Mohammad Saroni
Ketika pintu terbuka
yang pertama mengumandang adalah tangis
entah di pagi, siang, malam atau dini hari
sebuah isyarat tentang kehidupan yang baru
Orang-orang tersenyum dan tertawa
wajah mereka bercahaya penuh bahagia
saling berpelukan penuh kehangatan jiwa
sebab telah datang generasi penerus keluarga
Sementara itu sang penerus menangis
tangisnya memecah langit memaki bumi
dan sang bunda terkulai lemas habis tenaga
mengantarkan sang penerus masuk dunia fana
Ada bahagia di binar wajah bunda
sudut bibirnya tersenyum penuh ketulusan
cermin bidadari surga yang turun di dunia
bahkan pada telapak kakinya ada pintu menuju surga
Ketika pintu terbuka
ada tangis suka cita
ada tangis duka cita
ada tawa penuh bahagia
Mojokerto, 5 Desember 2025
KITA HARUS KELUAR
Mohammad Saroni
Ketika pintu sudah terbuka
tak mungkin lagi kita kembali
sebab pintu itu hanyalah pintu searah
untuk kembali harus lewat pintu yang lain lagi
Menyadari hal itu, kita menangis
kita enggan untuk keluar rumah
sebab dalam rumah terasa begitu nyaman
sedangkan di luar rumah segalanya masih samar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar