Sabtu, 20 September 2008

MANFAATKAN KEKUATAN PIKIRAN

Pernahkah kita menyadari bahwa sebenarnya kekuatan terbesar yang ada di dalam diri kita berpusat pada pikiran.bahwa apapun yang kita rencanakan, lakukan, dan telah lakukan sebenarnya berpulang pada pikiran kita. Apapun yang kita lakukan tidak terlepas dari peran aktif pikiran sebagai pusat komando kegiatan hidup kita. Tidak ada seorang-pun yang bergerak, berkegiatan tanpa mempergunakan pikirannya sebagai landasan kerjanya. Pikiralah yang sesung-guhnya mengantarkan kita menjalani setiap kegiatan sehingga kita tidak meng-alami kesulitan dan selalu melakukan kegiatan secara terencana dan teratur. Adalah sangat mustahil jika seseorang mengatakan bahwa apapun yang dilaku-kannya tanpa melalui proses pemikiran yang panjang. Setiap kegiatan me-rupakan sebuah proses yang berkelanjutan dan pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga adalah mustahil jika kemudian dikatakan dengan bangga bahwa mereka melakukan segala kegiatan begitu saja. Sedangkan untuk berbicara saja kita mempergunakan akal pikiran untuk mengelola setiap huruf, setiap kata dan setiap kalimat yang bakal dikeluarkan oleh mulut, digerakkan oleh lidah dan bibir kita. Bagaimana mungkin orang yang bertindak dalam hidupnya tanpa melalui proses pemikiran terlebih dahulu?! Itu namanya takabur! Sombong dan tidak melihat kenyataannya!
Pikiran kita-lah yang sebenarnya menggerakkan setiap kegiatan yang kita lakukan tanpa pikiran, maka segala kegiatan kita tidak ada artinya, bahkan sama sekali tidak bakal terwujud. Selama ini sebenarnya setiap langkah kegiatan yang kita lakukan merupakan hasil dari sekian banyak proses di dalam diri kita yang memang berlangsung secara singkat atau secara perlahan tergantung pada tingkat kemampuan setiap orang dalam merespon setiap kejadian di dalam kehidupannya. Semakin cepat seseorang menanggapi setiap permasalahan hidup, maka dikatakan semakin cepat pola pikir yang dilakukan oleh dirinya, oleh otaknya.
Kalau orang mengatakan bahwa mereka mempunyai kecepatan diatas rata-rata dalam menanggapi setiap permasalahan, mungkin hal tersebut dapat kita terima sebagai anugerah Tuhan kepada orang bersangkutan dan semestinya hal tersebut patut disyukuri oleh semua orang, khususnya yang memperoleh anugerah tersebut. Tidak semua orang mempunyai kemampuan diri di atas rata-rata sehingga selanjutnya orang mengatakan bahwa dengan kemampuan seperti itu dikelompokkan pada golongan orang jenius, yaitu orang dengan kemam-puan lebih bagus dari orang rata-rata. Orang-orang seperti inilah yang selan-jutnya dapat mengkondisikan kehidupan dunia dalam kondisi positif ataukah dalam kondisi negatif. Artinya, kelompok orang-orang inilah yang selanjutnya seringkali menjadikan kondisi kehidupan ini penuh kedamaian ataukah penuh dengan pertingkaian dan ketidakdamaian.
Untuk menggapai kedamaian hidup seperti yang diharapkan, maka se-yogyanya setiap orang menyadari bahwa kemampuan yang ada di dalam diri-nya bertumpu pada kekuatan pikirannya dan untuk hal tersebut seharusnya mereka benar-benar dapat mengefektifkan kekuatan tersebut. Kita harus meng-akui bahwa sebenarnya segala hal yang kita hadapi di dalam kehidupan ini tidak pernah terlepas dari penerapan kekuatan pikiran dalam penyelesaiannya. Setiap saat kita dituntut untuk menyelesaikan permasalahan hidup dengan meng-efektifkan peranan pikiran ini. Apapun permasalahan yang kita hadapi, maka peraan pikiran mendominasi setiap langkah-langkah solusif yang kita lakukan dalam menyelesaikannya. Kita tidak pernah meninggalkan kekuatan pikiran. Tetapi, jika kita telaah lebih lanjut, maka setidaknya kita mengetahui bahwa kekuatan pikiran yang kita terapkan belumlah maksimal, bahkan lima puluh persen saja belum!
