Kamis, 14 Agustus 2008

KerJ Bakti, bentuk kesetiakawanan


Indonesia itu negeri yang penuh berbagai kebersatuan. Sejak jaman dahulu, Negeri ini dikenal atas kebersamaannya dalam setiap permasalahan. Satu orang terluka, maka semua merasakan sakitnya. Maka tidak heran jika ada salah satu anggotamasyarakat yang dilukai oleh orang lain, maka dalam waktu tidak lama bakal datang sekian puluh orang untuk membalsakan rasa sakit itu!
Tapi, apakah seperti itu p[ola kehidupan yang diajarkan oleh leluhur kita?
Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang beradab, suka berbaik pada orang lain, walau pada kenyatananya, pada akhirnya kebaikan yang diberikan oleh orang lain adalah duri di pantat!
Kita tersenyum-senyum pada orang lain, tetapi oranga lain memasang duri salak di bawah pantat kita sehingga saatkita terlena oleh manisnya senyum dan duduk, maka kita bakal menjeriT.
AAAAUHHH!
Tetapi, di kehidupan kamung, desa, kehidupan dengan berlandas kebersamaan masih sangat kental dan masih hidup dengan berdamping dengan pola kehidupan modern yang lebih menekankan pada egoisme diri untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.
Seperti yang terjadi di Desa Gembongan, saat sebuah wilayahmendirikan sebuah Mushola, langgar, maka semua warga keluar rumah untuk secara bersama-sama membangun bangunan tersebut.
Nuansa kerja bakti masih begitu kental dan menguasai semua hati sehingga pekerjaan yang jika dilakukan biasa membutuhkan waktu tiga hari, maka dengan kerja bakati, maka pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 3 jam!
Duh, sebenarnya enak saat kita berkerja secara bersama-sama!
walaupun untuk membangun langgar ini amsih memutuhkan banyak dana, tetapi masyarakat sekitar begitu antusias untuk secara sadar emembrikan bantuan dana DAN TENAGA UNTUK KELANCARAN PROGRAM

Tidak ada komentar: