setiap kegiatan hidup. Setiap kegiatan membutuhkan energi, termasuk kegiatan menulis. Ketika kita memutuskan untuk menulis, maka.kita harus menyediakan energi yang cukup. Oleh karena itu, kita harus berhitung energi sebelum.mulai menulis. Jangan sampai kita tersengal-sengal dalam perjalan menulis dan akhirnya diam di tempat.

Akhirnya, hasil tulisan tidak berlanjut. Layar komputer kita tutup atau halaman kertas. Kita diterkam rasa.putus asa, bahkan marah sebab tidak mampu meneruskan tulisan. Akhirnya, tulisan kita lupakan, tidak berlanjut sama sekali. Padahal, kita sudah bersusah payah mencari ide tulisan.

Minggu, 18 April 2021

BAKAR SAJA KEMALUANMU

Banyak orang mengatakan bahwa dia ingin sekali menulis. Dia ingin menuangkan berbagai ide yang bersarang di dalam otaknya. Dia merasakan bahwa.ide-ide itu terus mendesaknya untuk merekamnya dalam bentuk tulisan. Tetapi, dia mengaku tidak dapat menulis!

Benarkah kondisi tersebut dialami seseorang? Benarkah seseorang tidak dapat penulis? Ini merupakan sesuatu yang muskil sebab ketika ditanyakan latar pendidikan, rata-rata sudah mengikuti proses pendidikan, yang berarti mempunyai kemampuan untuk menulis, membaca, dan menghitung.

Tiga hal di atas merupakan kemampuan dasar yang dimiliki seseorang setelah mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, sesungguhnya setiap orang mempunyai kemampuan untuk menulis. Tetapi, yang perlu kita pahami dalam hal ini adalah tingkatan dari kemampuan menulis.

Sejak kita mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran, kita sudah dibimbing untuk menguasai 3 (tiga) hal di atas, yaitu menulis, membaca, dan menghitung. Permasalahannya ada pada saat diterapkan dalam kehidupan. Kemampuan menulis yang kita dapatkan dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah kemampuan dasar. Oleh karena itu, kita harus meningkatKan kemampuan tersebut agar dapat ditetapkan dalam kehidupan.

Memang, kemampuan menulis yang kita dapatkan di bangku pendidikan adalah kemampuan dasar dan menjadi kewajiban kita untuk meningkatkannya. Proses peningkatan dapat kita lakukan dengan menerapkan secara langsung kemampuan dasar tersebut. Kita harus menulis tentang berbagai hal dalam kehidupan. 

Tetapi, hal ini pun ternyata masih menghadapi hambatan dari mereka. Mereka selalu mengatakan malu pada saat mulai menulis. Mereka membayangkan respon pembaca setelah membaca hasil tulisannya. Hal ini dIanggap sebagai sesuatu yang memalukan dan menjatuhkan harga dirinya.

Sesungguhnya, hambatan terbesar dari keinginan menulis adalah malu. Jika kita diterlam rasa malu, maka sulit sekali menulis. Ada gunung tinggi yang menjulang dan menghalangi keinginan. Tetapi, apakah mereka mengetahui hal tersebut?

Rasa malu memang menjadi bagian integral diri setiap orang. Artinya, setiap orang mempunyai rasa malu untuk melakukan sesuatu. Jadi bukan hal yang aneh. Tetapi, adalah sesuatu yang aneh ketika seseorang yang dikenal pemalu ternyata mempunyai kemampuan tampil di depan umum secara sempurna.

Bagaimana seseorang yang pemalu dapat melakukan hal tersebut?

Mereka membakar kemaluannya! Ya, mereka yang pemalu dapat tampil sempurna di hadapan umum karena berhadil membakar kemaluannya. Mereka menghanguskan rasa malu yang mencengkeram hati. Mereka harus berjuang sekuat tenaga dalam waktu yang relatif. Perubahan kondisi tersebut tidaklah instan. Tidak seperti membalik telapak tangan.

Membakar kemaluan memang cara cepat dan tepat untuk dapat tampil optimal. Begitu juga halnya dalam kegiatan menulis. Kita harus membakar kemaluan atau rasa malu kita dengan menulis dan menulis. Kita harus intens menulis dan mengabaikan rasa malu. Setelah kita menulis, maka kita publikasikan. Langkah mempublikasi tulisan merupakan langkah membakar kemaluan kita. Setiap kali selesai menulis, maka.kita publikasikan. Jaman sekarang, untuk publikasi karya sangatlah mudah sebab media sosial, medsos sudah terbuka lebar pintunya.

Dengan mempublikasi tulisan di.media sosial, maka kemampuan menulis terasah dan dapat menjadi tajam. Ketajaman kemampuan ini pada akhirnya akan menghanguskan kemaluan kita. Kita akan terlahir ulang sebagai orang yang percaya diri. 

Semoga kita dapat terlahir ulang sebagai sosok yang percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki.


Gembongan, 18 April 2021

Sabtu, 17 April 2021

MENGAPA KITA MENULIS

Mengapa kita menulis? Sebuah pertanyaan yang menarik untuk diulas. Umumnya, pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya 'mengapa' membutuhkan jawaban berupa alasan. Alasan sehingga kita harus melakukan kegiatan menulis.