Padahal kita semua mengetahui bahwa sebenarnya, apapun yang kita alami tidak terlepas dari peranan pikiran di dalam proses manifestasinya. Setiap apa yang kita alami sebenarnya bersumber dari kekuatan pikiran kita, baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif. Dalam hal ini yang selalu kita harapkan adalah yang bersifat positif sebab yang negatif hanya merugikan diri kita. Semua kejadian hidup merupakan hasil rekayasa kekuatan pikiran kita sendiri. Bukan oleh yang lainnya. Bukan oleh orang lain. Bukan oleh alam. Bukan oleh musuh atau teman kita, tetapi semuanya merupakan hasil kerja atau kekuatan pikiran kita sendiri.
Misalnya kita dapat sampaikan disini adalah kondisi kita yang serba kesulitan. Setiap saat kita merasakan betapa hidup ini tidak bersahabat lagi dengan diri kita sehingga tidak ada ruang bagi kita untuk sedikit bersenang-senang dan sebagainya. Setiap saat kita harus menghadapi permasalahan yang tidak kunjung habis-habisnya. Sebenarnya kesulitan yang kita alami merupakan manifestasi dari kekuatan pikiran kita sendiri. Semua kesulitan yang kita alami merupakan perwujudan dari kondisi yang tercipta di dalam alam pikiran kita dan termanifestasi dalam kehidupan nyata.
Alam pikiran kita adalah dunia kecil yang ada di dalam diri kita. Dengan adanya dunia kecil di dalam alam pikiran kita itulah, maka kita dapat menjalani kehidupan ini secara berimbang antara kondisi di dalam diri dengan kondisi di luar diri. Alam pikiran kita sebenarnya mempunyai suatu sistem pengkondisian yang sedemikian rupa sehingga jika terdapat upaya pertahanan diri jika dirasa ada sesuatu yang menyerang dan hendak memporakporandakan kondisi dunia kecil di alam pikiran kita. Sesuatu yang menyerang itu pada umumnya berasal; dari dunia di luar diri kita, yaitu dunia kehidupan kita, dimana banyak orang dengan dunia kecilnya masing-masing ingin mengkondisikan dunia dan ber-benturan serta menimbulkan friksi dengan dunia kecil kita. Akibat benturan antar pribadi inilah, maka seringkali kita mengalami kondisi yang tidak nyaman dan berakibat tidak damainya kehidupan kita.
Tetapi, jika kita mau berpikir dan mempergunakan alam pikiran kita secara efektif, maka setidaknya kita dapat mengelola kondisi diri kita sesuai dengan yang kita inginkan dan selanjutnya kita dapat secara gampang men-dapatkan apa yang kita angan-angankan dalam kehidupan ini. Kita seringkali mendengar orang mengatakan bahwa sebenarnya keberhasilan ataupun kegagal-an kita didalam menjalani kehidupan adalah bergantung pada diri kita sendiri. Bukan pada orang lain. Sebenarnya apa yang kita dapatkan, baik keberhasilan ataupun kegagalan hidup merupakan hasil dari segala upaya yang telah kita lakukan untuk kehidupan kita. Orang lain hanyalah aktor-aktor figuran yang bertindak sebagai pelengkap perjalanan kehidupan kita. Memang tanpa mereka kita tidak dapat bertindak sebab kita memang ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang secara teknis harus berinteraksi dengan mereka, tetapi hal tersebut bukan berarti apa yang kita dapatkan adalah bergantung pada mereka. Sama sekali tidak seperti itu. Hal ini tergantung pada kualitas diri yang kita terapkan dalam kehidupan saat itu.
