Minggu, 15 Mei 2022

SEBUAH PUISI

SESUNGGUHNYA AKU RINDU
Mohammad Saroni

Kalau aku menulis tentang rindu
sesungguhnya aku memang sedang rindu
pada segala yang kuinginkan
pada siang dan malam kelam
atau di penghujung waktu

Ingin yang berkecamuk di hati
telah mencengkeram jiwaku
aku tidak mampu melawannya
sebab ingin itu bagian diriku
bahkan menjadikannya bagianku
apakah tega kau biarkan ingin
sementara hati dan jiwa telah kalah 
dalam peperangan batin

Aku menuliskan semua rasa
tak lagi mampu bersembunyi
bahkan tak dapat menyembunyikan

Sungguh, aku tak mampu
menyembunyikan rinduku
seperti sembunyikan wajah di balik topeng
sungguh, aku tak bisa

Dan, jika aku menulis
bacalah setiap katanya
cermati setiap maknanya
maka sesungguhnya lah aku rindu
setelah perjalanan panjang
setelah waktu berlipat lama
maka, jangan hentikan aku menulis
sebab sakit karena rindu sungguh betapa
tak ada obat yang menyembuh
hanya satu yaitu bertemu

Jika aku menulis
sesungguhnya aku merindu


Gembongan, 15 Mei 2022

Jumat, 13 Mei 2022

SEBUAH PUISI

JANGAN LARANG KUMERINDUMU
Mohammad Saroni

Rindu adalah anak cucu keinginan
kelahirannya di sudut-sudut sunyi
tanpa bidan ataupun dukun bayi
lahir begitu saja dalam kelam 
seakan sedang mengejar sesuatu
tak tahu apa dan siapa
hingga kumenyadari rinduku 

Padamu, ya inginku padamu
lahirkan rindu menggelegak
mengoyak jiwa memporandakan hati

Inginku padamu lahirkan rindu
jangan larang kumerindumu
sebab inginku telah lahirkan rindu ini
lahir hanya untuk inginksnmu
tak lainnya 


Gembongan, 14 Mei 2022

Rabu, 27 April 2022

ADA APA DENGAN ISBN

Gerakan literasi melahirkan banyak pegiat aktif literasi dengan produk tulisan, baik antologi maupun solo. Hal ini melahirkan penerbit-penerbit indie sebab untuk memasuki penerbit mayor ternyata tidak mudah. Produk-produk literasi berbentuk buku semakin banyak dan menuntut aktualisasi sebagai wujud nyata. 
Hal ini menyebabkan kebutuhan pengakuan yang kita kenal dengan ISBN. Semakin banyak dan banyak. Ada penerbit indie yang sportif memenuhi kewajiban mengirim produk ke perpusnas, tetapi ada juga yang tidak. Hal ini mengakibatkan administrasi di perpusnas mengalami situasi yang tidak tertib.

Itu menurut saya, mungkin ada yang berpendapat lain, untuk menambah ilmu.

Menurut Taufik bHidayatullah, dari Rumah Dunia, milik Gol A Gong, menyitir pendapat pak Bos di laman Facebook-nya mengatakan bahwa sejak tahun 2006 sampai 2021, pengajuan ISBN dari penerbit sebanyak 612. 589 ISBN. Jumlah ini sangat menggembirakan sebab menjadi bukti keberhasilan gerakan literasi di negeri ini. 

Jumlah pengajuan sebesar itu membuat bangga sebab hal tersebut mengisyaratkan bahwa pertambahan jumlah buku dan sekaligus penulis dan pembacanya sangat menggembirakan. Tetapi, ada satu hal yang, sepertinya diabaikan, entah itu karena lupa atau faktor lain, misalnya penulis yang membatalkan penerbitan buku ya, padahal penerbita sudah mengajukan permintaan ISBN. Kewajiban yang dimaksudkan adalah menyetorkan 2 (,dua) eksemplar buku sebagai bukti terbit. Setoran buku bukti terbit ini untuk ketertiban administrasi perpusnas.

Ketertiban administrasi perbukuan menjadi satu hal penting dalam penataan bukti. Jika administrasi ini tidak tertata, maka menjadi kelemahan dunia perbukuan kita. Bagaimana tidak, seperti disampaikan Taufik Hidayatullah, dari 612. 589 ISBN yang diajukan penerbit, kemungkinan besar penerbit indie, yang tidak menyetorkan bukti terbit sebanyak 271.678 ISBN. 

Administrasi perpustakaan nasional mengalami penataan yang amburadul. Kalau kita katakan buku diatur berurutan, maka tatanan buku akan melompat-lompat. Kita misalkan dari 100 buku, ternyata 50 buku yang hilang secara acak, maka tatanan buku pasti acak dan tidak teratur pula. Hal ini akan menurunkan kedibilitas perpusnas sebagai pusat pengarsipan buku. Sementara kita sangat menyadari bahwa buku merupakan bukti perkembangan pola kehidupan dan budaya sebuah bangsa. Bangsa yang berbudaya dapat diperhatikan dari literasinya.

PERLU KESADARAN BERSAMA

Ketertiban merupakan satu wujud dari keberadaban masyarakat. Masyarakat yang tertib mengisyaratkan bahwa keberadaannya tinggi. Keberadaban dapat kita artikan sebagai pola hidup masyarakat. Demikian juga halnya dengan ketertiban dalam dunia perbukuan kita. 

Ketertiban dalam dunia perbukuan terkait dengan keberadaban masyarakat perbukuan kita. Masyarakat perbukuan kita harus dapat bersikap sebagaimana harusnya agar beradab. Terkait dengan masyarakat perbukuan kita, maka keberadaban yang kita maksudkan pun terkait dengan segala aturan yang berlaku di perpusnas. Salah satu aturan adalah setiap pengajuan ISBN sebagai satu syarat administrasi penerbitan buku. Syarat administrasi yang dimaksudkan adalah penyetoran 2 (dua) eksemplar buku sebagai bukti terbit dan diarsipkan di perpusnas 

Oleh karena itu, sudah hak dan kewajiban perpusnas untuk mengirimkan surat pemberitahuan sekaligus teguran kepada penerbit. Surat pemberitahuan ini merupakan upaya perpusnas untuk penertiban perbukuan nasional dan internasional. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran bersama terkait ketertiban ini.

Semoga segala upaya yang dilakukan perpusnas dapat menertibkan kembali masyarakat perbukuan di negeri kita. Aamiin.


Gembongan, 29 April 2022

Sabtu, 23 April 2022

MRMBACA GARIS TAKDIR

Takdir, ya takdir adalah suatu keyakinan yang tidak dapat kita ingkari. Dan, takdir berlaku pada semua orang. Tidak ada satupun orang yang dapat lepas dari takdir. Takdir ada pada seutuhnya diri kita. Dan, setiap saat takdir menetukan apa yang kita lakukan dan yang kita alami.

Hidup kita tidak terlepas dari takdir. Tidak ada satupun dapat melakukan apapun tanpa keterlibatan takdir. Bahkan, angan - angan, keinginan, sejatinya bukan inisiatif kita. Takdir itu seperti naskah panggung. Hal ini karena sejatinya hidup ini adalah panggung kehidupan. Kita adalah para pemainnya. Ada pemain baik, ada yang jahat, bahkan ada yang pemain abu abu.

Membaca takdir merupakan upaya untuk mengetahui dan memahami isyarat alam. Isyarat alam dapat menjadi petunjuk atas takdir kita. Isyarat ini menyampaikan terkait keberhasilan dan kegagalan usaha kita. Bahkan, tentang sesuatu yang akan alami.

Tetapi, kita memang seringkali mengabaikan isyarat itu. Kita sering menganggap semua hanyalah sesuatu yang mustahilpp, musyik. Audzubillahimindalik. Inilah yang sering direspon orang-orang.

Kita memang tidak mudah membaca takdir. Walau kadang isyarat itu muncul ketika kita tidur atau bermimpi. Tetapi sering hal itu dipergunakan sebagai sebuah ramalan. Mereka mempunyai kepercayaan baru, yaitu ramalan. Walau memang Allah telah memberikan kemampuan lebih pada seseorang, tetapi tetap saja tidak akurat. Prosentase ketepatannya, kadang karena aspek kebetulan. Terkecuali yang memang benar-benar mendapat karomah Allah.

Andalah yang dapat membaca takdir?


Gembongan, 24 April 2022