Untuk meningkatkan kualitas.diri, kegiatan menulis dijadikan sebagai cara untuk mengasah diri. Kita.memang harus rutin mengasah kemampuan menulis agar pikiran kita tidak tumpul. Pikiran dapat kita gambarkan sebagai pisau. Jika pikiran kita biarkan tanpa pemakaian yang tepat pasti tumpul. 

Pikiran kita memang dapat tumpul jika tidak pernah dipakai. Tetapi, semakin sering dipakai akan semakin tajam. Rutinitas dalam proses menulis menjadikan pikiran sebagaimana pisau diasah. Semakin sering diasah, semakin tajam.

Demikian halnya dengan menulis, jika kita rutin menulis, maka.pikiran kita semakin tajam. Kata-kata kita semakin bernas dan pilihan diksi kata semakin cepat dan tepat. Rangkaian kata akan menjadi kalimat yang menarik, memikat pembaca. Kata dan kalimat mengalir secara cepat.

Permasalahannya adalah pertanyaan urgen tentang alasan mengapa kita menulis. Tidak jarang kita dipaksa untuk melakukan kegiatan menulis. Pemaksaan ini situasional. Mungkin kita dituntut oleh profesi kita untuk melakukan kegiatan menulis sebagai konsekuensi profesi. Kita menulis karena harus bersikap profesional. 

Pada sisi lainnya, kegiatan menulis.kita lakukan karena keinginan untuk berbagi kemampuan. Kita berharap kemampuan yang kita miliki juga dimiliki orang lain. Untuk hal tersebut, maka dapat kita lakukan dalam bentuk tulisan. Kita merasa bahwa pengetahuan yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain. 

Selain itu, kita menulis karena kita harus hidup. Untuk hidup, maka kita harus makan. Sementara itu, untuk makan harus ada dana. Dan, menulis merupakan cara untuk mendapatkan dana untuk makan.

Selanjutnya  kita tinggal menentukan alasan menulis. Bagaimana? Apakah Anda sudah mempunyai alasan menulis?

Gembongan, 17 April 2021



MENULIS HAL YANG INGIN DITULISKAN

Tentunya setiap yang kita lakukan didasari alasan yang kuat. Alasan inilah yang menjadikan kita bersikukuh untuk melakukannya. Alasan ini pada dasarnya bersumber pada kebutuhan diri pribadi. Alasan ini menjadi motivasi diri. Dengan motivasi ini, maka semangat tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembangnya semangat mendesak diri untuk berbuat sesuatu.

Ada banyak hal yang dapat menjadi alasan kita melakukan sesuatu. Alasan ini tertanam dalam hati dan menjadi pompa yang mendesakkan fluida hingga kita bergerak. Niat dan kemauan adalah alasan dasar. Sementara itu ada alasan lain, yaitu visi dan misi seseorang.

Visi dan misi ini sebenarnya energi pendorong niat dan kemampuan. Dengan mencanangkan visi dan misi dalam hidupnya, maka seseorang terlecut untuk mewujudkan niat dan kemampuannya. Dia munculkan niat dan kemauannya sehingga semua orang mengetahui dan memahami apa yang sesungguhnya diinginkan orang tersebut.

Dalam kaitan dengan kegiatan menulis, maka.yang harus ditekankan oleh penulis adalah menulis apapun. Kita harus menulis apapun. Tetapi akan lebih efektif jika kita menulis segala yang.kiya.ingin tulis. Menulis sesuatu yang tidak kita inginkan akan membawa dampak negatif.

Lakukan apa yang Kau ingin lakukan. Jangan melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak engkau inginkan.
Melakukan sesuatu yang kita inginkan memungkinkan jiwa dan hati kita nyaman. Sementara itu, jika kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan pasti berat. Terasa berat sebab hati dan jiwa tidak nyaman. 

Melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan membuat kita tersiksa. Bagaimana kita dapat melakukan kegiatan secara optimal jika kita tersiksa?

Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat menulis secara optimal dan efektif? Pertanyaan ini, sebenarnya milik kebanyakkan orang. Mereka tidak mau menulis karena tidak ingin menulis. Kalaupun mereka mengatakan ingin menulis, sesungguhnya itu tidak lebih dari pemanis bibir. Oleh karena itu, jika kita ingin menulis, maka tulislah apa yang ingin kita tulis. Kangan menulis sesuatu yang tidak kita inginkan

Segeralah menulis segala yang ingin segera Anda tulis. Jangan menunggu sampai Anda dapat menulis. Menulis saja secara konsisten, maka kemampuan menulis alan muncul dan Anda miliki. Menulis itu sebuah keterampilan, berarti semakin sering kita menulis, maka kita akan semakin mudah menulis.

Sekali lagi, untuk menulis, maka tulislah segala yang kau inginkan untuk ditulis. Jangan tunggu sampai Anda mampu menulis! Lakukan saja, maka kemampuan menulis akan lahir. Setelah itu, kita tingkatkan asupan makan/ membaca agar tidak loyo.

Gembongan, 11 April 2021

#kobatumosar