Coba kita sejenak berpikir, apa yang dapat kita peroleh jika ternyata dalam menggapai angan-angan hidup, kita hanya mengharapkan bantuan orang lain sementara diri sendiri diam tidak melakukan apa-apa? Tentunya semua itu merupakan hal yang sangat muskil, sesuatu yang tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan hal itu menunjukkan bahwa kita tidak lebih dari sebuah patung atau arca yang mengharapkan orang memberinya makan sementara dia sama sekali tidak berbuat sesuatu agar orang mengetahui apa yang diharapkannya itu. Bahwa setiap yang kita dapatkan dalam kehidupan kita merupakan hasil dari segenap usaha yang kita lakukan sebagai konsekuensi hidup dan kehidupan kita. Maaf, jika kemudian kita dikatakan telah megalami perubahan jiwa alias tidak sehat pikiran jika ternyata kita bersikap seperti itu. Orang pasti mener-tawakan kita jika ternyata kita hanya mengharapkan sesuatu tapi tanpa me-lakukan kegiatan konkrit untuk dapat mewujudkan segala yang kita harap-kan tersebut. Kita ingin dapat mengendarai sebuah kendaraan, mobil tetapi sama sekali tidak pernah berusaha untuk belajar mengendarai mobil, tentunya hal tersebut sangat menggelikan. Bagaimana kita dapat mewujudkan keinginan jika ternyata kita tidak berusaha untuk menggapainya dengan kegiatan-kegiatan yang benar-benar relevan dengan keinginan tersebut?!
Loh, katanya kita harus memanfaatkan alam pikiran kita secara mak-simal? Memang kita harus mempergunakan alam pikiran kita secara maksimal sehingga apa yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan yang dapat mem-buat kehidupan kita damai. Tetapi bukan berarti kita hanya duduk melipat lutut dan berharap segalanya tercipta dan terwujud dengan sendirinya karena ke-mampuan atau kekuatan alam pikiran kita. Kita tetap harus berusaha mema-nifestasikan segala keinginan alam pikiran kita dalam kegiatan-kegiatan nyata yang mampu membawa keberhasilan hidup. Kita memang harus memanfaatkan semua potensi alam pikiran kita sehingga dengan cara seperti itu, maka kita mempunyai banyak langkah-langkah positif yang tepat untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Kita harus mempercayai kekuatan alam pikiran kita dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup sebab yang mengenal secara utuh diri kita adalah diri kita sendiri. Tidak ada orang lain yang mampu mengenal diri kita sebaik kita mengenal diri kita sendiri. Apa yang kta butuhkan hanyalah diketahui dan dipahami oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain. Seberapa-pun dekatnya seseorang dengan kehidupan kita, tetapi tetap saja mereka tidak bakalan dapat menyelesaikan permasalahan hidup kita sebaik kita menyelesaikannya sendiri. Orang yang membantu kita dalam proses penyelesaian masalah hanyalah menyelesaikan kulitnya saja, tidak sampai pada daging dan isinya. Kitalah yang mampu menyelesaikan semua masalah hidup kita secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
Oleh karena itulah, agar kedamaian melingkupi kehidupan kita, maka kita harus memanfaatkan kekuatan alam pikiran kita sedemikian rupa sehingga dapat mengkontribusi dan mengakomodasi setiap kondisi secara cepat dan tepat. Kita harus secara intens mempergunakan setiap bagian alam pikiran kita untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Hal ini agar pikiran kita terbiasa dalam menghadapi setiap masalah hidup dan terasah sehingga selalu tajam dan berkemampuan untuk menghadapi kehidupan ini.

Tidak ada komentar: