Selasa, 27 Januari 2026

KETIKA PINTU LANGIT TERTUTUP RAPI

KETIKA PINTU LANGIT TERTUTUP RAPI
Mohammad Saroni

Ketika pintu langit tertutup rapi
tak ada lagi jalan untuk pulang
bumi kehilangan jembatan penghubung
langit  pun kehilangan penyangganya

Bunga-bunga kehilangan warna
buah - buah kehilangan rasa
hanya abu-abu menyelimuti langit
tidak ada lagi hitam atau putih

Suara tangis terdengar menyayat
seperti tangisan langit saat hujan
air matanya jatuh menghujam bumi
seperti ujung tombak kehilangan mata

Air langit menggenangi wajah bumi
memasuki semua pori-pori
menerobos hingga lambung terdalam
menyembunyikan semua tanpa kecuali




PINTU SEARAH
Mohammad Saroni

Pintu itu hanya searah
jika kita keluar tak dapat masuk
jika kita masuk tak dapat keluar
karena sesungguhnya hanya Dia yang mengerti

Kita telah melewati satu pintu
berkelana di halaman rumah
kadang hingga tersesat di belantara
tenggelam dalam lautan kehidupan

Kita tidak kembali lewat pintu itu
sebab pintu telah tertutup untuk kembali
maka kita hanya dapat mencari anak kunci
untuk pintu kembali yang belum ketemu

Kadang kita menemukan anak kunci
tetapi tidak semua pintu dapat dibukanya
bahkan seringkali anak kunci itu patah
padahal pintu belum sempat terbuka

Maka, kita kembali susuri jalan kehidupan
mencoba temukan anak kunci yang lain
lantas mencobanya untuk membuka pintu
walau masih sering kita gagal membukanya

Tetapi, hidup mengajari kita untuk berjuang
walau luka sudah mencacah sekujur tubuh
selama pintu masuk belum terbuka
pantang kaki untuk melangkah masuk

Pintu ini pintu searah
Sekali masuk tidak dapat keluar
Sekali keluar tidak pernah dapat masuk
Maka, tunggu pintu-pintu terbuka untuk kita

Gembongan, 20 Februari 2026